Petani dan Penyuluh Kabupaten Blora Semangat Mendukung Program Food Estate

Petani dan Penyuluh Kabupaten Blora Semangat Mendukung Program Food Estate

bbpplembang foodestate blorabbpplembang foodestate bloraBLORA. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, memiliki tugas pokok menyelenggarakan pelatihan bagi aparatur dan non aparatur pertanian. BBPP Lembang juga berpartisipasi aktif mensukseskan program-program utama Kementerian Pertanian, salah satunya yaitu Food Estate.

Food Estate adalah jawaban untuk menyediakan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk Indonesia. Stabilitas negara dipengaruhi oleh stabilitas pangan suatu daerah," kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Food Estate yang menjadi program strategis nasional merupakan konsep pengembangan sentra produksi kawasan pangan yang berbasis korporasi dengan badan usaha tingkat petani yang mengelola usaha tani pangan mulai dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan dan terintegrasi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyampaikan, “Sebagai bentuk dukungan keberlangsungan Food Estate, ada sejumlah langkah yang akan dilakukan BPPSDMP. Diantaranya dengan menggelar pelatihan bagi penyuluh, petugas lapangan, dan juga untuk petani serta generasi milenial yang memiliki minat untuk menekuni sektor pertanian.”

Pelatihan Teknis Tematik mendukung kawasan Food Estate dilaksanakan salah satunya di Kabupaten Blora. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari, mulai 28 – 30 Mei 2021, diikuti oleh 90 orang peserta terdiri dari 30 orang penyuluh pertanian (1 angkatan), dan 60 orang petani (2 angkatan). Pelatihan dilaksanakan di 2 lokasi berbeda, yaitu di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora untuk aparatur, serta Kecamatan Jepon dan Kecamatan Sambong untuk non aparatur.

Selama 3 hari berlatih, peserta memperoleh materi inti tentang Pemupukan Berimbang; Pengelolaan Air; Pengendalian OPT; Pembuatan Pupuk Organik; Kemitraan; Kelembagaan; dan Pemasaran. Untuk lebih memahami materi, peserta praktik langsung bagaimana, pengemasan pupuk, membuat kandang burung hantu, dan pengukuran pH tanah.

Penutupan pelatihan Minggu (30/05/2021). Agus, perwakilan peserta menyampaikan kesan dan pesannya, “Pelatihan ini penting bagi kami untuk mengetahui program utama Kementerian Pertanian mewujudkan kesejahteraan petani. Saran saya agar fasilitas mendukung pengembangan SDM pertanian selalu diperhatikan,” ungkapnya. (Yoko/Che)