Persiapkan Masa Pensiun, Pegawai Bank Bapas 69 Magelang Belajar di BBPP Lembang

Persiapkan Masa Pensiun, Pegawai Bank Bapas 69 Magelang Belajar di BBPP Lembang

Pertanian menjadi sektor yang tetap berpotensi dan mampu bertahan di tengah pandemic Covid -19. Saat ekonomi nasional minus, pertanian mampu tumbuh hingga 2.15%. Oleh sebab itu, usaha tani dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan mulai dari tingkat rumah tangga hingga industri. 

Hal ini sejalan dengan misi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang ingin meningkatkan usaha tani menjadi skala bisnis, mengingat pertanian masih memiliki potensi besar dalam berbagai kondisi. SYL menekankan bahwa “sektor pertanian berperan penting dan memiliki capaian di tengah tantangan pandemic Covid-19”. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, juga menyatakan hal yang sama. “Pertanian dapat menjadi program terobosan menghadapi new normal,” ungkapnnya.

Melihat potensi tersebut, pegawai Bank Bapas 69 Magelang turut melirik usaha tani sebagai salah satu alternatif usaha yang dapat dilakukan setelah memasuki masa purna bakti.
Pegawai Bank Bapas 69 Magelang melakukan kunjungan ke Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang pada Kamis (1/3). Rombongan merupakan pegawai yang akan memasuki masa pensiun dan bermaksud untuk mempelajari usahatani yang ada di BBPP Lembang antara lain hidroponik dan membuat media tanam dengan polybag.

bbppl-kunjunganbapasbbppl-kunjunganbapas

Dibuka dengan penerimaan kunjungan secara resmi di ruang rapat kepala balai, Diah Retno, selaku ketua rombongan menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya. “Adapun yang datang ke sini merupakan bapak-bapak yang sudah memasuki masa pensiun dan hari ini menjadi hari terakhir bekerja,” bukanya. Lanjut, Retno mengungkapkan rombongan ingin mempelajari pola usahatani di BBPP Lembang sebagai referensi pegawai dalam pengembangan usahatani yang akan dijalani saat pensiun. “Kami ingin melihat bagaimana mengembangkan usahatani sederhana, seperti hidroponik, yang bisa diterapkan oleh bapak-bapak nantinya setelah masa purnabakti. Siapa tahu ada yang bisa sampai jadi pengusaha,” ungkap Retno bersemangat.

Achmad Prasetyanto, Sub Koordinator Evaluasi menyambut hangat kedatangan rombongan. “Terima kasih atas kepercayaan Bapak dan Ibu melakukan kunjungan ke BBPP Lembang, selamat belajar, semoga bermanfaat,” sambut Pras. 

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke lokasi praktik di Rumah Pangan Lestar (KRPL) untuk melihat langsung budidaya tanaman teknologi hidroponik dan budidaya tanaman dalam polybag. Didampingi Rosros, Widyaiswara BBPP Lembang, rombongan sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan.

Pada dasarnya metode tanam dengan air atau hirdoponik sangat mudah diterapkan, termasuk untuk level rumah tangga. Lahan yang lebih efisien, tanaman dapat berproduksi tanpa menggunakan tanah, kualitas dan kuantitas produksi yang lebih tinggi dan bersih, penggunaan pupuk dan air yang lebih efisien, dan pengendalian hama dan penyakit lebih mudah, menjadi pertimbangan untuk melakukan cocok tanam dengan hidroponik di lingkungan rumah. 

Metode yang dikenalkan kepada peserta adalah wix system dengan alat dan bahan yang mudah didapat antara lain: bak abu, impraboard yang dapat menggunakan sterofoam, rockwool siap pakai, netpot hitam, dan benih. Tidak lupa, Teten selaku pembina praktikum mengingatkan peserta untuk mencampur air yang digunakan dengan nutrisi AB mix agar hasilnya lebih maksimal.

Selanjutnya, peserta melakukan praktik yang kedua yakni penanaman dengan menggunakan polybag. Peserta menyiapkan polybag ukuran 30 cm x 30 cm dengan media tanam arang sekam, kotoran hewan, dan tanah dengan perbandingan 1:1:1, serta air. Sebelum memasukkan media tanam ke dalam polybag, semua bahan media tanam dicampur secara merata Pada metode ini, AB mix juga dapat digunakan untuk mendapatkan hasil terbaik.. 

Setelah melakukan praktik langsung, rombongan diajak untuk melihat teknologi hidroponik dengan sistem irigasi tetes di screen house melon. Pengembangan melon ini merupakan kerjasama antara BBPP Lembang dengan Taiwan Technical Mission (TTM) yang sudah berjalan selama tujuh tahun. Adapun keunggulan pengembangan melon dengan irigasi tetes dan screen house, salah satunya adalah dapat diatur tingkat kemanisan sampai dengan 16 brix. 

Untuk menambah pengetahuan, peserta juga melihat sistem aeroponik atau metode tanam di udara tanpa menggunakan tanah. Pada metode ini nutrisi diberikan dengan cara disemprotkan pada akar tanaman dan akan diserap oleh akar tanaman yang menggantung. Kunjungan diakhiri dengan melihat laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Istadi, salah satu peserta mengungkapkan merasa puas dengan kunjungan dan praktik yang diberikan oleh BBPP Lembang. “Kami mendapat pengalaman yang luar biasa yang tidak ada di daerah kami. Terima kasih, kami mendapat ilmu luar biasa dari Lembang yang mungkin dapat kami terapkan ketika nanti sudah purna,” ungkapnya.