Artikel Pertanian http://bbpp-lembang.info/ Thu, 15 Nov 2018 08:42:15 +0700 FeedCreator 1.8.3 (obRSS 1.9) http://bbpp-lembang.info/images/ Artikel Pertanian http://bbpp-lembang.info/ Tentang artikel teknis pertanian Budidaya Selada Romaine melalui Teknik Penanaman Aeroponik http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1295-budidaya-selada-romaine-melalui-teknik-penanaman-aeroponik bbpplembang romaine aeroponikSelada Romaine (Lactuca sativaL. var.longifolia) adalah salah satu jenis selada yang  memiliki ciri-ciri daun berwarna hijau gelap yang kokoh dan tinggi dengan rusuk yang kuat di tengah cabang. Seperti sayuran hijau gelap lainnya, antioksidan yang ditemukan dalam selada Romaine diyakini dapat membantu mencegah kanker. Selain itu, tanaman selada ini memiliki kandungan vitamin C, kalsium, dan potassium yang cukup tinggi yang bermanfaat bagi tubuh (Wikipedia, 2018).

Selada Romaine dapat dibudidayakan baik secara konvensional maupun hidroponik. Salah satu teknik yang digunakan dalam budidaya  selada Romaine secara hidroponik adalah teknik aeroponik, di mana teknik aeroponik merupakan teknik hidroponik yang penyuplaian air dan hara esensialnya berupa kabut  yang  disemprotkan pada akar-akar tanaman (Nickols, 2002  dalam  Jones, 2005). Didalam teknik aeroponik, terdapat dua media tanam yang dapat digunakan pada proses penyemaiannya, yaitu media sekam atau rockwool.

Proses pertama yaitu proses penyemaian. Jika menggunakan sekam, maka sekam dimasukkan ke dalam tray terlebih dahulu. Kemudian disiram sampai sekam tersebut jenuh.Tahap selanjutnya adalah menanam benih ke dalam sekam tersebut dan dibiarkan selama 7 hari di dalam ruang gelap atau tanpa terpapar sinar matahari. Setelah 7 hari, benih dipaparkan pada sinar matahari selama seminggu atau sampai benih berukuran ± 10 cm. Setelah benih berukuran 10 cm, akar benih dibersihkan dengan menggunakan air. Tahap selanjutnya adalah akar benih dililitkan dengan rockwool agar batang dapat ditegakkan ke dalam papan sterofoam pada instalasi aeroponik.

Selain menggunakan sekam, benih dapat disemai menggunakan media rockwool. Potong rockwool seperti dadu dengan ukuran ± 2,5 x 2,5 cm. Lalu diletakkan di dalam baki dan rockwool tersebut disiram dengan air sampai agak basah. Selanjutnya di tengah rockwool diletakkan benih di manasetiap 1 rockwool dibuat 1 lubang dan dimasukkan 1 benih. Setelah itu baki yang berisi rockwool dan benih diletakkan di dalam ruang gelap atau tanpa terpapar sinar matahari. Setelah 7 hari, benih dipaparkan pada sinar matahari selama seminggu atau sampai benih berukuran ± 10 cm. Kemudian benih yang telah mencapai tinggi 10 cm dipindahkan ke dalam papan sterofoam pada instalasi aeroponik. Adapun nilai EC pada TDS meter yang dianjurkan untuk selada Romaine adalah 1-1,5.

Pada umumnya penyakit dan hama yang sering menyerang pada saat budidaya selada Romaine dengan metode aeroponik adalah busuk daun dan kutu daun. Busuk  daun dapat diatasi dengan fungisida. Salah satu merek fungisida yang digunakan untuk membasmi busuk daun adalah anthraxol  dengan dosis pemberian adalah 1 gram per liter air. Sedangkan hama kutu daun dapat diatasi dengan insektisida dengan merek abuki dengan dosis pemberian adalah 1 ml per liter air.

Setelah 40-45 hari, tanaman selada Romaine dapat dipanen. Caranya adalah dengan menggunakan bantuan alat pemotong cutter. Selada dipotong di pangkal batang tanaman, kemudian dibuang daun yang dikira tidak layak untuk dilihat atau dikonsumsi, seperti daun berwarna hijau muda, mekar, dan terdapat bintik hitam atau coklat. Selanjutnya selada diletakkan di atas container yang telah dilapisi koran untuk diantar ke pengepul.

DAFTAR PUSTAKA

Jones,  J.  B.  2005.  Hydroponics:  A  Practical  Guide  for  The  Soilless  Grower.Second Edition.USA :CRC Press.

Wikipedia. 2018. Romaine Lettuce. https://en.wikipedia.org/wiki/Romaine_lettuce.[2 Juli 2018].

]]>
Bayu Sumantri, SE, M.Si Wed, 04 Jul 2018 16:38:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1295-budidaya-selada-romaine-melalui-teknik-penanaman-aeroponik
Penyampaian Pesan Penyuluhan Pertanian dengan Ceramah, Diskusi, dan Brainstorming http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1243-penyampaian-pesan-penyuluhan-pertanian-dengan-ceramah-diskusi-dan-brainstorming bbpplembang panen cianjur1Penyampaian penyuluhan pertanian yang baik harus sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Penyampaian pesan penyuluhan pertanian yang sering dilakukan oleh penyuluh pertanian di lapangan karena adanya keterbatasan dana atau biaya. Penyuluh sering menggunakan satu atau dua metode penyuluhan yaitu ceramah dan diskusi dimana pesan dapat disampaikan namun hasilnya kurang maksimal karena sasaran/petani akan merasa bosan bahkan kreativitasnya tidak muncul.  Dari 2 metode yang sering dilakukan ada metode yang sangat berdekatan yaitu brainstorming atau curah gagasan. Dengan menggabungkan ketiga metode penyuluhan pertanian tersebut, yaitu ceramah, diskusi dan brainstorming, maka dapat membangun semangat petani mengikuti kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian.

Penyuluhan  pertanian, yaitu suatu proses pendidikan dengan tujuan mengubah pengetahuan, keterampilan, dan perilaku masyarakat, belajar sambil bekerja dan percaya dengan apa yang dilihatnya dan merupakan pendidikan yang berkelanjutan (Ensminger, 1962).

Proses belajar yaitu tidak berhenti setelah tamat sekolah. Apa yang kita pikirkan dan lakukan dimasa lalu, saat sekarang dan yang kita rencanakan untuk masa mendatang menunjukkan terjadinya proses belajar.

Proses belajar mengajar orang dewasa adalah pemberian stimulasi dan motivasi, diharapkan nantinya melalui proses tersebut akan terjadi adopsi terhadap materi pembelajaran dalam penyuluhan yang diberikan. Agar stimulasi dan motivasi dapat diadopsi ada beberapa hal yang harus diamati dan dicermati yaitu melalui metode brainstorming, bagaiamana teknik penyelesaian masalah  yang dapat digunakan, baik secara individu maupun kelompok. Ada beberapa hal yang harus di perhatikan oleh penyuluh pertanian, agar brainstorming  menghasilkan gagasan baru dari sasaran penyuluhan yaitu:

a). Penyuluh Pertanian sebagai Komunikator, yaitu sejauh mana komunikator mampu menyampaikan stimulasi dan motivasi sebagai sasaran yang dapat menerima dan hal tersebut merupakan kebutuhan dari sasaran

b). Isi Pesan, yaitu sesuatu yang dapat menyentuh sasaran, dan menimbulkan hal-hal baru yang dapat dikembangkan

c). Media, yaitu melalui apa pesan tersebut disampaikan sehingga secara efektif dapat diterima, misalnya dengan menggunakan gambar, foto atau film yang menarik, menimbulkan semangat dan motivasi.

d). Metode, yaitu pesan yang dapat diterima dengan baik bila dilakukan dengan cara yang tepat.  Rakitan metode yang tepat maka penyampaian pesan akan efektif, diantaranya dengan ceramah, diskusi, dan brainstorming yang sering dilakukan oleh penyuluh pertanian dalam kegiatan proses pembelajaran dan kegiatan penyuluhan di lapangan.

e). Sasaran,  yaitu setiap kelompok sasaran mempunyai karakteristik yang berbeda. Analisa sasaran merupakan kunci dalam penyampaian stimulasi dan motivasi. Sasaran dalam penyuluhan yaitu pelaku utama (petani dan keluarganya), dan pelaku usaha (petani dalam usaha di bidang agribisnis).

Ada 4 tujuan dari  brainstorming yaitu:

  1. Menghasilkan banyak gagasan dengan cepat
  2. Mendorong kreativitas dan pemikiran sampingan
  3. Melibatkan  seluruh kelompok
  4. Membuktikan bahwa orang yang bekerja secara bersama-sama dapat mencapai sukses lebih dari pada seorang diri

Dalam kegiatan penyuluhan pertanian, dengan menyajikan topik  baik teknis maupun non teknis, biasanya diawali dengan ceramah, kemudian menanyakan sesuatu pada petani, “apa ada pertanyaan?”, “ada yang tidak jelas atau kita praktik saja”. Ini kegiatan penyuluhan katagori standar, jarang diminta adanya sumbang saran atau curah pendapat tentang materi yang sedang dibahas dan praktik atau demonstrasi cara yang akan dilakukan. Kegiatan penyuluhan dengan 3 metode dalam penyuluhan, lebih baik dan lebih berkesan pada petani yang mengikuti penyuluhan. Dalam praktiknya, brainstorming, apabila saat menyajikan dengan menggunakan media penyuluhan seperti gambar, film, dan menggunakan benda, lakukan dengan menanyakan “apa yang anda perhatikan?”, “apa yang ada dalam benak anda?", berikan  umpan balik, buat komentar-komentar tentang topik yang dibahas, sisipkan lelucon-lelucon yang menarik mengarah kepada topik  yang dibahas. Apabila curah pendapat sudah selesai, buat katagori gagasan-gagasan tersebut, buat keputusan, dan pilih yang tepat gagasan tersebut. Kunci keberhasilan dari branstorming yaitu penyuluh pertanian/fasilitator sebagai pemegang kendali, dam pemberi motivasi dalam menghasilkan gagasan-gagasan. Suasana dalam curah pendapat yaitu: Harus menyenangkan, humor, dan suasana hati yang ringan sehingga dapat meningkatkan kreativitas, dan toleran terhadap gagasan-gagasan gila dan catatan yang lucu.

Kegagalan brainstorming  diantaranya, yaitu:

  1. Tidak ada saling ketergantungan.
  2. Tidak menggunakan  gagasan-gagasan yang membangun.
  3. Kurang keahlian secara teknis.
  4. Kurang keterampilan yang melengkapi peserta lain.
  5. Kurang ahli dalam menuangkan curah pendapat.b
  6. Kurang keahlian dalam memimpin sesi curah pendapat.

Dalam kegiatan penyuluhan pertanian, janganlah menggunakan hanya satu atau dua metode, akan meninggalkan kesan membosankan tapi gunakan beberapa metode yang divariasikan minimal tiga metode penyuluhan yaitu, ceramah, diskusi dan brainstorming tentang topik yang sedang dibahas dalam penyuluhan.

 

]]>
Ir. Muharja Hasan, MP Fri, 23 Mar 2018 18:14:49 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1243-penyampaian-pesan-penyuluhan-pertanian-dengan-ceramah-diskusi-dan-brainstorming
Pertanian Organik di Tolikara, Papua http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1244-pertanian-organik-di-tolikara-papua bbpplembang pertaniantolikaraPertanian di Indonesia telah mencapai kemajuan yang sangat pesat, khususnya tanaman Hortikultura. Kabupaten Tolikara-Provinsi Papua sangat berdekatan dengan Kabupaten Wamena, merupakan kabupaten yang baru tumbuh kurang lebih 15 tahun, dengan jumlah penduduk kurang lebih 125.000 jiwa (BPS, 2013). Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, dan jumlah penyuluh pertanian honorer daerah sebanyak 50 orang.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pengembangan pertanian nasional, diarahkan kepada peningkatan produksi tanaman, yaitu pangan, perkebunan, dan hortikultura. Produktivitas berbagai jenis tanaman pangan memperlihatkan peningkatan yang mengagumkan, namun juga diikuti dengan peningkatan pemakaian pupuk kimia dan pestisida. Meningkatnya harga pupuk kimia dan pestisida, serta kurangnya sarana transportasi di daerah-daerah pertanian secara nyata dapat meningkatkan ongkos produksi. Pemakaian pupuk kimia dan pestisida secara kontinyu dan dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan penurunan kesuburan tanah, peningkatan pertumbuhan patogen, timbulnya gejala keracunan mineral pada tanaman, serta penurunan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

Di Kabupaten Tolikara, khususnya tanaman hortikultura yang ditanam oleh  petani setempat di Distrik Bokodini, komoditas unggulan seperti sayuran, nanas, kopi dan buah merah, tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida. Tanaman tersebut organic dan sangat aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Namun karena sulitnya transportasi dan mahal maka belum dapat meningkatkan pendapatan petani secara optimal. Pemerintah daerah melarang penggunaan pupuk kimia kecuali pupuk organik dan pestisida alami untuk menjaga kualitas produksi yang dihasilkan.

            Dalam usaha meningkatkan produksi dan kualitas tanaman dewasa ini, ahli pertanian mulai memperhatikan penerapan konsep-konsep pengendalian hama terpadu, yang mencakup: budidaya tanaman sehat, pelestarian dan pemanfaatan musuh-musuh alam, pengendalian hama non kimiawi dan penggunaan pestisida secara selektif. Hal-hal yang melatarbelakangi pentingnya penerapan pengendalian hama terpadu tersebut adalah semakin seringnya kegagalan panen yang diduga disebabkan oleh ledakan hama dan penyakit serta penurunan kesuburan tanah, hal tersebut dianggap sangat berhubungan erat dengan penanaman jenis sayuran secara monokultur dan penanaman tanaman sejenis secara terus menerus, serta tingginya tingkat pemakaian pupuk kimia dan pestisida.

            Sistem pertanian konvensional yang berdasarkan penggunaan zat-zat kimia telah menimbulkan banyak masalah polusi dan kerusakan sumber daya alam. Selama bertahun-tahun, ahli mikrobiologi dan ekologi mikroorganisme mencoba untuk menggolong-golongkan mikroorganisme tanah kedalam jenis yang menguntungkan atau yang merugikan, tergantung dari fungsi dan bagaimana pengaruhnya terhadap kualitas tanah, pertumbuhan, produksi dan kesehatan tanaman. Atas pertimbangan manfaat mikroorganisme dalam mengurangi masalah-masalah yang berhubungan dengan penggunaan pupuk kimia dan pestisida, sekarang mikroorganisme telah digunakan secara luas dalam pertanian akrab lingkungan dan pertanian organik. Oleh sebab itu Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tolikara melarang penggunaan bahan kimia, baik pupuk maupun pestisida. Semuanya harus organik, namun kepada petani belum banyak diperkenalkan organisme yang dapat menyuburkan tanah, Seperti Efektivitas Mikro Organism (EM) atau sejenisnya, yang dapat digunakan sebagai pemacu atau percepatan dalam pembuatan kompos.

            Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pemanfaatan mikroorganisme untuk meningkatkan produktivitas tanah dan tanaman, meninjau bagaimana peranan agen hayati dalam meningkatkan produktivitas lahan. Penekanan yang lebih khusus pada mikroorganisme zimogenik dan sintetik yang merupakan tahapan baru dalam perkembangan ilmu agronomi dewasa ini perlu mendapat perhatian untuk dikaji secara lebih mendalam.

            Dalam hal ini produktivitas tanah sangatlah memegang peranan yang penting demi keberhasilan suatu usaha tani, yaitu semakin tinggi suatu produktivitas tanah, semakin tinggi pula hasil panen yang diperoleh dalam usaha tani yang diterapkan. Ahli-ahli pertanian telah menemukan bahwa penambahan bahan organik secara tepat kedalam tanah dapat mencegah erosi tanah, mengurangi kehilangan unsur hara melalui aliran permukaan dan pencucian, serta meningkatkan dan mempertahankan produktivitas dan kesuburan tanah.

          bbpplembang pertaniantolikara1  Penyebab penurunan kesuburan tanah sangatlah beragam dan seringkali merupakan kombinasi dari berbagai faktor penyebab. Dapatlah disimpulkan bahwa penyebab utama dari penurunan produktivitas lahan adalah kurangnya pemahaman petani tentang hubungan sinergis antara mikroorganisme yang menguntungkan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Faktor-faktor penyebab penurunan kesuburan tanah adalah: 1) residu pupuk kimia dan pestisida di dalam tanah; 2) akumulasi zat-zat yang berbahaya dari akar-akar tanaman yang tersisa; 3) akumulasi mikroorganisme yang merugikan di dalam tanah akibat penanaman tanaman sejenis; dan 4) pemberian bahan organik secara tidak tepat.

            Pertanian organik selalu menghindari faktor-faktor yang dapat menurunkan kesuburan tanah. Namun masalah-masalah yang selalu muncul akibat dari penanaman secara terus menerus masih tetap belum terpecahkan walaupun keseluruhannya diterapkan secara organik. Kenyataan di lapangan menunjukkan, ada kalanya tanaman tumbuh sehat walaupun ditanam pada musim yang tidak cocok, dan ada pula tanaman yang ditanam pada lingkungan yang sama sering terserang oleh penyakit dan hama, sedangkan tanaman yang lainnya tumbuh subur. Apabila kita memperhatikan kualitas tanah dimana tanaman tumbuh dengan suburnya, tanah itu pasti mempunyai kualitas air yang baik, tingginya populasi mikroorganisme yang menguntungkan yang bertugas melarutkan unsur hara dan mengendalikan perkembangan mikroorganisme yang merugikan dengan sifat-sifatnya yang khusus. Jenis mikroorganisme yang menguntungkan pertumbuhan tanaman tersebut diistilahkan dengan mikroorganisme zimogenik dan sintetik (zymogenic and synthetic microorganisms).

            Populasi mikroorganisme yang dominan didalam tanah merupakan hal yang sangat menentukan sifat-sifat tanah secara biologis, yang juga merupakan salah satu faktor penentu produktivitas lahan. Ternyata hal ini seringkali terabaikan dalam usaha meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi pertanian. Kurangnya penelitian-penelitian yang mengarah kepada pemanfaatan agen hayati untuk meningkatkan produktivitas lahan merupakan bukti dari kurangnya perhatian peneliti terhadap masalah tersebut.

Peran penyuluh pertanian sangat penting untuk memberikan bimbingan kepada petani dan masyarakat tani dalam budidaya tanaman hortikultura secara organik agar dapat dipertahankan, guna keamanan dan keselamatan konsumen dimana lebih sehat mengkonsumsi tanaman organik.

 

]]>
Ir. Muharja Hasan, MP Fri, 16 Mar 2018 19:13:25 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1244-pertanian-organik-di-tolikara-papua
Edible Flowers, Bunga-bunga yang Bisa Dikonsumsi http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1181-edible-flowers-bunga-bunga-yang-bisa-dikonsumsi bbpplembang edibleflowersBunga selain indah dipandang mata, beberapa diantaranya ternyata juga bisa dimakan. Masyarakat di Indonesia sebetulnya telah terbiasa mengkonsumsi bunga, misalnya masyarakat di Jawa Tengah atau Jawa Timur sudah biasa memasukkan bunga turi sebagai salah satu bahan untuk pecel, begitupun etnis atau suku yang lain juga sudah terbiasa menggunakan jantung pisang yang merupakan bunga tanaman pisang, sebagai salah satu bahan masakan. Brokoli dan blumkol (kembang kol) juga merupakan bunga yang populer sebagai sayuran yang umum digunakan oleh masyarakat. Namun selain bunga-bunga yang umum dikonsumsi tersebut, ada juga beberapa bunga indah yang selain bisa menjadi hiasan pada makanan sekaligus juga bisa dikonsumsi.

Memilih Bunga yang Bisa Dikonsumsi

Bunga yang cantik dapat digunakan untuk menghias serta menambah warna, tekstur, aroma dan rasa pada hidangan. Bunga-bunga ini dapat disertakan pada makanan utama, makanan penutup, salad bahkan pada minuman. Tentu saja tidak semua bunga bisa dikonsumsi, untuk mengetahui apakah sekuntum bunga dapat dikonsumsi harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

-      - Pelajari jenis-jenis bunga yang bisa dikonsumsi dari berbagai referensi agar kita yakin dapat mengkonsumsi jenis bunga tertentu karena ada juga bunga yang mengandung racun.

-       - Konsumsilah bunga-bunga yang ditanam sendiri atau kita yakini aman untuk dikonsumsi artinya tidak menggunakan pestisida pada saat budidayanya, jangan gunakan bunga yang dipetik di tepi jalan karena dikhawatirkan sudah terkena polusi atau terkena paparan pestisida.

-     Gunakan bunga yang bersih, segar dan petiklah pada saat pagi di hari kita akan mengkonsumsinya, namun beberapa bunga juga bisa dikonsumsi setelah dikeringkan.

-    Makan kelopaknya saja, buang tangkai bunga, putik dan benang/serbuk sarinya, jangan makan bunga bila kita memiliki penyakit asma atau alergi.

-       Bila kita menderita alergi, mulailah memakan bunga secara bertahap karena dikhawatirkan dapat memperparah alergi kita.

-   Hindari mengkonsumsi bunga-bunga yang dapat mengakibatkan keracunan, diantaranya: hydrangea, daffodil (semacam bunga bakung), azalea, rhododendron, oleander dan bunga pukul empat.

Beberapa Jenis Bunga Cantik yang Biasa Dikonsumsi

 bbpplembang edibleflowers1    a. Mawar

Bunga mawar merupakan salah satu bunga yang paling populer yang bisa dikonsumsi, bunga ini biasanya digunakan dalam selai, jelly atau cake, juga biasa digunakan untuk minuman baik sebagai sirop ataupun teh. Karena kecantikan bunganya, mawar biasa digunakan sebagai hiasan makanan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa bunga mawar kaya akan protein, vitamin dan asam amino. Secara umum jika mawar tersebut wangi maka rasanya akan enak, semakin gelap warna bunganya, rasanya semakin enak. Gunakan hanya mahkota bunganya dan hilangkan pangkal bunganya sebelum dikonsumsi.

b. Pansy

Bunga Pansy memiliki banyak warna dan berbagai macam kombinasinya. Bunga-bunga ini memiliki rasa yang ringan dan segar atau rasa yang sejuk tergantung pada varietasnya. Ingatlah untuk hanya memakan mahkota bunganya dan menghilangkan putik dan benang sari sebelum dimakan. Pansy dapat digunakan untuk menghias koktail, sup dan makanan penutup, selain itu juga dapat digunakan untuk menghias bolu, kue kering atau hidangan penutup seperti puding.

c. Lavender

Bunga cantik ini dapat berwarna biru, ungu muda atau ungu tua.Jenis bunga yang liar kadang-kadang berwarna ungu kehitaman atau ungu kekuningan. Sebagai bunga konsumsi Lavender sebagian besar digunakan sebagai pelengkap salad, hal itu menambah sedikit rasa manis pada hidangan, memberi wangi jeruk. Bunga ini dapat digunakan dalam resep marshmallows dan digunakan sebagai hiasan kue

d. Bunga Sepatu

Bunga yang memliki nama latin Hibiscus sp ini dikagumi karena kecantikan dan warnanya yang cemerlang, mulai dari putih sampai merah, kuning sampai ungu dan lain-lain. Bunga ini memiliki cita rasa seperti jeruk yang dapat memperkaya berbagai macam hidangan. Bunga sepatu paling tepat digunakan pada salad buah, namun juga dapat digunakan pada hidangan penutup lain atau dibuat teh.

e. Dahlia

Semua jenis bunga dahlia bisa dikonsumsi, rasa dan teksturnya bisa sangat bervariasi tergantung pada tanah dan kondisi di mana bunga tersebut tumbuh. Rasanya mulai dari kacang chestnut sampai apel atau bahkan wortel.

f. Lily

Bunga lily manis dengan rasa hampir menyerupai melon atau mentimun. Mahkota bunga lily dapat digunakan pada salad, sup, dimasak dan disajikan sebagai sayuran atau dipotong-potong dan disajikan sebagai gorengan. Cobalah untuk menumis kuncup bunga atau bunganya yang dapat diisi dengan berbagai macam isian.

g. Gladiol

Rasa bunganya mirip lettuce dan merupakan wadah yang cantik untuk olesan krim atau mouse yang gurih maupun manis. Kita juga dapat mencampurkan mahkota bunganya satu per satu dalam salad untuk mempercantik warna salad tersebut. Jangan lupa membuang benang sari dan bagian pangkal bunga sebelum memakannya.

Resep Menggunakan Edible Flowers

  1. Es Batu Cantik

-       Cuci bunga-bunga dengan lembut dan hati-hati, pastikan tidak ada serangga, kotoran atau bahan-bahan lain yang tidak diinginkan. Beberapa bunga kecil dapat dipakai seutuhnya. Namun bunga-bunga yang besar seperti mawar hanya dipetik helaian mahkota bunganya.

-       Tuang sedikit air matang pada cetakan es batu sekedar melapisi dasar cetakan lalu letakkan bunga yang sudah dicuci dengan menyentuh sebanyak mungkin permukaan air.

-       Masukkan cetakan es batu ke dalam freezer sampai membeku.

-       Setelah lapisan pertama membeku, keluarkan cetakan kemudian isi kembali dengan air matang hingga penuh kemudian masukkan kembali ke dalam freezer.

-       Bila telah beku keluarkan es dari cetakan, maka es batu cantik siap untuk digunakan menghias berbagai macam minuman dingin.

2. Bunga Kristal

-          Siapkan bahan-bahan: 1 butir telur yang besar ambil bagian putihnya saja, ¼ sendok teh air es, bunga (edible flowers) dan gula tepung

-          Hilangkan benang sari bunga dengan mengguntingnya

-          Alasi rak kawat dengan kertas perkamen

-          Aduk putih telur dicampur air hingga berbusa

-          Pegang tangkai bunga dengan satu tangan sedangkan tangan yang lain memegang kuas kecil yang baru dan bersih

-          Celupkan kuas ke dalam campuran putih telur dan air kemudian pulaskan pada bunga dengan lembut dan hati-hati, pastikan semua bagian bunga terlapisi karena bagian yang terlewat akan layu dan kering

-          Percikkan gula tepung menggunakan sendok teh dengan hati-hati pada semua bagian bunga

-          Tempatkan bunga tersebut pada rak yang sudah dilapisi kertas perkamen

-          Simpan bunga di ruangan yang dingin dan kering selama 12-36 jam sampai mengering

-          Bunga kristal ini dapat digunakan untuk menghias cake atau makanan penutup

3. Cemilan Buah Berry

-          Siapkan bahan-bahan: 2 cangkir plain yoghurt, 3 sendok makan sirup maple (atau sesuai selera), air dari 1 buah lemon, 1 ½ cangkir buah berry (strawberry, raspberry dll), 1 sendok makan gula pasir, bunga (edible flowers) untuk hiasan

-          Siapkan mangkuk, campurkan yoghurt, sirup maple dan air lemon, aduk hingga merata kemudian simpan dalam lemari es selama satu jam

-          Tempatkan buah berry dalam mangkuk, campur dengan gula

-          Siram buah berry dengan sebagian campuran yoghurt, lapisi kembali dengan buah berry lalu siram kembali dengan campuran yoghurt, hiasi dengan bunga (edible flowers)

Daftar Pustaka

Charlie Nardozzi.2010. Edible Lanscaping – Growing Edible Flowers in Your Garden. https://garden.org/learn/articles/view/4132/

Mark Macdonald. 2017. List of Edible Flowers. https://www.westcoastseeds.com/garden-resources/articles-instructions/list-edible-flowers/

Monica Bhide. 2011. Berry Parfait with Edible Flowers. http://www.aarp.org/food/recipes/info-03-2011/berry-parfait-edible-flowers.html

]]>
Ir. Elvina Herdiani, MP Sat, 18 Nov 2017 05:23:35 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1181-edible-flowers-bunga-bunga-yang-bisa-dikonsumsi
Keamanan Pangan bagi Pelaku Usaha Pengolahan Hasil http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1119-keamanan-pangan-bagi-pelaku-usaha-pengolahan-hasil bbpplembang artikel keamananpanganPengelola usaha pengolahan hasil di Indonesia yang semangkin menjamur dan eksis sampai saat ini diakibatkan oleh memanfaatkan bahan baku utama produk hasil pertanian dalam negeri, mengandung komponen bahan impor sekecil mungkin. Untuk dapat bertahan usaha bidang pengolahan hasil harus memperhatikan keamanan pangan. Pengembangan sistem mutu industri pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri dan konsumen, yang saat ini sudah memulai mengantisipasinya dengan implementasi sistem mutu pangan. Karena di era pasar bebas ini industri pangan Indonesia mau tidak mau sudah harus mampu bersaing dengan derasnya arus masuk produk industri pangan negara lain yang telah mapan dalam sistem mutunya dan memuncaknya barang di pasaran sehingga kurangnya pengawasan dapat menjadikan bahaya terhadap konsumen.

Salah satu sasaran pengembangan bidang pangan adalah terjamin pangan yang dicirikan oleh terbebasnya masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan. Hal ini secara jelas menunjukan upaya untuk melindungi masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi standar dan persyaratan kesehatan. Sasaran program keamanan pangan adalah: (1) Menghindarkan masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan, yang tercermin dari meningkatnya pengetahuan dan kesadaran produsen terhadap mutu dan keamanan pangan; (2) Memantapkan kelembagaan pangan, yang antara lain dicerminkan oleh adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur keamanan pangan; dan (3) Meningkatkan jumlah industri pangan yang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan diberlakukannya UU No. 7 tentang Pangan tahun 1996 sebuah langkah maju telah dicapai pemerintah untuk memberi perlindungan kepada konsumen dan produsen akan pangan yang sehat, aman, dan halal. Gambaran keadaan keamanan pangan selama tiga tahun terakhir secara umum adalah: (1) Masih ditemukan beredarnya produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan; (2) Masih banyak dijumpai kasus keracunan makanan; (3) Masih rendahnya tanggung jawab dan kesadaran produsen serta distributor tentang keamanan pangan.

Pada permasalahan mutu pangan di pasaran bebas terdapat 4 masalah utama mutu dan keamanan pangan nasional yang berpengaruh terhadap perdagangan pangan baik domestik maupun Global (Fardiaz, 1996). Produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan mutu keamanan pangan yaitu: (1) Penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang atau melebihi batas produk pangan, (2) Ditemukan cemaran kimia berbahaya ( Pestisida, Logam berat, Obat-obatan pertanian) pada berbagai produk pangan, (3) Cemaran mikroba yang tinggi dan cemaran mikroba patogen pada berbagai produk pangan, (4) Pelabelan dan periklanan produk pangan yang tidak memenuhi syarat, (5) Masih beredarnya produk pangan kadaluarsa termasuk produk impor, (6) Pemalsuan produk pangan, (7) Cara peredaran dan distribusi produk pangan yang tidak memenuhi syarat, (8) Mutu dan keamanan produk pangan belum dapat bersaing di pasar internasional.

 

Implementasi Sistem Mutu

Implementasi Sistem Mutu dan Keamanan Pangan dari berbagai instansi terkait tentang implementasi Sistem Mutu dan Keamanan Pangan Nasional telah menyepakati berbagai kegiatan/sub program yang perlu dilakukan untuk menjamin mutu dan keamanan pangan secara nasional yang dibedakan atas program utama dan penunjang (Kantor Menteri Negara Urusan Pangan, 1997), sebagai berikut:

Program utama: (1) Pengembangan sumberdaya manusia pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (2) Pengembangan sarana dan prasarana pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (3) Pengembangan mutu dan gizi pangan, standarisasi mutu dan keamanan pangan; (4) Pengembangan sistem keamanan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (5) Penyelenggaraan pelayanan pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (6) Pemasyarakatan sistem mutu dan keamanan pangan; (7) Penelitian dan pengembangan mutu dan keamanan pangan; (8) Pengembangan harmonisasi internasional sistem pembinaan dan sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan; (9) Pengembangan sistem analisis resiko; dan (10) Pengembangan sistem jaringan informasi pembinaan mutu pangan.

Program Penunjang: (1) Kegiatan pengembangan pengendalian lingkungan; (2) Pengembangan penyuluhan mutu dan keamanan pangan; (3) Pengembangan peraturan perundang-undangan mutu dan keamanan pangan; dan (4) Pengembangan kelembagaan dan kemitraan dalam bisnis pangan.

bbpplembang artikel keamananpangan1Penerapan Sistem Manajemen Mutu

ITC (1991) dalam Hubeis (1994) menyatakan bahwa industri pangan sebagai bagian dari industri berbasis pertanian yang didasarkan pada wawasan agribisnis memiliki mata rantai yang melibatkan banyak pelaku, yaitu mulai dari produsen primer – (pengangkutan) – pengolah – penyalur – pengecer – konsumen. Pada masing-masing mata rantai tersebut diperlukan adanya pengendalian mutu (quality control atau QC) yang berorientasi ke standar jaminan mutu (quality assurance atau QA) di tingkat produsen sampai konsumen, kecuali inspeksi pada tahap pengangkutan dalam menuju pencapaian pengelolaan kegiatan pengendalian mutu total (total quality control atau TQC) pada aspek rancangan, produksi dan produktivitas serta pemasaran. Dengan kata lain permasalahan mutu bukan sekedar masalah pengendalian mutu atas barang dan jasa yang dihasilkan atau standar mutu barang (product quality), tetapi sudah bergerak ke arah penerapan dan penguasaan total quality management (TQM) yang dimanifestasikan dalam bentuk pengakuan ISO seri 9000 (sertifikat mutu internasional), yaitu ISO-9000 s.d. ISO-9004, dan yang terbaru yaitu ISO 22000.

Penerapan dan pendokumentasian Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) lebih mudah dibandingkan ISO. Tapi HACCP punya tahapan tertentu. Sebelum penerapan HACCP, pabrik (perusahaan) harus sudah menjalankan Good Manufacturing Practices (GMP) dan SOP dengan baik. Untuk kalangan pabrik tentu sudah tidak asing lagi, apa itu GMP. Cara-cara berproduksi dengan baik. GMP ini panduan mendetail dan harus mencakup semua proses produksi, mulai dari ketertiban karyawan, pest control (pengendalian hama), fasilitas gudang, kelengkapan rancangan gedung, keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja.

GMP harus diimplementasikan untuk semua bagian termasuk Processing Area, Logistik dan Area Penyimpanan (Gudang), Laboratorium, Manufacturing Area, Maintenance & Engineering, dan manajemen. Semua harus satu kata. Semua bagian harus secara komitmen dan konsisten mengimplementasikan GMP ini. Oleh sebab itu untuk memantau implementasi GMP di lapangan perlu dilakukan audit. Audit ini bisa dibagi menjadi audit internal dan eksternal. Audit internal berasal dari auditor yang ditunjuk dan diberi kewenangan untuk mengaudit pabrik tersebut. Audit internal ini bisa berasal dari gabungan karyawan dari berbagi bagian/departemen. Diharapkan audit internal ini bisa mengevaluasi dan memberi masukan kepada pihak yang bertanggungjwab di pabrik (perusahaan tersebut). Masukan dari auditor internal ini bisa dijadikan acuan untuk diadakan perubahan kebijakan. Manfaat dari auditor internal ini adalah jika ada temuan bisa dibahas secara internal pabrik dan tidak perlu sampai banyak pihak tahu. Auditor internal bisa tidak efektif dalam mengauditnya karena akan bersikap subyektif.
Menyajikan pengembangan sistem mutu dan keamanan pangan nasional, yang menekankan pada penerapan sistem jaminan mutu untuk setiap mata rantai dalam pengolahan pangan yaitu GAP/GFP (Good Agriculture/Farming Practices), GHP (Good Handling Practices), GMP (Good Manufacturing Practices), GDP (Good Distribution Practices), GRP (Good Retailing Practices) dan GCP (Good Cathering Practices).

Mutu dan keamanan pangan harus benar-benar diperhatikan oleh produsen maupun konsumen. Hal ini dapat menjadi masalah yang sangat besar terhadap kesehatan dan kemajuan pasar bebas di Indonesia, sehingga mutu dan keamanan pangan dapat terjamin untuk dikonsumsi oleh konsumen.

 

Pustaka Acuan

Budi cahyono, Food Safety dan Implemrntasi Quality System

Drug and Food, Minstry of Health. Jakarta, September 1996.

Ferdiaz, S, 1996. Food Control Policy, WHO National Consultant Report Directorate of

Kantor Menteri Negara Urusan Pangan, 1997. Kebijakan Nasional dan Program Pembinaan Mutu Pangan, Jakarta.

Sussi astute @ yahoo. Com

]]>
Ir. Saptoningsih, MP Fri, 28 Jul 2017 07:00:08 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1119-keamanan-pangan-bagi-pelaku-usaha-pengolahan-hasil
Budidaya Bunga Krisan Pot http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1099-budidaya-bunga-krisan-pot bbpplembang krisanpotBunga krisan merupakan tanaman hias yang disukai oleh berbagai kalangan, baik sebagai bunga potong untuk dekorasi maupun bunga pot sebagai penghias ruangan maupun halaman rumah. Warna bunganya yang beragam dan bentuknya yang cantik menarik hati siapapun yang memandangnya. Pada umumnya jenis krisan yang ditanam di pot adalah jenis krisan mini.

Syarat Tumbuh

Syarat tumbuh tanaman krisan pot sama dengan syarat tumbuh untuk tanaman krisan potong. Suhu udara siang hari yang ideal untuk pertumbuhan tanaman krisan berkisar antara 20oC – 26oC dengan batas minimum 17oC dan batas maksimum 30oC. Suhu udara pada malam hari merupakan faktor penting dalam mempercepat pembentukan tunas bunga. Suhu ideal berkisar antara 16oC - 18oC.Tanaman krisan untuk pertumbuhannya memerlukan kelembaban udara antara 70% - 80%.Di Indonesia tanaman krisan dapat tumbuh dan berkembang baik pada ketinggian antara 700 – 1200m di atas permukaan laut.

Media Tanam

bbpplembang krisanpot1Persyaratan media tumbuh adalah sama dengan kriteria tanah bedeng yaitu berpasir, subur, gembur, dan memiliki pH 5,5 – 6,7. Media yang digunakan dalam penanaman krisan potadalah tanah gambut (peat moss), cacahan sabut kelapa (coco peat), dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:4. Media tersebut merupakan media bekas persemaian benih setelah 3 kali tanam dan telah disterilisasi terlebih dahulu pada suhu 85oC selama 4 jam menggunakan steamer. Media dimasukkan ke dalam pot hingga penuh kemudian disiram menggunakan air hingga jenuh. Tinggi pot adalah 15cm dengan diameter 13cm.

Penanaman Bibit

Sebelum penanaman, bibit berupa stek terlebih dahulu diseleksi dan dipilih berdasarkan tinggi yang sama, tinggi bibit untuk tanaman krisan pot tidak boleh lebih dari 5cm. Media tanam dilubangi sebanyak 5 buah, penanaman bibit krisan dilakukan secara manual, yaitu dengan tangan. Bibit yang dimasukkan ke dalam lubang diusahakan tegak lurus dan mempunyai tinggi yang sama karena akan mempengaruhi sifat tumbuhnya. Pengkabutan dilakukan segera setelah penanaman selesai dilakukan dengan menggunakan power sprayer selama kurang lebih 30 menit.

Pengaturan Panjang Hari

Lama penyinaran yang tepat untuk iklim Indonesia 14-16 jam sehari, sehingga pada daerah tropis paling tidak tanaman krisan perlu tambahan cahaya selama 2 jam dengan intensitas cahaya minimal 40 lux bila menggunakan lampu TL dan 70 lux apabila menggunakan lampu pijar. Pemberian cahaya lampu dilakukan sejak awal tanam sampai tunas lateral yang keluar dari ketiak daun, tumbuh sepanjang 2-3 cm. Supaya bunga mekar secara serempak, ada penanaman krisan pot yang melakukan blackout pada malam hari yaitu menutup tanaman dengan plastik hitam atau kain hitam sedemikian rupa sehingga cahaya dari luar sama sekali tidak mengenai tanaman.

Penyiraman

Penyiraman tanaman krisan pot bisa dilakukan dengan cara manual atau menggunakan alat bantu sistem irigasi. Beberapa pertimbangan dalam menentukan pertimbangan adalah frekuensi penyiraman, kualitas air, penyiraman tidak kena daun, penyiraman dilakukan sekaligus dengan pupuk. Untuk memenuhi persyaratan penyiraman yang baik, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar hasil penyiraman lebih efisien: penyiraman dengan merendam sebagian pot kedalam air setinggi 5-10 cm selama beberapa menit, secara kapiler air dan pupuk bergerak dari bagian bawah pot ke permukaan atas media, dengan sistem drip (irigasi tetes) setiap pot disambungkan dengan selang yang mempunyai jarum untuk mengatur keluarnya air dan sebagai jalan tetesan air ke media, dengan menggunakan sistem drip, pemupukan bisa dimasukkan ke dalam alat irigasi.

Pinching dan Disbudding

Pinching adalah membuang pucuk terminal dari bibit asal, hal ini dilakukan untuk menghentikan dominasi tunas apikal untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas lateral dari ketiak daun. Dari setiap bibit diharapkan mengeluarkan tunas lateral sebanyak 3-4 tunas produktif, sedangkan tunas-tunas yang kecil atau tidak produktif harus dibuang, sehingga kualitas tunas yang dipelihara benar-benar bagus. Pinching dilakukan setelah tanaman memiliki 5 daun sempurna, dan yang dibuang adalah tunas diantara daun keempat dan kelima, bila daun pertama dihitung dari bawah. Tanaman yang dipinching telah berumur lebih dari 10-14 hari setelah bibit ditanam.

Disbudding adalah pembuangan bakal bunga yang tidak diinginkan sesuai dengan tujuan pembentukan bunga. Disbudding dilakukan setelah bakal bunga yang tidak diharapkan mulai tumbuh dan siap dibuang tanpa mengganggu bakal bunga yang siap untuk dipelihara.

Pemupukan

bbpplembang krisanpot2Pemilihan komposisi pupuk untuk krisan pot dilakukan dengan mempertimbangkan besarnya biaya produksi. Komposisi pemupukan untuk tanaman fase vegetatif (1200 lt air/500m2) yaitu CaNO3: 1130 gram, KNO3: 1620 gram dan MgSO4: 470 gram, sedangkan pada fase generatif dilakukan mulai 7 MST (1200 lt air/500m2) yaitu CaNO3: 940 gram, KNO3: 1790 gram, KH2PO4: 450 gram dan Urea: 190 gram. Pemupukan dihentikan setelah bunga pertama telah memperlihatkan warna dan hanya diberikan air.

Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)

Aplikasi alar dimaksudkan sebagai zat pengatur tumbuh dengan bahan aktif daminozide. Alar diberikan setelah tanaman berumur 12-14 hari setelah tanam. Zat ini berfungsi untuk memperkuat batang, mencegah penyimpangan, dan memperbaiki kualitas (daun lebih hijau dan bunga lebih seragam). Penyemprotan dilakukan menggunakan sprayer otomatis (Compressed Air Sprayer). Dosis yang diberikan sebanyak 1 gr/liter untuk varietas yang pertumbuhannya cepat, 2 gr/liter untuk tanaman yang pertumbuhannya sedang dan 3 gr/liter untuk tanaman yang pertumbuhannya lambat. Dosis tersebut diaplikasikan untuk 1 bench (70 pot). Adapun prosedur pemberiannya adalah sebagai berikut: penyemprotan hanya dilakukan

pada bagian pucuk, semprotan harus cukup halus dan merata sehingga formula mudah diserap daun, tidak dilakukan pada cuaca panas maupun lembab, dan tidak diberikan pada kuncup bunga yang sudah mengalami fase pemunculan warna.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Kualitas krisan pot sangat ditentukan oleh kesehatan tanaman, sehingga pemeliharaan tanaman mulai dari tanam sampai siap untuk dipasarkan harus dilakukan secara cermat. Untuk mendapatkan kualitas tanaman pot yang prima maka pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara intensif. Adapun hama dan penyakit tanaman yang banyak menyerang krisan pot adalah sama dengan krisan potong yaitu pengorok daun, thrips, aphids, ulat, dan karat putih. Pengendalian secara kimiawi dengan memperhatikan tepat pestisida, tepat dosis, tepat waktu, tepat aplikasi.

Panen dan Pasca Panen

Umur tanaman krisan yang siap dipanen antara 8-12 minggu setelah tanam tergantung varietas dan keadaan musim, pada musim kemarau tanaman lebih cepat dipanen, yakni antara 8-11 minggu, sebaliknya jika musim hujan pemanenan baru dapat dilakukan hingga tanaman berumur 12 minggu.

Beberapa faktor yang menjadi kriteria kualitas tanaman pot adalah sebagai berikut:

1. Tajuk

Batang tanaman tidak terlalu tinggi, sekitar 20-25 cm. Bentuk tajuk tumbuh ke samping pot, sehingga bila dilihat dari bagian atas, tanaman memiliki diameter lebih dari 20 cm; semakin lebar diameter tajuk dengan batang yang kuat akan semakin baik.

2. Daun

Warna daun hijau segar dan bersih dari residu pupuk daun dan pestisida. Bentuk daun normal dan tidak cacat, bebas dari serangan hama penyakit. Daun tumbuh lebat sehingga terlihat rimbun.

3. Bunga

Warna bunga cerah dan tidak pudar. Semua bunga dalam satu pot tumbuh normal dan bebas hama penyakit. Bunga mekar serempak, kompak, dan tinggi bunga rata.

Setelah krisan pot diseleksi sesuai kriteria, maka segera dimasukkan ke dalam kantong plastik agar bunga dan cabang tidak patah selama dalamtransportasi. Sebelum tanaman pot dimasukkan ke dalam plastik dan dikemas ke dalam kardus, media tanam harus dalam kondisi lembab dan pot dalam keadaan bersih.

DAFTAR PUSTAKA

Andi Amirullah. 2012. Budidaya Bunga Krisan. http://amiere.multiply.com/journal/item/117/Budidaya-Bunga-Krisan.

Anonim. 2013. Teknik Budidaya Bunga Krisan Pot. http://binaukm.com/2010/06/teknik-budidaya-bunga-krisan-pot/

Iman Priyadi. 2014. Budidaya Bunga Krisan Pot. http://cybex.pertanian.go.id/materipenyuluhan/detail/9485/budidaya-bunga-krisan-pot

Kartono. 2016. Cara Budidaya Bunga Krisan Pot. http://kartono.net/cara-budidaya-bunga-krisan-pot/

 

]]>
Ir. Elvina Herdiani, MP Fri, 02 Jun 2017 21:57:58 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1099-budidaya-bunga-krisan-pot
Panen dan Pascapanen Bawang Merah http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1347-panen-dan-pascpanen-bawang-merah bbpplembang pascapanen bawangmerahTanaman bawang merah (Allium Sp)merupakan sayuran rempah dan dipanenbagian umbinya yang merupakan umbi lapis dan digunakan untuk konsumsi sebagaibumbu penyedap masakan. Kebutuhannya relatif stabil sepanjang tahun danmemililki potensi komersial yang cenderung semakin meningkat. Bawang merah juga berfungsi sebagai obat yaitu mendorong nafas panjang, mengobati luka, obat maag,masuk angin dan menurunkan kadar gula dan kolesterol.

Untuk memperoleh hasil yang baik, diperlukan proses penangan panen dan pascapanen yang baik. Adapun penanganan panen dan pascapanen dapat dilakukan seperti berikut ini:

Panen Bawang Merah

Penentuan waktu panen pada bawang merah dapat dilakukan secara:

  1. Visual, melihat kondisi daun mulai menguning, daunnya rebah, umbinyatampak menonjol dari permukaan tanah, warna umbi terlihat kemerahan.
  2. Fisik, dengan perabaan leher umbi lunak.
  3. Komputasi, penentuan umur tanaman sejak tanam (tergantungvarietas/kultivar, cuaca/musim, pemeliharaan tanaman).
  4. Penanganan Panen, dilakukan dengan memungut hasil dengan cara mencabutseluruh bagian tanaman secara manual dengan tangan.

Standar penentuan waktu panen dan penanganan panen

  1. Secara visual dengan melihat perkembangan fisik tanaman, dimana untuk tujuan konsumsi cirinya daun mulai menguning, daunnya rebah, umbinyatampak menonjol dari permukaan tanah, warna umbi terlihat kemerahan.Untuk tujuan bibit, daun tanaman total rebah (lebih 30% menguning)
  2. Secara komputasi, untuk tujuan konsumsi maka penentuan umur tanaman sejak tanam, tergantungvarietas/kultivar, cuaca/musim, pemeliharaan tanaman. (untuk varietas BimaBrebes dipanen pada umur 58-60 HST pada musim kemarau, sedangkan padamusim penghujan umumnya dipanen lebih awal).
  3. Untuk tujuan benih yaitu umur panen lebih lama sekitar 3-4 hari. Panen dilakukan pada pagi hari setelah tidak ada embun dan tidak pada saatturun atau menjelang hujan. Untuk tujuan bibit panen dilakukan pada sianghari, sehari sebelum panen jangan dilakukan penyiraman.

Prosedur kerja penentuanwaktu panen dan penanganan panen

  1. Tentukan waktu panen yang tepat sesuai standar.
  2. Amati kondisi cuaca saat panen (bila hujan pelaksanaan panen ditunda).
  3. Siapkan alat panen dan tenaga kerja yang terampil dan mengatur pembagianareal panen.
  4. Lakukan pemanenan bawang merah dengan cara mencabut secara hati-hati

Perlakuan Segera Setelah Panen

Pengertian“Perlakuan segera setelah panen” adalah tindakan – tindakan yang harusdilakukan pada komoditas segera setelah panen. Pada bawang merah tindakanini berupa pengikatan, pengumpulan, penjemuran awal (curing pemulihan) sampai leher umbi menyempit.

Perlakuan segera setelah panen bertujuan untuk mengurangi kerusakan yang dapat terjadisetelah panen dan menghasilkan bawang merah yang berkualitas baik dan dayasimpan panjang

Standar Perlakuan segera setelah panen

  1. Pengikatan: semua umbi yang dipanen segera diikat, sebaiknyamenggunakan tali terbuat dari bambu (tutus) agar ikatan tidak mudahterlepas dan mudah dikencangkan saat penjemuran.
  2. Bagian yang diikat adalah bagian pucuk (3-5 cm dari ujung daun) besarnyaikatan segenggam tangan (sekitar 1 kg).
  3. Bagian umbi yang tertinggal (tidak tercabut/protolan) dikumpulkan untukdilakukan curing terpisah.
  4. Tempat untuk penjemuran di lahan bekas penanaman/yang baru dipanen,dialasi seperti dengan daun jati/daun tebu/anyaman bambu, umbi yangsudah diikat ditata di alas tersebut secara teratur, tidak bertumpuk, dengandaun menghadap keatas supaya daun cepat layu dan mengering dibiarkanselama 2 hari.
  5. Pembalikan ikatan dilakukan supaya bagian dalam ikatan daun terkena sinarmatahari dan posisi umbi tetap tertutup daun.
  6. Penataan ulang dilakukan untuk merapikan posisi umbi dalam penjemuran
  7. Pengikatan ulang dilakukan dengan menggabungkan 2 ikatan menjadi satuikatan (roji).

Prosedur Kerja

  1. Ikatlah umbi yang sudah dipanen.
  2. Kumpulkan bagian umbi yang tertinggal (tidak tercabut/protolan) untukdilakukan curing terpisah.
  3. Lakukan penjemuran di lahan bekas penanaman/yang baru dipanen, dialasidaun jati/daun tebu/anyaman bambu. Umbi yang sudah diikat ditata di alastersebut secara teratur, tidak bertumpuk, dengan daun menghadap keatassupaya daun cepat layu dan mengering dibiarkan selama 2 hari.
  4. Lakukan pembalikan ikatan supaya bagian dalam ikatan daun terkena sinarmatahari dan posisi umbi tetap tertutup daun.
  5. Lakukan penataan ulang untuk merapikan posisi umbi dalam penjemuran(diusik) selama 2 hari sekali sampai kondisi daun mengering danmenggabungkan 2 ikatan menjadi satu ikatan (roji)
  6. Selama penjemuran dan curing, pada waktu malam/hari hujan tutuplahdengan plastik transparan yang dibuat tunel/lorong dengan penyangga terbuatdari lengkungan bambu dengan ketinggian 40 cm dan panjang sesuai lahanpenjemuran. Dan pada saat siang hari bila ada cahaya matahari plastik transparan dibuka kesamping lahan
  7. Lakukan penggedengan (4 ikatan roji dijadikan 1), kemudian lakukanpenjemuran dengan membalik bagian umbi ke atas sekitar 3 jam. Penjemurandengan posisi umbi diatas ini dilakukan jangan terlalu lama untuk menghindariumbi “matang”.
  8. Lakukan pencatatan sebagaimana format yang digunakan pada buku kerja.

Pengeringan

Pengertian pengeringan dan pengikatan dalah penjemuran lanjutan bawang merah untukmenurunkan kadar air umbi sehingga umur simpannya panjang

Prosedur Kerja

  1. Lakukan penataan bawang merah yang sudah diikat tali bambu di tempat
  2. Tutup plastik ketika malam/hujan dan dibuka penutup pada saat siang hari.
  3. Lakukan pembalikan 1-2 kali sehari agar umbi kering merata.
  4. Hentikan pengeringan sampai kulit paling luar umbi sudah mengelupas danbunyinya mengeresek (susut sekitar 15 – 20 %) dan untuk bibit warna umbimerah cerah dan melekat pada umbinya (penyusutan 17 – 22%).
  5. Lakukan pencatatan sebagaimana format yang digunakan pada buku kerja(Tabel 3, Lampiran)

Pembersihan

Pengertian Pembersihan adalah proses menghilangkan kotoran yang menempel padaumbi bawang merah

Prosedur Pelaksanaan

  1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebagai sarana pembersihumbi.
  2. Potonglah (trimming) bagian akar dengan menggunakan ani-ani/gunting/pisau.
  3. Potonglah (trimming) daun kering diatas leher umbi.
  4. Timbanglah umbi yang telah dibersihkan.
  5. Letakkan umbi bawang merah yang sudah dibersihkan pada terpal/keranjang yang telah dipersiapkan untuk dikering anginkan.

Sortasi

PengertianKegiatan sortasi merupakan tindakan yang dilakukan untuk mendapatkanmutu yang baik dengan cara memilah-milah antara produk yang baik denganyang rusak. Produk yang baik adalah produk yang bebas dari cacat ataukerusakan fisik akibat kegiatan panen maupun serangan hama penyakit.Produk yang rusak adalah produk rusak fisik akibat panen maupun kenaserangan hama penyakit. Setelah dilakukan pemisahan kedua kelompok produktersebut dilakukan proses pengkelasan (grading) sesuai dengan standar mutu,Standar Nasional Indonesia (SNI), atau kesepakatan lainnya.

Grading

Grading adalah pengkelasan/penggolongan kubis berdasarkan kualitas sepertikeseragaman bentuk, kebersihan, kepadatan, bebas penyakit dan kerusakanserta ukuran berat, panjang, diameter

Prosedur Pelaksanaan:

  1. Siapkan sejumlah keranjang/wadah terpisah untuk masing-masing kelassiung bawang merah.

Pilih siung yang sudah bersih, pisahkan siung berdasarkan ada tidaknya cacat pada siung bawang merah, normal tidaknya bentuk dan ukuran siung bawang merah, ada tidaknya serangan hama atau penyakit pada siung bawang merah.

  1. Lakukan pengkelasan I, II siung berdasarkan pengkelasan.
  2. Lakukan pencatatan sebagaimana format yang digunakan pada buku kerja(Tabel 5, lampiran 

Pengeringan Lanjutan dan Penyimpanan

Pengertian pengeringan adalah proses penjemuran bawang merah dibawah sinar matahari langsung. Penyimpanan adalah proses menyimpan hasil panen sebelum dipasarkan.

Prosedur Pelaksanaan

  1. Bersihkan rak /para-para dan sikat lantai gudang dengan air dan sabun aga
  2. Letakkan umbi bawang merah di para-para dengan menggunakan sapu.
  3. Bersihkan gudang putih pada rak-rak/ para-para yang disusun di dalamgudang penyimpanan berventilasi. Untuk penjemuran di gudang perlupenjemuran tambahan sinar matahari 1 – 3 jam.

Pengemasan

Pengertian pengemasan adalah proses perlindungan komoditas bawang merah dengan caramengepak dari gangguan faktor luar yang dapat mempengaruhi masasimpannya dengan memakai media (wadah/tempat dengan bahan tertentu)untuk dikirim sebelum dipasarkan. Hanya komoditas yang baik yang dikemas

Prosedur Pelaksanaan:

  1. Lakukan pengemasan bawang merah untuk pasar lokal biasanyamenggunakan karung plastik yang berlubang – lubang atau keranjangplastik/keranjang bambu dengan kapasitas 25 – 30 kg.
  2. Lakukan pengemasan bawang merah untuk pemasaran luar daerah biasanyamenggunakan kardus yang sudah dilubangi untuk ventilasi udara.
  3. Lakukan untuk pemasaran pasar swalayan dikemas dengan tray  dan ditutupplastik
  4. wrapping  atau kemasan dengan plastik transparant yang dilubangidengan berat 0,25 – 0,50 kg. Untuk pasokan restauran/rumah makan bawang merah dikemas dengan kantong plastik yang dilubangi ukuran 5 kg.Lubang kantong plastik berfungsi mencegah terjadinya pengembunan udaradalam plastik yang dapat membusukkan bawang merah.
  5. Lakukan pengemasan bawang merah untuk ekspor dikemas dengan karduskhusus dari eksportir lengkap dengan nama dagang dan tanggal panen.Kardus diberi lubang kecil dengan ukuran kardus untuk kapasitas 15 – 20 kg.
]]>
Ir. Nani Nazir Mon, 13 Feb 2017 16:01:44 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1347-panen-dan-pascpanen-bawang-merah
Mengenal Tanaman Kopi http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1034-mengenal-tanaman-kopi bbpplembang-kopiFisiologi Tanaman Kopi

Kopi termasuk kelompok tanaman semak belukar dengan genius Coffea. Kopi termasuk ke dalam family Rubiaceae, subfamily lxoroideae, dan suku Coffeae. Seorang bernama Linnaeus merupakan orang yang pertama mendeskripsikan spesies kopi (Coffea arabica) pada tahun 1753. Menurut Bridson dan Vercourt pada tahun 1988, kopi dibagi menjadi 2 genus, yakni Coffea dan Psilanthus. Genus Coffea terbagi menjadi 2 subgenus, yakni Coffe dan Baracoffea. Subgenus Coffea terdiri dari 88 spesies. Sementara itu, subgenus Baracoffea terdapat 7spesies. Berdasarkan geografik (tempat tumbuh) dan rekayasa genetik, kopi dapat dibedakan menjadi 5, kopi yang berasal dari Ethiopia, Madagascar, serta Benua Afrika bagian barat, tengah, dan timur (Andre Illy dan Rinantonio Viani, 2005). Tanaman kopi terdiri dari: akar, batang dan percabangan (cabang primer dan cabang sekunder, cabang reproduksi, cabang balik dan cabang kipas), daun, bunga, dan buah.

Penyerbukan

Tanaman kopi termasuk tanaman yang dapat melakukan penyerbukan sendiri (self fertile). Keberhasilan tanaman kopi untuk berbunga hingga menjadi buah sangat dipengaruhi oleh iklim (musim hujan atau kemarau). Penyerbukan umumnya terjadi setelah musim hujan. Penyerbukan dipengaruhi oleh iklim secara umum.

Jenis-jenis Kopi

Jenis kopi yang banyak dibudidayakan yakni kopi arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea canephora). Sementara itu, ada juga jenis Coffea liberica dan Coffea congensis yang merupakan perkembangan dari jenis robusta.

A. Kopi Arabika

Awalnya, jenis kopi yang dibudidayakan di Indonesia adalah arabika, lalu liberika dan terakhir kopi jenis robusta. Kopi jenis arabika sangat baik ditanam di daerah yang berketinggian 1.000-2.100 meter di atas permukaan laut (dpl). Semakin tinggi lokasi perkebunan kopi, cita rasa yang dihasilkan oleh biji kopi akan semakin baik. Karena itu, perkebunan kopi arabika hanya terdapat di beberapa daerah tertentu (di daerah yang memiliki ketinggian di atas 1.000 meter). Berbagai klon unggulan dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI), di antaranya AB 3, S 795, USDA 762, Kartika 1, Kartika 2, Andungsari 1 dan BP 416. Sebagai gambaran awal, hasil produksi arabika klon Kartika sekitar 800-2.500 kg/ha/tahun (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2002). Berikut karakteristik biji kopi arabika secara umum:

1. Rendemannya lebih kecil dari jenis kopi lainnya (18-20%).

2. Bentuknya agak memanjang.

3. Bidang cembungnya tidak terlalu tinggi.

4. Lebih bercahaya dibandingkan dengan jenis lainnya.

5. Ujung biji lebih mengkilap, tetapi jika dikeringkan berlebihan akan terlihat retak atau pecah.

6. Celah tengah (center cut) di bagian datar (perut) tidak lurus memanjang ke bawah, tetapi

   berlekuk.

7. Untuk biji yang sudah dipanggang (roasting), celah tengah terlihat putih.

8. Untuk biji yang sudah diolah, kulit ari kadang-kadang masih menempel di celah atau parit biji

   kopi.

B. Kopi Robusta

Tanaman kopi jenis robusta memiliki adaptasi yang lebih baik dibandingkan dengan kopi jenis arabika. Areal perkebunan kopi jenis robusta di Indonesia relatif luas. Pasalnya, kopi jenis robusta dapat tumbuh di ketinggian yang lebih rendah dibandingkan dengan lokasi perkebunan arabika. Kopi jenis robusta yang asli sudah hampir hilang. Saat ini, beberapa jenis robusta sudah bercampur menjadi klon atau hibrida, seperti klon BP 39, BP 42, SA 13, SA 34, dan SA 56. Produksi kopi jenis robusta secara umum dapat mencapai 800-2.000 kg/hektar/tahun (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2002). Berikut ini karakteristik fisik biji kopi robusta:

1. Rendeman kopi robusta relatif lebih tinggi dibandingkan dengan rendeman kopi arabika (20-

   22%).

2. Biji kopi agak bulat.

3. Lengkungan biji lebih tebal dibandingkan dengan jenis arabika.

4. Garis tengah (parit) dari atas ke bawah hampir rata.

5. Untuk biji yang sudah diolah, tidak terdapat kulit ari di lekukan atau bagian parit.

C. Kopi Liberika

Dahulu, kopi liberika pernah dibudidayakan di Indonesia, tetapi sekarang sudah ditinggalkan oelh perkebunan atau petani. Pasalnya, bobot biji kopi keringnya hanya sekitar 10% dari bobot kopi basah. Selain perbandingan bobot basah dan bobot kering, rendeman biji kopi liberika yang rendah merupakan salah satu faktor tidak berkembangnya jenis kopi liberika di Indonesia. Rendeman kopi liberika hanya sekitar 10-12%. Karakteristik biji kopi liberika hampir sama dengan jenis arabika. Pasalnya, liberika merupakan pengembangan dari jenis arabika. Kelebihannya, jenis liberika lebih tahan terhadap serangan hama Hemelia vastatrixi dibandingkan dengan kopi jenis arabika.

Syarat dan Lokasi Tumbuh Tanaman Kopi

Tanaman kopi dapat tumbuh dengan baik apabila faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan pemeliharaan tanaman dapat dioptimalkan dengan baik. Berikut ini beberapa syarat pertumbuhan kopi secara umum.

  1. a.Tanah

Tanah digunakan sebagai media tumbuh tanama kopi. Salah satu ciri tanah yang baik adalah memiliki lapisan topsoil yang tebal. Umumnya, kondisi tanah di dataran tinggi memiliki kandungan organik yang cukup banyak dan tidak terlalu banyak terkontaminasi polusi udara. Tanaman kopi sebaiknya ditanam di tanah yang memiliki kandungan hara dan organik yang tinggi. Rata-rata pH tanah yang dianjurkan 5-7. Jika pH tanah terlalu asam, tambahkan pupuk Ca(PO)2 atau Ca(PO3)2 (kapur atau dolomit). Sementara itu, untuk menurunkan pH tanah dari basa ke asam, tambahkan urea. Caranya taburkan kapur atau urea secukupnya sesuai kondisi tanah, lalu periksa keasaman tanah dengan pH meter. Tambahkan urea jika pH tanah masih basa atau tambahkan kapur jika terlalu asam hingga pH tanah menjadi 5-7.

  1. b.Curah Hujan

Curah hujan mempengaruhi pembentukan bunga hingga menjadi buah. Untuk arabika, jumlah curah hujan yang masih bisa ditolerir sekitar 1.000-1.500 mm/tahun. Sementara itu, curah hujan untuk kopi robusta maksimum 2.000 mm/tahun.

Penanaman atau pembangunan perkebunan kopi di suatu daerah perlu melihat data klimatologi daerah tersebut selama 5 tahun terakhir. Daerah yang berada di atas ketinggian 1.000 meter dpl dan memiliki curah hujan yang baik umumnya justru memiliki musim kering relatif pendek. Sebaliknya, tanaman kopi membutuhkan musim kering yang agak panjang untuk memperoleh produksi yang optimal.

  1. c.Suhu

Selain curah hujan, lingkungan memegang peranan penting untuk pembentukan bunga menjadi buah. Kopi arabika mampu beradaptasi dengan suhu rata-rata 16-22̊ C. Untuk kopi robusta, tanaman ini dapat tumbuh dan beradaptasi pada suhu 20-28̊ C. Karena itu, investor atau petani kopi perlu mengetahui kondisi suhu suatu daerah yang ingin dijadikan perkebunan kopi.

  1. d.Angin

Sebelum mulai menanam kopi, petani kopi perlu memperhatikan kondisi topografi wilayah. Pasalnya, jika terdapat anomali iklim, petani dapat melakukan beberapa rekayasa. Khusus untuk di lokasi atau daerah yang memiliki tiupan angina yang kencang, petani sebaiknya menanam pohon pelindung, seperti dadap (Erythrina lithosperma atau Erythrina subumbrans), lamtoro (Leucaena glauca), dan sengon laut (Albizzia falcate). Untuk kopi jenis arabika yang tumbuh di ketinggian di atas 1.000 meter dpl, biasanya kondisi angin yang bertiup cukup kuat. Karena itu, gunakan tanaman pelindung. Tujuannya, untuk menahan angin yang cukup kencang.

e.     Ketinggian tempat

1. Arabika

Ketinggian tempat untuk perkebunan kopi arabika sekitar 1.000-2.100 meter dpl. Semakin tinggi lokasi perkebunan kopi arabika, rasa atau karakter kopi yang dihasilkan menjadi semakin baik dan enak.

2. Robusta

Ketinggian tempat yang optimal untuk perkebunan kopi robusta sekitar 400-1.200 meter dpl.

Sumber :

Aak. 1988. Budidaya tanaman kopi. Kanisius. Jakarta.

Adnyana I. M. 2011. Aplikasi Anjuran Pemupukan Tanaman Kopi Berbasis Uji Tanah di Desa

Bongancina Kabupaten Buleleng. Udayana Mengabdi, 10(2):64-66.

Baliza D. P. R. L., Cunha R. J., Guimarães A. D., Barbosa F. W. and Ávila M. A. Passos. 2011.

Physiological characteristics and development of coffee plants under different shading levels. Revista brasileira de ciências agrárias 7(1): 37-43

DaMatta F. M. 2011. Exploring drought tolerance in coffee: a physiological approach with some insights for plant breeding. Plant Physiol. 16(1):1-6.

 

]]>
Ir. Nani Nazir Wed, 28 Dec 2016 18:23:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1034-mengenal-tanaman-kopi
Hijaukan Kota dengan Urban Farming http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1016-hijaukan-kota-dengan-urban-farming bbppl-urbanfarming1Urban farming atau pertanian di perkotaan saat ini tengah menjadi wacana global. Revolusi industri di Eropa pada abad 18 secara tidak langsung berdampak pada perkembangan industri dunia. Sejarah urban farming telah hadir sejak zaman Mesir Kuno dengan adanya industriyang berdampak pada pertambahan penduduk kota. Pertambahan penduduk terutama karena adanya pertambahan penduduk kota (urbanisasi)menimbulkan masalah baru yaitu jumlah ketersediaan pangan serta pencemaran udara. Urbanisasi menyebabkan jumlah permintaan pangan meningkat sedangkan lahan pertanian menyempit sehingga terjadi ketidakseimbangan ketersediaan pangan. Polusi udara terjadi dikarenakan asap pabrik dan kendaraan bermotor ditambah lagi dengan semakin berkurangnya ruang terbuka hijau (pepohonan).

bbppl-urbanfarming8Menanggapi permasalahan di atas, urban farming (pertanian kota) merupakan salah satu solusi mengatasinya. Urban farmingmerupakan konsep pertanian yang dapat dijalankan di perkotaan. Dengan urban farming diharapkan setiap penduduk kota dapat memaksimalkan lahan yang sempit untuk kegiatan pertanian yang dialakukan secara intensif dengan teknologi yang memungkinkan hasil yang tinggi pada lahan terbatas. Hal ini tentunya memberikan tantangan yang dinamis karena aktivitas pertanian di perkotaan perlu melibatkan gabungan antara keterampilan, keahlian dan inovasi dalam budidaya secara kreatif.

bbppl-urbanfarmingKegiatan urban farming dapatdilakukan oleh setiap warga perkotaan. Biasanya model urban farming ini diperuntukkan sebagai pemanfaatan ruang terbuka hijau baik privat atau publik (Ruang Terbuka Hijau). Selain memberikan kontribusi penyelamatan lingkungan melalui pengelolaan 3R (reuse, reduse, recycle), juga dapat menghasilkan O2 untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup kota, meningkatkan estetika kota bahkan lebih jauh lagi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dan bisa juga menjadikan penghasilan tambahan bagi penduduk kota.

Kesadaran mengenai degradasi lingkungan di perkotaan akibat relokasi sumberdaya menjadikan inspirasi untuk mengembangkan skema pertanian urban di Indonesia. Pertanian urban umumnya dilakukan untuk beberapa tujuan, diantaranya:

  1. Tujuan produktif: pertanian lahan kota sebagai pemenuhan kebutuhan pangan meskipun hanya untuk kebutuhan personal
  2. Tujuan astetika: pertanian lahan kota baik ditanami tanaman pangan/tanaman hias dengan fokus tujuan pada seni, sehingga masyarakat urban memiliki “hiburan” atau wadah relaksasi dan rekreasi lokal yang segar
  3. Tujuan ekologis: pertanian lahan kota yang memfokuskan kegiatannya sebagai penyelamatan lingkungan hidup dengan cara memaksimalkan prinsip #R
  4. Tujuan industri/bisnis: pertanian kota dengan skala besar yang bertujuan bisa memproduksi pangan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di kawasan perkotaan

bbppl-urbanfarming9Contoh kota di Indonesia yang sudah menerapkan Urban Farming selain Kota Surabaya juga di Kota Bandung, dengan jumlah penduduk yang besar dan pembangunan yang pesat, tak lagi memiliki banyak lahan hijau. Pemkot Bandung sedang gencar mensosialisasikan program urban farming. Konsep urban farming tersebut adalah memanfaatkan lahan tidur di perkotaan yang dikonversi menjadi lahan pertanian produktif hijau dimana setiap RW diwajibkan menanam berbagai jenis tanaman yang dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

bbppl-urbanfarming4Aneka jenis Urban Farming menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, terdiri dari:

1. Tipe A: perkebunan dalam pot/polybag/wadah daur ulang lainnya

2. Tipe B: rumah dengan tanaman produktif di halaman (satu rumah satu pohon)

3. Tipe C: pekarangan rumah bermanfaat sayuran atau tanaman hias

4. Tipe D: tanaman pada dinding (vertikultur)

5. Tipe E: tanaman merambat pada pagar

6. Tipe F: pemanfaatan lahan tidur (komunitas)

bbppl-urbanfarming2Salah satu gerakan Urban Farming di Kota Bandung ini dibangun berdasarkan Ide atau Inovasi warga kotanya terdapat di daerah Pajajaran dengan penerapan berbagai teknologi pertanian yaitu teknologi lading atap (rooftop farm), vertikultur bahkan aquaponik dan bagi pemula di urban farming, bisa melihat langsung ke lokasi atau dapat dilihat melalui Grup public facebook dengan nama Urban Farming Pajajaran Bandung Juara yang dipelopori oleh Kusdian dan Wawan Setiawan.

Nah, sekarang coba perhatikan disekitar anda, apakah sudah menerapkan urban farming? Jika belum, mengapa tidak mulai bergerak dari Anda…yuk, segar hijaukan dinding kota kita…menjalani gaya hidup urban yang sehat dengan prinsip back to nature dan grow your own food secara tidak langsung kita akan menyadari bahwa “saving environment can be fun”.

Sumber Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian_urban

http://indonesiaberkebun.org/kebun-kota-metropolitan-indonesia-berkebun-diliput-secara-khusus-oleh-vivanews-com-untuk-fitur-sorot/

https://web.facebook.com/kusdian99

Berkebun, Indonesia. 2015. Urban Farming ala Indonesia Berkebun. Jakarta: AgroMedia Pustaka

____________. 2015. Mengubah Dunia Bareng-Bareng. Bandung: Kaifa

Lanarc, HB. 2013. The Urban Farming Guidebook: Planning for the Business of Growing Food in BC’s Towns dan Cities.

 

]]>
Elsy Lediana, SP Tue, 15 Nov 2016 15:42:09 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1016-hijaukan-kota-dengan-urban-farming
Budidaya Gandum di Indonesia http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1011-budidaya-gandum-di-indonesia bbppl-gandumEra globalisasi yang kian melanda ke seluruh belahan bumi turut mempengaruhi perubahan pola makan manusia, termasuk di Indonesia. Saat ini penduduk Indonesia, terutama di perkotaan, tidak hanya tergantung pada beras sebagai makanan pokok tapi sebagian sudah menggantinya dengan roti atau mie instan yang umumnya terbuat dari tepung terigu. Hal ini menimbulkan masalah tersendiri karena tepung terigu terbuat dari gandum yang pada umumnya ditanam di daerah sub tropis, sehingga hampir seluruh kebutuhan tepung terigu dipenuhi dengan mengimpor gandum dari negara lain. Hal itu tentu saja menguras devisa negara dan membuat tingkat ketergantungan kita terhadap negara lain menjadi lebih tinggi.

Guna mengurangi impor gandum, perlu diupayakan pengembangan budidaya gandum di Indonesia untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan gandum yang akan diproses menjadi tepung terigu. Selama ini tanaman gandum di Indonesia hanya ditanam dalam skala yang kecil untuk konsumsi sendiri. Badan Litbang Pertanian telah melakukan beberapa penelitian yang menghasilkan beberapa varietas gandum yang bisa dan cocok untuk ditanam di Indonesia.

Syarat Tumbuh

Lokasi yang ideal untuk penanaman gandum di Indonesia adalah di daerah dataran menengah sampai dataran tinggi yang memiliki ketinggian mulai dari 800 m dpl, dengan suhu udara 15-25oC. Kelembaban udara yang diperlukan 80-90% dengan curah hujan paling tidak 600 mm per tahun, pH tanah 6,5-7,1 serta tanah yang gembur dan subur lebih disukai oleh tanaman gandum. Tanah yang tergenang tidak disukai oleh tanaman gandum.

Benih Gandum

Benih gandum yang baik adalah yang: 1) Berasal dari malai yang matang pada batang utama, 2) Mempunyai bentuk dan warna yang seragam, 3) Bebas dari hama dan penyakit, serta 4) Mempunyai bobot yang tinggi dan seragam. Benih gandum memiliki masa dormansi yang tidak terlalu lama yaitu 0 hingga 4 bulan. Benih yang dibutuhkan yaitu 75-100 kg/ha dengan sistem tugal. Varietas yang banyak ditanam di Indonesia saat ini adalah Dewata dan Selayar.

bbppl-gandum2Persiapan Lahan

Tanah dicangkul sedalam 25-30 cm satu minggu sebelum tanam, kemudian dibiarkan, bila sebelumnya tanah diberakan maka pengolahan tanah dilakukan dua kali. Setelah itu buat bedengan sekitar 2 meter lebarnya dengan panjang menyesuaikan dengan kondisi lahan, selokan antar bedengan dibuat selebar 50 cm sedalam 25 cm.

Penanaman

Gandum sebaiknya ditanam di awal musim kemarau atau akhir musim hujan. Cara tanam dengan menggunakan tugal di dalam barisan kemudian benih 1-2 butir dimasukkan ke dalam lubang kemudian ditutup kembali menggunakan tanah. Jarak tanam yang digunakan adalah 20 cm x 10 cm atau 25 x 10 cm.

Pengairan

Setelah tanam benih gandum dan pemupukan dasar, lahan perlu diairi agar benih dapat berkecambah dan tumbuh dengan baik. Selanjutnya pengairan dilakukan setelah dilakukan penyiangan dan pemupukan susulan yaitu pada umur 30 HST (Hari Setelah Tanam), pada waktu fase bunting sampai ke luar malai (45-65 HST) dan pada fase pengisian biji sampai masak (70-90 HST).

Penyiangan dan Pemupukan

Pemupukan dasar dapat dilakukan sebelum atau pada saat tanam. Pupuk organik dicampur dengan tanah dalam bedengan sejumlah 10-20 ton/ha. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan. Pupuk susulan diberikan saat 7-14 HST sebanyak 100 kg/ha urea, 100 kg/ha SP36 dan 50 kg/ha KCl, sedangkan pupuk susulan kedua diberikan pada saat tanaman berumur 30 HST dengan dosis yang sama yaitu 100 kg/ha urea, 100 kg/ha SP36 dan 50 kg/ha KCl. Penyiangan ketiga dapat dilakukan bila populasi gulma tinggi/banyak.

bbppl-gandum1Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama utama tanaman gandum salah satunya adalah ulat tanah yang bisa dikendalikan dengan pemberian Furadan pada lubang tanam. Hama utama lain adalah kepik hijau dan aphids yang dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida. Jamur menyerang pada saat curah hujan tinggi dan dikendalikan dengan penyemprotan fungisida.

Panen

Saat panen gandum adalah apabila 80% dari rumpun telah bermalai, jerami, batang dan daun telah menguning serta biji sudah mengeras. Umur panen gandum berkisar 90-125 hari tergantung ketinggian tempat. Pemanenan dilakukan saat cuaca cerah dengan cara menyabit batang gandum dengan sabit bergerigi. Selanjutnya malai dijemur kemudian dirontokkan dengan tresher padi yang sudah dimodifikasi.

Daftar Pustaka

Anonim. 2013. Cara Menanam Gandum. http://teknologi--tepat-guna.blogspot.com/2013/09/cara-menanam-gandum.html

Balai Penelitian Tanaman Serealia. 2013. Gandum, Varietas dan Teknik Budidaya. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta.

Qolamul Hasna. 2012. http://planthospital.blogspot.com/2012/02/budidaya-tanaman-gandum.html

 

]]>
Ir. Elvina Herdiani, MP Thu, 03 Nov 2016 21:03:20 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1011-budidaya-gandum-di-indonesia
Mengolah Kubis Menjadi Emping http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/981-mengolah-kubis-menjadi-emping MENGOLAH  KUBIS MENJADI EMPING

Oleh : Setia Wahyuti, SH., MP 

 

Emping Kubis

Kubis, kol, kobis, atau kobis bulat adalah nama yang diberikan untuk tumbuhan sayuran daun yang populer. Tumbuhan dengan nama ilmiah Brassica oleracea L. Kelompok Capitata ini dimanfaatkan daunnya untuk dimakan. Daun ini tersusun sangat rapat membentuk bulatan atau bulatan pipih, yang disebut krop, kop atau kepala (capitata) Kubis berasal dari Eropa Selatan dan Eropa Barat. Kubis memiliki ciri khas membentuk krop. Warna kubis putih, putih kehijauan dan ungu. Kubis biasa dimasak sebagaui sup, campuran gado gado, pelengkap soto dan salad, dan juga dapat dubuat emping kubis.

 

Macam-macam kubis

Ada beberapa jenis tanaman kubis yang banyak diusahakandiantaranya ialah kubis krop, kubis daun,, kubis umbi, kubis tunas, dan kubis bunga.

  1. Kubis krop  atau krop kubis putih tersebut besar dan padat. kubis telur terkenal dengan nama kubis putih.
  2. Kubis tunas atau kubis babat.kubis tunas biasanya membentuk krop bahkan tunas samping dapat  membentuk krop kecil, dalam satu pohon terdapat beberapa krop tunas kecil
  3. Kubis umbi pada bagian dasar batang dibawah tanah atau diatas tanah membesar hingga merupakan umbi besar
  4. Kubis bunga.jenis ini bakal bunganya mengembang dan membentuk masa bunga . Bunga berbentuk kerucut terbalik dan warnanya putih kekuningan
  5. Jenis kubis lain yang mirip kubis bunga adalah brokoli, masa bunga brokoli berwarna hijau lebih kompak dan lebih lezat disbanding kubis bunga.

 

Kandungan gizi dan manfaat

Kubis segar mengandung banyak vitamin (A, beberapa B, C, dan E). Kandungan Vitamin C cukup tinggi untuk mencegah skorbut (sariawan akut). Mineral yang banyak dikandung adalah kalium, kalsium, fosfor, natrium, dan besi. Kubis segar juga mengandung sejumlah senyawa yang merangsang pembentukan glutation, zat yang diperlukan untuk menonaktifkan zat beracun dalam tubuh manusia.

Antigizi

Sebagaimana suku kubis-kubisan lain, kubis mengandung sejumlah senyawa yang dapat merangsang pembentukan gas dalam lambung sehingga menimbulkan rasa kembung (zat-zat goiterogen). Daun kubis juga mengandung kelompok glukosinolat yang menyebabkan rasa agak pahit. Kubis segar mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, besi, natrium, kalium, vitamin (A, C, E, tiamin, riboflavin, nicotinamide), kalsium, dan beta karoten. Selain itu, juga mengandung senyawa sianohidroksibutena (CHB), sulforafan yang merangsang pembentukan glutation, suatu enzim yang bekerja dengan cara menguraikan dan membuang zat-zat beracun yang beredar di dalam tubuh. Tingginya kandungan vitamin C dalam kubis dapat mencegah timbulnya skorbut (scurvy). Adanya zat antosianin menyebabkan warna kubis dapat berubah menjadi merah. Kandungan zat aktifnya, sulforafan dan histidine dapat menghambat pertumbuhan tumor, mencegah kanker kolon, dan rektum, detoksikasi senyawa kimia berbahaya, seperti kobalt, nikel dan tembaga yang berlebihan di dalam tubuh, serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan kanker. Kandungan asam amino dalam sulfurnya, juga berkhasiat menurunkan kadar kolesterol yang tinggi, penenang saraf, dan membangkitkan semangat. Kubis memiliki vitamin C & E yang cukup tinggi sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas, menghancurkan sel jahat dan membuang racun dalam tubuh kita. Kubis memiliki bau yang khas yang disebabkan oleh komponen sulfur berupa senyawa fitokimia atau indol. Indol dapat menghambat hormon estrogen sehingga memicu peningkatan produksi enzim yang dapat menghalangi pertumbuhan sel kanker baru. Jadi sangat baik untuk mencegah kanker payudara. Kubis mengandung isothiocyanate yang dapat menghancurkan sel tumor dan sulforaphane yang dapat menstimulasi produksi enzim glutathione yang bekerja memindahkan toksin dari kolon dan membuang dari tubuh sebelum toksin merusak sel.

Kubis dapat  disimpan dalam bentuk kering daun atau dapat juga dibuat emping kubis,  untuk produk kering berupa emping  dapat dipilih kubis yang berwarna putih, begitu juga kubis untuk  diolah menjadi sauerkrut dan kimchee. Mutu olahan yang baik akan diperoleh apabila pengolahan dilakukan segera setelah dipanen.

Emping adalah sejenis keripik yang biasa dibuat dari buah melinjo yang telah tua, produk hasil olahan pertanian ini harganya cukup menjanjikankarena makanan camilan ini banyak disukai remaja masa kini. Bentuk olahan emping ini dapat dogolongkan sebagai emping tipis dan emping tebal, emping tipis dipipihkan beberapakali sampai cukup tipis ( tebal 0,5-1,5 mm) dan bila kering diupayakan tidak remuk, dan emping tebal dibuat dengan pemipihan sekedar mengurangi ketebalan dari ketebalan butiran utuhnya. Emping yang bermutu tinggi  adalah emping yang tipis sehingga kelihatan agak bening kekuningan dengan diameter seragam, kering sehingga dapat digoreng langsung. Emping dengan yang bermutu lebih rendah mempunyai ciri-ciri; lebih tebal, dia meter kurang seragam, dan kadang-kadang masih harus dijemur sebelum digoreng.

Emping dapat ditambahkan bumbu-bumbu sesuai selera, misalnya asin, pedas, gurih, manis dan ditambahkan irisan daun bawang atau ditambahkan bumbu-bumbu lain.  Bahan-bahan yang biasa diolah menjadi emping selain melinjo yaitu singkong dan ubi kayu, jagung karena banyak mengandung pati. Namun dari  komoditas sayuran kubis juga dapat dibuat emping  dengan menambahkan rekatan agar dapat dibentuk dan dipipihkan, dan dikeringkan menjadi semacam produk emping kubis.

Salah satu cara membuat emping kubis yaitu persiapan alat dan bahan.  Alat dan bahan  pembuatan emping kubis  adalah  :  baskom, saringan  dari anyaman bamboo, talenan, pisau, blender, pengaduk, tampah, panci, wajan, kompor, timbangan, plastik  PP dan silinder.

Membuat emping kubis

Olahan emping kubis merupakan alternatif olahan kubis yang mempunyai nilai jual, diversifikasi olahan kubis, memperpanjang masa simpan dan meningkatkan pendapatan jika diupayakan secara komersial. Selamat Mencoba.Bahan : kubis usia panen  ¼ kg  yang telah dibuang tulang-tulangnya, tepung tapioka/kanji ¼ kg dibagi menjadi 2 bagian, tepung  mazena  3 sendok makan, tepung terigu secukupnya (siapkan aja ¼ kg), telur ayam 1 butir, garam dan air  200 cc secukupnya untuk memblender. Cara membuat emping jagung adalah siapkan daun kubis yang sehat,  warna putih  segar dan tidak busuk ¼ kg, siapkan bahan tambahan :  tepung mazena 3 sdm, tepung tapioca/ kanji ¼ kg, telur ayam 1 butir, tepung terigu siapkan ¼ kg, kubis dicuci dengan membuka lembaran daun kubisnya, serta dibuang empela/tulang, kubis dirajang tipis-tipis agar mudah dalam pemblenderan, rebus rajangan kubis selama 10 menit, tiriskan  dengan saringan  cuci  sambil diperas, blender daun kubis  dengan tambahkan air 200 cc, blender  hingga menjadi bubur, buang  airnya 150 cc, kocok telur, dan masukan  dengan Bubur kubis ditambahkan tepung maizena  dan sebagian   tepung kanji dari ¼ kg( separuhnya tepung tapioca/ kanji), masak adonan hingga mengental, setelah itu angkat, tambahkan sisa tepung tapioca/kanji dan aduk-aduk hingga rata dan agar lebih kalis tambahkan, terigu  sedikit-demi sedikit  hingga adonan tidak lengket ditangan/kalis, untuk menyeragamkan kepingan emping, adonanan dibentuk bulat kecil-kecil  menyerupai kelereng dan besarnya  seragam agar diperoleh lempengan yang seragam, susun emping kubis diatas tampah dan jemur hingga kering  air  kadar 12% ( dengan ciri) emping gemersik dan  mudah dipatahkan/bunyi klik .

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Carmencita Tjahjadi, 2008.Teknologi Pengolahan Sayuran dan Buah Volume 2 Pengantar Lengkap Teknologi Pengolahan Sayuran dan Buah-buahan , ISBN 978-602-8323-03-1,Widya Padjadjaran.Bandung.

Bambang Cahyono, 2010. Sukses Budi Daya Jambu Biji di Pekarangan dan Perkebunan, SBN:978-979-29-1559-4, Lily Publisher, Ed.I.Yogyakarta: ANDI

Marleen S. Herudiyanto, Carmencita Tjahjadi,2008.Praktikum Bahan Pangan dan Dasar-Dasar Pengolahan.ISBN: 978-602-8323-25-3. Widya Pajajaran . Bandung.

Marleen S. Herudiyanto.2008. Pengantar Teknologi Pengolahan Pangan. ISBN:978-602-8323-24-6. Widya Padjadjaran.Bandung.

Marleen S. Herudiyanto.2010. Teknologi Pengemasan Pangan  . ISBN:978-602-8323-31-7. Widya Padjadjaran.Bandung.

Supli Effendi, Prof.Dr.H.M.Ir, M.S. 2009, Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan.Cetakan Kesatu. ISBN: 978-602-8361-45-3. CV Alfabeta, Bandung.

Tien R. Muchtadi, M.S. Prof. Dr. Ir, Fitriyono Ayustaningwarno s.tp; Si.Teknologi Proses Pengolahan Pangan . Cetakan  Keempat. ISBN: 978-602-8800-15-0. Anggota Ikatan Penerbit Indonesia  (IKAPI)

]]>
Setia Wahyuti, SH., MP Wed, 27 Jul 2016 14:34:32 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/981-mengolah-kubis-menjadi-emping
Meningkatkan Nilai Tambah Buah Mangga (Mangifera indica L.) Muda Diolah Menjadi Sirup Mangga http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/976-meningkatkan-nilai-tambah-buah-mangga-mangifera-indica-l-muda-diolah-menjadi-sirup-mangga Meningkatkan Nilai Tambah Buah Mangga (Mangifera indica L.) Muda

Diolah Menjadi Sirup Mangga

Oleh : Saptoningsih

 

 

sirup  mangga

Mangga (Mangifera indica L.) merupakan salah satu jenis buah yang mudah dijumpai di Negara tropis termasuk Indonesia. Indonesia merupakan negara penghasil mangga nomor 3 di dunia. Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga L.) bisa mencapai tinggi 10-40 m.

Buah mangga termasuk buah-buahan penting yang ekonomis di Indonesia, yaitu terdapat sekitar tujuh juta pohon mangga  yang meliputi lahan seluas 80.000 ha. Namun, luasan lahan yang ditumbuhi varietas mangga yang dapat diekspor relatif kecil (Broto, 2009). Tahun 2002 Indonesia mengekspor mangga sebesar 63.742 kg atau senilai dengan $ 32,320 (BPS, 2003). Produksi mangga  di Indonesia pada tahun 2002 mencapai 1.375.939 ton (Departemen pertanian 2003).

 

Buah dengan cita rasa nikmat ini banyak digemari, biasanya ia dikonsumsi dalam ragam cara. Kebanyakan, buah mangga yang telah masak dimakan tanpa diolah terlebih dahulu, sementara itu, buah mangga yang masih mengkal dan    muda biasanya diolah menjadi kuliner tertentu agar lebih nikmat. Tak semua orang memang menyukai rasa kecut pada mangga muda,   apalagi kadang-kadang mangga muda berjatuhan sebelum waktunya atau pada saat panen raya harga mangga sangat murah .   Jika sudah demikian, tak ada salahnya mengolah mangga muda atau mangga yang melimpah agar diolah sehingga meningkatkan harga jual, memperpanjang masa simpan dan dapat menyediakan konsumsi mangga pada saat diluar musim.

Sebagai buah tentu mangga juga kaya akan nutrisi yaitu mengandung 76% vitamin C, 25% vitamin A, 11% vitamin B6, 9% serat prebiotik, dan masih banyak lainnya dalam takaran satu cangkir potongan mangga. Selain itu buah ini juga sangat kaya akan manfaat dan diantaranya adalah mencerahkan kulit, menyehatkan mata, menurunkan kolesterol, mencegah kanker, mengobati panas dalam, meningkatkan kekebalan tubuh dan lain-lain.

Mangga juga merupakan salah satu jenis tanaman buah yang buahnya tidak tahan disimpan lama. Saat panen raya, mungkin tidak semua buah habis terjual sehingga menjadi rusak. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu adanya upaya pengolahan atau diversifikasi produk. Selain untuk mengatasi masalah panen berlimpah, upaya deversifikasi produk ini pun dapat meningkatkan pendapatan petani.

Hampir semua jenis mangga dapat dibuat sirup yang penting buah mangga masih dalam kondisi masih segar, tidak ada kebusukan dan warna buah yang gunakan harus seragam, dalam mengolah buah mangga menjadi sebuah olahan apapun untuk keseragaman warna sangat penting apalagi membuat sirup mangga, jikalau sirup dibuat dari buah muda mangga maka warna sirupnya akan berwarna kehijauan. Sedangkan apabila warna mangga yang masih muda dicampur dengan mangga matang atau mangga yang berwarna orange maka apabila diolah akan menghasilkan sirup berwarna kecoklatan. Kadang-kadang dalam membuat sirup dari buah mangga yang masih berwarna hijau maka kulit buahnya tidak perlu dikupas.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat sirup mangga adalah ½ kg mangga yang masih muda jenis apapun, ½ kg gula pasir, 2 gr Natrium Benzoat dan 1 liter air matang. Caranya : 1. Sortasi semua buah mangga yang masih segar dan potong bagian yang terkena kebusukan. 2. Cucilah mangga yang telah disortasi dengan air matang kemudian potong-potong dan buang bagian yang tidak dapat dimakan. 3. Kukuslah buah mangga kira-kira 8 menit hingga menjadi lembek. 4. Haluskan mangga tersebut, kemudian tambahkan air dan diaduk merata, kemudian saring. 5. Masukan gula pada mangga yang telah disaring tersebut, dan panaskan sambil diaduk- aduk hingga kental dan mendidih 6. Angkat tambahkan pengawet atau pewarna hijau kalau diperlukan dan dinginkan, kemudian masukan kedalam botol, dan beri label.

Dengan dilakukannya diversifikasi olahan buah mangga muda menjadi beberapa olahan buah mangga  telah terbukti dapat mengurangi limbah mangga muda yang biasanya terbuang. Setelah dilakukan perhitungan dengan membandingkan harga  buah mangga muda  tanpa diolah dengan harga buah mangga mudayang diolah telah dilakukan diversifikasi menjadi sirup mangga terjadi peningkatan nilai ekonomis pada buah mangga  muda.Setelah sirup dari mangga  muda  disajikan dan diujicobakan pada peserta pelatihan dari negara-negara Afrika Barat ternyata menghasilkan jawaban responden yang menyatakan bahwa sirup dari mangga  yang masih muda atauyang biasanya berjatuhan dan terbuang  disenangi oleh mereka( 92% ). Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya diversifikasi pada buah mangga muda yaitu menjadi sirup buah mangga muda  lebih disenangi daripada buah mangga muda  yang tidak diolah. Hendaknya diversifikasi buah mangga muda   menjadi sirup dikembangkan sebagai usaha yang berskala besar sehingga dapat membuka lapangan kerja baru dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.   dan   diharapkan  buah mangga muda  dapat dikembangkan melalui diversifikasi-diversifikasi yang lain.

Daftar Pustaka

Broto W. 2009. Teknologi Penanganan Pascapanen Buah untuk pasar. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor.

Departemen Pertanian 2003. Petunjuk Teknis pengolahan Buah Mangga. http://jabar.litbang.pertanian.go.id /ind/images/stories/JUKNIS%2003 /Peng%20bh %20mangga.pdf

Suryanti. 2010. Panduan mengolah 20 jenis buah. Penebar Swadaya, Jakarta.

Setyabudi DA. 2012. Makalah Teknologi Penanganan Pascapanen Mangga (Mangifera indica L). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor.

Redaksi Agromedia. 2009. Buku Pintar Budidaya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Agromedia Pustaka, Jakarta.

]]>
Ir. Saptoningsih, MP Sat, 16 Jul 2016 17:58:34 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/976-meningkatkan-nilai-tambah-buah-mangga-mangifera-indica-l-muda-diolah-menjadi-sirup-mangga
Dampak Human Capital terhadap Produksi dan Pendapatan Usahatani Paprika http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/975-dampak-human-capital-terhadap-produksi-dan-pendapatan-usahatani-paprika DAMPAK HUMAN CAPITAL TERHADAP PRODUKSI DAN

PENDAPATAN USAHATANI PAPRIKA HIDROPONIK

DI DESA PASIRLANGU KECAMATAN CISARUA

KABUPATEN BANDUNG BARAT

Dewi Padmisari Suryaningrum

10/349482/PPN/03639

INTISARI

Dengan mengikuti pelatihan, petani dengan pendidikan formal rendah diharapkan tetap dapat meningkatkan human capital-nya melalui pendidikan nonformal. Melalui pelatihan, petani diharapkan dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengatasi kendala-kendala dalam usahatani paprika.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan produksi dan pendapatan usahatani antara petani yang mengikuti pelatihan dan petani yang tidak mengikuti pelatihan serta mengetahui pengaruh variabel human capital dan variabel lain terhadap produksi dan pendapatan usahatani paprika hidroponik.

            Data yang digunakan bersumber dari data primer dan data sekunder. Responden pada penelitian ini adalah 12 orang petani yang telah mengikuti Pelatihan PHT Paprika dan 72 orang petani yang tidak pernah mengikuti pelatihan untuk perbandingan, sehingga keseluruhan responden sebanyak 84 orang petani.

            Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis human capital melalui perubahan kompetensi petani yang meliputi perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta penerapan materi pelatihan untuk mengetahui human capital petani yang pernah mengikuti pelatihan, analisis usahatani untuk mengetahui perbandingan usahatani antara petani yang mengikuti pelatihan dan petani yang tidak mengikuti pelatihan, analisis R/C rasio untuk mengetahui perbandingan kelayakan usahatani antara petani yang mengikuti pelatihan dan petani yang tidak mengikuti pelatihan, dan analisis regresi berganda (OLS) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan pendapatan usahatani paprika hidroponik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Human capital petani yang mengikuti pelatihan berada pada kriteria tinggi, artinya human capital petani dapat ditingkatkan melalui pelatihan. Pelatihan dapat meningkatkan kompetensi petani dan materi yang dilatihkan pada umumnya dapat diterapkan oleh petani, (2) Produksi dan pendapatan petani yang mengikuti pelatihan lebih besar dan berbeda nyata daripada petani yang tidak mengikuti pelatihan, (3) Usahatani paprika hidroponik oleh petani yang mengikuti pelatihan dan petani yang tidak mengikuti pelatihan, keduanya layak untuk diusahakan, (4) R/C rasio petani yang mengikuti pelatihan lebih besar dan berbeda nyata daripada petani yang tidak mengikuti pelatihan, (5) Human capital berpengaruh nyata terhadap produksi dan pendapatan usahatani paprika hidroponik, (6) Human capital pelatihan dan pengalaman berpengaruh positif terhadap produksi paprika hidroponik, demikian juga luas green house dan jumlah pestisida, sedangkan umur petani berpengaruh negatif, (7) Human capital pelatihan dan pengalaman berpengaruh positif terhadap pendapatan usahatani paprika hidroponik, demikian juga luas green house sedangkan umur petani, harga benih, harga pestisida, dan warna hasil panen paprika (hijau+merah+kuning) berpengaruh negatif.

Kata Kunci: Human capital, usahatani paprika

                                                                                                    

]]>
Dewi Padmisari, SP, M.Sc Mon, 23 May 2016 23:39:43 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/975-dampak-human-capital-terhadap-produksi-dan-pendapatan-usahatani-paprika
Pertanian Organik menuju Pertanian Berkelanjutan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/969-pertanian-organik-menuju-pertanian-berkelanjutan bbppl-pertanianorganik1Pertanian modern/konvensional sangat tergantung pada input kimia buatan (pupuk dan pestisida), benih hibrida dan mekanisasi dengan memanfaatkan bahan bakar minyak dan juga irigasi. Sistem pertanian ini mengkonsumsi sumber-sumber yang tak dapat diperbarui, seperti minyak bumi dan fosfat dalam tingkat yang membahayakan. Sistem pertanian seperti ini berorientasi pasar dan membutuhkan modal besar.

Pemanfaatan input buatan yang berlebihan dan tidak seimbang dalam sistem konvensional bisa menimbulkan dampak besar terhadap situasi ekologi, ekonomi dan sosiopolitik, di antaranya ketergantungan yang semakin meningkat terhadap pestisida dan pupuk buatan. Input tersebut telah mencemari sungai dan air tanah dalam tingkat yang membahayakan.

Sejak akhir tahun delapan puluhan, mulai tampak tanda-tanda terjadinya kelelahan pada tanah dan penurunan produktivitas pada hampir semua jenis tanaman yang diusahakan. Hasil tanaman tidak menunjukkan kecenderungan meningkat walaupun telah digunakan varietas unggul yang memerlukan pemeliharaan dan pengelolaan hara secara intensif melalui bermacam-macam paket teknologi.

Penerapan sistem pertanian alternatif yang berwawasan lingkungan merupakan konsep yang pemasyarakatannya memerlukan waktu yang relatif panjang. Oleh karena itu diperlukan diseminasi terus menerus konsep pengelolaan lahan secara organik agar sistem pertanian di Indonesia menjadi sistem pertanian yang berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Konsep Pertanian Organik

Pada kamus Wikipedia disebutkan bahwa usahatani organik (organic farming) adalah bentuk usahatani yang menghindari atau secara besar-besaran menyingkirkan penggunaan pupuk dan pestisida sintetis, zat pengatur tumbuh tanaman dan perangsang.

Menurut Codex Alimentarius Guidelines, jika sebuah produk disebut organik, berarti bahwa produk-produk tersebut sudah diproduksi menurut standar produksi organik dan disertifikasi oleh lembaga sertifikasi atau pihak-pihak yang mendapat otoritas untuk itu. Sementara yang disebut dengan pertanian organik adalah kegiatan pertanian yang mengupayakan penggunaan asupan luar yang minimal dan menghindari penggunaan pestisida dan pupuk sintetis. Tata cara bertani dalam pertanian organik dapat digunakan untuk meminimalkan polusi udara, polusi tanah dan polusi air.

bbppl-pertanianorganikDi Indonesia, yang disebut dengan produk pertanian organik ditetapkan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pertanian Organik no SNI 6729-2013. Pertanian organik adalah sistem manajemen produksi yang holistik untuk meningkatkan dan mengembangkan kesehatan agroekosistem termasuk keragaman hayati, siklus biologi dan aktivitas biologi tanah.

IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movement) menyepakati ada 4 prinsip dasar pertanian organik, yaitu:

  1. Prinsip Kesehatan: pertanian organik harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan, manusia dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan.
  2. Prinsip Ekologi: pertanian organik harus didasarkan pada sistem dan siklus ekologi kehidupan. Bekerja, meniru dan berusaha memelihara sistem dan siklus ekologi kehidupan.
  3. Prinsip Keadilan: pertanian organik harus membangun hubungan yang mampu menjamin keadilan terkait dengan lingkungan dan kesempatan hidup bersama.
  4. Prinsip Perlindungan: pertanian organik harus dikelola secara hati-hati dan bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang serta lingkungan hidup.

Pertanian Berkelanjutan

Dalam pembangunan di bidang pertanian, peningkatan produksi seringkali diberi perhatian utama. Namun ada batas maksimal produktivitas ekosistem. Jika batas ini dilampaui, ekosistem akan mengalami degradasi dan kemungkinan akan runtuh sehingga hanya sedikit orang yang bisa bertahan hidup dengan sumber daya yang tersisa. Produksi dan konsumsi harus seimbang pada tingkat yang berkelanjutan dari segi ekologis.

Pertanian berkelanjutan adalah pengelolaan sumber daya yang berhasil untuk usaha pertanian guna membantu kebutuhan manusia yang berubah sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumber daya alam. Sistem pertanian bisa dikatakan berkelanjutan bila mencakup hal-hal berikut ini:

  • Mantap secara ekologis, yang berarti bahwa kualitas sumber daya alam dipertahankan dan kemampuan agroekosistem secara keseluruhan – dari manusia, tanaman, hewan sampai organisme tanah – ditingkatkan. Sumber daya lokal dipergunakan sedemikian rupa sehingga kehilangan unsur hara, biomassa dan energi bisa ditekan serendah mungkin serta mampu mencegah pencemaran.
  • Bisa berlanjut secara ekonomis, yang berarti bahwa petani bisa cukup menghasilkan untuk pemenuhan kebutuhan dan atau pendapatan sendiri, serta mendapatkan penghasilan yang mencukupi untuk mengembalikan tenaga dan biaya yang dikeluarkan.
  • Adil, yang berarti bahwa sumber daya dan kekuasaan didistribusikan sedemikian rupa sehingga kebutuhan dasar semua anggota masyarakat terpenuhi dan hak-hak mereka dalam penggunaan lahan, modal yang memadai, bantuan teknis serta peluang pemasaran terjamin.
  • Manusiawi, yang berarti bahwa semua bentuk kehidupan (tanaman, hewan dan manusia) dihargai
  • Luwes, yang berarti bahwa masyarakat pedesaan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi usahatani yang berlangsung terus-menerus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila pertanian organik dilaksanakan dengan baik maka dengan cepat akan memulihkan tanah yang sakit akibat penggunaan bahan kimia. Hal ini terjadi apabila fauna tanah dan mikroorganisme yang bermanfaat dipulihkan kehidupannya, dan kualitas tanah ditingkatkan dengan pemberian bahan organik karena akan terjadi perubahan sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

Pengelolaan Lahan secara Organik

bbppl-pertanianorganik3Sistem usahatani harus direncanakan dan disusun sesuai dengan kebutuhan unsur hara dan selanjutnya akan membantu dalam mempertahankan produktivitas tanah.Terdapat beberapa sistem usahatani yang dapat meningkatkan produktivitas tanah melalui penggunaan bahan organik yang berasal dari tanaman maupun hewan, konservasi sumber daya tanah dan air serta dihindarkan terjadinya pencemaran lingkungan, diantaranya adalah:

  1. Budidaya lorong (alley cropping) dan pertanian sejajar kontur (contour farming)
  2. Wanatani/Hutantani (agroforestry)
  3. Intensifikasi pekarangan
  4. Sistem pertanaman campuran dan pergiliran tanaman
  5. Sistem pertanaman surjan
  6. Pertanian – Perikanan terpadu
  7. Pertanian – Peternakan terpadu
  8. Pertanian – Peternakan – Perikanan terpadu

Perlindungan tanaman merupakan proses yang bersifat kompleks sehingga memerlukan pemahaman peranan masing-masing komponen lingkungan, sistem usahatani dan sistem pertanaman yang dilaksanakan.Beberapa praktek budidaya sebagai berikut membantu pengendalian hama penyakit pada pertanian organik:

  1.    Pertanaman campuran dan diversifikasi
  2.    Lokasi lahan, dalam suatu bentang lahan terdapat lahan yang tidak diusahakan
  3.    Pergiliran tanaman, prinsipnya adalah memutus daur hidup hama tertentu
  4.    Irama alam dan saat tanam yang tepat, pada umumnya ledakan serangan hama selalu berhubungan dengan kondisi alam tertentu
  5.    Pemupukan dan kesehatan tanaman
  6.    Pengolahan tanah, terutama untuk tanaman sayuran merupakan salah satu tindakan pencegahan terhadap serangan hama.
  7.    Pemilihan varietas
  8.    Gatra sosial, petani secara individu tidak mungkin dapat melaksanakan perlindungan secara efektif untuk areal yang cukup luas, dengan demikian untuk melaksanakan usaha perlindungan tanaman untuk suatu hamparan diperlukan kerjasama dengan petani yang lain.
  9.    Pemanfaatan pestisida hayati.

Sertifikasi Pertanian Organik

Sertifikasi organik adalah proses untuk mendapatkan pengakuan bahwa proses buudidaya pertanian organik atau proses pengolahan produk organik dilakukan berdasarkan standar dan regulasi yang ada. Apabila memenuhi prinsip dan kaidah organik, produsen dan atau pengolah akan mendapatkan sertifikat organik dan berhak mencantumkan label organik pada produk yang dihasilkan dan bahan-bahan publikasinya.

Sertifikasi produk pertanian organik di Indonesia dapat dilakukan dengan cara: pelaku usaha pertanian organik mendaftar ke LSO (Lembaga Sertifikasi Organik) yang telah diakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan diverifikasi oleh OKPO (Otoritas Kompeten Pangan Organik) Kementerian Pertanian. Proses sertifikasi dilakukan 4 tahap yaitu : (1) aplikasi sertifikasi, (2) inspeksi yang terdiri dari review dokumen aplikasi dan inspeksi proses produksi, fasilitas produksi dan dokumentasi, (3) keputusan sertifikasi dan (4) pemberian sertifikat dan inspeksi tiap tahun. Sertifikat diberikan bila memenuhi persyaratan kesesuaian dan berhak mencantumkan logo/tanda pangan organik yang dilengkapi nomor register.

Otoritas atau lembaga setifikasi resmi harus memastikan bahwa semua inspeksi fisik dilakukan paling sedikit sekali dalam setahun dalam unit tersebut. Contoh untuk pengajuan produk yang tidak tercantum dalam yang diperbolehkan dalam standar dapat dilakukan jika dirasa penggunaannya mencurigakan. Tambahan frekuensi kunjungan dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Untuk tujuan inspeksi, operator harus memberikan akses kepada otoritas atau lembaga sertifikasi resmi ke lokasi produksi, penyimpanan dan ke areal lahan serta ke semua dokumen pendukung yang diperlukan. Untuk tujuan inspeksi, operator juga harus memberikan semua informasi yang diperlukan kepada lembaga inspeksi.

DAFTAR PUSTAKA

 

Coen Reijntjes, Bertus Haverkort dan Ann Waters-Bayer. 1999. Pertanian Masa Depan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Rachman Sutanto. 2002. Pertanian Organik, Menuju Pertanian Alternatif Berkelanjutan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Rachman Sutanto. 2002. Penerapan Pertanian Organik, Pemasyarakatan dan Pengembangannya. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Sabastian Eliyas Saragih. 2008. Pertanian Organik. Solusi Hidup Harmoni dan Berkelanjutan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional. 2013. Sistem Pangan Organik.Standar Nasional Indonesia (SNI) 0729-2013. Jakarta

]]>
Ir. Elvina Herdiani, MP Thu, 24 Mar 2016 17:02:19 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/969-pertanian-organik-menuju-pertanian-berkelanjutan
Taiwan, Produsen Anggrek Kelas Dunia http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/967-taiwan-produsen-anggrek-kelas-dunia bbppl-anggrektaiwan2Taiwan merupakan negara produsen anggrek terkemuka dan salah satu negara eksportir anggrek terbesar di dunia. Iklim subtropis Taiwan ideal untuk pertumbuhan anggrek dengan temperatur yang hangat, cahaya matahari yang cukup berlimpah, kelembaban yang tinggi dan frekuensi hujan yang cukup. Hampir sepanjang tahun greenhouse di Taiwan tidak memerlukan sistem pengontrolan temperatur dan kelembaban yang memerlukan sumber energi, sehingga dapat mengurangi biaya produksi anggrek. Petani anggrek di Taiwan dapat mengontrol periode pembungaan dan menyediakan banyak varietas bunga anggrek yang beragam bentuk dan kombinasi warnanya untuk memenuhi keinginan konsumen.

Pengembangan Varietas Anggrek

Pada awalnya budidaya anggrek hanya merupakan sebuah hobi di Taiwan, namun melihat prospeknya yang menjanjikan, beberapa orang mulai merintisnya menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan. Agroindustri anggrek ini didukung penuh oleh pemerintah Taiwan, baik dari sisi penelitian dan pengembangan anggrek, pembibitan sampai ke pemasaran.

Anggrek merupakan tanaman hias yang paling banyak jenisnya di dunia, yaitu lebih dari 25.000 spesies. Taiwan kaya akan jenis anggrek alam dan salah satu negara termaju dalam teknik pemuliaan anggrek untuk memproduksi varietas baru yang lebih indah. Guna pengawetan plasma nutfah anggrek, Badan Litbang Taiwan (Taiwan Agricultural Research Institute/TARI) telah mengembangkan teknologi penyimpanan benih anggrek yaitu dengan dibekukan di dalam nitrogen cair pada suhu -197o C sehingga dapat disimpan dalam jangka waktu 20 tahun dengan daya kecambah masih bisa mencapai >75%.

bbppl anggrektaiwan1Banyak varietas anggrek yang dikembangkan di Taiwan, namun sebagian besar adalah spesies anggrek bulan (Phalaenopsis spp) sebagai bunga pot, faktanya lebih dari 80% anggrek bulan yang diimpor oleh Amerika Serikat berasal dari Taiwan, selain itu juga mereka banyak mengembangkan bunga potong Oncidium spp yang di Indonesia terkenal dengan sebutan anggrek Golden Shower. Petani anggrek di Taiwan telah sukses mengembangkan banyak variasi anggrek bulan, selain varietas warna merah dan putih sekarang ada anggrek bulan berwarna kuning dan multiwarna.

Taiwan melindungi hak cipta varietas baru yang disilangkan pemulia tanaman, termasuk tanaman anggrek. Orang yang menciptakan varietas tanaman yang baru harus mendaftarkannya ke pemerintah dengan mengisi form aplikasi dan menulis deskripsi tanamannya serta dokumen pendukung lainnya. Varietas tanaman yang didaftarkan harus benar-benar baru, jelas berbeda dari varietas lain yang sudah ada, seragam dan memiliki kestabilan dalam karakteristiknya. Pemegang hak cipta varietas tanaman memiliki hak eksklusif untuk memproduksi dan memperbanyak tanaman serta menawarkan dan menjualnya, hak cipta ini berlaku selama 25 tahun untuk jenis tanaman pohon dan 20 tahun untuk tanaman jenis lainnya. Sudah 15 spesies anggrek yang didaftarkan untuk mendapatkan hak cipta, sebagian besar (91%) adalah jenis anggrek bulan, sisanya (9%) spesies anggrek yang lain. Dari tahun 2002 sampai tahun 2014 sudah 355 hak cipta diberikan untuk jenis anggrek Phalaenopsis spp (Doritaenopsis spp).

Bisnis Anggrek di Taiwan

bbppl anggrektaiwanSalah satu tonggak utama perubahan dalam bisnis anggrek Taiwan dari hobi menjadi industri adalah masuknya perusahaan negara Taiwan yaitu Taiwan Sugar Corp (TSC) pada tahun 1987 untuk memulai kegiatan bisnis di bidang florikultura dan menjadi perusahaan pertama di Taiwan yang menjadikan tanaman anggrek sebagai sebuah industri. Melimpahnya lahan, SDM serta ketersediaan modal memungkinkan perusahaan ini untuk menjalankan bisnis anggrek bulan dalam skala industri. Perusahaan ini membangun banyak greenhouse untuk tanaman anggrek dan merangkul kelompok produsen kecil untuk bergabung dalam rantai produksinya. Model greenhouse yang dikembangkan dikontrol dengan komputer dan menggunakan dua lapisan jaring untuk melindungi bunga anggrek dari sinar matahari. Biaya produksi yang rendah memungkinkan bunga anggrek yang tadinya merupakan tanaman eksklusif menjadi tanaman yang produksinya bersifat massal dan harganya menjadi lebih murah.

Pemerintah Taiwan membangun taman bioteknologi anggrek yaitu Taiwan Orchid Plantation (TOP) yang mengkombinasikan industri anggrek berbasis ilmu biologi dan teknologi. TOP mengorganisasikan produksi dan pemuliaan anggrek, perdagangan, pameran, penelitian dan pengembangan serta promosi mengenai multi fungsi dari TOP kepada pihak-pihak terkait. TOP merencanakan untuk mengintegrasikan area produksi dengan area wisata di sekitarnya. Diselenggarakan pula setiap tahun pameran anggrek internasional (Taiwan International Orchid Show) sejak tahun 2004 yang menggunakan anggrek sebagai tema utama dalam desain, display dan kerajinan tangan. Bersamaan dengan pameran, dilakukan pula kompetisi bunga anggrek, simposium anggrek internasional, temu bisnis, tur ke perusahaan anggrek dan lain-lain. Pameran ini dikunjungi oleh sekitar 300.000 orang per tahun termasuk 3.000 orang profesional di bidang tanaman anggrek.

Para petani di Taiwan biasanya fokus pada satu tahap rantai produksi anggrek, misalnya beberapa orang fokus pada varietas baru, menyemai biji anggrek hingga menjadi benih anggrek dalam botol. Petani lain menanamnya pada media tanam moss dalam pot plastik. Benih anggrek pada umumnya melalui 3 (tiga) tahap pertumbuhan yang masing-masing memakan waktu sekitar 4-6 bulan, biasanya setiap tahap tanaman dirawat oleh petani yang berbeda dan setiap tahap anggrek dipindahtanamkan ke pot yang lebih besar dan kemudian dikirimkan ke luar negeri. Pada greenhouse di Amerika Serikat, sentakan suhu dingin memicu tanaman untuk berbunga sehingga bisa segera dipasarkan kepada konsumen akhir. Taiwan saat ini telah menjadi negara pengirim anggrek terbanyak ke Amerika Serikat.

Ketua panitia konferensi anggrek pada tahun 2004, Chen Shih-shun menyatakan bahwa suksesnya bisnis anggrek Taiwan merupakan hasil dari kombinasi kecocokan geografis untuk melakukan budidaya anggrek, kerja keras para petani dan kemampuan pemerintah untuk mengenali potensi industri ini sehingga pemerintah Taiwan membantu dalam hal pengembangan infrastruktur dan investasi. Saat ini Taiwan telah mengekspor anggrek ke Amerika Serikat, China, negara-negara Eropa dan Jepang.

Kesuksesan bisnis anggrek Taiwan menunjukkan bahwa keberhasilan dalam bisnis suatu komoditas pertanian memerlukan kerja keras dan kesungguhan dari para petani dan pengusaha bisnis pertanian serta dukungan pemerintah terutama dalam hal infrastruktur dan menciptakan iklim berusaha yang kondusif.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2004. Taiwan Orchid : A Rare and Precious Gift from Mother Nature. http://www.taiwanembassy.org.

Eva Dou. 2013. Mass Production of Orchids in Taiwan. The Wall Street Journal Oct. 17.

Kelly Her. 2005. Blooming Orchids. http://taiwantoday.tw.

Ming-Tsung Liu. 2015. The Plant Variety and Plant Seed Act Application in Taiwan and Current Status of International Cooperation. COA Taiwan.  

Pan-Chi Liou. 2005. Marching Toward the Market – The Business Potential for Agricultural Biotechnology in Taiwan. http://www.fftc.agnet.org.

Yue-ie C. Hsing. 2011. Flowering Research in Taiwan. http://pcp.oxfordjournals.org/content.

           

]]>
Ir. Elvina Herdiani, MP Tue, 26 Jan 2016 22:29:36 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/967-taiwan-produsen-anggrek-kelas-dunia
Tips Membuat Kecap Air Kelapa http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/964-tips-membuat-kecap-air-kelapa bbppl-kecap1Air kelapa selain dapat diminum segar, juga dapat diolah sebagai bahan baku industri untuk menghasilkan berbagai produk minuman ringan seperti alkohol, sirup, asam cuka, nata de coco, kecap, dan lain-lain. Air kelapa mempunyai kandungan nutrisi yang cukup tinggi, sehingga dapat dibuat berbagai produk makanan karena mengandung gula 0,56% klorida 0,17%, protein 0,55% dan lemak 0,74%.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan kecap air kelapa antara lain adalah peralatan seperti: panci, wajan, saringan, tampah, kompor, sendok/pengaduk kayu, baskom dan botol. Sedangkan bahan yang dipergunakan yaitu: air kelapa 10 liter, 1 kg kedelai, 4 kg gula merah, 25 g garam, 0,25 kg bawang putih, 175 g kemiri, 0,25 lengkuas, 10 lembar daun/5 batang sereh, 0,75 kluwak dan 0,05% natrium benzoat.

bbppl-kecapYang perlu dilakukan dalam membuat kecap air kelapa adalah sebagai berikut: menyiapkan air kelapa kemudian dijernihkan dengan cara air kelapa diendapkan terlebih dahulu dengan baskom kapasitas 10 liter. Pisahkan air kelapa dari kotoran-kotoran yang mengendap lalu ambil /tuangkan air kelapa yang jernih di baskom lain perlahan-lahan. Kemudian masukkan air kelapa ke dalam wajan. Sementara itu tumbuk kemiri dan bawang putih sampai halus dan goreng dengan air kelapa, diaduk jangan sampai gosong dan atur api jangan terlalu besar supaya tidak gosong yang dapat mempengaruhi rasa kecap karena akan menjadi pahit.

Bersihkan kedelai dan cuci bersih dengan air mengalir hingga bersih dan kemudian rendam selama 12 jam. Setelah itu cuci bersih kedelai kemudian rebus selama 30 menit dengan tujuan agar kulit arinya mudah dikelupas, lalu kedelai dicuci dan ditiriskan. Setelah itu tebarkan di atas tampah yang bersih, beri Aspergilus flavus lebih dikenal dengan nama jamur kecap. Jamur ini berwarna hijau pupus dan agak sulit diperoleh di pasaran bebas, atau berilah Rhizipus Oryzae lebih dikenal dengan jamur tempe, jamur ini mudah sekali diperoleh. Kemudian tutuplah dengan tampah dan fermentasikan di tempat yang lembab selama 3 hari. Setelah timbul jamur, jemurlah pada terik matahari hingga kering.

bbppl-kecap3Buatlah larutan garam, untuk 1 liter air diberi garam 300 gram. Agar garam larut benar benar dan waktu pembuatan lebih cepat sebaiknya direbus dan dibiarkan sampai dingin. Rendamlah kedelai yang telah berjamur dalam larutan garam tersebut selama seminggu sampai seluruh kedelai terendam. Jemur pada terik matahari setiap hari dalam keadaan terendam. Setelah proses perendaman dalam air garam selesai, saringlah rendaman kedelai dengan saringan. Cairan hasil saringan ini yang disebut filtrate (calon kecap). Filtrat ini yang ditambahkan dalam pengolahan kecap air kelapa. Masaklah air kelapa yang sudah jernih sampai mendidih, tambahkan kemiri dan bawang putih yang bbppl-kecap2sudah dilembutkan dan digoreng, tambahkan irisan lengkuas, daun salam, daun sereh, kluwak, filtrate, garam, dan gula. Aduklah terus menerus untuk mencegah terjadinya penggosongan dan pengerakan. Kecap air kelapa sudah bisa dianggap masak apabila cairan tersebut dituangkan, tetesannya tidak putus dan kadar gula mencapai antara 65 – 80%, warna cairan coklat tua kehitam-hitaman. Angkatlah dari perapian dan dinginkan serta saringlah dengan mempergunakan saringan. Berilah bahan pengawet yaitu Natrium Benzoat sebanyak 0,02% perliter kecap. Penambahan bahan pengawet dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penjamuran atau perubahan rasa sebelum kecap dimanfaatkan. Hasil saringan ini merupakan kecap manis dengan kadar protein 3%, gula 46,71%, sukrosa 35,3% dan garam 8,66%. Komposisi ini memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Agar kecap dapat dijual atau didistribusikan, maka diperlukan pembotolan dan pengepakan yang tepat. Botol yang akan digunakan harus disterilkan dahulu supaya tidak mengandung bakteri yang dapat merusak kecap selama penyimpanan. Untuk menutup botol dapat dilakukan dengan alat penutup yang disebut bottle panning. Selanjutnya dapat dipak dalam peti kayu untuk dipasarkan. Dari pengolahan air kelapa sebanyak 10 liter diperoleh kecap manis sebanyak 6 liter atau 10 botol ukuran 600 ml. Kecap ini dapat disimpan kurang lebih 6 bulan lamanya.

Selamat mencoba.

Referensi :

Anonimous. 1991. Budidaya dan Pengolahan Hasil Kedelai. Departemen Pertanian

Suwarno. 1985. Kecap Fermentasi dan Pengolahan Bahan. Penebar Swadaya Jakarta.

]]>
Setia Wahyuti, SH, MP Thu, 31 Dec 2015 17:40:33 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/964-tips-membuat-kecap-air-kelapa
Bioremediasi dengan Perlakuan Hayati http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/962-bioremediasi-dengan-perlakuan-hayati bbppl-bioremediasiSeperti udara dan air, tanah merupakan komponen penting dalam kehidupan kita. Tanah berperan penting dalam pertumbuhan hidup, memelihara ekosistem, dan memelihara siklus air. Kasus pencemaran tanah terutama disebabkan oleh pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat (ilegal dumping); kebocoran limbah cair dari industri atau fasilitas komersial; atau kecelakaan kendaraan yang membawa minyak, bahan kimia atau limbah yang kemudian jatuh ke permukaan tanah; dan berasal dari pestisida dan herbisida: As, Ba, Cd, Cr, Pb, Hg, Ni, Se, Cu dan Zn.

bbppl-bioremediasi2Apabila suatu zat berbahaya/beracun mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu hujan atau air ke dalam tanah. Polusi memasuki tanah akan terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat racun dalam tanah dapat berdampak langsung kepada masyarakat atau dapat mencemari air tanah dan udara di atas.

Upaya pengolahan limbah B3 baik di darat (tanah dan air tanah) ataupun di laut telah banyak dilakukan dengan menggunakan teknik ataupun metoda konvensional dalam mengatasi pencemaran seperti dengan cara membakar (incinerasi), menimbun (landfill), menginjeksikan kembali sludge keformas minyak (slurry fracture injection) dan memadatkan limbah (solidification). Teknologi-teknologi ini dianggap tidak efektif  dari segi biaya (cost effective technology), waktu (time consuming)dan juga keamanan (risk). Guna mencegah dampak lebih parah, lokasi tercemar tersebut dapat dilakukan kegiatan pemulihan kondisinya yang sering dikenal dengan istilah remediasi. Sebelum melakukan remediasi, hal yang perlu diperhatikan:

1. Jenis polutan (organik atau anorganik), terdegradasi tidak, berbahaya atau tidak

2. Berapa banyak zat polutan yang mencemari tanah

3. Perbandingan karbon (C), nitrogen (N), dan Fosfat (P)

4. Jenis tanah

5. Kondisi tanah (basah atau kering)

6. Berapa lama telah terendapkan polutan zat di lokasi

7. Kondisi pencemaran (sangat penting untuk dibersihkan/bisa ditunda).

Ada 2 jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, ventilasi (injection), dan bioremediasi. Kita tak perlu repot menggali tanah dan memindahkannya ke lokasi khusus. Di Amerika Serikat (AS), teknik ini banyak diadopsi sebab biaya penggalian dan pemindahan tanah tergolong mahal (Anonimous, 2006).

Sementara pada remediasi ex-situ, tanah tercemar digali dan dipindahkan ke dalam penampungan yang lebih terkontrol. Lalu diberi perlakuan khusus dengan memakai mikroba. Remediasi ex-situ bisa lebih cepat dan mudah dikontrol. Dibanding in-situ, ia mampu meremediasi jenis kontaminan dan jenis tanah yang lebih beragam. Pembersihan off-site yang jauh lebih mahal dan rumit.

Salah satu teknik remediasi yang sekarang sering digunakan adalah bioremediasi, cara ini banyak digunakan memulihkan tanah yang tercemar senyawa hidrokarbon. Bioremediasi didefinisikan sebagai proses penguraian limbah organik/anorganik polutan secara biologi dalam kondisi terkendali dengan tujuan mengontrol, mereduksi atau bahkan mereduksi bahan pencemar dari lingkungan. Kelebihan teknologi ini ditinjau dari aspek komersil adalah relatif lebih ramah lingkungan, biaya penanganan yang relatif lebih murah dan bersifat fleksibel.

Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat polutan menjadi kurang beracun atau tidak beracun (karbondioksida dan air). Ada 4 teknik dasar yang biasa digunakan dalam bioremediasi, yaitu:

  1. Merangsang aktivitas mikroorganisme asli (di lokasi kejangkitan) dengan penambahan gizi, kondisi redoks, optimasi dari pH, dsb.
  2. Inokulasi (penanaman) mikroorganisme dari kejangkitan di lokasi, yaitu mikroorganisme yang memiliki kemampuan biotransformasi khusus.
  3. Penerapan immobilized enzymes.
  4. Penggunaan tanaman (phytoremediation) untuk menghapus atau mengubah polutan.

Bioremediasi proses harus mempertimbangkan suhu tanah, ketersediaan air, nutrisi (N, P, K), rasio C : N kurang dari 30 : 1, dan ketersediaan oksigen.

Mikroorganisme dalam Bioremediasi

bbppl-bioremediasi3Sejak tahun 1900-an, orang-orang sudah menggunakan mikroorganisme untuk mengolah air pada saluran air. Saat ini, bioremediasi telah berkembang pada perawatan limbah buangan yang berbahaya (senyawa-senyawa kimia yang sulit untuk didegradasi), yang biasanya dihubungkan dengan kegiatan industri. Yang termasuk dalam polutan-polutan ini antara lain logam-logam berat, petroluem hidrokarbon, dan senyawa-senyawa organik terhalogenasi seperti pestisida, herbisida, dan lain-lain. Banyak aplikasi-aplikasi baru menggunakan mikroorganisme untuk mengurangi polutan yang sedang diujicobakan. Bidang bioremediasi saat ini telah didukung oleh pengetahuan yang lebih baik mengenai bagaimana polutan dapat didegradasi oleh mikroorganisme, identifikasi jenis-jenis mikroba yang baru dan bermanfaat, dan kemampuan untuk meningkatkan bioremedisi melalui teknologi genetik. Teknologi genetik molekular sangat penting untuk mengidentifikasi gen-gen yang mengkode enzim yang terkait pada bioremediasi. Karakterisasi dari gen-gen yang bersangkutan dapat meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana mikroba-mikroba memodifikasi polutan beracun menjadi tidak berbahaya. Salah satu bakteri yang digunakan dalam bioremediasi, Geobacter metallireducens, yang tidak hanya dapat menghancurkan kontaminasi dari minyak bumi seperti benzena, tetapi juga dapat memakan logam-logam radioaktif pada air tanah yang terkontaminasi uranium.

Strain atau jenis mikroba rekombinan yang diciptakan di laboratorium dapat lebih efisien dalam mengurangi polutan. Mikroorganisme rekombinan yang diciptakan dan pertama kali dipatenkan adalah bakteri "pemakan minyak". Bakteri ini dapat mengoksidasi senyawa hidrokarbon yang umumnya ditemukan pada minyak bumi. Bakteri tersebut tumbuh lebih cepat jika dibandingkan bakteri-bakteri jenis lain yang alami atau bukan yang diciptakan di laboratorium yang telah diujicobakan. Akan tetapi, penemuan tersebut belum berhasil dikomersialkan karena strain rekombinan ini hanya dapat mengurai komponen berbahaya dengan jumlah yang terbatas. Strain inipun belum mampu untuk mendegradasi komponen-komponen molekular yang lebih berat yang cenderung bertahan di lingkungan.

bbppl-bioremediasi1Jamur merang atau jamur Shiitakes – adalah jenis jamur yang umum kita kenal sebagai jamur yang dapat dimakan (edible mushroom). Jamur tersebut dan jamur lainnya telah dikembangkan untuk digunakan dalam pemulihan lingkungan tercemar. Teknik ini disebut mikoremediasi (mycoremediation), dengan menggunakan miselium, bagian vegetatif dari jamur, untuk menguraikan polutan.

Jamur pelapuk putih dari spesies Marasmius sp, telah dikembangkan untuk menjadi mikroba pengurai polutan, terutama hidrokarbon minyak bumi. Jamur pelapuk putih ini secara khusus mempunyai kemampuan yang tinggi dalam menguraikan polutan dengan struktur senyawa aromatik, seperti senyawa-senyawa terklorinasi. Penggunaan jamur ini terus disempurnakan, selain itu juga secara paralel dilakukan eksplorasi jenis jamur lainnya, termasuk mekanisme enzimatik jamur untuk menghasilkan proses penguraian yang lebih efektif. Penggunaan jamur dalam proses bioremediasi mempunyai beberapa keunggulan karena jamur mempunyai kemampuan bertahan lebih tinggi di dalam lingkungan yang toksik. Enzim pengurai polutan disekresikan oleh miselium jamur yang dapat menguraikan polutan dengan konsentrasi dan berat molekul yang tinggi. Miselium jamur dapat menembus tanah dengan porositas rendah misal tanah liat, sehingga polutan yang terjebak di dalamnya dapat terurai. Hal ini dilakukan secara lambat oleh bakteri yang tumbuh dengan mekanisme duplikasi. Tanah yang dihasilkan setelah proses bioremediasi selesai menjadi tanah yang bersih, bertekstur seperti kompos atau sedimen. Produk akhir ini dapat digunakan sebagai tanah pencampur untuk proses bioremediasi tahap selanjutnya, atau landscaping, tanah pengisi, dll.

Penggunaan jamur ini aman, ekonomis, dan operasional dan pemeliharaannya mudah. Tidak ada konstruksi khusus untuk melakukan proses mikoremediasi ini. Teknik bioremediasi yang telah banyak dilakukan akan dengan mudah menggunakan inokulan jamur ini sebagai mikroorganisme pengurainya.

Daftar Pustaka

Budianto H, 2004. Bioremidiasi, www.iec.co.id/bioremediasi1.html - 11k - . Diakses tanggal 12/02/2015

Maxdoni, 2005. Bioremediasi Mencuci Lahan Tercemar dengan Kumanhttp://www.sinarharapan.co.id/berita/0205/22/ipt01.html. Diakses tanggal 14/08/2014

Natalia, 2007. Studi Evaluasi Bioremediasi Tanah tercemar Petroleum Hydrocarbon dengan Land Treatment. digilib.lpmpdki.web.id/gdl php?mod =browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-joicenatal-25667 - 12k –. Diakses tanggal 11/02/2015.

 

]]>
Riyadi Pratiwa, S.Pt, MP Mon, 28 Dec 2015 15:04:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/962-bioremediasi-dengan-perlakuan-hayati
Metode Penyuluhan Pertanian http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/947-metode-penyuluhan-pertanian Penyuluhan pertanian merupakan suatu upaya atau proses kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan petani.Efektivitas penyuluhan pertanian ditentukan oleh komponen-komponen dalam sistem penyuluhan pertanian, diantaranya yaitu  bagaimana  memilih metode penyuluhan pertanian yang baik..?

bbppl-metodePPMetode yang efektif harus dipilih dan ditetapkan berdasarkan karakteristik sasaran, sumberdaya yang dimiliki, materi, dan tujuan yang ingin dicapai. Dalam menerapkan metode penyuluhan pertanian terdapat kaidah-kaidah yang harus diikuti oleh penyuluh pertanian sehingga metode menjadi efektif. Berkaitan dengan itu, diperlukan kompetensi menerapkan metode penyuluhan pertanian.Adapun tujuan metode penyuluhan pertanian adalah untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan pertanian dengan pemilihan metode  yang tepat, sesuai  dengan kebutuhan dan kondisi sasarannya, dimana penyuluh pertanian dapat menetapkan suatu metode atau kombinasi beberapa  metode  yang tepat  dan berhasil  guna. Dengan demikian kegiatan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan untuk  menimbulkan perubahanyang dikehendaki.

Pengertian Metode Penyuluhan Pertanian

Metode Penyuluhan Pertanian adalah cara penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan pertanian oleh penyuluh pertanian kepada petani beserta anggota keluarganya baik secara langsungmaupun tidak langsung agar mereka tahu, mau dan mampu menggunakan inovasi baru. Umumnya pesan terdiri dari sejumlah simbol dan isi pesan inilah yang memperoleh perlakuan.Bentuk perlakuantersebut memilih, menata, menyederhanakan, menyajikan, dll.Dilain pihak simbol dapat diartikan  kode-kode  yang digunakan  pada pesan.  Simbol yang mudah diamati  dan paling banyak digunakan  yaitu bahasa. 

Dengan demikian tujuan pemilihan metode penyuluhan adalah: 1) agar penyuluh pertanian dapat menetapkan suatu metode atau kombinasi beberapa metode yang tepat dan berhasilguna, 2) agar kegiatan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan untuk menimbulkan perubahan yang dikehendaki  yaitu perubahan perilaku petani dan anggota keluarganya dapat berdayaguna dan berhasilguna.

Prinsip-prinsip Metode Penyuluhan Pertanian

Prinsip merupakan suatu pernyataan mengenai kebijaksanaan yang dijadikan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan dan dilaksanakan secara konsisten.Mardikanto (1999) menyatakan bahwa merujuk pada pemahaman penyuluhan pertanian sebagai proses pembelajaran, maka prinsip-prinsip dalam penyuluhan pertanian sebagai berikut:

  1. Mengerjakan; artinya kegiatan penyuluhan harus sebanyak mungkinmelibatkan masyarakat untuk menerapkan sesuatu.
  2. Akibat; artinya kegiatan pertanian harus memberikan dampak yang memberi pengaruh baik.
  3. Asosiasi; artinya kegiatan penyuluhan harus saling terkait dengan kegiatan lainnya.  Misalnya apabila seorang petani berjalan di sawahnya kemudian melihat tanaman padinya terserang hama, maka ia akan berupaya untuk melakukan tindakan pengendalian.

Penggolongan Metode PenyuluhanPertanian

Untuk mempermudah mempelajari jenis-jenis metode penyuluhan pertanian, dilakukan penggolongan antara lain:

  1. Penggolongan Berdasarkan Teknik komunikasi

Berdasarkan teknik komunikasi, metode penyuluhan pertanian digolongkan menjadi: 1) komunikasi langsung (direct communication/face to face communication), contohnya: obrolan di sawah, obrolan di balai desa, obrolan di rumah, telepon/HP, kursus tani, demonstrasi karyawisata, dan pameran, dan 2) komunikasi tidak langsung (indirect communication), contohnya publikasi dalam bentuk cetakan, poster, siaran radio/TV, dan pertunjukan film. Jadi, dalam kegiatan komunikasi tidak langsung, pesan disampaikan melalui perantara (medium atau media).

2. Penggolongan Berdasarkan Jumlah Sasaran

Berdasarkan jumlah sasaran yang dicapai, metode penyuluhan pertanian digolongkan menjadi 1) pendekatan perorangan, contohnya: kunjungan rumah, kunjungan usaha tani, surat-menyurat, dan hubungan telepon; 2) pendekatan kelompok, contohnya: diskusi kelompok, demonstrasi (cara atau hasil), karyawisata, temu lapang, temu usaha, dan kursus tani; 3) pendekatan massal, contohnya: pameran, pemutaran film, siaran pedesaan/TV, pemasangan poster, pemasangan spanduk, dan penyebaran bahan bacaan (folder, leaflet, liptan, brosur).

 Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian

Kemampuan seseorang dalam mempelajari sesuatu berbeda-beda.Demikian pula tahap perkembangan mentalnya, keadaan lingkungan dan kesempatannya juga berbeda-beda.  Oleh karena itu, perlu dipilih metode penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna. 

Jenis-jenis Metode Penyuluhan Pertanian

1. Anjangsono

     Anjangsono atau kunjungan merupakan kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan secara langsung kepada sasaran.  Kunjungan dapat dilakukan ke tempat sasaran yaitu lahan usaha tani atau ke rumah berupa pendekatan perorangan.Selain itu, apabila penyuluh melakukan kunjungan pada kelompok tani disebut pendekatan kelompok, dan jika penyuluh memberikan ceramah kepada sasaran yang jumlahnya banyak dan heterogen, disebut pendekatan kelompok.

2. Demonstrasi

     Demonstrasi merupakan metode penyuluhan pertanian yang dilakukan dengan cara peragaan. Kegiatan demonstrasi dilakukan dengan maksud agar memperlihatkan suatu inovasi baru kepada sasaran secara nyata atau konkret. Melalui kegiatan demonstrasi sasaran (audience) diajarkan mengenai keterampilan, memperagakan cara kerja teknik-teknik baru termasuk keunggulannya untuk menyempurnakan cara lama.

     Dalam penyuluhan pertanian dikenal ada dua macam demonstrasi, yaitu 1) demonstrasi cara, dan 2) demonstrasi hasil

Sedangkan menurut bentuknya dikenal ada 4 tingkatan demonstrasi, yaitu:

a. Demonstrasi plot (demplot); demonstrasi usaha tani perorangan

    dengan penerapan teknologi pertanian pada usaha tani kecil dengan komoditi tertentu (tanaman pangan, perkebunan, ternak, ikan, dan penghijauan). Luas lahan yg digunakan 0,1 ha.Pembiayaannya berasal dari pemerintah atau pihak swasta yang bertujuan mempromosikan produk atau teknologinya.

b. Demonstrasi farming (demfarm); demonstrasi usaha tani dengan  penerapan  teknologi pertanian pada usaha tani yang dilakukan secara kelompok.  Luas lahan yang digunakan 1 - 5 ha.

c. Demonstrasi area (dem-area); demonstrasi usaha tani gabungan kelompok dengan penerapan teknologi pertanian pada usaha tani yang dilakukan secara kerja sama antara kelompok dalam satu gabungan kelompok. Luas lahan yang digunakan 25 – 100 ha.  Dem-area ini merupakan pola dasar dari model intensifikasi khusus (INSUS)

d. Demonstrasi unit (dem-unit); demonstrasi yg dilaksanakan  antar gabungan kelompok tani dalam suatu hamparan Wilayah Kerja Penyuluhan. Kegiatan utamanya meliputi, produksi, pengolahan, penguasaan, dan pemasaran hasil pertanian, menuju kepada pembangunan masyarakat perdesaan. 

3. Pameran

     Pameran merupakan metode penyuluhan pertanian dengan pendekatan massal. Sifat pengunjungnya heterogen, tidak terbatas hanya pada petani tetapi juga orang yang bukan petani.Dalam pameran akan dijumpai berbagai macam visual aid yang digunakan secara tunggal atau digabungkan.

     Tujuan pameran pertanian, yaitu: a) memperlihatkan fakta, dan memberi informasi kepada pengunjung, b) memperlihatkan suatu cara, misalnya cara mengetahui benih yang baik, cara memproses bibit dengan kultur jaringan, c) memajukan usaha, artinya mengajak para pengunjung untuk ikut melaksanakan atau mencontoh apa yang dilihatnya, dan d) memperkenalkan hasil-hasil usaha, memperlihatkan hasil yang dicapai dengan kuantitas dan kualitas yang baik.

  1. Pertemuan Petani
  2. a.Temu Wicara

Pertemuan dan dialog 2 arah antara petani atau kontak tani dengan pejabat pemerintah dengan bahasan kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan pertanian dan kehutanan serta ide, gagasan, laporan dan usulan petani kepada pemerintah.

b.    Temu Bisnis – Temu Usaha

Seperti halnya temu wicara, temu bisnis, atau temu usaha adalah pertemuan antara petani atau kontak tani dengan para pengusaha, baik pengusaha Agroindustri di segmen hulu (pengusaha banih, pupuk, obat dan alsintan) maupun para pengusaha pengolahan produk primer dan pengusaha di segment pemasaran.

c.     Temu Karya – Temu Hasil

Temu karya atau temu hasil adalah pertemuan antara petani atau kelompok tani dengan petani dan kelompok tani lain untuk saling tukar menukar informasi ikhwal hasil karya masing-masing petani.

d.   Temu Lapangan

Temu Lapangan adalah  pertemuan antara petani–nelayan dengan peneliti untuk saling tukar menukar informasi tentang teknologi yang dihasilkan oleh peneliti dan umpan balik dari petani.

5. Kursus Tani

      Kursus tani adalah kegiatan belajar dan mengajar bagi para petani dalam waktu tertentu dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani.

  1. Mimbar Sarasehan

Mimbar sarasehan merupakan forum konsultasi antara wakil para petani beserta keluarganya/KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik dan berkesinambungan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan mencapai kesepakatan mengenai hal-hal yang menyangkut masalah-masalah pelaksanaan program pemerintah dan kegiatan petani-nelayan dalam rangka pembangunan pertanian.

Dengan dipahaminya metode penyuluhan pertanian, sehingga diharapkan proses penyuluhan dapat berjalan sesuai harapan dan berdasarkan karakteristik sasaran, sumber daya yang dimiliki, materi serta tujuan yang ingin dicapai.

Daftar Pustaka

 

Ban, van den, A.W. dan Hawkins, A.S. 2001. Penyuluhan Pertanian, Kanisius, Yogyakarta.

Kartasapoetra, A.G., 1988. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Bumi Aksara, Jakarta

Mardikanto, T., 1999. Penyuluhan Pembangunan Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Padmowihardjo, S., 2000. Metode Penyuluhan Pertanian, Universitas Terbuka, Jakarta.

Samsudin, U. 1987. Dasar-dasar Penyuluhan dan Modernisasi Pertanian,Bina Cipta, Bandung.

 

]]>
Ir. Ermina Yogasuria, M.Si. Tue, 03 Nov 2015 17:48:22 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/947-metode-penyuluhan-pertanian
Budidaya Bunga Potong Gerbera http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/942-budidaya-bunga-potong-gerbera bbppl-gerbera4Masyarakat Indonesia menyebut gerbera sebagai gebras atau hebras. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman hias pendatang dari luar negeri (introduksi) dan diduga berasal dari Afrika Selatan, Afrika Utara dan Rusia. Penemu tanaman gerbera adalah Traug Gerber, seorang naturalis berkebangsaan Jerman yang melakukan ekspedisi ke Afrika Selatan. Selanjutnya ditemukan gerbera hibrida oleh Jamenson. Berawal dari kedua penemu tersebut, tanaman gerbera dikukuhkan dengan nama Gerbera jamessonii Bolus ex Hook.

Tanaman hias gerbera telah menjadi komoditas bunga potong yang penting dibeberapa negara, diantaranya adalah Belanda dan Thailand. Prospek pengembangan budidaya bunga potong gerbera amat cerah, karena selain dapat diandalkan sebagai komoditas ekspor, juga memiliki potensi sebagai salah satu penghasil minyak atsiri untuk bahan baku industri minyak wangi, kosmetika dan sabun. Kondisi agroekologi tropis Indonesia sangat memungkinkan untuk pengembangan budidaya tanaman hias bunga potong gerbera, baik jenis gerbera lokal maupun mendatangkan dari luar negeri (introduksi)

Di Indonesia tanaman gerbera dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi (pegunungan). Daerah yang paling baik untuk pengembangan tanaman ini adalah dataran tinggi yang beriklim sejuk. Umumnya daerah sentra produksi bunga potong berada pada ketinggian antara 560-1.400 meter di atas permukaan laut (dpl), suhu udara berkisar antara 13,7-18° C (minimum) dan antara 19,5-30° C (maksimum), dengan curah hujan tahunan berkisar antara 1.900-2.800 mm. Tanah yang baik untuk tanaman gerbera yaitu tanah lempung yang berpasir, subur dan banyak mengandung bahan organik atau humus, derajat keasaman (pH) tanah yang cocok untuk budidaya gerbera berkisar antara 5,5-7,0.

Perbanyakan tanaman gerbera dapat dilakukan secara generatif dengan biji atau secara vegetatif berupa pecahan anakan atau potongan rimpang dan cara kultur jaringan. Perbanyakan tanaman gerbera yang paling praktis dan mudah dipraktikkan oleh para petani bunga adalah cara pemisahan anakan atau membagi rumpun induknya.

Penyiapan lahan berupa bedengan yang dilengkapi dengan naungan/atap dari plastik bening biasanya dipraktikkan oleh para petani tanaman hias gerbera untuk tujuan komersial memproduksi bunga potong. Fungsi atap/naungan dari plastik bening ini antara lain untuk menangkal derasnya air hujan, pengaruh intensitas sinar matahari yang terlalu terik dan mencegah kemungkinan bahaya serangan hama dan penyakit yang membahayakan.

bbppl-gerbera3A. Penanaman

Penanaman gerbera dapat dilakukan sepanjang musim atau tahun, asalkan ketersediaan airnya memadai. Khusus untuk di tempat terbuka, waktu tanam yang paling baik adalah pada awal musim hujan atau awal musim kemarau.

Cara penanaman bibit gerbera pada lahan bedengan adalah sebagai berikut:

-     Lubang tanam dibuat selebar dan sedalam daun cangkul pada jarak tanam 20-25 cm dalam barisan dan 35-40 cm antar barisan

-     Bibit gerbera dipilih, kemudian tanam secara tegak di tengah-tengah lubang tanam sambil memadatkan tanah di sekitar pangkal batang tanaman

-      Bedengan disiram dengan air bersih hingga cukup basah (lembab)

Cara penanaman gerbera di dalam pot atau polybag adalah sebagai berikut:

-       Sebagian media dari pot atau polybag diambil

-       Bibit gerbera ditanam tepat di tengah-tengah pot atau polybag

-       Media tanam dimasukkan kembali ke dalam pot ataupun polybag sambil dipadatkan di sekitar pangkal batang

-     Media tanam dalam polybag atau pot disiram dengan air bersih hingga cukup basah (lembab). Sekitar 10-15 hari setelah tanam, bibit gerbera mulai tumbuh akar-akar dan tunas barunya sebagai tanaman muda.

bbppl-gerbera1         B.  Pemeliharaan Tanaman

Selama masa penanaman, kegiatan pokok pemeliharaan tanaman gerbera adalah sebagai berikut:

1. Penyiraman (pengairan)

Pada fase awal pertumbuhan tanaman gerbera, kegiatan penyiraman (pengairan) perlu dilakukan secara rutin setiap hari 1-2 kali. Pemberian air selanjutnya dapat berangsur-angsur dikurangi sesuai dengan keadaan cuaca. Hal yang penting adalah keadaan tanah (media tanam) tidak boleh kekeringan ataupun terlalu basah (menggenang). Cara pemberian airnya adalah dengan disiram dengan alat bantu embrat (gembor) ataupun dikocor melalui selang atau di-leb.

2.       Penyulaman

       Tanaman yang mati atau tumbuhnya abnormal seawal mungkin harus segera disulam (diganti) dengan bibit yang baru. Periode penyulaman ini sebaiknya tidak melebihi umur 30 hari setelah tanam untuk memudahkan pemeliharaan tanaman berikutnya. Waktu penyulaman yang paling baik adalah pagi atau sore hari pada saat cuaca tidak terlalu terik. Selain itu dilakukan juga perempelan untuk membuang tunas/cabang yang sudah tua, mengering maupun yang terserang penyakit.

3.       Pemupukan

            Pemupukan sebaiknya dilakukan rutin tiap sebulan sekali agar pembungaannya berlangsung sepanjang tahun. Jenis pupuk yang dianjurkan adalah N, P, K serta unsur mikro lainnya. Jumlah pupuk NPK yang diberikan sebanyak 2-4 gram/tanaman untuk setiap kali pemupukan atau dosis per hektarnya antara 200-400 kg, sedangkan dosis pemberian pupuk daun disesuaikan dengan anjuran yang tertera pada labelnya.Cara pemberian pupuk NPK dapat dibenamkan dalam larikan atau lubang di antara barisan tanaman, atau dilarutkan dalam air kemudian disiramkan pada tanah (media). Sebagai pedoman dalam pembuatan larutan pupuk adalah 10 gram NPK/10 liter air. Tiap tanaman dipupuk sekitar 200-250 cc larutan pupuk NPK, sedangkan pupuk daun pada umumnya diberikan dengan cara disemprotkan langsung pada seluruh bagian tanaman.

4.       Sanitasi kebun

        Kegiatan sanitasi kebun ditujukan untuk membersihkan rumput-rumput liar (gulma) dan memotong atau membuang bagian tanaman yang telah mengering maupun terserang penyakit.

5.      Perlindungan (proteksi) tanaman

               Kegiatan pokok perlindungan tanaman bertujuan untuk mencegah kemungkinan serangan hama dan penyakit. Jenis hama yang sering menyerang tanaman gerbera antara lain pengorok daun, thrips, ulat daun, dan belalang. Usaha pengendalian hama tersebut dapat disemprot dengan insektisida seperti Decis atau Agrimec pada konsentrasi yang dianjurkan.

            Adapun penyakit utama yang menyerang tanaman gerbera adalah: Bercak daun yang disebabkan oleh cendawan Cercospora gerberae, kapang kelabu (grey mould) oleh cendawan Botrytis cinerea, penyakit tepung oleh cendawan Erysiphe cichoracearum. Usaha pengendalian penyakit-penyakit ini adalah dengan menyemprotkan fungisida, misalnya Dithane atau Antracol.

bbppl-gerbera2C. Panen dan Pasca Panen Gerbera

Tanaman gerbera dapat berbunga sepanjang musim atau tahun, karena dari setiap rumpun dapat tumbuh beberapa tangkai bunga secara bersamaan ataupun secara bergantian. Pada umumnya tanaman gerbera mulai berbunga sekitar umur 6-8 bulan setelah tanam bibit asal biji, atau 3-5 bulan bila bibitnya berasal dari anakan.

Pemetikan bunga gerbera untuk tujuan didayagunakan sebagai bunga potong dilakukan rutin (kontinyu) tiap seminggu sekali atau tergantung keadaan kuntum bunga di kebun maupun sasaran pemasaran. Ciri-ciri bunga gerbera siap dipanen adalah kuntum bunganya telah mekar penuh atau ketika bunga setengah sampai tiga perempat mekar. Tetapi beberapa varietas dipanen ketika beberapa benang sari terlihat.

Waktu memotong bunga segar yang paling baik adalah pagi atau sore hari. Pemetikan bunga pada siang hari akan menyebabkan cepat layu karena banyak kehilangan air dari tubuhnya. Para petani bunga potong diberbagai daerah sentra tanaman hias dan bunga potong pada umumnya memetik bunga antara jam 06.00-08.00 atau jam 16.00-17.00.

Cara panen bunga gerbera adalah memotong pangkal tangkai bunga secara miring dengan alat bantu pisau atau gunting yang tajam dan bersih/steril. Tangkai bunga hasil pemetikan segera dikumpulkan dalam keranjang atau ember yang berisi air untuk merendam pangkal tangkai bunga tersebut. Tanpa pemberian air sejak lepas panen ini akan menyebabkan bunga gerbera cepat layu.

Pada pertanaman gerbera yang baik dan jenisnya unggul, tiap rumpun gerbera dapat menghasilkan 5-15 kuntum bunga atau sekitar 140 kuntum bunga per meter persegi luas lahan per tahun.

Penanganan pasca panen bunga gerbera meliputi kegiatan pokok sebagai berikut:

  1. Pembersihan dan Penyortiran

Bagian tangkai bunga, daun atau kuntum bunga yang rusak atau cacat dibersihkan, kemudian pilih/sortir tangkai bunnga yang ukurannya abnormal untuk dipisahkan secara tersendiri.

        b. Pengikatan

Tangkai bunga diikat dengan karet gelang atau bahan tali yanglentur, tiap ikatan terdiri dari 10-15 tangkai bunga atau menurut permintaan pasar maupun mempertimbangkan segi kepraktisan dalam pengangkutan serta penyimpanan.

        c. Pengemasan dan Penyimpanan

-      Bunga yang telah diikat dibungkus berdasarkan klasifikasinya dengan plastik atau kertas untuk melindungi kemulusan kuntum bunganya.

-         Bagian tangkai bunga direndam dalam larutan pengawet, misalnya larutan gula 6%. Tempat perendaman tangkai bunga sebaiknya di ruangan yang bersuhu dingin. Pada kondisi alami di dataran tinggi yang suhu udaranya antara 14-25o C, perendaman dapat berlangsung selama 4 jam.

-          Ikatan bunga dikemas dalam wadah dus karton ataupun keranjang plastik

-        Kontainer berisi bunga potong gerbera disimpan di tempat (ruangan) yang dingin dan lembab. Bila ujung tangkai bunga direndam dalam air dan disimpan dalam suhu 4o C, bunga gerbera akan tahan 4-7 hari.

  

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. 2008. Growing Gerbera. www.ehow.com. Diakses tanggal 2 September 2015

 

Chris Mc Laughlin. 2009. A Planting And Growing Guide For Gerbera jamesonii.

www.plantzafrica.com. Diakses tanggal 4 September 2015

Joesi Endah H. 2003. Membuat Tanaman Hias Rajin Berbunga. AgroMedia Pustaka. Jakarta.

Rahmat Rukmana. 1995. Gerbera. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Redaksi Agromedia. 2008. Problem Tanaman Hias Populer & Solusinya. PT. AgroMedia Pustaka. Jakarta

 

]]>
Ir. Elvina Herdiani, MP Fri, 18 Sep 2015 11:39:32 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/942-budidaya-bunga-potong-gerbera
Pasca Panen Sayuran http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/941-pasca-panen-sayuran bbppl-pascapanensayuran1Sayuran, seperti produk hortikultura lainnya, merupakan produk pertanian yang mudah busuk sehingga penanganannya mulai dari saat panen harus hati-hati agar kualitasnya dapat terjaga sampai ke tangan konsumen dan memperoleh harga jual yang tinggi. Bila telah dipanen, tidak ada perlakuan yang dapat meningkatkan kualitas hasil sayuran, yang dapat dilakukan adalah mempertahankan kualitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di negara-negara berkembang kehilangan hasil sayuran dapat mencapai 20-50% akibat penanganan panen dan pasca panen yang kurang tepat.

Faktor-faktor yang menyebabkan turunnya kualitas dan susut panen sayuran adalah: turunnya kadar air, kerusakan mekanis, penguapan, berkembangnya mikroba dan sensitivitas terhadap etilen. Oleh karena itu penanganan pasca panen harus memperhatikan dan meminimalisir hal-hal yang menyebabkan penurunan kualitas dan susut panen sayuran tersebut.

Panen

Penentuan saat panen yang tepat merupakan langkah awal dari upaya memperoleh kualitas hasil sayuran yang optimal. Waktu panen sayuran dapat ditentukan tidak hanya dengan melihat keadaan fisik tanaman namun juga dengan mempertimbangkan harga dan jarak dari kebun ke pasar yang dituju, misalnya untuk pasar yang dekat tomat dipanen pada saat matang ditandai dengan buahnya yang berwarna merah, namun untuk pasar yang jauh, tomat bisa dipanen ketika buahnya masak hijau.

Setiap jenis sayuran memiliki kriteria tanaman siap panen yang spesifik, namun secara umum menentukan sayuran siap panen dapat dilakukan dengan cara:

  1. Visual, yaitu dengan adanya perubahan warna, perubahan bentuk dan ukuran, daun-daun mulai mengering dan buah sudah berkembang penuh.
  2. Fisik, yaitu buah mudah dilepaskan dari tangkainya, perubahan kekerasan daging buah dan meningkatnya berat jenis buah.
  3. Kimia, yaitu meningkatnya kandungan gula dan menurunnya kandungan asam.
  4. Komputasi, yaitu menghitung jumlah hari sejak benih ditanam sampai siap panen.
  5. Fisiologis, yaitu dengan pengukuran pola respirasi untuk menentukan tingkat kematangan.

Panen sayuran dapat dilakukan secara manual dengan tangan yaitu dengan cara dipetik atau dengan bantuan alat misalnya pisau yang tajam.Di negara maju dengan lahan yang luas, panen biasanya dilakukan dengan menggunakan mesin. Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan yang menyebabkan sayuran cepat busuk. Wadah penampung hasil panen harus bersih dan tidak memiliki bagian yang tajam/runcing yang bisa melukai produk hasil panen sayuran.

bbppl-pascapanensayuran2Penanganan Pasca Panen Sayuran

Setelah panen, sayuran memerlukan penanganan pasca panen yang bertujuan: (1) mempertahankan mutu produk sayuran agar tetap prima sampai ke tangan konsumen, (2) menekan kehilangan hasil karena kerusakan dan penyusutan, serta (3) memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai ekonomis sayuran. Guna mencapai tujuan tersebut, penanganan pasca panen sayuran mengacu pada pedoman cara penanganan pasca panen yang baik (Good Handling Practices).

Penanganan pasca panen sayuran tergantung pada jenis sayurannya, namun pada umumnya meliputi tahapan sebagai berikut:

      1. Pengumpulan

Hal yang harus diperhatikan pada kegiatan ini adalah: lokasi pengumpulan harus dekat dengan tempat pemanenan sehingga tidak terjadi penyusutan atau penurunan kualitas akibat pengangkutan dari dan ke tempat pengumpulan. Selain itu tempat pengumpulan juga harus terlindung dari sinar matahari agar hasil panen tidak cepat layu karena penguapan.

2. Sortasi

       Tahapan ini memisahkan sayuran yang rusak, busuk, luka, terserang penyakit, warnanya tidak bagus dan bentuknya tidak normal    dari sayuran yang berkualitas baik sesuai dengan kriteria yang diminta konsumen. Kegiatan ini juga harus dilakukan di tempat teduh.

       3.  Pembersihan

Tujuan membersihkan sayuran adalah untuk menghilangkan kotoran, benda-benda asing, sisa-sisa tanaman yang menempel pada hasil panen, getah dan lain-lain serta supaya komoditas sayuran lebih menarik sehingga nilai jualnya lebih tinggi. Pembersihan dapat dilakukan dengan cara mencuci menggunakan air untuk beberapa jenis sayuran atau mengelap dengan kain yang bersih, kering dan lembut misalnya untuk tomat.

Pada beberapa jenis sayuran tertentu misalnya kubis bunga, dilakukan perempelan/trimming yaitu memotong atau menghilangkan bagian tanaman tertentu yang tidak disukai tanaman atau menyebabkan umur simpan menjadi lebih pendek. Perempelan dilakukan untuk membuang bagian sayuran yang rusak/luka, warna yang berubah atau cacat bentuknya agar penampilan komoditas sayuran tetap bagus.

  1. bbppl-pascapanensayuran3Grading atau Pengkelasan

Grading adalah memisahkan dan menggolongkan komoditas berdasarkan tingkatan mutu seperti : berat, ukuran, bentuk dan warna. Grading dilakukan sesuai dengan mutu yang diminta oleh konsumen.

2. Pengemasan

Pengemasan sayuran harus dilakukan dengan wadah yang sesuai sehingga tujuan pengemasan dapat tercapai, yaitu: melindungi/mencegah komoditi dari kerusakan mekanis, menjaga kebersihan, menciptakan daya tarik bagi konsumen, memberikan nilai tambah produk serta memperpanjang daya simpan produk. Pengemas yang umum digunakan diantaranya: karton/box, kotak kayu, keranjang bambu, keranjang plastik, kantong plastik dan jaring/net.

Pelabelan diberikan pada luar kemasan. Pelabelan idealnya berisi nama komoditi dan kelas mutunya, nama produsen, alamat produsen, tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa serta berat bersih.

3. Penyimpanan

Penyimpanan sayuran dapat memperpanjang kegunaan dan ketersediaan sayuran karena kemunduran kesegaran dapat diperkecil. Penyimpanan sayuran dapat dilakukan di luar atau di dalam lemari atau ruang pendingin (refrigerator/cool storage). Penyimpanan di dalam lemari/ruang pendingin merupakan cara yang terbaik karena komoditi sayuran memperoleh suhu dan kelembaban relatif yang optimum sehingga terjaga kesegarannya dalam jangka waktu yang relatif lama. Penyimpanan sayuran juga dapat dilakukan dengan pengendalian atmosfer dan pelapisan dengan lilin (waxing).

       4. Transportasi

Karakteristik jenis produk yang diangkut, lamanya perjalanan serta alat/sarana pengangkutan yang digunakan merupakan hal yang harus diperhatikan pada saat transportasi komoditi sayuran. Bila alat pengangkut tidak berpendingin udara, hendaknya transportasi sayuran dilakukan pada saat malam atau dini hari. Selain itu produk sayuran juga hendaknya dijaga dari kemungkinan terjadinya benturan, gesekan dan tekanan yang terlalu berat sehingga dapat menimbulkan kerusakan atau menurunnya mutu produk tersebut. Hal ini dapat dihindari dengan pengaturan tata letak wadah sayuran yang tepat di dalam alat transportasi.

 

 

Daftar Pustaka

Anonim. 2011. Penanganan Pasca Panen Sayuran. http://pertanian457.blogspot.com/2011.

Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura. 2004. Panduan Teknologi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Hortikultura. Departemen Pertanian. Jakarta.

Lisa Kitinoja dan Adel A. Kader. 2003. Penerjemah : I Made S. Utama. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana. Denpasar.

Pantastico, ER. B. 1989. Penerjemah : Kamariyani dan Gembong Tjitrisoepomo. Fisiologi Pasca Panen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Sub Tropika. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

 

           

]]>
Ir. Elvina Herdiani, MP Mon, 14 Sep 2015 19:25:23 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/941-pasca-panen-sayuran
Cara Aman Mengenal Beras Aspal http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/925-cara-aman-mengenal-beras-aspal Konsumen sekarang ini dikhawatirkan oleh beredarnya  produk yang aspal (asli atau palsu?) karena segala sesuatu yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak dipalsukan seperti shampoo, lada, ijazah sampai kepada beras aspal dan masih banyak lagi...cukup mengerikan bukan!!!.  Selayaknya sebagai pengkonsumsi beras, kita perlu mengenal seluk beluk tentang beras!

bbppl-berasplastikBeras merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia, baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan beredarnya  beras aspal. Sehingga kita sebagai masyarakat awam harus waspada alias hati-hati dengan kejadian ini. Bagaimana tidak, karena beras merupakan makanan  kita sehari-hari, teganya dicampur plastik. Apa tidak bahaya?

Petani  prihatin karena telah  sungguh-sungguh memproduksi beras ternyata ternodai oleh oknum segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Kabarnya beras tersebut berasal dari China yang didistribusikan dari daerah Taiyuan Provinsi Shaanxi. Kita harus lebih waspada dan mampu membedakan ciri-ciri beras plastik dan mengenali perbedaan beras asli dan plastik. Jika sekilas diperhatikan, antara beras plastik dan beras asli ini memang tampak tidak ada bedanya sehingga bagi mereka yang tidak tahu ciri-ciri beras plastik akan mudah tertipu. Namun, meski tampak serupa masih ada perbedaan diantara beras asli dan palsu tersebut.

Berdasarkan keterangan media Singapura, China sedang memproduksi beras palsu. Beras palsu ini sedang didistribusikan di Kota Cina Taiyuan, Provinsi Shaanxi. Bahkan diindikasikan beras-beras tersebut juga diekspor. Beras palsu ini terbuat dari gabungan kentang, ubi jalar dan limbah plastik yang direkayasa sedemikan rupa sehingga berbentuk menyerupai beras. Tidak hanya itu, produsen beras palsu ini juga menambahkan resin sintetis industri. Resin sintetis ini dikatakan sangat berbahaya jika dikonsumsi karena bisa memicu kanker. Biaya produksi beras palsu yang rendah dikhawatirkan menarik pedagang grosir untuk menjualnya secara massal agar bisa meraih keuntungan lebih besar. Karenanya kewaspadaan konsumen harus ditingkatkan agar tidak menjadi korban beras palsu.

Berikut ini beberapa ciri-ciri beras palsu sintesis yang dicampur plastik yang telah kami rangkum dari berbagai sumber dan keterangan ahli pangan spesialis yaitu Dr. Verawati Sudarma, M.Gizi, Sp.GK, agar kita tidak tertipu dan salah dalam mengkonsumsi beras plastik yang jelas akan sangat berbahaya bagi kesehatan. Simak daftar perbedaan beras plastik dan beras asli dibawah ini.

Tabel 1. Perbedaan beras asli dan beras plastik

Beras Asli

Beras Plastik

Ukuran beras lebih gemuk ada guratan.

Ukuran beras lebih ramping tidak ada guratan.

Beras asli tampak bening namun terdapat warna putih susu di tengah-tengahnya.

Ciri ciri beras plastik sintesis warnanya bening.

Tekstur cenderung kasar saat dipegang.

Tekstur lebih halus dan lembut karena berbahan plastik.

Beras asli akan menyerap air saat dimasak.

Sedangkan beras palsu malah akan mengeluarkan air saat dimasak.

Jika dimasukkan ke penanak nasi, tekstur akan berubah jadi lembut.

Beras plastik palsu akan lembek saat dimasukkan ke penanak nasi dan cenderung keras, saat dikeluarkan akan semakin kering dan mengeras.

Saat dimasak akan mengeluarkan aroma harum karena HO2

Beras plastik sintesis mengeluarkan aroma sangit saat dimasak.

Sesudah dimasak akan terasa manis saat dimakan karena kandungan glukosa dan karbohidratnya

Cenderung berbau sangit dan beraroma bahan kimia.

Ditempel dengan setrika tidak lengket dan tidak berbau.

Ditempel dengan setrika beras lengket dan berbau sangit .

Beras  asli tidak meleleh kalau dibakar.

Beras plastik dibakar akan meleleh seperti plastik.

Beras asli direndam dalam air maka airnya akan berwarna lebih putih.

Beras palsu airnya tidak akan berwarna putih.

Sumber : data diolah dari berbagai sumber

Pemerintah mendorong masyarakat untuk mampu mengenali secara sederhana perbedaan beras asli dengan beras yang dioplos material plastik maupun utuh beras aspal. Oleh karena itu kita sebagai anggota masyarakat perlu mengenal, mempelajari ataupun memahami  informasi mengenai karakteristik beras aspal dari berbagai sumber atau referensi maupun praktis, jangan sampai kita terjebak pada masalah yang sama. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat dijadikan rujukan untuk  lebih mengenai beras aspal.

Daftar Pustaka:

  1. Anonim, 1995.  Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Mutu Hasil Pertanian Terpadu Komoditi Pangan, Badan Agribisnis Departemen Pertanian. Jakarta.
  2. http://ekbis.sindonews.com/read/1004502/34/cara-membedakan-beras-asli-dan-palsu-1432369683.
  3. Kartika Runiasari/CN19/ SM Network, 2015. Cara Sederhana Mengenal Beras Palsu. Suara merdeka
  4. Winarno, F.G. dan Surono, 2002. HACCP dan Penerapannya dalam Industri Pangan. M-BRIO PRESS, Bogor.
]]>
Ir. Saptoningsih, MP Mon, 24 Aug 2015 19:57:57 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/925-cara-aman-mengenal-beras-aspal
Pilus Kentang nan Renyah dan Gurih http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/918-pilus-kentang-nan-renyah-dan-gurih

Kentang (solanum tuberosum) merupakan salah satu pangan utama dunia setelah padi, gandum, dan jagung. Kentang dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat dan mempunyai potensi dalam program diversifikasi pangan. Kentang sangat digemari hampir semua orang, bahkan dibeberapa daerah ada yang menjadikannya sebagai makanan pokok. Selain itu kentang juga banyak mengandung vitamin B, C, dan sejumlah vitamin A. Kentang selain dimanfaatkan sebagai sayuran dapat juga diolah menjadi makanan ringan seperti keripik, ceriping, dodol, donat, dan perkedel.

Tetapi kelemahan dari kentang yaitu mengandung banyak air sehingga apabila diolah menjadi panganan lain perlu teknologi khusus untuk mengolahnya supaya menjadi tahan lama disimpan. Seperti kita ketahui bahwa kentang termasuk kedalam katagoriproduk agroindustri yang eksklusif sehingga untuk memasarkannya perlu dilakukan sortasi dan grading. Sortasi dan grading pada umbi kentang merupakan tahapan kedua yang dilakukan dalam proses penanganan pasca panen. Setelah umbi kentang dicuci, umbi kentang selanjutnya disortasi. Pada proses ini dilakukan pemisahan terhadap umbi yang baik dan sehat, yaitu umbi yang tidak cacat dan tidak terserang hama ataupun penyakit. Kegiatan ini dapat mencegah penularan penyakit dari umbi yang sakit atau rusak ke umbi yang sehat.

Setelah disortasi, umbi kentang yang sehat dikelompokkan menurut ukuran besar umbi atau beratnya, varietas, dan tingkat ketuaan umbi. Hasil grading adalah kentang dengan kelas mutu I, II, III, dan IV. Grading bisa dilakukan bersamaan dengan sortasi. Menurut Setiadi Surya Fitri N (1993), kentang varietas French Fries dapat dikelompokkan kedalam 4 kelas mutu menurut ukuran beratnya, yaitu:

Kelas mutu I               : berat antara 250-400 g

Kelas II                       : berat antara 100-250 g

Kelas III                      : berat antara 60-100 g

Kelas IV                      : berat antara 30-60 g

Sedangkan menurut SNI-01-3175-1992 umbi kentang segar dikelompokkan kedalam 3 mutu yaitu mutu I, II, dan III. Untuk kelas dibawahnya biasanya dijual kepasar tradisional atau dijual murah.Salah satu kelebihan dalam proses pengolahan pilus adalah dapat menggunakan kentang yang sudah tidak berkelas, sehingga harga jualnya pilus kentang ini cukup bisa bersaing dipasar atau ditoko oleh-oleh menjadi makanan khas daerah-daerah yang memang produsen kentang seperti Wonosobo, Garut, Pangalengan, dan wilayah lainnya 

Pilus merupakan salah satu makanan ringan gurih renyahyang banyak disukai oleh anak-anak hingga orang dewasa. Pilus kentang adalah pilus yang menggunakan bahan dasar kentang dan bahan-bahanseperti tepung sagu, telur dan lain-lain yang merupakan bahan tambahan. Rasa pilus ini sebetulnya bisa disesuaikan dengan kesukaan konsumen seperti rasa manis, asin, pedas, rasa kari, rasa rendang, rasa bumbu sate, dan lain sebagainya.

Panganan kecil tersebut sering dikonsumsi disaat-saat santaidan merupakan makanan wajib bagi para pecinta sepak bola. Produk snack pilus di Indonesia banyak dilakoni oleh industri kecil dan beberapa adalah pengusaha kelas kakap. Usaha memproduksi cemilan pilus masih memiliki pangsa pasar yang cukup bagus, meskipun usaha ini telah digeluti oleh banyak pemain.

Bahan dan Alat:

Pembuatan pilus boleh dibilang cukup sederhana. Bahan-bahan yang diperlukan antara lain: pasta kentang (1/2 kg), tepung terigu atau tepung sagu (1/4kg), telur (3butir), air, garam, perasa makanan, minyak goreng, dan juga bahan tambahan misalnya keju. Alat-alat yang dibutuhkan: wadah untuk mencampur dan mengulek adonan,  kompor, sendok, ayakan dan juga penggorengan.

Cara pembuatan:
Kukus kentang kemudian kupas kulitnya setelah itu ulek kentang sampai halus
dan jadilah pasta kentang. Kocok telur bersama garam dan bumbu, kemudian tuangkan secara perlahan tepung yang dipakai bersama bahan tambahan misalnya keju parut, uleni hingga menjadi adonan yang tercampur rata. Bila masih terlalu padat, tambahkan sedikit air. Setelah itu panaskan minyak sayur. Bentuk adonan bulat-bulat kecil atau berbentuk silinder dengan telapak tangan. Jika ingin cepat, cetak bentuk adonan dengan menggunakan ayakan atau dipress dengan jaring. Goreng bahan pilus hingga menjadi matang dan mengapung. Angkat dan tiriskan, pilus pun siap dikonsumi.Untuk menghindari minyak yang berlebihan setelah digoreng maka hendaknya setelah matang pilus diangkat dengan serok kemudian diamkan diatas serok sampai agak dingin, baru taruh diatas tisu dan kemas sesuai kebutuhan. Beri label yang menarik konsumen untuk mengkonsumsinya.      

 

Daftar Pustaka

Diputri, Yullyndra T., (2009), Pengolahan Tepung Kentang, http://www.bbpp-lembang.info/index.php, accesed 2010/04/19.

 

Effendi, M. Supli, (2009), Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan, Penerbit Alfabet, Bandung.

 

Fellow, P., (1990), Food Processing Technology Principles and Practice, Ellis Horwood, New York.

 

Geankoplis, Christie J., (1993), Transport Processing and Unit Operations, Prentice Hall of India Private Limited, Delhi.

 

Muchtadi T, (1984), Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan, Depdikbud Dirjen Fakultas Teknik Pertanian Institut Teknologi Bogor, Bogor.

 

 

]]>
Ir. Saptoningsih, MP Mon, 03 Aug 2015 13:44:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/918-pilus-kentang-nan-renyah-dan-gurih
Edamame Memiliki Prospek Pasar yang Bagus http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/920-edamame bbppl-edamameEdamame berasal dari kata eda yang artinya cabang dan mame artinya kacang atau dapat disebut sebagai buah yang tumbuh dibawah cabang, ialah sejenis kedelai yang berasal dari Jepang,dan secara umum bentuknya lebih besar dibandingkan kedelai biasa. Edamame termasuk tanaman semak yang dapat mencapai ketinggian 30 - 100 cm, batang beruas-ruas dan memiliki percabangan antara 3 - 6 cabang. Daun mempunyai ciri-ciri helai daun (lamina) oval dan tata letaknya pada tangkai daun, bersifat majemuk berdaun tiga. Daun ini berfungsi sebagai alat untuk proses asimilasi, respirasi dan transpirasi. Tanaman kedelai mempunyai bunga sempurna, yakni pada tiap kuntum bunga terdapat alat kelamin betina (putik) dan alat kelamin jantan (benangsari). Mekarnya bunga berlangsung pada jam 08.00-09.00 dan penyerbukannya bersifat menyerbuk sendiri, sekitar 60% bunga akan rontok sebelum membentuk polong. Edamame memiliki bentuk polong yang hampir sama dengan kedelai, tetapi berukuran lebih besar, rasa yang lebih manis, tekstur yang lebih lembut,

Umumnya biji kedelai mengandung minyak 18-20%, protein 40%, dedak 8%, dan kadar air 13%. Biji edamame merupakan biji tanaman leguminosa, berbentuk bulat atau lonjong (oval), berwarna kuning dan ada yang hitam, serta mempunyai hi­lum berwarna kecokelatan. Biji kedelai mempunyai variasi warna hilum seperti yang tampak dalam. Biji yang hilumnya berwarna terang atau tidak berwarna adalah jenis kedelai yang lebih disukai dalam kaitannya dengan gizi bagi manusia. Edamame meliliki peluang yang bagus, prospek pasarnya masih terbuka lebar.  Harga Edamame juga relatif baik antara Rp10.000,00 – Rp12.000,00/kg.

Kultivar edamame yang dikembangkan di Indonesia diantaranya: Tsurunoko, Tsurumidori, Taiso, dan Ryoko adalah tipe determinate. Saat ini edamame beku varietas Ryoko mempunyai bobot berat 100 biji antara 40-56 gram. Varietas kedelai yang berproduksi tinggi dari daerah subtropik dengan panjang hari 14-16 jam bila ditanam di daerah tropik dengan rata-rata panjang hari 12 jam maka varietas tersebut akan mengalami penurunan produksi karena masa bunganya menjadi pendek yaitu dari umur 50 hari-60 hari menjadi 35 hari -40 hari setelah tanam.

Budidaya edamame sebenarnya tidak terlalu sulit. Di BBPP Lembang, penanaman dilakukan dengan membuat lubang sedalam 1 sampai 5 cm menggunakan tugal, setiap lubang tanam diletakkan 1 atau 2 biji. Kemudian lubang tanam ditutup dengan tanah halus atau abu jerami. Jarak tanam yang dianjurkan sebesar 20x20 cm, 25x25 cm atau 20x30 cm. Pemupukan dilakukan 2 kali, pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur 0 HST hingga 7 HST menggunakan Urea sebanyak 50 kg/ha, KCL 75 kg/ha, dan TSP 100 kg/ha. Sedangkan pada lahan yang memiliki tipologi masam menggunakan Urea sebanyak 50 kg/ha, KCL 100 kg/ha, dan TSP 100 kg/ha hal yang sama diberikan kepada tanah bergambut. Untuk memupuk edamame, pupuk kandang digunakan bersamaan dengan persiapan lahan dan bedengan. Pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang sapi atau ayam. Pemupukan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur 21 HST sampai 28 HST menggunakan pupuk Urea dengan dosis 25 hingga 50 kg/ha. Penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur 20 HST sampai 30 HST, dan penyiangan kedua dilakukan setelah tanaman berhenti berbunga. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma dengan menggunakan tangan atau kored.

Hama tanaman yang serimg  menyerang edamame adalah  Spodoptera litura (ulat grayak), Bemisia tabaci (kutu kebul), Etiella zinckensella (penggerek polong), Agromyza phaseoli (lalat bibit), Agromyza dolichostigma (penggerek pucuk), dan Agromyza sojae (penggerek batang), Aphis glycines (kutu hijau), Thrips sp. (kutu daun), Lamprosema indicate (penggulung daun), Plusia calcites (ulat jengkal), Heliothis armigera (penggerek polong dan pucuk), Agrotis sp. (ulat tanah).

bbppl-edamamePenyakit yang sering menyerang adalah: 1) Jamur/bakteri/virus/nematoda yang merusak tanaman (akar, batang, daun, bunga dan buah). Akibat kerusakan  ini menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik, dan hasilnya rendah. 2)  Penyakit  Phakopsora pachyrhizi (karat daun), Pseudomonas syringae (bakteri hawar), Rhizoctonia solani (busuk batang, daun dan buah), Phytium sp .(hangus batang). Mengatasi  penyakit tanaman perlu dilakukan upaya pengendalian yang tepat, sehingga diperlukan identifikasi penyebab penyakit tersebut agar pengendalian tepat sasaran, efektif dan efisien.

Edamame dapat dipanen pada umur 63 HST sampai 68 HST untuk polong segar dan 90 HST untuk polong tua. Edamame yanag ditanam di derah dataran tinggi seperti di Lembang umur panen  konsumsi mencapai 75 hari atau setelah tanaman berisi penuh, sedangkan untuk bibit mencapai 90 hari. Edamame dapat dipanen sejak tanaman berumur 45 HST. Polong segar yang didapatkan bisa langsung dijual dalam kemasan dan untuk polong tua dapat dijadikan benih. Untuk memperoleh benih, polong tua disortir kemudian dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 10 sampai 12%.

]]>
Rokhedi, S.Pt Wed, 15 Jul 2015 15:21:24 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/920-edamame
Teknik Persilangan pada Tanaman Anggrek Phalaenopsis http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/860-teknik-persilangan-pada-tanaman-anggrek-phalaenopsis

 

Tanaman anggrek adalah tanaman yang banyak dibudidayakan dan memiliki kelamin ganda (hermaprodit). Tanaman berkelamin ganda adalah tanaman yang memiliki serbuk sari dan putik dalam satu bunga yang satu organ. Selaput yang memisahkan alat kelamin jantan/serbuk sari dan betina/putik adalah selaput oprecolumn. Penyerbukan pada tanaman anggrek terjadi ketika organ kelamin jantan (anther) menempel pada organ kelamin betina (stigma) dan membentuk style.

Tanaman Anggrek dapat dikembangbiakkan secara vegetatif dan generatif. Secara  vegetatif tanaman anggrek dikembangbiakkan dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman seperti stek keiki, stek mata tunas, dan stek batang sympodial (Hendrayono 2000 dalam Andayani 2007). Cara perbanyakan vegetatif secara konvensional dianggap kurang menguntungkan karena diperlukan waktu lama untuk memperoleh tanaman dalam jumlah banyak. Cara perbanyakan generatif dilakukan dengan menggunakan biji yang secara genetis akan menghasilkan tanaman yang beragam namun akan dihasilkan tanaman dalam jumlah yang banyak. Biji pada tanaman anggrek diperoleh melalui proses penyerbukan (polinasi) yang diikuti dengan pembuahan.

Persilangan pada tanaman anggrek tidak bisa terjadi secara alami kecuali pada jenis anggrek tertentu, oleh karena anggrek memiliki struktur bunga yang khas dengan kepala putik yang terletak didalam maka sulit terjangkau serangga. Penyerbukan alami dengan bantuan angin juga jarang terjadi. Salah satu caranya adalah penyerbukan dengan bantuan manusia. Penyerbukan dengan bantuan manusia dilakukan melalui persilangan/hibridisasi. Persilangan ini dilakukan untuk memperkaya keanekaragaman genetik pada tanaman anggrek. Persilangan anggrek ini akan dibahas lebih lanjut dalam tulisan ini.

Pollen (serbuk sari) dan putik bunga anggrek terdapat didalam satu bunga, sedangkan sifat kelaminnya adalah monoandrae (kelamin jantan dan betina terletak pada satu tempat) sehingga anggrek termasuk tanaman yang mudah mengalami penyerbukan. Penyerbukan dapat terjadi secara tidak sengaja oleh alam, misalnya serangga. Jatuhnya serbuk sari ke kepala putik akan menyebabkan terjadinya penyerbukan. Proses ini lebih mudah terjadi pada tipe bunga anggrek yang memiliki zat perekat pada putiknya (discus viscidis). Namun demikian, agar penyerbukan dapat terjadi sesuai yang kita inginkan maka penyerbukan dapat kita bantu menggunakan cara yang sederhana.

Mula-mula kita perlu menyediakan peralatan. Alat yang digunakan adalah pinset kecil dan tusuk gigi atau batang korek api. Untuk penanaman buah secara aseptik diperlukan laminar, botolkultur, cawan petri, lampu bunsen, pinset, kertas, air, scalpel, korek api, spidol untuk pelabelan, dan lampu neon 40 W untuk penerangan. Setelah itu kita perlu melakukan pemilihan dan persiapan tanaman induk. Dasar dilakukannya persilangan-persilangan adalah untuk memperoleh warna bunga dan bentuk bunga yang unik, ketebalan mahkota bunga (ketahanan bunga dalam vas/vas life), keteraturan susunan bunga dan wangi bunga. Dalam memilih bunga yang akan disilangkan harus diperhatikan: (i) dari satu tangkai bunga maksimal 3 bunga yang disilangkan agar energi hanya terfokus pada ketiga bunga tersebut, (ii) kuntum bunga terbaik adalah kuntum kedua sampai keempat. Cara melakukan persilangan anggrek adalah sebagai berikut: kuntum induk jantan anggrek diambil tepung sarinya dengan menggunakan tusuk gigi yang bersih. Tepung sari yang terbungkus kotak sari terletak di pusat bunga, berwarna kuning. Kotak sari dicungkil pelan sampai tepung sarinya menempel pada alat yang dipakai, kemudian tepung sari dibawa ke induk betina, yaitu menuju lekukan berlendir yang letaknya persis dibawah kotak sari. Tepung sari induk jantan dilekatkan secara sempurna pada putik induk betina, sementara itu tepung sari induk betina dibuang agar persilangannya murni. Sampai langkah ini perkawinan sudah berlangsung. Setelah itu, tanaman diberi label tetua betina x tetua jantan, tanggal penyilangan dan kode penyilang.

Setelah dilakukan persilangan, perlu diadakan pengamatan penunjang antara lain terhadap: bentuk buah pada minggu ke-12 setelah persilangan dan warna buah pada minggu ke-12 setelah persilangan. Adapula pengamatan utama, pengamatan utama yang akan dilakukan antara lain: Persentase keberhasilan persilangan antar genus/jenis dan dalam genus/jenis itu sendiri (%), diameter buah pada minggu keempat setelah persilangan (cm), diameter buah pada minggu ke-12 setelah persilangan (cm), panjang buah pada minggu keempat setelah persilangan (cm), panjang buah pada minggu ke-12 setelah persilangan (cm). Setelah itu buah yang telah masak dapat ditumbuhkan melalui teknik kultur jaringan sederhana untuk memperoleh tanaman anggrek yang kita inginkan. Demikianlah bagaimana cara melakukan persilangan anggrek.

Semoga bermanfaat.

 

Referensi


Andayani, N, 2007, Pengaruh Waktu Pollinasi terhadap Keberhasilan Persilangan Anggrek Dendrobium. Buletin Ilmiah Instiper 14 (2):14-21.

Damayanti, F. 2006. Laporan Akhir Program Hibah Kompetisi (PHK) A3: Pembentukan Beberapa Hibrida Anggrek serta Pengaruh Beberapa Media Perkecambahan dan Media Perbanyakan Cepat secara In Vitro pada Beberapa Anggrek Hibrida. Bandung: Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Padjajaran.

Hendaryono, 2000, Pembibitan Anggrek dalam Botol. Yogyakarta: Kanisius.

Kartikaningrum, S., Dyah W., Yusdar H., Nina S., dan RW Prasetio 2007. Laporan Akhir: Koleksi, Karakterisasi dan Konservasi In Vivo Plasma Nutfah Anggrek. Segunung: Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian.

Kartohadiprodjo, N.S. dan Gandhi P, 2010, Asyiknya Memelihara Anggrek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Qodriyah, Laily, 2005, Teknik Hibridisasi Anggrek Tanah Songkok (Spathoglottisplicata). Buletin Teknik Pertanian. 10(2):76-82.

 

]]>
N. Ida Farida, SP, MP Tue, 31 Mar 2015 14:13:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/860-teknik-persilangan-pada-tanaman-anggrek-phalaenopsis
Menghitung Produksi Padi http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/867-menghitung-produksi-padi

bbpplembang menghitung produksi padiPetama, Ubinan 2,5 m x 2,5 m.
Untuk model ubinan ini, pada tulisan selanjutnya saya sudah menulis atau merevisi lagi ada cara yang lebih baik. Bisa dilihat tulisan ” Model Ubinan Padi yang Lebih Tepat”

Kedua, Menghitung 4 faktor penting
Kita harus menghitung :
Jarak tanam sehingga diketahui jumlah rumpun/ha
– Jumlah anakkan
– Jumlah butir per malai
– Jumlah 1000 butir per gram

 

Sumber: RPL, BBPP Lembang

Pada kesempatan kali ini, saya akan memperbaiki cara melakukan ubinan model ini.
– tentukan jarak tanamnya
– tentukan 2 rumpun padi secara acak
– hitung jumlah anakkannya. Hitung jumlah anakkan yang ada malainya. Bila dalam satu rumpun ada 18 anakkan yang ada malainya.
– hitung seluruh biji dalam rumpun itu dan dibagi rata dengan jumlah malai. Misalkan rumpun 1 ada 2100 butir/rumpun. maka rata-rata per malai adalah 116 butir. atau bisa kita ambil 3 malai saja, yang pendek, sedang dan panjang. Kita hitung jumlahnya dan dibagi 3, maka hasilnya 116 butir
– rumpun 2 ada 14 anakkan 1800 butir/rumpun. maka rata-rata per malai adalah 128 butir
– hitung berat 1000 butir GKP ( misalkan 30 gram )

Rumus Hasil = jumlah rumpun x jumlah anakan x butir per malai x berat per 1000 butir

Hasil untuk rumpun 1
= 160.000 x 18 x 116 x 30/1000
= 10022400 gram
= 10022,4 kg
= 10,022 ton/Ha GKP

Hasil untuk rumpun 2
= 160.000 x 14 x 128 x 30/1000
= 8601600 gram
= 8602 kg
= 8,602 ton/Ha GKP

Hasil Perkiraan Panen, kita ambil hasil rata-rata
= ( 10,022 + 8,602 ) : 2
= 9,312 ton/ha GKP

]]>
Ir. Anda Suhendi, MP. Wed, 25 Mar 2015 10:00:42 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/867-menghitung-produksi-padi
Panen dan Pasca Panen Benih Tanaman Kentang http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/859-panen-dan-pasca-panen-benih-tanaman-kentang

A.     Panen

Kualitas  benih kentang ditentukan pada umur panen. Umur panen kentang bibit antara 100-110 HST, sedangkan untuk kentang konsumsi berumur sekitar 120 HST. Ciri-ciri panen yang sudah waktunya dapat dilihat dari kemungkinan kulit umbi tidak terkelupas bila terkena gesekan. Panen dilakukan saat cuaca cerah dan tidak turun hujan supaya umbi yang dihasilkan kering. Saat turun hujan biasanya panen dihentikan karena bila panen tetap diteruskan, umbi akan basah sehingga dapat menyebabkan umbi busuk dan penyimpanan di gudang sangat beresiko munculnya jamur dan sumber penyakit lainnya.

Umbi yang baru dipanen itu ditaruh dipermukaan tanah agar terjemur sinar matahari. Umbi yang sudah dipanen itu selanjutnya dikumpulkan dan dilakukan sortasi (pemilihan) awal sesuai kualitasnya. Masukkan umbi yang sudah dipilih kedalam keranjang/waring, kemudian dibawa ke tempat pengumpulan hasil panen kentang untuk penanganan lebih lanjut (pasca panen)

 

B. Kegiatan Pasca Panen Benih Kentang

 

Tahap pasca panen kentang yang perlu dilakukan supaya diperoleh umbi kentang yang bermutu baik pada dasarnya meliputi tahap pembersihan, sortasi dan grading, penyimpanan dan pengemasan. Ada pun tahap  pasca panen tersebut adalah sebagai berikut:

a.       Tahap Pembersihan

Tahap Pembersihan merupakan proses menghilangkan kotoran yang menempel pada umbi. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel pada umbi supaya umbi terlihat bersih. Umbi kentang dibersihkan dari segala kotoran yang menempel pada umbi seperti tanah, sisa tanaman atau akar tanaman dipangkas, kemudian  dicuci  dengan air bersih. Cara mencucinya dapat dilakukan dengan cara memasukkan umbi kedalam bak air atau dilakukan pencucian dalam air yang mengalir. Umbi-umbi yang sudah dibersihkan tersebut ditaruh pada terpal atau bahan lain untuk dikeringanginkan. Dalam pengeringan umbi yang baru dicuci itu jangan dikeringkan langsung pada sinar matahari.

 

b.      Tahap Sortasi dan Grading

Tahap Sortasi dan Grading merupakan  proses pemilihan dan pemisahan umbi berdasarkan kurang baik untuk memperoleh umbi yang seragam dalam ukuran dan kualitasnya. Caranya, dengan memilih  umbi yang sudah dibersihkan itu antara umbi yang baik dan umbi yang kurang baik berdasarkan: (1) Ada tidaknya cacat pada umbi, (2) Normal tidaknya bentuk dan ukuran umbi, dan (3) Ada tidaknya serangan hama atau penyakit pada umbi. Umbi yang sudah dipilih itu dipilah-pilah lagi berdasarkan kualitas dan ukuran (grading/pengklasifikasian).

Pengklasifikasian Bibit Kentang

Ukuran

Berat per umbi (gram)

SS

<10

S

10-30

M

31-60

L

61-120

XL

>120

 

c.        Tahap Penyimpanan

        Dalam Tahap Penyimpanan, setelah umbi kentang dimasukkan kedalam wadah berupa kotak kayu/krat/keranjang/waring, kemudian wadah itu dimasukkan ke dalam ruang penyimpanan yang disusun secara rapi. Jika wadah berisi kentang itu disimpan dalam gudang, usahakan gudang penyimpanan mempunyai ventilasi udara yang cukup supaya sirkulasi udara lancar dan kelembabannya sekitar 65-75%dan gudang dalam keadaan bersih

 

d.       Tahap Pengemasan

Tahap Pengemasan bertujuan untuk melindungi hasil terhadap kerusakan, mengurangi kehilangan air, dan mempermudah pengangkutan dan perhitungan.Caranya, umbi yang sudah dipilih sesuai kualitasnya dikemas dalam wadah tertentu, misalnya dengan karung, jaring plastik/waring yang bersih dan tidak ada sisa bahan lainnya. Wadah berisi kentang itu ujungnya ditutup rapat-rapat, misalnya dijahit dengan jarum karung atau tali plastik.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Widodo, M., Makalah, Jakarta: Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

 

Rachmat, M., 2006, Buku Tahunan Hortikultura Seri Tanaman Sayuran. Jakarta: Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian.

 

Sunarjono, H., 2004, Petunjuk Praktis Budidaya Kentang. Jakarta: PT. Agro Media Pustaka.

 

Rismawati, L dan Rahayu, M.S., Makalah Seminar Penanganan Pasca Panen Kentang (Solanum tuberosum L.) di Hikmah Farm Pangalengan Bandung.

 

]]>
N. Ida Farida, SP, MP Tue, 24 Mar 2015 16:57:54 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/859-panen-dan-pasca-panen-benih-tanaman-kentang
Aplikasi Bioboost Pada Tanaman Strawberry http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/866-aplikasi-bioboost-pada-tanaman-strawberry

bbpplembang aplikasi strawberry2Bioboost  adalah pupuk organik yang sangat baik untuk kesehatan lahan pertanian dan perkebunan, termasuk pupuk hayati yang mengandung mikro organisme tanah yang unggul, bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah sebagai hasil proses biokimia tanah.


Penamanan Di Polibag Besar/ Pot

Keuntungan Penggunaan Bioboost Untuk Strawberry ;

·         Hemat pupuk (kimia, kompos/ kandang) sampai dengan 50%.

·         Buah lebih besar, rasa lebih manis.

·         Daya tahan buah lebih lama (tidak cepatbusuk).

 

Pembibitan ;

Strawberry diperbanyak dengan biji atau bibit vegetatif (anakan dan stolon atau akar sulur).

Perbanyakan dengan biji ;

·      Rendam benih di dalam larutan Bioboost selama 15 menit lalu kering anginkan (1 tutup pupuk dicampur dengan air 1 liter).

·      Siram larutan Bioboost di media persemaian atau di media tanam 3 hari sebelum persemaian/ penanaman.

·      1 liter Bioboost bisa dicampur dengan 100 liter air untuk 1 ha.

 

 

bbpplembang aplikasi strawberry3

bbpplembang aplikasi strawberry1


Sumber: RPL BBPP Lembang

Perbanyakan dengan bibit vegetatif ;

·      Siram larutan Bioboost di media persemaian atau di media tanam 3 hari sebelum

     persemaian/penanaman.

·      Lalu beri pupuk Bioboost setiap 15 hari sekali.

Penanaman ;

·      Media tanam diolah dan dicampur pupuk dasar, lalu biarkan selama 3 hari (Harus ada

jarak 3 hari antara pupuk kimia dan Bioboost).

·      3 hari sebelum tanam. Siram larutan Bioboost di media persemaian atau di media tanam

     3 hari sebelum penanaman. 1 liter Bioboost bisa dicampur dengan 100 liter air untuk 1

 ha.

Masa Pemeliharaan ;

·      Berikan Bioboost setiap 15 hari sekali.

·      Pemupukan kimia diberikan seperti biasa dengan dosis 50%, dengan catatan diberikan 3   

     hari setelah pemupukan Bioboost.

 

Sumber: Model Rumah Pangan Lestari, BBPP Lembang

 

]]>
Ir. Anda Suhendi, MP. Thu, 19 Mar 2015 09:38:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/866-aplikasi-bioboost-pada-tanaman-strawberry
Teknik Budidaya Bunga Lily http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/861-teknik-budidaya-bunga-lily

Nama lily atau lilium adalah bentuk latin berasal dari kata Yunani leirion. Warna putihnya terlihat suci. Kelopaknya yang besar dan mengecil, melengkung dengan indah dan anggun. Setiap mekar, selalu terbuka sempurna. Harumnya terasa lembut, membuat hati terasa tenang.

Ada beberapa tanaman yang juga disebut sebagai lily, tetapi sebenarnya bentuk ataupun jenisnya jauh berbeda dari lily yang sebenarnya. Jenis bunga lily yang popular adalah sebagai berikut: madonna lily, tiger lily, asiatic lily, oriental trumpet, rubrum lily, canna lily (tropis), calla lily, daylily dan wild lily. Asiatic lily dan bunga lili oriental  lebih sering terjadi dibelahan bumi utara. 

Menurut bentuknya sendiri, secara garis besar terdapat 3 bentuk bunga lily:

·       Bowl shaped: kelopak bunga melebar keluar dan bunganya berukuran sangat besar

·       Trumpet shaped: kelopak bunga membentuk tabung dan melengkung diujungnya, seperti terompet.

·       Turks cap-shaped: kelopak bunga bergulung keluar (sangat melengkung)

Sedangkan menurut speciesnya, secara garis besar terdapat 4 jenis lily:

·     Lilium regale, terkadang dikenal sebagai regal lily atau lilium trumpet regale. Memiliki bunga berbentuk terompet berwarna putih dengan pangkal kuning dan wangi yang semerbak.

·  Liliumhenryi, merupakan species asal China berwarna  oranye berbentuk tegap dan biasanya berbunga banyak.

·       Liliumcandidum, berasal dari Timur Tengah. Sangat harum dan sangat popular.

·       Liliumlancifolium, berbentukTurk's Cap berwarna orange dengan bintik-bintik yang gelap.

Ada beberapa tahap dalam membudidayakan bunga lily, sebagai berikut:

1.     Tahap Pemilihan Benih Umbi

Setelah panen, benih umbi yang akan ditanam dipilih dan segera ditanam dengan memilih umbi yang tidak memiliki lapisan luar yang disebut dengan tunik yang melindungi umbi dari kekeringan. Semakin cepat  umbi lily ditanam maka akan semakin cepat pertumbuhannya.

2.     Tahap Pembuatan Lubang Tanam

Tanaman lily menyukai sinar matahari, tapi umbinya lebih suka dingin sepanjang musim panas. Gali lubang sedalam 10 – 15 cm, lebih dalam lebih bagus, karena tidak hanya dapat melindungi umbi dari panas tapi juga akan memberikan penyangga yang baik bagi batang lily. Lily bisa ditanam juga digundukan tanah. Tanam lily di tanah, lalu tutup dengan tanah setelah 10 – 15 cm. Cara seperti ini juga akan membantu drainase yang lebih baik. Jarak tanam sekitar 15 cm sehingga sinar matahari tidak terhalang apapun. Tanah pada dasar lubang ditaburkan pupuk kandang didalamnya, kemudian letakkan umbi lily dan tutup dengan tanah atau kompos. Siram tanaman lily sampai tanah menjadi lembab sehingga membuat pertumbuhan lily akan terpacu.

3.     Tahap Pemberian Mulsa

Jika suhu udara akan menjadi dingin ataupanas, beri lapisan mulsa diatas tanaman untuk melindungi akarnya. Lily terompet paling rentan terhadap dingin. Pastikan mulsa yang Anda gunakan bebas dari siput. Hewan ini suka memakan lily yang baru tumbuh.

4.     Tahap Pemupukan

Saat akar lily mulai tumbuh, tambahkan sedikit pupuk seimbang kedalam tanah. Lily adalah tanaman yang cukup kuat dan tidak memerlukan banyak pupuk. Faktanya, terlalu banyak nitrogen bisa menyebabkan batang menjadi lemah dan pada suhu panas juga akan menyebabkan pembusukan umbi. Untuk hasil yang optimal, pilihlah pupuk yang digunakan untuk tanaman umbi seperti kentang. Beri pupuk saat pertama kali akar mulai tumbuh, lalu sekali lagi sebulan kemudian.

5.    Tahap Penyiraman

Lily secara umum tidak membutuhkan terlalu banyak air, jadi berikan air hanya jika perlu. Lily asiatic, terompet, dan orienpet dapat mekar pada cuaca yang panas dan kering asalkan cukup air pada masa berbunga. Lily oriental perlu air selama musim panas karena lily jenis ini tidak akan mekar hingga bulan Agustus. Memberikan mulsa sepanjang musim panas akan membantu mendinginkan umbi sehingga mengurangi kebutuhan air.

6.   Tahap Pemangkasan Tanaman Lily

Selama musim berbunga, pangkas tanaman Anda dan biarkan paling tidak 2/3 batang lily tetap utuh agar tanaman Anda bisa tetap tumbuh dengan baik selama tahun-tahun berikutnya. Untuk memangkas tanaman lily, mula-mula semprot daun dengan fungisida mawar yang bisa Anda beli di toko tanaman atau toko perkakas. Potonglah 1/3 batang bersama bunganya dan biarkan sisanya tetap tumbuh di tanah. Dengan begitu, umbi lily akan tetap mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk menghasilkan bunga lagi tahun depan. Untuk drainase air yang optimal, buatlah gundukan bunga dengan tanah pot. Gundukan ini harus berada paling tidak 13 cm diatas permukaan tanah dan juga cukup besar untuk menanam umbi lily sesuai petunjuk. Cara ini akan berhasil dengan baik terutama jika anda menanam lily di daerah yang tidak bisa segera kering setelah diguyur hujan. Lily dapat ditanam pada waktu kapanpun sepanjang tahun selama tanahnya tidak padat. Pada tahun pertamanya, lily mungkin akan terlambat mekar, tapi pada tahun selanjutnya lily biasanya akan mekar pada sekitar bulan Juni.

 

Lily memiliki banyak manfaat antara lain sebagai bunga tanaman potong hias untuk  acara pernikahan,  peresmian, juga bisa dijadikan buket yang cantik. Sebagai bahan kosmetika, saponin pada umumnya terdapat pada umbi-umbian dan biji-bijian. Saponin berfungsi untuk menghambat pertumbuhan kanker dan membantu mengatur kadar kolesterol. Saponin ini juga terkandung didalam lily, itulah sebabnya  beberapa produk kosmetika da yang memanfaatkan bunga lily untuk mencegah berkembangnya sel kanker pada kulit (apalagi jika kulit terlalu sering terkena sorotan sinar matahari secara langsung). Ekstrak bunga lily dapat membantu menjaga kelembaban kulit, memberikan perawatan khusus bagi kulit kering, kulit iritasi dan kulit sensitif. Disamping itu, lily juga mengandung polisakarida yang termasuk dalam kelompok hidrokoloid, fungsinya membantu meningkatkan viskositas dan kestabilan kelembaban air yang ada pada kulit. Didalam kulit, polisakarida ini menahan kadar air yang ada agar tetap berada dalam jumlah yang seimbang. Lily dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan, membantu menyembuhkan dan menghilangkan bekas luka pada kulit, misalnya luka bakar dan luka akibat jatuh. Kelebihannya, lily dapat menyembuhkan luka tanpa bekas. Lily juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuat parfum.

 

Dengan banyaknya manfaat dari bunga lily, maka tidak heran bila banyak orang membudidayakannya untuk berbagai keperluan.

 

*Dari berbagai sumber

 

]]>
N. Ida Farida, SP, MP Wed, 18 Mar 2015 05:11:32 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/861-teknik-budidaya-bunga-lily
Okulasi Mata Berkayu untuk Perbanyakan Tanaman Mawar http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/852-okulasi-mata-berkayu-untuk-perbanyakan-tanaman-mawar

Secara konvensional, perbanyakan mawar dilakukan dengan cara okulasi. Namun okulasi baru dapat dilakukan setelah batang bawah berumur 6 bulan. Dengan cara okulasi mata berkayu, perbanyakan mawar dapat dilakukan lebih cepat karena okulasi pada stek langsung tanpa ditanam lebih dahulu. Hasil terbaik diperoleh saat okulasi dilakukan pada umur 4 minggu setelah stek batang bawah ditanam.

Teknik Okulasi Mata Berkayu

1. Persiapan Media

Siapkan media untuk penanaman batang bawah, kemudian masukkan media kedalam polybag dengan ukuran 10  atau12 cm. Media dapat berupa campuran tanah dengan pupuk kandang dan pasir menggunakan perbandingan1:1:1.

2. Persiapan Batang Bawah

Untuk mempersiapkan batang bawah, yang pertama dilakukan adalah mengambil batang mawar pagar yang cukup tua, kemudian buang daun-daunnya. Potong bagian pucuk(1/3 panjang batang), lalubuang. Sisanya distek (dipotong-potong) dengan panjang 15 cm.

3. Persiapan Batang Atas/Entres

Untuk mempersiapkan batang atas/entres, pertama siapkan tangkai bunga mawar saat bunga sedang mekar dari varietas  yang diinginkan kemudian buang semua daun dan bunganya.

4. Pelaksanaan Okulasi Mata Berkayu

Untuk membuat okulasi mata berkayu, setelah menyiapkan stek/batang bawah, buang duri disekitar batang yang akan diokulasi lalu bersihkan. Kemudian setelah itu, buatlah keratin untuk batas okulasi bawah. Buatkan irisan kearah bawah dengan mengikutkan sedikit jaringan kayu, arahkan pisau hingga irisan berakhir pada keratan yang telah dibuat. Ukuran irisan kira-kira lebar 4-5 mm, panjang 1,5-2 cm dan tebal 1-2 mm. Ambil mata tunas dan entres. Buat irisan berupa kepingan dengan mata tunas terletak ditengah-tengah. Ukuran irisan sama dengan irisan pada batang bawah. Tempelkan kepingan mata tunas berkayu kecelah yang telah dibuat pada batang bawah. Ikat dengan menggunakan tali. Setelah semuanya selesai, simpan bibit dibawah naungan dan setelah tanaman cukup kuat baru lakukan penanaman dilapangan.

Untuk perawatan tanaman dalam masa okulasi, yang perlu dilakukan adalah melakukan penyiraman dan usahakan media tetap lembab tetapi tidak basah. Pemberian pupuk juga sangat diperlukan. Pemupukan dapat dilakukan menggunakan 1-2 gram NPK/pot seminggu setelah keluar tunas. Lakukan pemangkasan tunas-tunas dari batang bawah seminggu setelah okulasi, dan penyiangan gulma di media tumbuh. Pengendalian hama/penyakit juga diperlukan apabila terlihat tanda-tanda serangan pada tanaman baik dengan cara mekanis maupun kimiawi. Dengan pengerjaan dan perawatan tanaman hasil okulasi dengan baik. Bibit mawar yang dihasilkan diharapkan dapat memiliki kualitas tinggi dan mampu menghasilkan bunga berkualitas tinggi sesuai permintaan pasar.

*Dari berbagai sumber

 

 

]]>
N. Ida Farida, SP, MP Fri, 06 Mar 2015 10:50:05 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/852-okulasi-mata-berkayu-untuk-perbanyakan-tanaman-mawar
Mencegah Bahaya Akrilamida pada Olahan Pangan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/845-mencegah-bahaya-akrilamida-pada-olahan-pangan

Siapa yang suka mengkonsumsi makanan yang diolah dengan cara digoreng, dipanggang atau dibakar? Ternyata makanan diolah dengan cara ini kalau dikonsumsi secara terus-menerus akan berdampak buruk bagi kesehatan. Nah! Apa penyebabnya, bagaimana bisa terjadi seperti itu dan bagaimana mencegahnya. Disinilah jawabannya.

 

Hasil penelilian yang didanai Dewan Riset Swedia untuk lingkungan dan Ilmu Pertanian beberapa waktu lalu  menunjukkan bahwa makanan yang kaya karbohidrat, seperti kentang, singkong, ubi, sereal, kerupuk, roti, buah-buahan kering, dan kopi selama proses digoreng dan dipanggang dengan suhu tinggi terbukti dapat merangsang pembentukan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) bernama akrilamida. Akrilamida adalah senyama kimia  organik yang biasa dipakai di laboratorium dan digunakan sebagai zat untuk memproduksi plastik, bahan pewarna dan menggumpalkan kotoran dalam proses pemurnian air, seperti untuk air minum atau pada PAM.

Di luar negeri, umumnya untuk air minum bagi kebutuhan warga kota dijernihkan dengan proses akrilamida. Dalam industri Akrilamida untuk bahan baku perekat, tinta cetak, zat warna sintetik, zat penstabil emulsi, kertas, dan kosmetik. Selain itu, akrilamida sering digunakan sebagai kopolimer pada pembuatan lensa kontak. Sebenarnya, akrilamida tidak berbahaya dalam penggunaannya pada industri, tetapi akan berbeda halnya apabila zat ini terkandung dalam makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari.

Akrilamida memicu kanker, kemudian akan merusak syaraf. Itu sebabnya akrilamida juga disebut sebagai zat neurotoksik. Akrilamida berpotensi menimbulkan tumor, merusak DNA atau materi genetika juga merusak sistem reproduksi, mengganggu tingkat kesuburan serta dapat mengakibatkan keguguran. Jadi untuk ibu hamil yang terkontaminasi akrilamida bayinya berpotensi lahir cacat (teratogen). Hadirnya senyawa akrilamida pada makanan gorengan dipicu oleh proses penggorengan itu sendiri dengan suhu yang relatif tinggi, sekitar 190°C (seperti lazimnya suhu penggorengan dalam minyak). Akrilamida tidak terbentuk pada suhu di bawah 120°C. Mekanisme terbentuknya belum dapat diketahui dengan pasti, diperkirakan meliputi reaksi dari berbagai macam kandungan dalam makanan, seperti karbohidrat, lemak, protein dan asam amino, serta berbagai macam komponen lainnya dalam jumlah yang kecil.

Dari beberapa penelitian diketahui juga bahwa akrilamida  terdapat pada semua makanan yang sehari-hari kita makan, seperti nasi, roti, biskuit, ikan, hingga daging dalam jumlah sedikit. Namun kandungan akrilamida yang paling tinggi terdapat pada bahan makanan yang tinggi kadar karbohidrat. Akrilamida pada makanan muncul akibat proses pengolahan dengan cara digoreng dan dipanggang. Pengolahan dengan suhu tinggi dapat menyebabkan senyawa karbohidrat pada bahan makanan tersebut terurai. Nah, sebagian karbohidrat yang terlepas ini kemudian  bereaksi dengan asam amino, sebuah senyawa penyusun protein, hingga terbentuklah akrilamida. 

Bahan pangan yang direbus atau dikukus ternyata hanya mengandung sedikit senyawa akrilamida, sehingga tak berbahaya bagi kesehatan. Sementara itu, makanan yang digoreng atau dipanggang ternyata mengandung senyawa akrilamida yang amat tinggi, yakni 2.500 mikrogram pada suhu penggorengan 190°C - 220°C (seperti lazimnya suhu penggorengan dalam minyak). Akrilamida tidak terbentuk pada suhu dibawah 120°C.  Dengan kandungan sebesar ini, Anda patut waspada! Pasalnya hasil uji peneliti mengungkapkan bahwa batas toleransi bagi tubuh orang dewasa adalah 0,5  mikrogram per hari. Sebab dengan kadar sebesar itu saluran pencernaan mampu menyerap dan mengeluarkannya dari tubuh melalui urin dalam beberapa jam kemudian.

Dalam kehidupan sehari-hari, apalagi orang Indonesia sangat menyukai makanan gorengan sehingga  kita tak bisa benar-benar menghilangkan akrilamida dalam menu makanan. Namun, ada beberapa  hal yang dapat lakukan untuk mengurangi jumlah akrilamida yang dikonsumsi yaitu:

·    Ketika  menggoreng kentang beku, ikuti rekomendasi pabrik untuk lama waktu memasak dan suhunya. Disamping itu, hindarilah memasak terlalu gosong atau kecoklatan.
Jikalau menggoreng kentang dirumah
,upayakan mengiris kentang lebih tebal dan digoreng menggunakan suhu goreng yang lebih tinggi dengan waktu goreng yang lebih singkat.

·    Masaklah kentang hanya sampai kentang berwarna kuning keemasan dan bukan warna cokelat. Kentang yang gosong atau berwarna coklat cenderung mengandung lebih potensial akrilamida.

·     Apabila memanggang roti upayakan jangan sampai warna coklat tua, cukup warna coklat muda.

·   Jangan menyimpan kentang dalam lemari es, pasalnya bisa meningkatkan kadar akrilamida saat dimasak. Jauhkan kentang diluar kulkas ditempat yang dingin, seperti lemari.

·      Masaklah bahan pangan dengan cara dikukus atau direbus.

·      Upayakan jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan yang digoreng dan dipanggang. 

·      Kalau memang terpaksa harus menggoreng, upayakan tidak terlalu lama menggoreng dan gunakan minyak yang benar-benar baru atau minyak yang tidak mengandung kolesterol hewani. 

·      Pada produk sereal, memodifikasi waktu atau suhu memasak.

·  Menghindari penggunaan amonium bikarbonat dan menggunakan bahan-bahan yang rendah asparagin (pencetus senyawa Akrilamida). 

Selain itu, tingkatkan konsumsi makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, sehingga racun dalam tubuh dapat dikurangi. Dengan menyiasati beberapa teknik memasak dirumah, kandungan akrilamida yang terbentuk dari pemasakan dapat diminimalkan. Umumnya, lebih banyak akrilamida terakumulasi pada proses memasak yang lebih lama dan pada temperatur yang lebih tinggi.

 

Daftar Pustaka

 

Tareke. E., Rydberg. P.,et al, 2002,Analysis of Acrylamide, a Carcinogen Formed in Heated Foodstuffs". Journal of Agricultural Food Chemical.Vol.50 (17): 4998–5006, PMID 12166997.

Pedreschi. F., Kaack. K. dan Granby. K., 2006,Acrylamide Content and Color Development in Fried Potato Strips". Food Res. Intern Vol.39: 40–46. doi:10.1016/j.foodres.200506.001.

 

Robin, L.P., 2007. Acrylamide, Furan, and The FDA.  Food Safety Magazine. The Target Group.

 

Harahap, Y., 2006,Pembentukan Akrilamida dalam Makanan dan Analisisnya. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol.III No.3. Departemen Farmasi FMIPA-UI, Depok.

]]>
Ir. Saptoningsih, MP Wed, 18 Feb 2015 12:57:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/845-mencegah-bahaya-akrilamida-pada-olahan-pangan