Keunggulan Tanam Bibit Muda Padi Sawah untuk Meningkatkan Jumlah Anak Produktif

26June2019

Indonesian English Japanese Korean

SItus BBPP Lembang

      e-pegawai        dss2a          dep-1a         dep-2a         e-SIPP         e-personeel         sim a         e-book         e-library

You are here: Home Publikasi Artikel Artikel Pertanian Keunggulan Tanam Bibit Muda Padi Sawah untuk Meningkatkan Jumlah Anak Produktif

Keunggulan Tanam Bibit Muda Padi Sawah untuk Meningkatkan Jumlah Anak Produktif

User Rating:  / 0
PoorBest 

bbpplembang budidayapadimudabbpplembang budidayapadimudaBudidaya tanaman padi di Indonesia bukanlah masalah baru, namun sudah turun temurun, Budidaya tanaman padi yang biasa dilakukan oleh para petani yaitu menggunakan varietas lokal atau varietas padi unggul baru seperti Inpari 32, 39, 42 atau varietas yang sudah lama yaitu Varietas Ciherang, Sinta Nur, dll. Padi merupakan salah  satu  komoditi  pangan  yang  penting  dan menyangkut  kepentingan  nasional dimana padi/beras merupakan  bahan  makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Untuk  memenuhi  kebutuhan  tersebut  berbagai  upaya  telah dilakukan  oleh  pemerintah  diantaranya  melalui  peningkatan  ketahanan pangan sebagai salah satu program revitalisasi pertanian, khususnya ketersedia pangan berupa padi/beras yang cukup.

Produktivitas dan produksi padi yang dibudidayakan oleh petani masih rata-rata 3,5-4,5 ton/Ha, dari varietas lokal, yaitu varietas padi yang dihasilkan oleh petani sendiri dari varietas-varietas sebelumnya diperbanyak. Sedangkan benih padi dari varietas unggul baru (VUB) adalah varietas yang sudah terseleksi tentang produksinya, ketahanan terhadap serangan hama penyakit dengan produksi rata-rata 5,5-7 ton/Ha. Peningkatan produksi padi tidak terlepas dari ketersediaan unsur hara yang cukup, penggunaan varietas unggul, serta ketersediaan air yang cukup sesuai kebutuhan tanaman. Dalam teknik budidaya padi, ketersediaan benih padi yang akan ditanam berumur muda yaitu 14-21 hari, atau bibit muda ini diharapkan akan menghasilkan anakan produktif lebih banyak, dibandingkan bibit yang sudah tua > 21 hari, serta cara tanamannya dengan menggunakan Jarwo (2:1 atau 2.2) yang menurut petani produksinya lebih banyak dibandingkan sistem Tegel.

Pembenihan padi yang paling baik yang dengan menggunakan baki, baik dari plastik, kayu atau bambu, dengan ukuran 40x40 cm, kemudian dalam baki tersebut diberikan tanah secukupnya, yaitu tanah yang sudah bercampur unsur hara/kotoran ternak dengan perbandingan 1:2, yaitu tanah 2 bagian tanah dan kotoran hewan 1 bagian, kemudian diaduk rata. Setelah itu maka benih padi disemaikan, dengan catatan sebelumnya  perlakuan benih padi tersebut sudah direndam dengan air 6-12 jam dan kemudian ditiriskan dengan karung. Hal ini dengan maksud mengurangi masa dormasi, penggunaan baki sebagai tempat persemaian yaitu mempermudah pemindahan benih padi ke lapangan.

Bibit muda pada tanaman padi yang sudah berumur 2 minggu setelah semai dicirikan salah satunya dengan ketinggian benih rata-rata 20 cm, dengan daun berwarna hijau, maka tanaman tersebut sudah siap dipindahkan ke lapangan, dengan sistem tanam Jajar Legowo. Penggunaan benih muda yang belum banyak dilakukan oleh petani, merupakan salah satu upaya  peningkatan  produksi padi dilapangan, dengan banyaknya anakan produktif, diharapkan produksi padi yang di tanaman akan meningkat.

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting yang telah menjadi makanan pokok lebih dari setengah penduduk dunia. Di Indonesia, padi merupakan komoditas utama dalam menyokong pangan masyarakat. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk

Berbagai penelitian dan uji coba terutama untuk penanaman padi dengan umur dan jumlah yang berbeda. Tapi banyak dilakukan pada petak sawah yang berbeda. Walaupun petak sawah tersebut berdampingan, namun faktor tanah dan air tentu akan berpengaruh pada perkembangan dan hasil panen, mencoba menguji pengaruh umur benih padi terhadap perkembangan dan hasil panen yang akan didapat.

Tanam Bibit Muda

Manfaat tanam bibit muda (tanam bibit kurang dari 15 hari) antara lain adalah tanaman tidak akan mengalami stres akibat pencabutan bibit dilahan persemaian. Bibit muda lebih menghasilka anakan produktif lebih bayak dibandingkan dengan bila menggunakan bibit lebih tua.

Pertumbuhan akar dengan cara penanaman bibit muda akan lebih baik, karena perakaran tanaman akan lebih menyebar dan perakaran akan lebih dalam untuk tumbuh sehingga memudahkan tanaman untuk menyerap unsur hara didalam tanah, selain dari itu dengan pertumbuhan akar yang baik tanaman bisa tahan terhadap rebah.

Dengan tidak mengalami stres pada tanaman yang mengakibatkan terhentinya sementara pertumbuhan tanaman, penanaman bibit muda bisa mempercepat umur tanaman padi untuk dipanen.

Cara penanaman bibit muda:

  1. Tanaman bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah semai ketika bibit masih berdaun 2 helai
  2. Bibit ditanam satu pohon perlubang dengan jarak minimal 25 cm persegi
  3. Penanaman harus segera mungkin (kurang dari 30
  4. Penanaman padi dengan perakaran yang dangkal
  5. Pengaturan air, pemberian air maksimal 2 cm dan tanah tidak diairi secara terus-menerus sampai terendam dan penuh, namun hanya lembab (irigasi berselang atau terputus)
  6. Peningkatan aerasi tanah dengan penggemburan atau pembajakan
  7. Penyiangan sejak awal sekitar 10 hari dan diulang 2-3 kali dengan interval 10 hari
  8. Menjaga keseimbangan biota tanah dengan menggunakan pupuk organik

Keuntungan Tanam Bibit Muda

1.  Tanaman tidak mengalami stres dan cepat beradaptasi

Dengan penanaman bibit muda kurang dari 14 hari, tanaman padi tidak mengalami masa stres dan cepat beradaptasi terhadap lingkungan, dikarena tanaman masih mempunyai cadangan makanan atau endosperm pada bibit tersebut.

2.  Pertumbuhan akar lebih baik

Pertumbuhan akar dengan cara penanaman bibit muda akan lebih baik, karena perakaran tanaman akan lebih menyebar dan perakaran akan lebih dalam untuk tumbuh sehingga memudahkan tanaman untuk menyerap unsur hara didalam tanah, selain dari itu dengan pertumbuhan akar yang baik tanaman bisa tahan terhadap rebah.

3.  Penyerapan unsur hara lebih efektif

Penanaman bibit muda membantu tanaman untuk menyerap unsur hara lebih efektif karena perakaran tumbuh dengan sehat dan menyebar disekitar tanaman, sehingga pemupukan akan lebih efektif dan efisien

4.  Meningkatkan jumlah anakan produktif

Pertumbuhan akar yang baik dan bisa menyerap unsur hara dengan maksimal,menjadikan

pertumbuhan anakan pada tanaman padi akan jauh lebih meningkat sehingga dengan banyaknya anakan produktif maka akan menambah jumlah malai pada tanaman

5.  Mempercepat masa panen

Dengan tidak mengalami stres pada tanaman yang mengakibatkan terhentinya sementara pertumbuhan tanaman, penanaman bibit muda bisa mempercepat umur tanaman padi untuk dipanen.

Peningkatan produksi dan produktivitas padi tidak terlepas dari ketersediannya unsur hara yang cukup pada lahan yang akan di tanam tanaman padi, menggunakan varietas unggul, serta pemakaian air sesuai dengan kebutuhan tanaman, serta menggunakan benih muda dan cara tanaman dengan sistem jajar legowo. 

 

Tentang Kami

bbpp lembang kantor sampingbbpp lembang kantor samping

Motto kami:
           Taqwa dalam beragama,
           Santun dalam Berperilaku,
           Prima dalam Berkarya

Hubungi Kami

  • Kantor: Jl. Kayuambon 82
    Lembang, Bandung Barat
    Pos 40791 Jawa Barat, INA
  • Tel/Fax: (+6222) 2786234 - 2789783