Tingkatkan Koordinasi dan Motivasi Anggota, Koperasi BAVAS Binaan BBPP Lembang dan TTM Gelar Rapat Tahunan

Tingkatkan Koordinasi dan Motivasi Anggota, Koperasi BAVAS Binaan BBPP Lembang dan TTM Gelar Rapat Tahunan

bbppl-bavasbbppl-bavas

Senin (9/8), Koperasi Bina Alumni Visioner Petani Sejahtera (BAVAS) menggelar Rapat Anggota Tahunan.

Rapat dihadiri oleh 43 orang yang terdiri dari tujuh orang pengurus dan 36 anggota. Anggota koperasi merupakan petani binaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan Taiwan Technical Mission (TTM). Diselenggarakan di Aula Catur Gatra BBPP Lembang, rapat dipimpin oleh Zainal Hidayat selaku ketua koperasi.

Agenda rapat mencakup pembahasan terkait pertanggungjawaban pengurus tahun buku 2020, pembahasan AD/ART dan simpanan pokok/wajib, serta launching logo baru. 

Turut hadir sebagai narasumber I Wayan Supariasa, dari Koperasi Mertanadi Desa Plaga, Bali. Wayan menceritakan perjalanan koperasi Mertanadi dari awal berdiri hingga dapat mengembangkan komoditas asparagus dan telah memiliki 44 orang anggota. Lebih lanjut ia juga berbagi tips membangun koperasi, antara lain: saling memiliki, saling percaya, dan saling komunikasi.

Rapat berjalan dengan demokratis. Anggota turut memberikan saran dalam penyusunan AD/ART Koperasi BAVAS. Pertanggungjawaban pengurus pada tahun buku 2020 dapat diterima oleh anggota.

Koperasi menjadi salah satu upaya BBPP Lembang dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, sangat mendukung keberadaan koperasi, "saya kira era ini adalah era koperasi bangkit, era koperasi yang makin profesional, era koperasi yang mampu berkontribusi dengan hadirnya kemandirian perekonomian bangsa karena pandemi yang menantang kita harus melompat dan menerobos lebih tinggi ke depan," kata Syahrul.

Prof. Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), juga mengatakan hal senada. Disampaikannya bahwa Kementerian Pertanian berkomitmen tinggi pada peningkatan penyuluh dan Balai 

Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi Komando strategis pembangunan pertanian (Konstratan), salah satunya melalui koperasi. "Kementan juga memberikan konsep petani yang berbasis koperasi dan mengombinasikannya dengan pengelolaan perusahaan, ini yang paling efektif," tegas Dedi.