Ciri-Ciri dan Unsur-Unsur Modul Pembelajaran

20November2019

Indonesian English Japanese Korean

SItus BBPP Lembang

You are here: Home Publikasi Artikel Artikel Umum Ciri-Ciri dan Unsur-Unsur Modul Pembelajaran

Ciri-Ciri dan Unsur-Unsur Modul Pembelajaran

User Rating:  / 2
PoorBest 

Disampaikan Oleh : Ir. Muharja,MP ( Widyaiswara BBPP Lembang)

bbppl-modulbbppl-modulCiri-Ciri modul pembelajaran :
Modul adalah paket pengajaran. Bentuk pengajaran berupa paket mempermudah peserta maupun pengajar dalam melaksanakan pengajaran. Sistem paket memungkinkan keseluruhan unit pembelajaran disusun secara konsisten disamping memudahkan penerapan secara efektif prinsip-prinsip pengajaran dengan modul.
Bentuk paket dalam penyajian pengajaran sudah lama dikenal dan digunakan, untuk berbagai tujuan pengajaran , berbagai nama telah diberikan kepada sistem ini, misalnya Learning activity package (LAP), Individualized learning package (ILP), untuk pengajaran dengan modul, kita tidak menggunakan istilah tertentu, karena modul pada hakekatnya adalah paket pembelajaran.
Apakah ciri-ciri modul sebagai paket pembelajaran? ada 8 (delapan) ciri pokok dari modul sebagai paket pembelajaran, tentu tidak selamanya kedelapan ciri pokok itu harus muncul dalam sebuah modul, tetapi paling tidak sebagian besar ada. Dari 8 (delapan )ciri itu adalah :
a). Dapat digunakan oleh sendiri (self intructional package). 
b). Melayani perbedaan individu.
c). Memiliki tujuan pengajaran yang spesifik dan jelas.
d). Penyajian asosiatif sistematis dan bertahap
e). Memanfaatkan semaksimal mungkin media komunikasi.
f). Menekankan kepada partisipasi aktif peserta.
g).Pengukuhan (reinforcemenment) yang segera dari penangkapan pembelajaran.
h). Evaluasi pembelajaran secara bertingkat.


1. Dapat digunakan untuk belajar sendiri.

Dalam proses pembelajaran, bahwa belajar merupakan proses yang dilakukan oleh peserta sendiri, oleh sebab itu modul hendaknya disusun sedemikian rupa, sehingga dapat juga digunakan untuk belajar sendiri tanpa bantuan seorang pengajar. Untuk mencapai itu sebuah paket modul hendaknya dibuat dengan disertai petunjuk cara penggunaan modul secara jelas, modul juga sebaiknya dipecah-pecah menjadi satuan–satuan pembelajaran kecil yang secara sistimatis, bertahap sehingga mudah dikuasai oleh peserta. 

2. Melayani perbedaan individu

Setiap orang punya cara, gaya, kecepatan dan kemampuan dalam belajar, ada beberapa cara dapat dilakukan yaitu :
• Disamping bahan tertulis juga ada bahan rekaman, gambar, film atau kombinasi, apabila hanya bahan tertulis saja yang dapat disajikan maka bahan tertulis itu disusun dalam berbagai bentuk dan cara penulisan.
• Menggunakan berbagai macam latihan atau pengukuhan.
• Membuat beberapa macam modul untuk unit pembelajaran yang sama, sehingga dapat dipakai untuk kelompok kelompok pelajar tertentu.


3. Memiliki tujuan pembelajaran yang spesifik dan jelas

Kelemahan utama dari proses pembelajaran umum adalah perumusan tujuan terlalu umum, samar-samar dan kurang spesifik. Ciri utama modul adalah tujuan pembelajaran jelas dan spesifik yang disebut dengan Tujuan Intruksional Khusus (TIK) atau Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK).


4. Penyajian asosiatif, sistematis dan bertahap

Dalam psikologi belajar telah kita ketahui bahwa seseorang akan lebih mudah mengingat sesuatu apabila dihubungkan dengan hal lain yang sudah diketahuinya (asosiasi). Contoh yang menarik untuk menggambarkan asosiasi dalam pembelajaran, misal menjelaskan tentang kelestarian hutan dan bahayanya apabila tanah hutan dibiarkan gundul. Disamping itu modul juga harus disusun secara sistimatik dan bertahap.


5. Memanfaatkan semaksimal mungkin media komunikasi pembelajaran

Setiap orang berbeda daya penangkapannya terhadap media komunikasi. Ada orang yang lebih mudah belajar dengan membaca, ada yang lebih mudah dengan mendengar.


6. Menekankan pada partisipatif peserta.

Dalam pembelajaran dengan menggunakan modul menekankan kepada partisipasi aktif peserta, modul harus disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan pelajar aktif berpartisipasi, membahas mencoba dan menyatakan pikirannya.


7. Pengukuhan yang segera dari penangkapan pembelajaran

Ciri ini merupakan konsekuensi dari ciri modul, yaitu belajar sendiri, didalam modul harus tersedia kemungkinan bagi peserta untuk setiap saat mencek dirinya apakah ia maju belajar dengan benar atau tidak.


8. Evaluasi penguasaan materi/hasil secara bertingkat

Ciri utama modul adalah disusun dalam satuan-satuan kecil yang memudahkan peserta mempelajarinya, oleh sebab itu modul disusun secara bertahap, sehingga peserta dapat memahami dan menguasai pada bagian berikutnya. Untuk itu diperlukan evaluasi penguasaan materi/hasil secara bertingkat.


Demikian semoga para pembaca dapat memahami, membuat bahkan menyempurnakan dalam langkah-langkah penyusunan modul pembelajaran yang baik dan mudah diterapkan, digunakan oleh peserta diklat.

Tentang Kami

bbpp lembang kantor sampingbbpp lembang kantor samping

Motto kami:
           Taqwa dalam beragama,
           Santun dalam Berperilaku,
           Prima dalam Berkarya

Hubungi Kami

  • Kantor: Jl. Kayuambon 82
    Lembang, Bandung Barat
    Pos 40791 Jawa Barat, INA
  • Tel/Fax: (+6222) 2786234 - 2789783