26July2017

Indonesian English Japanese Korean

SItus BBPP Lembang

      e-pegawai        dss2a          dep-1a         dep-2a         e-SIPP         e-personeel         sim a         e-book         e-library

You are here: Home Publikasi Artikel Artikel Umum Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Interpersonal

User Rating:  / 0
PoorBest 

͠KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Oleh : Ir. Ermina Yogasuria, Msi

 

LATAR BELAKANG.

komunikasi interpersonalkomunikasi interpersonalPentingnya komunikasi bagi kehidupan sosial, budaya, pendidikan, dan olitik sudah disadari oleh para cendekiawan sejak Aristoteles yang hidup ratusan tahun sebelum Masehi. Akan tetapi, studi Aristoteles hanya berkisar pada retorika dalam lingkungan kecil. Baru pada pertengahan abad ke-20 ketika dunia dirasakan semakin kecil akibat revolusi industri dan revolusi teknologi elektronik, setelah ditemukan kapal api, pesawat terbang, listrik, telepon, surat kabar, film, radio, televisi, dan sebagainya, maka para cendikiawan pada abad sekarang menyadari pentingnya komunikasi ditingkatkan dari pengetahuan (knowledge) menjadi (ilmu).

Komunikasi adalah proses pernyataan antar manusia, dan yang dinyatakannya ituadalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai penyalurnya. Dalam arti kata bahwa komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat. Dikatakan minimal karena kegiatan komunikasi tidak hanya informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu, tetapi juga persuasif, yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan (Effendi, Onong Uchjana, 1995:).

Komunikasi adalah proses berbagi makna melalui perilaku verbal dan nonverbal. Segala perilaku dapat disebut komunikasi jika melibatkan dua orang atau lebih. Komunikasi terjadi jika setidaknya suatu sumber membangkitkan respons pada penerima melalui penyampaian suatu pesan dalam bentuk tanda atau symbol, baik bentuk verbal (kata-kata) atau bentuk nonverbal (non kata-kata), tanpa harus memastikan terlebih dulu bahwa kedua pihak yang berkomunikasi punya suatu system symbol yang sama. Dijelaskan oleh Kuswarno (2008; 22) interaksi simbolik adalah interaksi yang dilakukan antar individu itu berlangsung secara sadar dan berkaitan dengan gerak tubuh, vocal, suara dan ekspresi tubuh, yang kesemuanya itu mempunyai maksud dan disebut dengan symbol. Kismiyati dan Wahyudin (2010; 45), menambahkan bahwa secara elementer komunikasi berarti proses penyampaian pesan atau pernyataan seseorang kepada orang lain, atau oleh seorang komunikator kepada komunikan

Dengan demikian komunikasi terjadi apabila terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan yang disampaikan oleh komunikator dan diterima oleh komunikan. Jika tidak terjadi kesamaan makna antara komunikator dan komunikan, dengan kata lain jika komunikan tidak mengerti pesan yang tidak diterimanya, maka komunikasi tidak terjadi. Dalam rumusan lain, situasi tidak komunikatif. Menurut Fisher dalam Arifin, Anwar (1995), menyatakan bahwa tidak ada persoalan sosial dari waktu yang tidak melibatkan komunikasi.

Pada dasarnya komunikasi berlangsung apabila terjadi kesamaan makna dalam pesan yang diterima oleh komunikan. Dengan perkataan lain, komunikasi adalah proses membuat sebuah pesan setala (tuned) bagi komunikator dan komunikan.

Sejak manusia dilahirkan komunikasi telah menjadi bagian dari kehidupannya. Salah satu bentuk komunikasi yang kita alami pada awal pertama kehidupan adalah komunikasi interpersonal, Tangisan tersebut merupakan bentuk komunikasi non-verbal yang memberikan informasi kepada kita bahwa ia telah lahir dengan selamat.

 

PENGERTIAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL.

Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna. Komunikasi adalah proses pernyataan antar manusia, dan yang dinyatakannya itu adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai penyalurnya. Dalam arti kata bahwa komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat. Dikatakan minimal karena kegiatan komunikasi tidak hanya informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu, tetapi juga persuasif, yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan (Effendi, Onong Uchjana, 1995).

Memahami komunikasi interpersonal biasanya dipergunakan antara dua orang atau lebih, dalam kondisi tatap muka. Untuk dapat memperoleh komunikasi interpersonal yang efektif, perlu dipahami proses komunikasi interpersonal, metode, komponen pendukung sebuah komunikasi. Beragamnya pola kehidupan manusia mulai dari cara berpikir, sifat-sifat serta budayanya ini semua menyebabkan beragamnya tipe atau jenis komunikasi interpersonal. Dalam komunikasi interpersonal hanya melibatkan beberapa orang saja.

Secara sederhana komunikasi interpersonal dapat didefinisikan sebagai pertukaran informasi antar manusia secara verbal atau non-verbal dengan tujuan berbagi informasi dan mendapatkan umpan balik ( Roem Lintang dan Siwi Ultima, 2006)

 

FUNGSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL.

Dilakukannya komunikasi adalah untuk menyampaikan informasi, dan sebaliknya untuk memperoleh informasi. Ada beberapa fungsi komunikasi interpersonal sebagai berikut:

1. Menambah informasi (gaining information).

Dengan mengenal seseorang lebih dekat maka diperoleh informasi lebih banyak tentang orang tersebut, baik secara pasif (dengan cara mengamati orang tersebut); dapat pula secara aktif ( dengan bantuan orang lain); atau secara interaktif (adanya keterbukaan diri orang tersebut)

2. Membangun sebuah pengertian (building a context of understanding).

Dengan menggunakan komunikasi personal akan lebih dapat memahami apa yang disampaikan oleh seseorang. Dalam situasi dan kaitan masalah yang berbeda, sebuah ‘kata’ yang diucapkan dapat memiliki banyak arti atau makna. Komunikasi interpersonal membantu untuk dapat memahami lebih baik.

3. Membentuk identitas (establishing identity).

‘Peran’ dan penampilan seseorang terbentuk karena pergaulan di lingkungan sekelilingnya. Peran dalam sebuah komunikasi interpersonal akan membentuk identitas diri seseorang, termasu didalamnya wajah atau penampilannya, yang menunjukkan citra dirinya.

4.Memperoleh kebutuhan pribadi (interpersonal needs).

Seseorang terlibat dalam komunikasi interpersonal, sebenarnya lebih didorong oleh keinginannya untuk mengekspresikan diri dan mendapatkan pemenuhan individunya.

 

TIPE PESAN INTERPERSONAL.

Albert Mehrabain (1972) seorang profesor di bidang komunikasi menyatakan berdasarkan penelitian yang dilakukannya, hanya 7% dari pesan atau informasi yang terkomunikasikan melalui saluran/cara verbal; 38% melalui paralanguage yang umumnya melalui penggunaan suara, sedangkan sebanyak 55% tersampaikan melalui non-verbal. Terdapat dua tipe pesan, yaitu pesan verbal dan pesan non-verbal.

1.Pesan Verbal

Komunikasi verbal merupakan komunikasi yang disampaikan secara lisan atau tulisan. Untuk melakukan komunikasi verbal diperlukan sebuah “bahasa” (language). Secara semantik “bahasa” didefinisikan sebagai sekelompok label yang dipergunakan untuk menyalurkan pikiran, waktu, dan ruang. Label ini dapat disampaikan dari satu kesatuan ke yang lainnya melalui berbagai sarana termasuk suara, tulisan dan sebagainya,

2.Pesan Non- verbal

Komunikasi non verbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan tanpa mempergunakan bahasa. Yang termasuk dalam komunikasi non-verbal adalah ekspresi wajah, tatapan mata, nada suara, gerakan dan sikap tubuh, juga cara memposisikan diri dalam kelompok. Secara sederhana komunikasi non verbal dapat diumpamakan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan dalam berbagai cara, tanpa menggunakan kode-kode verbal atau kata-kata.

 

JENIS HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL.

Dalam sebuah organisasi, sebuah rapat staf, diskusi tentang proyek, review tentang kinerja pegawai dapat dianggap sebagai komunikasi interpersonal. Namun komunikasi interpersonal tidak lagi bersifat interpersonal apabila terlalu banyak orang yang terlibat didalamnya.

Komunikasi ini akan berubah sifat menjadi komunikasi kelompok atau komunikasi publik. Untuk itulah maka komunikasi interpersonal dapat dipilah-pilah berdasarkan jumlah orang yang terlibat dalam komunikasi tersebut.

1. Komunikasi dengan diri sendiri (intrapersonal communication).

Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi dalam diri masing-masing, Komunikasi ini lebih kepada mendengarkan suara hati nurani diri.

2.Komunikasi antar manusia (interpersonal communication).

Komunikasi ini adalah komunikasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih dan dilakukan melalui tatap muka, Komunikasi dapat dilakukan secara langsung dan umpan balik terhadap pesan dapat langsung diterima pada saat itu juga.

3.Komunikasi Kelompok (group communication).

Komunikasi jenis kelompok dilakukan oleh lebih dari dua orang. Kelompok ini dapat berbentuk kelompok kecil atau kelompok besar. Mereka dikatakan ‘kelompok’ karena mereka berada dalam ruang yang sama , pada saat yang bersamaan, dan ada satu orang yang berfungsi sebagai komunikator utama. Kadang-kadang apabila jumlah orang dalam kelompok tersebut terlalu besar, diperlukan media untuk membantu kelancran komunikasi (contoh : microphone, proyektor).

4.Komunikasi massa (mass communication).

Komunikasi ini berbeda dengan komunikasi kelompok karena pengirim pesan yang berfungsi sebagai komunikator utama, yang secara fisik tidak berada dalam ruang yang sama atau tidak berdekatan secara fisik dengan penerima pesan. Jumlah penerima atau pengirim pesan tidaklah penting. Karena secara fisik mereka tidak saling melihat, maka adu argumentasi atau pendapat secara langsung tidak akan terjadi.

 

KETERAMPILAN DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL.

Komunikasi ini berkaitan dengan pembinaan hubungan antar manusia yang ditandai dengan kerjasama, kejujuran, ketepatan, keterbukaan, dan saling menghargai. Komunikasi interpersonal yang efektif dari hanya sekedar berbicara dan mendengarkan. Banyak aspek yang mempengaruhi pembentukan sebuah hubungan interpersonal, antara lain sebagai berikut:.

1.Membuka diri (self disclosure).

Membuka diri merupakan strategi yang berguna untuk berbagi informasi dengan orang lain. Dengan berbagi informasi maka kedekatan individu dan hubungan interpersonal akan lebih dekat semakin kuat. Membuka diri biasanya dilakukan pada saat pertama kali bertemu dengan orang lain.

2.Jendela Johari (Johari Window).

Jendela Johari adalah satu model yang dapat dipergunakan untuk menggambarkan proses interaksi antar manusia. Model ini dapat membantu untuk memahami proses hubungan interpersonal termasuk hambatan-hambatan dan peluang yang ada dalam sebuah kelompok. Jendela Johari merupakan cara untuk melihat bagaimana kepribadian seseorang dinyatakan.

3. Keterampilan Asertif (assertiveness skill)

Keterampilan asertif adalah kemampuan seseorang untuk menyampaikan pemikiran-pemikiran dan perasaan yang bersifat positif maupun negatif, dengan cara terbuka, jujur, dan langsung. Dimana harus bertanggung jawab terhadap diri sendiri tanpa menghakimi atau menyalahkan orang lain, namun memberikan kemampuan untuk berdebat secara konstuktif dan mencari solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Terdapat enam karakteristik utama dalam komunikasi asertif, yaitu : tatapan mata (eye contact), bentuk tubuh (body posture), isyarat (gesture), suara (voice), waktu (timing), isi pembicaraan (content).

4. Konflik inerpersonal.

Konflik dapat dinyatakan sebagai sebuah “ekspresi perjuangan” antara dua orang atau kelompok atau lebih, yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Mereka menyadari bahwa mereka tidak lagi sejalan dan tak mungkin untuk bersama kembali. Konflik merupakan bagian dari hubungan interpersonal. Oleh karenanya mengelola konflik merupakan sesuatu yang penting bila diinginkan hubungan itu akan dapat bertahan lama. Mengelola dan mengendalikan konflik dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya:

  • Mengevaluasi dan mempertimbangkan pendapat para pihak yang sedang konflik.
  • Mengendalikan agar pihak-pihak yang sedang konflik mau mendengar dan mungkin menerima pendapat pihak lain, sekalipun tidak menyenangkan.
  • Bertindak netral dan berusaha untuk tidak berpihak.
  • Masing-masing pihak harus berusaha untuk bertindak dan membuat strategi yang berakhir pada situasi “win-win solution” yang dapat memuaskan semua pihak.

 

KEBERHASILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL.

Keberhasilan sebuah komunikasi dapat dilihat dari tiga komponen, yaitu:

1. Outcome

Hasil komunikasi harus diketahui oleh semua pihak sehingga dapat ditntukan apa yang diinginkan, kapan, serta sumber daya yang diperlukan untuk mencapainya.

2.Sensory Awareness.

Penggunaan indera dan kepekaan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah telah bergerak menuju hasil yang diharapkan.

Diperlukan kemampuan untuk merubah hasil dan respon untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Sebagai seorang manusia yang memiliki kebutuhan, hubungan personal akan terjadi dan hubungan baik akan berkembang. Ketertarikan untuk membuka diri dan kepercayaan memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk dan memelihara hubungan sosial dalam jangka panjang.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Arifin, Anwar, 1995. Ilmu Komunikasi. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
  2. Engkus Kuswarno, Etnografi Komunikasi, 2008, Penerbit Widya Padjadjaran, Bandung
  3. Kismiyati El Karimah dan Uud Wahyudin, Filsafat & Etika Komunikasi, 2010, Penerbit Widya Padjadjaran, Bandung
  4. Onong Uchyana Effendy, 1995, Ilmu Komunikasi (teori dan praktek), Penerbit PT Remaja, Bandung
  5. Roem Lintang Suharto dan Siwi Ultima Kadarmo, 2006. Komunikasi Interpersoal. Modul Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Utama, Lembaga Administrasi Negara, Republik Indonesia.

Tentang Kami

bbpp lembang kantor sampingbbpp lembang kantor samping

Motto kami:
           Taqwa dalam beragama,
           Santun dalam Berperilaku,
           Prima dalam Berkarya

Hubungi Kami

  • Kantor: Jl. Kayuambon 82
    Lembang, Bandung Barat
    Pos 40791 Jawa Barat, INA
  • Tel/Fax: (+6222) 2786234 - 2789783