Pembuatan Cabai Rawit Blok Sebagai Alternatif Pengawetan Cabai

22November2019

Indonesian English Japanese Korean

SItus BBPP Lembang

You are here: Home Publikasi Artikel Artikel Pertanian Pembuatan Cabai Rawit Blok Sebagai Alternatif Pengawetan Cabai

Pembuatan Cabai Rawit Blok Sebagai Alternatif Pengawetan Cabai

User Rating:  / 0
PoorBest 

bbpplembang cabaiblok2bbpplembang cabaiblok2Siapa yang tak kenal dengan produk pertanian ini.  Ukurannya kecil tapi pedasnya luar biasa. Nah inilah dia cabai rawit. Sampai-sampai ada pepatah kecil-kecil cabai rawit. Hal ini karena cabai mengandung capsaicin yang membuatnya menjadi pedas.  Semakin tinggi kandungan capsaicin maka semakin tinggi tingkat kepedasannya. 

Hampir semua olahan kuliner di Indonesia menggunakan cabai sebagai salah satu bahan bakunya.  Mulai dari makanan daerah sampai makanan  kekinian seperti ayam geprek dan cilok pedas dengan berbagai level/tingkat kepedasan.  Banyaknya kebutuhan pasar akan komoditas cabai menjadikan cabai menjadi salah satu komoditas penting Kementerian Pertanian. Banyak sekali program yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian agar ketersediaan cabai dapat mencukupi dengan harga yang stabil. 

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di bawah Kementerian Pertanian yang juga ikut mendukung program-program dari Kementerian Pertanian khususnya mengenai komoditas cabai. Salah satunya yaitu dengan diadakannya ATC (Agri Training Centre) bagi pelajar SMU di wilayah Bandung.  Pelatihan yang dilaksanakan selama 7 hari dengan materi inti yaitu pembelajaran mengenai budidaya cabai rawit, pasca panen dan pengolahan cabai rawit blok.

Pengolahan cabai bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah terutama saat panen raya atau harga anjlok, memperpanjang daya simpan, serta  mempermudah dalam penyimpanan, pengemasan dan transportasi. Pada umumnya pengolahan cabai yang biasa dilakukan yaitu dengan metode pengeringan. Metode pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air cabai hingga batas tertentu dimana mikroba tidak dapat tumbuh lagi di dalamnya. Oleh karena itu cabai rawit blok lebih memliki daya simpan yang lebih lama apabila dibandingkan cabai rawit segar.

Alat-alat yang dibutuhkan dalam pembuatan cabai rawit blok yaitu: pisau, talenan, baskom, tampah, loyang, blender, sendok, cetakan kue bentuk bulat, saringan plastik dan cabinet drying.  Sedangkan bahan yang dibutuhkan yaitu: cabai rawit, tapioka, label dan kemasan. Cabai yang digunakan harus dengan tingkat kematangan yang sama sehingga warna yang dihasilkan seragam dan lebih menarik. 

bbpplembang cabaiblok1bbpplembang cabaiblok1Tahapan pembuatan cabai rawit blok meliputi: persiapan alat, sortasi dan pencucian, penggilingan, pengeringan awal, pencampuran, pencetakan blok, pengeringan dan pengemasan. Sortasi bahan dimaksudkan untuk memilah cabai yang berkualitas baik dan rusak.  Pencucian dimaksudkan untuk membersihkan kotoran yang melekat pada cabai baik yang berasal dari  tanah, udara dan bahan kimia seperti pestisida. Setelah dilakukan pencucian lalu cabai rawit ditiriskan untuk kemudian dilanjutkan dengan proses penggilingan. Penggilingan bisa dilakukan dengan menggunakan grinder atau bisa juga menggunakan blender.

bbpplembang cabaiblokbbpplembang cabaiblokTahap selanjutnya yaitu proses pengeringan. Pengeringan dilakukan secara bertahap. Pengeringan awal dimaksudkan untuk mengurangi kadar air cabai sehingga memudahkan dalam proses pencetakan.  Sebelum dilakukan pencetakan dilakukan pencampuran dengan tapioka sebanyak 1-2 %. Tapioka ini berguna sebagai perekat sehingga bentuk cabai blok tidak berubah apabila sudah kering. Cabai blok kemudian dikeringkan selama 15 jam menggunakan cabinet drying dengan suhu 55 oC.  Setelah kering lalu masing-masing cabai rawit blok dikemas menggunakan plastik wrapp untuk kemudian dikemas dalam kemasan sekunder berupa kemasan botol plastik atau mika. Untuk penggunaannya cabai blok bisa ditambahkan ke dalam makanan saat dimasak.

Pengolahan cabai rawit menjadi cabai rawit blok diharapkan menjadi salah satu alternatif pengawetan cabai.  Selain itu juga dapat meningkatkan nilai tambah dari cabai yang harganya sedang turun. Berikut ini adalah perhitungan keuntungan pembuatan cabai rawit blok:

NO

URAIAN

VOLUME

HARGA SATUAN

JUMLAH

Rp

(3 X 4)

1

2

3

4

5

A.

BAHAN

       

1

Cabai Rawit

25 Kg

 

Rp. 20.000

Rp. 500.000

3

Tapioka

     4  Kg

 

Rp. 15.000

Rp    60.000

4

Kemasan primer

1750 bh 

 

Rp.        50

Rp.   87.500

5

Kemasan sekunder

  117 bh

 

Rp.    1500

Rp. 175.500

6

Label kecil

1750 bh 

 

Rp.        50

Rp.   87.500

7

Label besar

  117 bh

 

Rp.      300

Rp.   35.100

8

Listrik

     

Rp. 100.000

JUMLAH

Rp. 1.045.600

B.

PENJUALAN

       
 

Cabai blok

117 bh

 

Rp.  15.000

Rp. 1.755.000

           

C.

KEUNTUNGAN

       
 

B - A

     

Rp.    709.400

Berdasarkan analisa keuntungan yang dibuat dapat dilihat bahwa pengolahan cabai rawit blok menghasilkan keuntungan lebih dari Rp. 700.000.

DAFTAR PUSTAKA

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Badan Litbang Pertanian. Kementerian Pertanian. Bimbingan Teknis Teknologi Pascapanen Pengolahan Cabai Merah. 2018.

Rohrig, B. 2013. Hot Peppers. ChemMaters.

Saputro, et.al. 2016. Pembuatan Bubuk Cabai Rawit (Kajian Konsentrasi Kalsium Propionat dan Lama Waktu Perebusan terhadap Kualitas Produk). Jurnal Pangan dan Agroindustri. Universitas Brawijaya Malang.

 

Tentang Kami

bbpp lembang kantor sampingbbpp lembang kantor samping

Motto kami:
           Taqwa dalam beragama,
           Santun dalam Berperilaku,
           Prima dalam Berkarya

Hubungi Kami

  • Kantor: Jl. Kayuambon 82
    Lembang, Bandung Barat
    Pos 40791 Jawa Barat, INA
  • Tel/Fax: (+6222) 2786234 - 2789783