23November2017

Indonesian English Japanese Korean

SItus BBPP Lembang

      e-pegawai        dss2a          dep-1a         dep-2a         e-SIPP         e-personeel         sim a         e-book         e-library

You are here: Home Publikasi Artikel Artikel Pertanian Panen dan Pasca Panen Benih Tanaman Kentang

Panen dan Pasca Panen Benih Tanaman Kentang

User Rating:  / 0
PoorBest 

A.     Panen

Kualitas  benih kentang ditentukan pada umur panen. Umur panen kentang bibit antara 100-110 HST, sedangkan untuk kentang konsumsi berumur sekitar 120 HST. Ciri-ciri panen yang sudah waktunya dapat dilihat dari kemungkinan kulit umbi tidak terkelupas bila terkena gesekan. Panen dilakukan saat cuaca cerah dan tidak turun hujan supaya umbi yang dihasilkan kering. Saat turun hujan biasanya panen dihentikan karena bila panen tetap diteruskan, umbi akan basah sehingga dapat menyebabkan umbi busuk dan penyimpanan di gudang sangat beresiko munculnya jamur dan sumber penyakit lainnya.

Umbi yang baru dipanen itu ditaruh dipermukaan tanah agar terjemur sinar matahari. Umbi yang sudah dipanen itu selanjutnya dikumpulkan dan dilakukan sortasi (pemilihan) awal sesuai kualitasnya. Masukkan umbi yang sudah dipilih kedalam keranjang/waring, kemudian dibawa ke tempat pengumpulan hasil panen kentang untuk penanganan lebih lanjut (pasca panen)

 

B. Kegiatan Pasca Panen Benih Kentang

 

Tahap pasca panen kentang yang perlu dilakukan supaya diperoleh umbi kentang yang bermutu baik pada dasarnya meliputi tahap pembersihan, sortasi dan grading, penyimpanan dan pengemasan. Ada pun tahap  pasca panen tersebut adalah sebagai berikut:

a.       Tahap Pembersihan

Tahap Pembersihan merupakan proses menghilangkan kotoran yang menempel pada umbi. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel pada umbi supaya umbi terlihat bersih. Umbi kentang dibersihkan dari segala kotoran yang menempel pada umbi seperti tanah, sisa tanaman atau akar tanaman dipangkas, kemudian  dicuci  dengan air bersih. Cara mencucinya dapat dilakukan dengan cara memasukkan umbi kedalam bak air atau dilakukan pencucian dalam air yang mengalir. Umbi-umbi yang sudah dibersihkan tersebut ditaruh pada terpal atau bahan lain untuk dikeringanginkan. Dalam pengeringan umbi yang baru dicuci itu jangan dikeringkan langsung pada sinar matahari.

 

b.      Tahap Sortasi dan Grading

Tahap Sortasi dan Grading merupakan  proses pemilihan dan pemisahan umbi berdasarkan kurang baik untuk memperoleh umbi yang seragam dalam ukuran dan kualitasnya. Caranya, dengan memilih  umbi yang sudah dibersihkan itu antara umbi yang baik dan umbi yang kurang baik berdasarkan: (1) Ada tidaknya cacat pada umbi, (2) Normal tidaknya bentuk dan ukuran umbi, dan (3) Ada tidaknya serangan hama atau penyakit pada umbi. Umbi yang sudah dipilih itu dipilah-pilah lagi berdasarkan kualitas dan ukuran (grading/pengklasifikasian).

Pengklasifikasian Bibit Kentang

Ukuran

Berat per umbi (gram)

SS

<10

S

10-30

M

31-60

L

61-120

XL

>120

 

c.        Tahap Penyimpanan

        Dalam Tahap Penyimpanan, setelah umbi kentang dimasukkan kedalam wadah berupa kotak kayu/krat/keranjang/waring, kemudian wadah itu dimasukkan ke dalam ruang penyimpanan yang disusun secara rapi. Jika wadah berisi kentang itu disimpan dalam gudang, usahakan gudang penyimpanan mempunyai ventilasi udara yang cukup supaya sirkulasi udara lancar dan kelembabannya sekitar 65-75%dan gudang dalam keadaan bersih

 

d.       Tahap Pengemasan

Tahap Pengemasan bertujuan untuk melindungi hasil terhadap kerusakan, mengurangi kehilangan air, dan mempermudah pengangkutan dan perhitungan.Caranya, umbi yang sudah dipilih sesuai kualitasnya dikemas dalam wadah tertentu, misalnya dengan karung, jaring plastik/waring yang bersih dan tidak ada sisa bahan lainnya. Wadah berisi kentang itu ujungnya ditutup rapat-rapat, misalnya dijahit dengan jarum karung atau tali plastik.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Widodo, M., Makalah, Jakarta: Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

 

Rachmat, M., 2006, Buku Tahunan Hortikultura Seri Tanaman Sayuran. Jakarta: Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian.

 

Sunarjono, H., 2004, Petunjuk Praktis Budidaya Kentang. Jakarta: PT. Agro Media Pustaka.

 

Rismawati, L dan Rahayu, M.S., Makalah Seminar Penanganan Pasca Panen Kentang (Solanum tuberosum L.) di Hikmah Farm Pangalengan Bandung.

 

Tentang Kami

bbpp lembang kantor sampingbbpp lembang kantor samping

Motto kami:
           Taqwa dalam beragama,
           Santun dalam Berperilaku,
           Prima dalam Berkarya

Hubungi Kami

  • Kantor: Jl. Kayuambon 82
    Lembang, Bandung Barat
    Pos 40791 Jawa Barat, INA
  • Tel/Fax: (+6222) 2786234 - 2789783