Meningkatkan Produksi Pangan dengan Melatih Petani dan Penyuluh Pertanian

Meningkatkan Produksi Pangan dengan Melatih Petani dan Penyuluh Pertanian

bbpplembang foodestate cilacapbbpplembang foodestate cilacapCILACAP. Kementerian Pertanian dalam rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2021 melakukan berbagai langkah strategis, salah satunya dengan kegiatan meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian untuk mendukung salah satu program nasional, Food Estate. Food estate menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mendorong adanya korporasi yang dikelola langsung oleh petani. Dengan begitu, skala ekonomi usaha petani bisa lebih besar dan memberikan hasil yang juga menguntungkan. Food estate juga bukan dikhususkan untuk menanam satu komoditas. Namun, diperuntukkan bagi banyak komoditas pangan, termasuk perikanan dan peternakan sehingga petani mendapatkan nilai tambah dari komoditas yang dibudidayakan,” kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan, “Sebagai bentuk dukungan keberlangsungan Food Estate, ada sejumlah langkah yang akan dilakukan BPPSDMP. Diantaranya dengan menggelar pelatihan bagi penyuluh, petugas lapangan, dan juga untuk petani serta generasi milenial yang memiliki minat untuk menekuni sektor pertanian.” Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai salah satu UPT BPPSDMP menggelar Pelatihan Teknis Tematik di Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah binaan BBPP Lembang, salah satunya di Kabupaten Cilacap.

Pelatihan Teknis Tematik di Kabupaten Cilacap dilaksanakan pada tanggal 24 – 26 Mei 2021. Total ada 90 orang peserta terdiri dari 30 orang penyuluh pertanian (1 angkatan) yang mengikuti Pelatihan Teknis Tematik, 30 orang petani (1 angkatan) yang mengikuti Pelatihan Pengembangan Manggis dan 30 orang petani (1 angkatan) yang mengikuti Pelatihan Pengembangan Itik. Pelatihan dilaksanakan di 3 kecamatan di wilayah Kabupaten Cilacap. 

Selama 3 hari berlatih, peserta aparatur memperoleh materi tentang Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP), Wirausaha Agribisnis, Digitalisasi Laporan Produksi Tanaman Pangan Berbasis Polygon dan peserta langsung mempraktikkannya, Pemasaran Digital, dan Data Laporan Utama Mendukung Food Estate juga langsung mempraktikkanya.

Peserta non aparatur yang mengikuti Pelatihan Pengembangan Manggis, berlokasi di Desa Matenggeng Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap memperoleh materi tentang Tata Cara Ekspor Manggis, GHP Manggis, Labeling, Pemasaran, Askes Permodalan Perbankan, dan Kelembagaan Tani, yang disampaikan secara langsung oleh Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap dan Widyaiswara BBPP Lembang. Peserta juga praktik langsung membuat sirup buah manggis, yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas manggis.

Pada Pelatihan Pengembangan Itik, 30 orang petani memperoleh materi inti bagaimana Budidaya Itik, Kawasan Pengembangan Itik, Pemasaran, Askes Permodalan Perbankan, dan Kelembagaan Petani.

 

Di akhir pelatihan, seorang peserta menyampaikan bahwa pelatihan teknis tematik sesuai potensi wilayah masing-masing memberi manfaat yang maksimal bagi petani dan pendamping. (Yoko/Che)