Tingkatkan Koordinasi Online Training Course, NAM CSSTC Kunjungi BBPP Lembang

Tingkatkan Koordinasi Online Training Course, NAM CSSTC Kunjungi BBPP Lembang

Dalam rangka kerja sama pelatihan pertanian, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang bekerja sama dengan Non-Aligned Movement Centre for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC) akan menggelar pelatihan untuk negara-negara Pasifik. Sebelumnya Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) memberikan kesempatan kepada masing-masing UPT Pelatihan Pertanian untuk mengajukan proposal pelatihan dan mempresentasikannya. Pada kesempatan ini Balai Besar Pelatihan Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang terpilih untuk menggelar pelatihan “Online Training Course on Horticulture Seed Propagation with Tissue Culture” yang akan dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Maret 2021.

bbppl-koordinasinam2bbppl-koordinasinam2

Untuk meningkatkan koordinasi dan membahas lebih lanjut terkait rencana pelatihan tersebut, NAM CSSTC, perwakilan dari Puslatan, dan perwakilan Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP) mengunjungi BBPP Lembang pada Senin (01/03/2021). Turut hadir pula Widyaiswara BBPP Lembang yang akan menjadi fasilitator pelatihan. Kunjungan ini membahas persiapan dan teknis pelaksanaan pelatihan yang akan dilakukan secara online melalui Learning Manajement System (LMS) BBPP Lembang. “Suatu kehormatan bagi kami atas kesempatannya untuk menggelar pelatihan ini,” buka Yullyndra, Kepala Kantor BBPP Lembang. Pertemuan dilaksanakan di ruang rapat kepala balai pukul 10.00 WIB.

Pertemuan dibuka dengan perkenalan BBPP Lembang melalui pemutaran video profil dan Bertani On Cloud sebagai contoh pelatihan yang pernah dilakukan oleh BBPP Lembang. “Puslatan dan BBPP Lembang sejak bertahun-tahun telah melakukan pelatihan untuk petani, khususnya di bidang hortikultura,” jelas Siti Karimatun perwakilan dari Puslatan Kementan. Pelatihan kali ini ditunjukkan untuk negara-negara Pasifik. “Terdapat perbedaan waktu empat jam antara Indonesia dengan negara peserta, oleh sebab itu perlu dilakukan persiapan lebih matang untuk mengatasinya,” kata Diar, Plt. Direktur dari NAM CSSTC membuka diskusi.

Pembahasan selanjutnya terkait perkembangan persiapan dan teknis pelaksanaan pelatihan. Pelatihan dilakukan dalam dua metode yakni mandiri, dimana peserta mengakses materi dan belajar secara  mandiri, serta sesi online tatap muka melalui zoom meeting. Total waktu pelatihan selama tiga hari yang dibagi menjadi satu hari sesi mandiri, satu hari sesi online tatap muka, dan evaluasi pada hari terakhir. “Untuk memaksimalkan dan mempermudah akses peserta baiknya pelatihan dilakukan satu hari penuh dan evaluasi di hari berikutnya. Hal ini juga untuk mencegah kuota peserta yang habis jika menggunakan tethering handphone,” saran Niken, Asisten Direktur Program NAM CSSTC.

Lebih lanjut, Ganjar Nurcahyana, Sub Koordinator Perlengkapan dan Instalasi selaku pengelola web dan LMS BBPP Lembang menjelaskan teknis pelaksanaan pembelajaran melalui e-learning. Agar dapat mengakses pelatihan, peserta wajib membuat akun terlebih dahulu di elearningbbpplembang.com. Pembuatan akun dilakukan dengan email pribadi peserta dan password. Jika telah berhasil membuat akun, peserta dapat mengakses pelatihan yang ingin diikuti. Pada satu paket pelatihan peserta wajib mendonwload materi yang tersedia yang selanjutnya akan mendapatkan nilai aktivitas bagi peserta. Materi yang sudah terdownload akan tercentang. Selanjutnya peserta juga wajib mengikuti pre test sebelum mengikuti materi dan post test setelah mengikuti pembelajaran online melalui zoom meeting. Masing-masing test berisi 10 soal yang harus dijawab dan peserta harus mencapai nilai minimal 80. Peserta memiliki tiga kali kesempatan untuk remedial jika belum mencapai nilai 80. Selain itu peserta juga harus menyiapkan alat dan bahan untuk praktik langsung.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan, peserta akan diminta untuk mengisi Rencana Tindak Lanjut (RTL) atau Action Plan dibimbing oleh Widyaiswara. Bimbingan action plan akan diberikan sampai target tercapai ditambah dengan diskusi melalui grup Whatsapp untuk menambah pemahaman peserta dan mempermudah fasilitator memberikan arahan. Melalui metode dan pelatihan ini diharapkan meskipun tidak dilakukan secara tatap muka langsung, pelatihan dapat berjalan maksimal dan memberikan output yang dapat diterapkan oleh peserta baik di labolatorium maupun skala rumah tangga. Kunjungan ditutup dengan berkeliling dan melihat fasilitas di BBPP Lembang seperti labolatorium, green house, RPTL, dan gedung Taiwan Technical Mission (TTM).

Kerja sama antara Kementerian Pertanian dengan negara Afrika dan Pasifik sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo menggerakkan Kementan untuk aktif membantu negara mitra di Afrika dan Pasifik yang masih terbelakang dalam ketahanan pangan. "Indonesia selama ini telah banyak membantu negara-negara mitra di Afrika, seperti membangun training center di Gambia dan Tanzania, lalu membuat proyek percontohan pengembangan kacang  kedelai di Madagaskar dan padi di Sudan. Indonesia juga mengirim bantuan traktor tangan untuk beberapa negara pasifik seperti Fiji dan Vanuatu," kata Mentan. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi juga menyatakan, "Indonesia memiliki banyak tenaga ahli dalam berbagai bidang yang siap untuk bekerjasama dalam membantu negara-negara mitra di Afrika dan Pasifik,"