Meningkatkan Profesionalisme Penyuluh Pertanian

16December2019

Indonesian English Japanese Korean

SItus BBPP Lembang

You are here: Home Publikasi Berita Pelatihan Meningkatkan Profesionalisme Penyuluh Pertanian

Meningkatkan Profesionalisme Penyuluh Pertanian

bbpplembang pelatihan fungsionalPPAhlibbpplembang pelatihan fungsionalPPAhliLEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli. Peserta pelatihan 30 orang penyuluh yang berasal dari 3 provinsi wilayah binaan BBPP Lembang yaitu Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, yang tersebar di 7 kabupaten, yaitu Pangandaran, Garut, Tasikmalaya, Indramayu, Lebak, Serang, dan DKI Jakarta. Pelatihan dilaksanakan selama 3 minggu, mulai dari 7 - 28 Maret 2019.

Kasie Pelatihan Aparatur, Iwan Kurnia, saat membacakan laporan awal pelaksanaan pelatihan menyampaikan, “Dasar pelaksanaan pelatihan ini adalah sebagai upaya menjamin mutu penyelenggaraan pelatihan bagi penyuluh pertanian. Diharapkan penyuluh mampu menjadi aparatur pertanian yang profesional, amanah, kreatif, proaktif, serta responsif dalam pelaksanaan tugasnya memecahkan permasalahan petani di lapangan sesuai disiplin ilmu pengetahuan yang dimiliki, metodologi dan teknis analisis yang tepat sesuai potensi wilayah masing-masing”. Tujuan pelatihan ini adalah: 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Penyuluh Pertanian Ahli, 2) Menyamakan persepsi terhadap tugas dan fungsi, organisasi, tata kerja, dan tata hubungan Penyuluh Pertanian Ahli, 3) Memberikan wawasan berpikir dan bertindak secara komprehensif bagi Penyuluh Pertanian Ahli, 4) Meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan sikap sebagai Penyuluh Pertanian Ahli.

bbpplembang pelatihan fungsionalPPAhli1bbpplembang pelatihan fungsionalPPAhli1Pembukaan pelatihan, Jumat (08/03/2019), oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Ramadani Saputra, S.ST, M.EP. “Seorang penyuluh itu sebagai pendamping petani juga dituntut untuk bisa berperan aktif menjalankan program-program pemerintah yang saat ini sedang berjalan, misalnya Upsus, LTT, Opsin, dan lainnya yang memang menjadi salah satu tugas penyuluh dalam peningkatan produksi”, jelas Ramadani. “Penyuluh pertanian juga harus siap dengan Era Revolusi Industri 4.0 saat ini yang menuntut semuanya serba automasi/robotic”, ujarnya sesaat sebelum membuka pelatihan secara resmi.

Selama berlatih 3 minggu, peserta akan menempuh 168 jam pelajaran. 3 kelompok materi akan mereka peroleh, yaitu materi kelompok dasar, inti dan dan penunjang. Materi inti yang akan diperoleh yaitu: 1) Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian, 2) Pendidikan Orang Dewasa (POD), 3) Komunikasi dalam Penyuluhan Pertanian, 4) Ketenagaan Penyuluhan Pertanian, 5) Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem (IPW), 6) Programa Penyuluhan Pertanian, 7) Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), 8) Materi Penyuluhan Pertanian, 9) Media Penyuluhan Pertanian, 10) Metode Penyuluhan Pertanian, 11) Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Petani dan Kelembagaan Ekonomi Petani, 12) Evaluasi Pelaksanaan dan Dampak Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian serta Pelaporan, 13) Pengembangan Profesi Penyuluh Pertanian, 14) Pengemasan Data dan Informasi Berbasis Internet. (Chetty)

 

Tentang Kami

bbpp lembang kantor sampingbbpp lembang kantor samping

Motto kami:
           Taqwa dalam beragama,
           Santun dalam Berperilaku,
           Prima dalam Berkarya

Hubungi Kami

  • Kantor: Jl. Kayuambon 82
    Lembang, Bandung Barat
    Pos 40791 Jawa Barat, INA
  • Tel/Fax: (+6222) 2786234 - 2789783