Panen dan Pascapanen Bawang Merah

14November2018

Indonesian English Japanese Korean

SItus BBPP Lembang

      e-pegawai        dss2a          dep-1a         dep-2a         e-SIPP         e-personeel         sim a         e-book         e-library

You are here: Home Publikasi Artikel Artikel Pertanian Panen dan Pascapanen Bawang Merah

Panen dan Pascapanen Bawang Merah

User Rating:  / 0
PoorBest 

bbpplembang pascapanen bawangmerahbbpplembang pascapanen bawangmerahTanaman bawang merah (Allium Sp)merupakan sayuran rempah dan dipanenbagian umbinya yang merupakan umbi lapis dan digunakan untuk konsumsi sebagaibumbu penyedap masakan. Kebutuhannya relatif stabil sepanjang tahun danmemililki potensi komersial yang cenderung semakin meningkat. Bawang merah juga berfungsi sebagai obat yaitu mendorong nafas panjang, mengobati luka, obat maag,masuk angin dan menurunkan kadar gula dan kolesterol.

Untuk memperoleh hasil yang baik, diperlukan proses penangan panen dan pascapanen yang baik. Adapun penanganan panen dan pascapanen dapat dilakukan seperti berikut ini:

Panen Bawang Merah

Penentuan waktu panen pada bawang merah dapat dilakukan secara:

  1. Visual, melihat kondisi daun mulai menguning, daunnya rebah, umbinyatampak menonjol dari permukaan tanah, warna umbi terlihat kemerahan.
  2. Fisik, dengan perabaan leher umbi lunak.
  3. Komputasi, penentuan umur tanaman sejak tanam (tergantungvarietas/kultivar, cuaca/musim, pemeliharaan tanaman).
  4. Penanganan Panen, dilakukan dengan memungut hasil dengan cara mencabutseluruh bagian tanaman secara manual dengan tangan.

Standar penentuan waktu panen dan penanganan panen

  1. Secara visual dengan melihat perkembangan fisik tanaman, dimana untuk tujuan konsumsi cirinya daun mulai menguning, daunnya rebah, umbinyatampak menonjol dari permukaan tanah, warna umbi terlihat kemerahan.Untuk tujuan bibit, daun tanaman total rebah (lebih 30% menguning)
  2. Secara komputasi, untuk tujuan konsumsi maka penentuan umur tanaman sejak tanam, tergantungvarietas/kultivar, cuaca/musim, pemeliharaan tanaman. (untuk varietas BimaBrebes dipanen pada umur 58-60 HST pada musim kemarau, sedangkan padamusim penghujan umumnya dipanen lebih awal).
  3. Untuk tujuan benih yaitu umur panen lebih lama sekitar 3-4 hari. Panen dilakukan pada pagi hari setelah tidak ada embun dan tidak pada saatturun atau menjelang hujan. Untuk tujuan bibit panen dilakukan pada sianghari, sehari sebelum panen jangan dilakukan penyiraman.

Prosedur kerja penentuanwaktu panen dan penanganan panen

  1. Tentukan waktu panen yang tepat sesuai standar.
  2. Amati kondisi cuaca saat panen (bila hujan pelaksanaan panen ditunda).
  3. Siapkan alat panen dan tenaga kerja yang terampil dan mengatur pembagianareal panen.
  4. Lakukan pemanenan bawang merah dengan cara mencabut secara hati-hati

Perlakuan Segera Setelah Panen

Pengertian“Perlakuan segera setelah panen” adalah tindakan – tindakan yang harusdilakukan pada komoditas segera setelah panen. Pada bawang merah tindakanini berupa pengikatan, pengumpulan, penjemuran awal (curing pemulihan) sampai leher umbi menyempit.

Perlakuan segera setelah panen bertujuan untuk mengurangi kerusakan yang dapat terjadisetelah panen dan menghasilkan bawang merah yang berkualitas baik dan dayasimpan panjang

Standar Perlakuan segera setelah panen

  1. Pengikatan: semua umbi yang dipanen segera diikat, sebaiknyamenggunakan tali terbuat dari bambu (tutus) agar ikatan tidak mudahterlepas dan mudah dikencangkan saat penjemuran.
  2. Bagian yang diikat adalah bagian pucuk (3-5 cm dari ujung daun) besarnyaikatan segenggam tangan (sekitar 1 kg).
  3. Bagian umbi yang tertinggal (tidak tercabut/protolan) dikumpulkan untukdilakukan curing terpisah.
  4. Tempat untuk penjemuran di lahan bekas penanaman/yang baru dipanen,dialasi seperti dengan daun jati/daun tebu/anyaman bambu, umbi yangsudah diikat ditata di alas tersebut secara teratur, tidak bertumpuk, dengandaun menghadap keatas supaya daun cepat layu dan mengering dibiarkanselama 2 hari.
  5. Pembalikan ikatan dilakukan supaya bagian dalam ikatan daun terkena sinarmatahari dan posisi umbi tetap tertutup daun.
  6. Penataan ulang dilakukan untuk merapikan posisi umbi dalam penjemuran
  7. Pengikatan ulang dilakukan dengan menggabungkan 2 ikatan menjadi satuikatan (roji).

Prosedur Kerja

  1. Ikatlah umbi yang sudah dipanen.
  2. Kumpulkan bagian umbi yang tertinggal (tidak tercabut/protolan) untukdilakukan curing terpisah.
  3. Lakukan penjemuran di lahan bekas penanaman/yang baru dipanen, dialasidaun jati/daun tebu/anyaman bambu. Umbi yang sudah diikat ditata di alastersebut secara teratur, tidak bertumpuk, dengan daun menghadap keatassupaya daun cepat layu dan mengering dibiarkan selama 2 hari.
  4. Lakukan pembalikan ikatan supaya bagian dalam ikatan daun terkena sinarmatahari dan posisi umbi tetap tertutup daun.
  5. Lakukan penataan ulang untuk merapikan posisi umbi dalam penjemuran(diusik) selama 2 hari sekali sampai kondisi daun mengering danmenggabungkan 2 ikatan menjadi satu ikatan (roji)
  6. Selama penjemuran dan curing, pada waktu malam/hari hujan tutuplahdengan plastik transparan yang dibuat tunel/lorong dengan penyangga terbuatdari lengkungan bambu dengan ketinggian 40 cm dan panjang sesuai lahanpenjemuran. Dan pada saat siang hari bila ada cahaya matahari plastik transparan dibuka kesamping lahan
  7. Lakukan penggedengan (4 ikatan roji dijadikan 1), kemudian lakukanpenjemuran dengan membalik bagian umbi ke atas sekitar 3 jam. Penjemurandengan posisi umbi diatas ini dilakukan jangan terlalu lama untuk menghindariumbi “matang”.
  8. Lakukan pencatatan sebagaimana format yang digunakan pada buku kerja.

Pengeringan

Pengertian pengeringan dan pengikatan dalah penjemuran lanjutan bawang merah untukmenurunkan kadar air umbi sehingga umur simpannya panjang

Prosedur Kerja

  1. Lakukan penataan bawang merah yang sudah diikat tali bambu di tempat
  2. Tutup plastik ketika malam/hujan dan dibuka penutup pada saat siang hari.
  3. Lakukan pembalikan 1-2 kali sehari agar umbi kering merata.
  4. Hentikan pengeringan sampai kulit paling luar umbi sudah mengelupas danbunyinya mengeresek (susut sekitar 15 – 20 %) dan untuk bibit warna umbimerah cerah dan melekat pada umbinya (penyusutan 17 – 22%).
  5. Lakukan pencatatan sebagaimana format yang digunakan pada buku kerja(Tabel 3, Lampiran)

Pembersihan

Pengertian Pembersihan adalah proses menghilangkan kotoran yang menempel padaumbi bawang merah

Prosedur Pelaksanaan

  1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebagai sarana pembersihumbi.
  2. Potonglah (trimming) bagian akar dengan menggunakan ani-ani/gunting/pisau.
  3. Potonglah (trimming) daun kering diatas leher umbi.
  4. Timbanglah umbi yang telah dibersihkan.
  5. Letakkan umbi bawang merah yang sudah dibersihkan pada terpal/keranjang yang telah dipersiapkan untuk dikering anginkan.

Sortasi

PengertianKegiatan sortasi merupakan tindakan yang dilakukan untuk mendapatkanmutu yang baik dengan cara memilah-milah antara produk yang baik denganyang rusak. Produk yang baik adalah produk yang bebas dari cacat ataukerusakan fisik akibat kegiatan panen maupun serangan hama penyakit.Produk yang rusak adalah produk rusak fisik akibat panen maupun kenaserangan hama penyakit. Setelah dilakukan pemisahan kedua kelompok produktersebut dilakukan proses pengkelasan (grading) sesuai dengan standar mutu,Standar Nasional Indonesia (SNI), atau kesepakatan lainnya.

Grading

Grading adalah pengkelasan/penggolongan kubis berdasarkan kualitas sepertikeseragaman bentuk, kebersihan, kepadatan, bebas penyakit dan kerusakanserta ukuran berat, panjang, diameter

Prosedur Pelaksanaan:

  1. Siapkan sejumlah keranjang/wadah terpisah untuk masing-masing kelassiung bawang merah.

Pilih siung yang sudah bersih, pisahkan siung berdasarkan ada tidaknya cacat pada siung bawang merah, normal tidaknya bentuk dan ukuran siung bawang merah, ada tidaknya serangan hama atau penyakit pada siung bawang merah.

  1. Lakukan pengkelasan I, II siung berdasarkan pengkelasan.
  2. Lakukan pencatatan sebagaimana format yang digunakan pada buku kerja(Tabel 5, lampiran 

Pengeringan Lanjutan dan Penyimpanan

Pengertian pengeringan adalah proses penjemuran bawang merah dibawah sinar matahari langsung. Penyimpanan adalah proses menyimpan hasil panen sebelum dipasarkan.

Prosedur Pelaksanaan

  1. Bersihkan rak /para-para dan sikat lantai gudang dengan air dan sabun aga
  2. Letakkan umbi bawang merah di para-para dengan menggunakan sapu.
  3. Bersihkan gudang putih pada rak-rak/ para-para yang disusun di dalamgudang penyimpanan berventilasi. Untuk penjemuran di gudang perlupenjemuran tambahan sinar matahari 1 – 3 jam.

Pengemasan

Pengertian pengemasan adalah proses perlindungan komoditas bawang merah dengan caramengepak dari gangguan faktor luar yang dapat mempengaruhi masasimpannya dengan memakai media (wadah/tempat dengan bahan tertentu)untuk dikirim sebelum dipasarkan. Hanya komoditas yang baik yang dikemas

Prosedur Pelaksanaan:

  1. Lakukan pengemasan bawang merah untuk pasar lokal biasanyamenggunakan karung plastik yang berlubang – lubang atau keranjangplastik/keranjang bambu dengan kapasitas 25 – 30 kg.
  2. Lakukan pengemasan bawang merah untuk pemasaran luar daerah biasanyamenggunakan kardus yang sudah dilubangi untuk ventilasi udara.
  3. Lakukan untuk pemasaran pasar swalayan dikemas dengan tray  dan ditutupplastik
  4. wrapping  atau kemasan dengan plastik transparant yang dilubangidengan berat 0,25 – 0,50 kg. Untuk pasokan restauran/rumah makan bawang merah dikemas dengan kantong plastik yang dilubangi ukuran 5 kg.Lubang kantong plastik berfungsi mencegah terjadinya pengembunan udaradalam plastik yang dapat membusukkan bawang merah.
  5. Lakukan pengemasan bawang merah untuk ekspor dikemas dengan karduskhusus dari eksportir lengkap dengan nama dagang dan tanggal panen.Kardus diberi lubang kecil dengan ukuran kardus untuk kapasitas 15 – 20 kg.

Tentang Kami

bbpp lembang kantor sampingbbpp lembang kantor samping

Motto kami:
           Taqwa dalam beragama,
           Santun dalam Berperilaku,
           Prima dalam Berkarya

Hubungi Kami

  • Kantor: Jl. Kayuambon 82
    Lembang, Bandung Barat
    Pos 40791 Jawa Barat, INA
  • Tel/Fax: (+6222) 2786234 - 2789783