Berita Pelatihan http://bbpp-lembang.info/ Thu, 20 Jun 2019 19:58:32 +0700 FeedCreator 1.8.3 (obRSS 1.9) http://bbpp-lembang.info/images/ Berita Pelatihan http://bbpp-lembang.info/ Berita seputar pelaksanaan Diklat di BBPP Lembang Langkah Awal Budidaya Brokoli http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1524-langkah-awal-budidaya-brokoli bbpplembang pelatihanOTM angkt52 sesi3 1LEMBANG. Teriknya matahari siang di musim kemarau, tetap membakar semangat peserta Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran Angkatan 52 untuk hadir di lokasi pelatihan pada sesi 3, Rabu (12/06/2019). Dipandu oleh fasilitator pelatihan, Penyuluh Pertanian, Evan, dan Petugas POPT, Ine, membagi peserta menjadi 3 kelompok dan masing-masing langsung mempraktikkan membuat naungan persemaian, mengolah lahan, dan melakukan persemaian benih tanaman brokoli. Tampak hadir pula para Counterpart kerjasama antara BBPP Lembang dan Taiwan Technical Mission, Yeyep Dintan dan Dewi Padmisari, serta Kasie Non Aparatur, Irwan Waluya, yang turut memantau jalannya pelatihan agar berjalan dengan baik.

bbpplembang pelatihanOTM angkt52 sesi3 3Media yang digunakan untuk membuat persemaian adalah arang sekam dan kascing (terbuat dari kotoran cacing merah), dengan perbandingan 1:1. Keduanya dicampur hingga merata dan diberi air hingga agak lembab, selanjutnya dimasukkan kedalam tray. Lalu, benih brokoli satu persatu dimasukkan kedalam lubang tray. Kelebihan melakukan persemaian seperti yang diungkapkan oleh Yeyep Dintan, “dengan membuat persemaian, maka bbpplembang pelatihanOTM angkt52 sesi3 2kerja menjadi lebih cepat, memperkuat perakaran tanaman, dan dapat mencegah bengkak akar”, ujar Yeyep kepada peserta.

Kelompok lainnya membuat naungan persemaian, yang terbuat dari bambu. Bambu satu persatu dirangkai menjadi suatu naungan sederhana tempat tray-tray persemaian nantinya diletakkan selama kurang lebih 2 minggu, sebelum tanaman dipindahkan ke lahan. Di kelompok terakhir, peserta melakukan olah lahan menggunakan alat mesin pertanian jenis cultivator diatas lahan demplot peserta pelatihan seluas 50 m2 yang nantinya akan ditanami brokoli. (Chetty)

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 12 Jun 2019 21:57:32 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1524-langkah-awal-budidaya-brokoli
Meningkatkan Nilai Tambah Pisang dan Cabai http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1526-meningkatkan-nilai-tambah-pisang-dan-cabai bbpplembang pelatihanpengolahan papuabarat1LEMBANG. Upaya peningkatan nilai tambah produk hortikultura yang bersifat perishable (mudah rusak) salah satunya melalui proses pengolahan hasil. Ini penting agar produk hortikultra memiliki daya simpan yang lebih lama, dan dapat meningkatkan nilai tambah produk. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama melaksanakan Pelatihan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian bagi 8 orang petani dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Wilayah Kabupaten Teluk Wondama. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari mulai 22 – 23 Mei 2019.

bbpplembang pelatihanpengolahan papuabarat2Selama berlatih di BBPP Lembang, peserta memperoleh teori singkat tentang Good Manufacturing Practices (GMP) yang disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Lembang Spesialisasi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian, Wawa Risnawaty, dan langsung praktik berbagai olahan pangan dari pisang dan cabai merah. Olahan pisang seperti brownies dan abon jantung pisang serta manisan cabai merah  dipraktikkan oleh peserta, dibantu oleh Pengelola Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian, Estu Hariani, dan juga Siswi SMK bbpplembang pelatihanpengolahan papuabarat3yang sedang PKL di BBPP Lembang. Peserta juga praktik membuat sabun cuci dari minyak jelantah. Ini bertujuan agar dapat memanfaatkan limbah dapur yang berasal dari minyak goreng jelantah, sehingga dapat mengurangi polusi akibat pembuangan limbah yang berlebihan. Di akhir pelatihan, peserta praktik membuat kemasan olahan pangan yang terbuat dari plastik dan kertas.

Untuk melihat langsung success story anggota KWT yang sekarang ini sukses dalam bisnis pengolahan hasil pertanian, peserta berkunjung ke KWT Alam Sari Kabupaten Subang yang bergerak dibidang pengolahan hasil buah nanas menjadi berbagai olahan pangan seperti dodol, sirup, jus, dll.

 

 

bbpplembang pelatihanpengolahan papuabaratbbpplembang pelatihanpengolahan papuabarat5Adriana Pasangka, Kepala Seksi Produksi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Teluk Wondama menyampaikan maksud dan tujuannya membawa petani dan anggota KWT di Wilayah Kabupaten Teluk Wondama, Rabu (23/05/2019), “Komoditas pisang banyak dibudidayakan di Kabupaten Teluk Wondama, dan cabai merupakan salah satu komoditas strategis Kementerian Pertanian. Kedua komoditas itu, pisang, selama ini hanya diolah menjadi bahan makanan yang sederhana, cabai hanya dijual dalam bentuk sayuran segar. Tujuan kami belajar pengolahan hasil kedua komoditas pertanian ini adalah agar memiliki daya simpan yang lama dan harganya bisa lebih tinggi sehingga memiliki nilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan dan mensejahterakan masyarakat kami”, jelasnya.

bbpplembang pelatihanpengolahan papuabarat4Margaretha, salah seorang peserta yang merupakan anggota KWT Masyarakat di Kabupaten Teluk Wondama menyampaikan kesannya, “Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak BBPP Lembang yang telah melatih kami belajar pengolahan hasil komoditas pisang dan cabai. Mengolah pisang menjadi brownies dan jantung pisang menjadi abon, adalah hal baru bagi kami, pun kami baru mengetahui bahwa cabai merah ternyata bisa diolah tidak hanya menjadi sambal, namun bisa menjadi manisan cabai”, jelasnya. “Di BBPP Lembang inipun kami belajar membuat kemasan produk olahan pangan dari plastik menjadi 3 model standing pouch yang cantik dan juga membuat paper bag dari kertas. Ini sangat menyenangkan’, ujar Margaretha semangat. Tekadnya kuat setelah berlatih akan mengaplikasikannya dan menularkannya ke anggota masyarakat di tempatnya agar dapat meningkatkan ekonomi mereka. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 23 May 2019 23:10:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1526-meningkatkan-nilai-tambah-pisang-dan-cabai
Meningkatkan Pendapatan Petani dengan Pengelolaan Packing House BBPP Lembang http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1527-meningkatkan-pendapatan-petani-dengan-pengelolaan-packing-house-bbpp-lembang bbpplembang pelatihanOTM angkt52 sesi2LEMBANG. Manajemen Packing House yang outputnya adalah Contract Farming, merupakan materi baru di Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model mulai dari Angkatan 51 ini. Ini untuk melindungi hasil tani para petani peserta pelatihan agar terjamin pemasarannya, baik itu hasil panen saat praktik pelatihan, maupun setelah proses pelatihan selesai. Menjadi tugas Pengelola Packing House, dalam hal ini Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC) yang akan menerima produk petani dan memasarkannya ke pasar modern, hotel, restaurant, dan katering (horeka) dan merintis ekspor.

bbpplembang pelatihanOTM angkt52 sesi2 1Materi disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Lembang sekaligus Counterpart Kerjasama BBPP Lembang dan Taiwan Technical Mission (TTM), Yeyep Dintan, Selasa (21/05/2019). Mengawali penjelasan, disampaikannya, “Pelatihan sebagai umpan agar setelah pelatihan produktivitas peserta pelatihan meningkat. Begitu juga pada Pelatihan OTM ini, petani akan meningkat pendapatan dan kesejahteraannya bila sudah melalukan budidaya dengan baik sesuai SOP. Pelatihan OTM ini mengajarkan budidaya tanaman yang lebih baik, memanfaatkan teknologi, dan ramah lingkungan”, jelas Yeyep dihadapan 30 peserta yang hadir. “Berbeda dengan pelatihan pada umumnya, karena pelatihan ini tidak berbatas waktu. Setelah proses berlatih selesai, kami tetap mendampingi hingga maksimal 1 tahun. Setelah itu kita akan terus bermitra melalui proses pemasaran sayuran dimana petani alumni pelatihan akan menjadi supplier ke LAIC sebagai Pengelola Packing House”, ungkap Yeyep.

Dijelaskan tentang Pengelolaan Produk Hortikultura di Ruang Pengemasan (Packing House). Mulai dari penerimaan produk, penanganan produk, pengemasan dan pelabelan, dan penyimpanan produk akhir. “Penanganan pascapanen yang baik merupakan langkah strategis yang akan menjadikan produk hortikultura bermutu dan aman dikonsumsi”, jelas Yeyep.

Akhir sesi 2, dijelaskan tentang Contract Farming yang akan dibuat sebagai perjanjian antara Kelompok Tani Motekar dan LAIC. Contract Farming meliputi jenis komoditas, jumlah komoditas, tanggal tanam, tanggal panen, produksi, dan harga jual. Contract Farming juga memuat klausul bahwa hasil panen kelompok akan dijua ke LAIC sebesar 70% dengan harga sesuai kesepakatan seminggu sebelum panen, dimana 30% nya bisa dijual petani ke pasar lain. Perjanjian ini akan ditandatangani oleh Ketua Kelompok Tani, Direktur LAIC, dan Penyuluh Pertanian sebagai bentuk legalitas perjanjian. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 21 May 2019 23:36:21 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1527-meningkatkan-pendapatan-petani-dengan-pengelolaan-packing-house-bbpp-lembang
Asa Petani Lembang Meraih Kesejahteraan melalui Pelatihan Onsite Training Model http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1515-asa-petani-lembang-meraih-kesejahteraan-melalui-pelatihan-onsite-training-model bbpplembang pelatihanOTM angkt45 penutupan1LEMBANG. Jumat (03/05/2019), suasana di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang ramai sekali. Dari pagi hingga siang, iringan mobil dan motor satu persatu datang langsung menuju area Packing House dan Green House, bangunan megah dan modern yang dibangun hasil kerjasama BBPP Lembang dan Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission, dalam rangka pemberdayaan petani Lembang dan sekitarnya. Seratus dua puluh orang petani wilayah Lembang atau sebanyak 4 angkatan peserta Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan metode Onsite Training Model, yaitu Angkatan 45, 47, 49, dan 50 serentak memasuki Sesi 7 dari seluruh rangkaian sesi pelatihan. Sesi 7 diisi dengan kunjungan ke Balai untuk melihat sarana prasarana pelatihan di Balai, khususnya Packing House yang akan menjadi sarana pembelajaran pemasaran alumni pelatihan.

Tiga puluh orang anggota Kelompok Tani Sekar Wangi yang tergabung di Angkatan 45, terlihat sangat excited diajak berkeliling Balai oleh Pendamping mereka, Penyuluh Pertanian wilayah Kabupaten Bandung Barat, Alit, dan juga Widyaiswara BBPP Lembang, N. Ida Farida. Secara rinci Alit menjelaskan bbpplembang pelatihanOTM angkt45 penutupan3tentang setiap ruangan yang ada di Packing House, mulai dari ruang entry barang, ruang pre-cooling, ruang sortasi, ruang packing, cold storage, dan ruang pameran. Selanjutnya di Green House, dijelaskan automasi disana yang sudah modern dalam mengatur pertumbuhan tanaman. Salah seorang peserta, Ganjar menyampaikan kesannya, “Saya mewakili Kelompok Tani Sekar Wangi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, ilmu yang kami dapat sangat bermanfaat, dan juga pendampingan terus menerus dari semuanya membuat besar harapan kami setelah ini taraf hidup kami dapat lebih meningkat seiring kemandirian kami dalam berusahatani”.

 

bbpplembang pelatihanOTM angkt45 penutupan2bbpplembang pelatihanOTM angkt45 penutupanPelatihan ditutup secara resmi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Ramadani Saputra. Diungkapkan harapannya kepada peserta, “Saya berharap semua peserta bisa selalu kompak, jalin terus silaturahmi dan kemitraan, baik dengan seluruh alumni maupun dengan BBPP Lembang dan para penyuluh pendamping. Karena setelah ini justru awal dari semuanya bagaimana kita bisa berjuang bersama untuk menggapai kesejahteraan”. “Nama kelompok tani Sekar Wangi, sesuai namanya semoga usahataninya terus berkembang dan meraih kesuksesan kelak”, motivasi Ramadani sesaat sebelum menutup pelatihan. (Chetty)

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 03 May 2019 21:30:16 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1515-asa-petani-lembang-meraih-kesejahteraan-melalui-pelatihan-onsite-training-model
Peningkatan Kompetensi dengan Pelatihan Pola Onsite Training Model http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1514-peningkatan-kompetensi-dengan-pelatihan-pola-onsite-training-model bbpplembang pelatihanOTM angkt47 penutupanLEMBANG. Rangkaian kegiatan Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model Angkatan 47 di Kelompok Tani Cialieu Desa Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat berakhir pada Jumat (03/05/2019). Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, Irwan Waluya menyampaikan laporan hasil pelaksanaan selama pelatihan 7 sesi. Secara umum, pelatihan terlaksana dengan baik, hasil evaluasi penyelenggaraan pelatihan menyatakan kompetensi peserta meningkat dari hasil pre dan post test, penilaian terhadap fasilitator baik, dan peserta puas atas kualitas pelayanan penyelenggaraan pelatihan.

bbpplembang pelatihanOTM angkt47 penutupan2“Pelatihan 7 sesi memang sudah usai, namun ini tidak berakhir disini karena setelah pelatihan, akan ada terus kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Penyuluh Pertanian, Petugas POPT maupun Widyaiswara BBPP Lembang. bbpplembang pelatihanOTM angkt47 penutupan1Pendampingan yang dilakukan selama 1 musim tanam atau paling lama 1 tahun ini bertujuan agar saat petani mengalami permasalahan di lapangan langsung memperoleh solusi dari pendamping”, jelas Ramadani Saputra, Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, mengawali sambutannya sesaat sebelum menutup pelatihan.

Sebelum penutupan, 30 orang peserta Kelompok Tani Cialieu ini berkesempatan melihat sarana belajar pemasaran yaitu Packing House, Green House, dan melihat lahan praktik BBPP Lembang lainnya seperti pemanfaatan teknologi hidroponik di Zona Rumah Pangan Lestari, dipandu oleh fasilitator Ferry dan Lida. Alumni pelatihan Onsite Training Model akan tergabung di Bandung Vegetables Station (BAVAS), yang akan menjadi supplier sayuran ke pengelola Packing House yaitu Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC) untuk memasarkan produk sayuran petani Lembang ke beberapa pasar modern dan merintis untuk ekspor. Dengan demikian, hasil panen petani alumni OTM akan terjamin pemasarannya. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 03 May 2019 21:10:50 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1514-peningkatan-kompetensi-dengan-pelatihan-pola-onsite-training-model
Suksesnya Bisnis Sayuran dengan Kemitraan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1510-suksesnya-bisnis-sayuran-dengan-kemitraan bbpplembang pelatihanOTM angkt49 penutupanLEMBANG. Kelompok Tani Master Lemon di Desa Cikahuripan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat merupakan peserta Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model yang tergabung di Angkatan 49. Jumat (03/05/2019), memasuki sesi akhir dari rangkaian pelatihan 7 sesi yang telah dilaksanakan dari awal April, peserta berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang untuk melihat sarana belajar pemasaran, Packing House, dan Green House pembibitan dan produksi. Dipandu oleh fasilitator pelatihan, Ramdhani dan Mamik, mereka memperoleh penjelasan beberapa sarana yang ada di Packing House mulai dari barang datang, ruangan pre-cooling, ruangan sortasi, ruangan wrapping, cold storage, dan ruangan display/pameran produk sayuran. Didalam Green House yang modern, disampaikan bagaimana alur kerjanya dan proses pemeliharaan tanaman yang dilakukan dengan aman, menggunakan teknologi, sehingga hasil panen baik dari sisi kuantitas dan kualitas.

bbpplembang pelatihanOTM angkt49 penutupan2Sesi 7 diakhiri dengan kegiatan penutupan secara resmi oleh BBPP Lembang yang dihadiri oleh pihak Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission dan juga seluruh pendamping baik penyuluh pertanian, petugas POPT, dan widyaiswara. Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, Irwan Waluya menyampaikan laporan hasil pelaksanaan selama pelatihan 7 sesi. Secara umum, pelatihan terlaksana dengan baik, hasil evaluasi menyatakan kompetensi peserta meningkat, penilaian terhadap fasilitator baik, dan peserta puas atas kualitas pelayanan penyelenggaraan pelatihan.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Ramadani Saputra, menutup pelatihan secara resmi. “Bapak dan Ibu sebelumnya tadi telah berkeliling balai dan melihat Packing House. Saya berharap petani alumni Pelatihan OTM nantinya aktif ikut serta mengelola Packing House karena memang fasilitas ini dibangun sebagai rangkaian dari kegiatan pemberdayaan petani Lembang khususnya untuk alumni bbpplembang pelatihanOTM angkt49 penutupan1pelatihan”, jelasnya mengawali sambutan. “Kemitraan menjadi kunci keberhasilan dalam agribisnis sayuran. Bapak Ibu tergabung di Kelompok Tani Master Lemon, karenanya saya berharap melalui core farmer dan penyuluh pendamping, jalin kemitraan dengan baik sesama anggota kelompok dan juga anggota kelompok lain sesama alumni, karena memang semuanya akan tergabung di Bandung Vegetables Station (BAVAS), atur pola tanam, karena syarat produk kita bisa laku di pasaran adalah terjaga kuantitas, kualitas, dan kontinuitasnya”, ungkap Ramadani”.

Dadang Sopandi, Ketua Kelompok Tani Master Lemon dalam kesan dan pesannya menyampaikan, “Saya mewakili seluruh peserta menyampaikan terimakasih kepada BBPP Lembang, Taiwan Technical Mission, dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Penyuluh Pertanian Petugas POPT yang telah memberikan kami kesempatan mengikuti pelatihan ini. Kami menjadi lebih paham bagaimana budidaya sayuran yang baik dan ramah lingkungan. Besar harapan kami bisa lebih sejahtera kehidupan kami dan keluarga melalui kegiatan ini”, ujar Dadang. (Chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 03 May 2019 17:38:24 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1510-suksesnya-bisnis-sayuran-dengan-kemitraan
Pelatihan Onsite Training Model untuk Peningkatan Kesejahteraan Petani http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1511-pelatihan-onsite-training-model-untuk-peningkatan-kesejahteraan-petani bbpplembang pelatihanOTM angkt46 penutupan1LEMBANG. Onsite Training Model merupakan model pelatihan yang diinisiasi oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sejak tahun 2015, bekerjasama dengan Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission (TTM), bertujuan untuk penguatan kapasitas petani di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan sebagian Kabupaten Bandung. Bentuk kegiatannya yaitu: 1) pelatihan berbasis outcome yang memadukan pelatihan dan penyuluhan/pendampingan bagi 1.800 petani, 2) pembangunan sarana dan prasarana berupa Green House Produksi dan Pembibitan serta Packing House sebagai sarana berlatih pemasaran, dan 3) pembentukan asosiasi petani tempat berkumpulnya para alumni pelatihan dengan nama Bandung Vegetables Station (BAVAS). Dalam perkembangannya hingga Tahun 2019 ini, dibentuk pula Pengelola Packing House dengan nama Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC) dimana BAVAS menjadi supplier sayuran ke LAIC untuk dipasarkan ke pasar modern dan sedang merintis pasar ekspor.

bbpplembang pelatihanOTM angkt46 penutupan2Hingga akhir awal Mei 2019, lahir 1.590 petani alumni Pelatihan OTM. Kelompok Tani Macakal di Desa Cibodas Kecamatan Lembang yang tergabung di Angkatan 46, menjadi salah satu kelompok tani yang merasa beruntung bisa memperoleh kesempatan berlatih agribisnis sayuran dengan model OTM ini. Seperti yang diungkapkan oleh Triana, Ketua Kelompok Tani Macakal, saat dijumpai disela-sela Sesi 7 berlangsung dimana peserta berkunjung ke BBPP Lembang untuk melihat Packing House dan Green House, didampingi fasilitator, Darwin. “Kami sangat berterimakasih kepada semua pihak BBPP Lembang, TTM, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung Barat melalui para Penyuluh Pertanian dan Petugas POPT, yang telah melatih dan mendampingi kami bagaimana cara mengoptimalkan lahan usahatani yang kami miliki dengan cara budidaya yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi pertanian yang tepat dan ramah lingkungan. Kami sangat antusias mengikuti tiap sesi karena memang pelatihan seperti ini baru kali ini kami ikuti dan kami sangat ingin berkiprah di pertanian untuk bekal generasi kami berikutnya”, ujar Triana. “Dari Pelatihan OTM ini kami jadi mengetahui keterkaitan yang penting antara proses budidaya dan pemasaran. Dengan mengikuti pola yang ada, harapan kami dapat meningkat pendapatan dan kesejahteraan keluarga kami”, ungkap Triana.

bbpplembang pelatihanOTM angkt46 penutupanSesi 7 diakhiri dengan penutupan secara resmi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Ramadani Saputra, dihadiri pula oleh Pejabat Struktural dan Widyaiswara BBPP Lembang, dan Perwakilan TTM, Kamis (02/05/2019). Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, Irwan Waluya menyampaikan laporan hasil pelaksanaan selama pelatihan 7 sesi. Secara umum, pelatihan terlaksana dengan baik, hasil evaluasi menyatakan kompetensi peserta meningkat, penilaian terhadap fasilitator baik, dan peserta puas atas kualitas pelayanan penyelenggaraan pelatihan. “Kami berharap seluruh petani alumni OTM bisa memanfaatkan Packing House yang ada ini sebagai sarana pembelajaran pemasaran. Melalui core farmer dan penyuluh pendamping, silakan diatur mulai dari pola tanam dan komoditas yang nantinya dipasarkan melalui Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC). Seluruh hasil usahatani petani alumni yang masuk ke Packing House sifatnya cash dan carry, barang datang langsung dibayarkan uangnya. Kami berharap juga harganya bisa lebih tinggi dari harga pasaran”, jelas Ramadani sesaat sebelum menutup pelatihan secara resmi. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 02 May 2019 18:06:27 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1511-pelatihan-onsite-training-model-untuk-peningkatan-kesejahteraan-petani
Petani Lembang Sukses Agribisnis Sayuran http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1516-petani-lembang-sukses-agribisnis-sayuran bbpplembang pelatihanOTM angkt50 sesi6LEMBANG. Peserta Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model, yang tergabung di Angkatan 50, yaitu anggota Kelompok Tani Perintis Tani Desa Cikole Lembang, memperoleh materi tentang Panen dan Pascapanen serta Pemasaran pada Sesi 6, Rabu (01/05/2019). Fasilitator pelatihan yang juga merupakan penyuluh pertanian wilayah Lembang, Jamal, menjelaskan tentang proses panen dan pascapanen brokoli yang baik dan benar. Selanjutnya dijelaskan pula bagaimana proses pemasaran sayuran hasil panen alumni pelatihan OTM.

bbpplembang pelatihanOTM angkt50 sesi6 1“Penentuan saat panen sayuran bisa dilihat dari ciri fisiknya yang disesuaikan dengan permintaan pasar”, ujar Jamal mengawali sesi materi. Dijelaskan pula peralatan yang digunakan untuk panen dan waktu panen yang tepat. “Pascapanen bertujuan untuk menjaga hasil panen tetap segar dan baik saat dipasarkan”, jelas Jamal lagi. Yang harus diperhatikan adalah membersihkan sayuran dari benda lain, sortasi, penyimpanan dengan pendinginan, dan pengemasan.

Sedangkan untuk pemasaran, dijelaskan oleh fasilitator bahwa semua alumni Pelatihan OTM akan tergabung di Bandung Vegetables Station (BAVAS) yang akan menjadi supplier sayuran hasil panen ke Lembang Agribusiness Incubation Center (LAIC), Pengelola Packing House di BBPP Lembang. Nantinya sayuran hasil panen petani alumni Pelatihan OTM akan dipasarkan ke pasar modern dan merintis untuk pasar ekspor. “Syarat produk kita untuk bisa masuk ke pasar modern atau ekspor adalah menjaga kuantitas, kualitas, dan kontinuitas produk. Kuantitas dan kualitas bisa kita penuhi dengan cara berbudidaya yang baik sesuai yang telah diperoleh selama pelatihan. Untuk kontinuitas, anggota kelompok tani saling bekerjasama bermitra dengan baik dan nanti corefarmer yang akan mengatur pola tanam anggota kelompok sehingga produk hasil panen terjaga kontinuitasnya”, jelas Jamal mengakhiri sesi. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 01 May 2019 21:47:30 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1516-petani-lembang-sukses-agribisnis-sayuran
pH Tanah Memerlukan Dosis Pemupukan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1521-ph-tanah-memerlukan-dosis-pemupukan bbpplembang pelatihanOTM angkt47 sesi 2LEMBANG. Sesi 5 Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model di Kelompok Tani Cialieu, Cibodas Lembang, dilaksanakan Selasa (30/04/2019). Dipandu oleh fasilitator yang merupakan penyuluh pertanian, Ferry, sesi ini diawali dengan presentasi kelompok tentang bagaimana mendeskripsikan ciri tanaman yang kekurangan dan kelebihan unsur hara utama seperti Nitrogen (N), phosphor (P), atau Kalium (K) yang selama ini dialami saat melakukan budidaya tanaman. Secara simultan, perwakilan dari 3 kelompok bergantian mempresentasikan kelebihan dan kekurangan unsur hara. Secara umum, deskripsi masing-masing kelompok atas kelebihan dan kekurangan unsur hara pokok seperti N, P, dan K sama. Misalnya kekurangan unsur Nitrogen maka tanaman akan berwarna kuning, sedangkan kelebihannya tanaman tumbuh subur. Kekurangan Phospor, tanaman akan busuk dan layu, sedangkan kelebihannya tanaman tumbuh kuat. Kekurangan unsur Kalium maka tanaman akan tumbuh kerdil, sedangkan kelebihannya tanaman akan berbobot besar.

“Dengan PUTK diharapkan membantu petani meningkatkan ketepatan pemberian dosis pupuk P, K dan bahan organik lainnya”, ujar Ferry. Secara umum PUTK ini dapat digunakan untuk penilaian status kesuburan tanah lahan kering secara cepat. Satu paket kemasan PUTK terdiri dari: a) satu set larutan ekstraksi untuk penetapan P, K, bahan organik, pH dan kebutuhan kapur, b) peralatan pendukung, c) bagan warna, serta (e) buku petunjuk penggunaan. Selanjutnya peserta praktik menguji pH tanah dengan alat Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK).

bbpplembang pelatihanOTM angkt47 sesi 2 1Sesi 5 dilanjutkan dengan pemaparan tentang pupuk dan pemupukan berimbang, yang disampaikan oleh praktisi dari perusahaan pupuk, Agus. Disampaikannya tentang Konsep Terpadu untuk Hasil Optimal dalam Budidaya Tanaman Sayuran. “Yang penting dalam budidaya adalah memilih varietas yang cocok, perhatikan faktor iklim seperti sinar matahari, pengairan, dan suhu, serta manajemen budidaya tanaman yang baik mulai dari penanganan hama dan penyakit, irigasi, pengendalian gulma, SDM, drainase, dan populasi tanaman/hektar”, jelas Agus. “Kita harus mengetahui unsur hara dalam tanaman baik makro dan mikro dan kita harus mengetahui pH tanah dan menjaganya di kisaran angka 6-7, tidak terlalu masam dan tidak terlalu basa, cenderung netral, karena dengan demikian kita dapat menentukan pemberian pupuk yang benar sesuai dosis”, tegasnya lagi. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 30 Apr 2019 18:19:32 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1521-ph-tanah-memerlukan-dosis-pemupukan
Meningkatkan Nilai Tambah dengan Pengolahan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1518-meningkatkan-nilai-tambah-dengan-pengolahan bbpplembang bimtekpengolahan KWTBanjarLEMBANG. Kota Banjar sebagai salah satu wilayah binaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memiliki potensi komoditas pertanian yang cukup tinggi baik dari sisi produksi maupun  kualitasnya. Untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian, salah satu caranya adalah melalui proses pengolahan hasil pertanian, menjadi bahan olahan pangan yang bernilai jual tinggi. BBPP Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengolahan Hasil Pertanian bagi Kelompok Wanita Tani Kota Banjar, yang dilaksanakan selama 4 hari mulai 26-29 April 2019. Peserta sebanyak 30 orang anggota KWT di Kota Banjar. Pembukaan kegiatan, Jumat (26/04/2019).

bbpplembang bimtekpengolahan KWTBanjar2Selama berlatih, peserta diberikan materi pokok tentang Good Manufactuirng Practices (GMP), pengolahan hasil pertanian, dan pengemasan. Fasilitator pelatihan yaitu Widyaiswara BBPP Lembang Spesialisasi Pascapanen dan Pengolahan Hasil Pertanian, Wawa Risnawaty dan Aris Hanafiah dibantu oleh Pengelola Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian. Potensi komoditas pertanian di Kota Banjar yang dapat dilakukan dengan proses pengolahan hasil pertanian diantaranya adalah singkong dan pisang, karenanya berbagai olahan pangan berbahan dasar singkong dan pisang dikenalkan leh fasilitator, Sabtu bbpplembang bimtekpengolahan KWTBanjar3(27/04/2019). Membuat tepung mocaf (modified cassava flour), eggroll mocaf, dan brownies pisang dilakukan oleh peserta selama Bimtek. Satu lagi olahan yang dikenalkan yaitu membuat sabun dari minyak jelantah, “disamping sabun dari minyak jelantah ini bermanfaat untuk membersihkan benda dan barang disekitar kita, namun juga dengan mengolah minyak jelantah  menjadi sabun dapat mengurangi limbah dari minyak jelantah yang dapat mencemari lingkungan”, demikian penjelasan Wawa dihadapan seluruh peserta.

Untuk melihat keberhasilan Kelompok Wanita Tani lainnya yang telah sukses menjalankan usahanya, peserta melakukan studi banding ke KWT Alam Sari Kabupaten Subang yang bergerak dibidang pengolahan hasil buah nanas menjadi berbagai olahan pangan seperti dodol, sirup, jus, dll, Minggu (28/04/2019). Sebelum penutupan Bimtek, peserta memperoleh materi tentang Analisa Usaha oleh Widyaiswara BBPP Lembang Spesialisasi Sosial Ekonomi Pertanian, Anda Suhendi, Senin (29/04/2019). “Hal yang perlu diperhatikan dalam memulai usaha adalah: jenis kegiatan dalam pengelolaan usaha, pengadaan bahan baku dan peralatan, kapasitas/volume produksi, besar modal yang diperlukan, dan pemasaran hasil”, jelas Anda. “Kita harus membuat rencana usaha. Awalnya kita membuat dulu rencana usaha individu yang disusun berdasarkan kebutuhan, lalu rencana usaha kelompok yang dibuat oleh kelompok dan direkap oleh ketua kelompok untuk keperluan misalnya laporan kegiatan atau pencairan dana’, lanjut Anda lagi.

bbpplembang bimtekpengolahan KWTBanjar1Penutupan secara resmi oleh Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud. “dalam berwirausaha bila mengalami kegagalan janganlah menyerah, coba lagi lagi dan lagi. Hambatan dan kegagalan bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan, justru kita sedang mengalami pertumbuhan luar biasa”, pesan Kemal. “Bagian terberat dari sebuah kesuksesan adalah saat memulai usaha, namun saat sudah bisa melewati batas tertentu, segalanya akan mudah. Yakini bahwa kedepan hidup kita akan sukses dan menjadi pemberi berkah bagi sesama, seperti halnya pohon bambu”, demikian motivasi Kepala Balai sesaat sebelum menutup Bimtek.

Kurniasih, salah seorang peserta menyatakan kesannya selama berlatih di BBPP Lembang, “terimakasih atas bimbingan BBPP Lembang sehingga kami anggota KWT Kota Banjar bisa mendapat ilmu baru yang dapat menambah wawasan kami tentang pengolahan hasil pertanian. Akan kami sosialisasikan kepada anggota KWT lainnya yang tidak bisa mengikuti kegiatan ini”. (chetty)

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 29 Apr 2019 23:00:43 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1518-meningkatkan-nilai-tambah-dengan-pengolahan
Dengan Pupuk Organik Cair, Hasil Panen Menyehatkan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1517-dengan-pupuk-organik-cair-hasil-panen-menyehatkan bbpplembang pelatihanOTM angkt50 sesi5LEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission menyelenggarakan Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model. Apa itu Onsite Training Model? Yaitu model pelatihan yang menggunakan pola integrasi mulai dari proses perencanaan hingga pendampingan dan evaluasi. Kelebihan Onsite Training Model yaitu: berbasis outcome (pendapatan) jaminan sektor hilir; integrasi; materi sesuai kebutuhan; menyelesaikan permasalahan petani dengan tepat; sarana belajar adalah lokasi usahanya; waktu belajar sesuai dengan siklus budidaya dan sesuai kesepakatan petani peserta; pendampingan berkelanjutan; penyebaran teknologi ke petani lain lebih cepat; biaya lebih kecil.

Hingga Akhir April 2019, sudah ada 50 angkatan atau sekitar 1.500 alumni pelatihan yang merupakan petani wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang telah dilatih, dari target 1.800 hingga akhir Tahun 2019. Angkatan 50 berlokasi di Desa Cikole Lembang, memasuki sesi 5 pada Senin (29/04/2019). Tiga puluh orang petani yang tergabung di Kelompok Tani Perintis Tani di lahan usahatani milik core farme, Jajang. Materi kali ini yaitu tentang pemupukan dan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), dipandu fasilitator pelatihan yang merupakan penyuluh pertanian, Jamal dan Diah.

bbpplembang pelatihanOTM angkt50 sesi5 1Pemupukan merupakan proses yang penting dalam rangkaian budidaya tanaman karena menjadi salah satu faktor penentu tumbuhnya tanaman dengan baik dan optimalnya hasil panen”, jelas Jamal mengawali materi hari itu. “Kini era pertanian organik maka penting untuk kita semua membuat pupuk berbahan dasar organik agar menyehatkan tanaman dan lingkungan sekitar kita, karenanya di pelatihan ini kita belajar bagaimana berbudidaya tanaman yang baik dan sehat. Cara membuat pupuk organik tidaklah sulit, bahannya mudah kita peroleh disekitar kita dengan memanfaatkan limbah seperti air kelapa, atau urine ternak baik kelinci atau sapi dan relatif lebih murah”, jelas Jamal lagi. Selanjutnya, peserta praktik membuat pupuk organik cair. (Chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 29 Apr 2019 22:22:14 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1517-dengan-pupuk-organik-cair-hasil-panen-menyehatkan
Inokulasi Trichoderma Dipraktikkan pada Pelatihan Onsite Training Model http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1522-inokulasi-trichoderma-dipraktikkan-pada-pelatihan-onsite-training-model bbpplembang pelatihanOTM angkt47 sesi 4LEMBANG. Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model di Kelompok Tani Cialieu, Cibodas Lembang memasuki sesi 4 pada Jumat (26/04/2019). Kali ini peserta memperoleh materi tentang pemeliharaan tanaman berupa pengendalian hama dan penyakit dengan cara pembuatan pestisida nabati, PGPR, dan Trichoderma. Fasilitator sesi ini adalah Petugas POPT Kabupaten Bandung Barat, Nendi dan Lida.

bbpplembang pelatihanOTM angkt47 sesi 4 2“pestisida nabati, PGPR dan Trichoderma merupakan aplikasi pengendalian hama dan penyakit secara organik dan tentunya ramah lingkungan”, ujar Nendi. Dijelaskan pula alat dan bahan dalam pembuatan ketiganya yang dapat diperoleh disekitar kita sehingga biaya yang dikeluarkan tidak mahal. Proses pembuatannya pun tidak sulit asalkan petani mau kerja keras dan berkeinginan untuk berbudidaya secara sehat.

Sebelum praktik inokulasi atau perbanyakan trichoderma, fasilitator menjelaskan langkah-langkah inokulasi trichoderma: 1) Tangan harus dalam keadaan bersih dan steril dengan cuci tangan serta menyemprotkan alcohol, 2) buka lipatan plastik media berupa beras yang sudah dikukus terlebih dahulu, 3) sterilkan jarum ose dengan cara membakar jarum ose pada bunsen/lampu spirtus hingga pijar, lalu celupkan pada alkohol, 4) ambil bibit cendawan yang ada dalam botol dengan menggunakan jarum ose yang sudah disterilkan tadi, lalu masukkan kedalam media beras yang telah dikukus, 5) lipat ujung plastic lalu beri label. Peserta secara bergantian praktik inokulasi trichoderma agar mengetahui bagaimana cara perbanyakan trichoderma yang dapat membantu mereka untuk nantinya berbudidaya tanaman yang baik, benar, dan sehat. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 26 Apr 2019 19:41:15 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1522-inokulasi-trichoderma-dipraktikkan-pada-pelatihan-onsite-training-model
Persemaian Merupakan Salah Satu Penentu Keberhasilan dalam Budidaya http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1523-persemaian-merupakan-salah-satu-penentu-keberhasilan-dalam-budidaya bbpplembang pelatihanOTM ang49 sesi2LEMBANG. Kelompok Tani Master Lemon yang berlokasi di Desa Cikahuripan Kecamatan Lembang, merupakan peserta Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model yang tergabung di Angkatan 49. Kamis (11/04/2019), pada saat sesi 2, belajar tentang teknologi persemaian untuk komoditas sayuran brokoli dan juga berlatih tentang pengolahan lahan menggunakan alat mesin pertanian jenis cultivator.

Teknologi persemaian ini dengan cara bibit tanaman brokoli diseleksi terlebih dahulu untuk dipilih yang bagusnya. Lalu menyiapkan media arang sekam dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1:1”, ungkap Ineu, salah seorang fasilitator pelatihan saat memberi materi dihadapan 30 orang peserta yang hadir. Setelah itu arang sekam diletakkan didalam tray lalu bibit tanaman brokoli satu persatu ditanam disetiap kotak tray oleh peserta. “Persemaian dengan menggunakan tray ini membuat bbpplembang pelatihanOTM ang49 sesi2 1tanaman akan tumbuh dengan lebih optimal”, ungkap Ineu lagi. Selanjutnya peserta praktik pengolahan lahan menggunakan cultivator agar lebih cepat, efisiensi tenaga dan hasilnya lebih baik.

Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran kerjasama BBPP Lembang dan Taiwan Technical Mission ini terselenggara sudah menginjak tahun ke-3, sejak awal tahun 2017 hingga akhir 2019 dengan target melatih 1.800 petani di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan sebagian Kabupaten Bandung. Tidak hanya peningkatan kompetensi petani yang diharapkan dari pelatihan ini, melainkan juga adanya peningkatan pendapatan petani. Karenanya, pelatihan ini berbasis outcome, memadukan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan selama 1 siklus budidaya atau maksimal selama 1 tahun. Di akhir sesi, peserta akan bergabung dalam pemasaran bersama dengan nama Bandung Vegetables Station (BAVAS) sehingga produk sayurannya akan bisa dikelola bersama di Packing House yang ada di BBPP Lembang. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 11 Apr 2019 19:54:16 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1523-persemaian-merupakan-salah-satu-penentu-keberhasilan-dalam-budidaya
Giat Santri Tani dalam Bisnis Ayam Kampung http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1499-giat-santri-tani-dalam-bisnis-ayam-kampung bbpplembang bimtekkstm tasik rajapolah1TASIKMALAYA. Bisnis dibidang peternakan seperti misalnya ayam kampung sangatlah menjanjikan keuntungan yang berlipat. Daging dan telurnya memiliki harga relatif tinggi di pasaran karena permintaan konsumen juga tinggi. Asalkan ditekuni dengan baik dan memahami bagaimana proses budidayanya mulai dari menyiapkan kandang, meramu pakan yang tepat, dan mengenal penyakit pada ayam dan melakukan pencegahan penyakit dengan vaksin agar tidak keburu sakit dan mati yang menyebabkan kerugian, maka akan sukses di bisnis ayam kampung.

Proses belajar budidaya ayam kampung  terlihat di salah satu sudut di Kabupaten Tasikmalaya, tepatnya di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rajapolah, dimana berkumpul 120 orang santri dari 12 Kelompok Santri Tani Milenial bbpplembang bimtekkstm tasik rajapolah(KSTM). Mereka beruntung bisa menjadi penerima manfaat Program Penumbuhan dan Penguatan KSTM yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian tahun 2019 ini. Setelah melalui proses identifikasi dan verifikasi oleh tim Kementerian Pertanian, maka 10 orang dari 20-30 anggota KSTM yang ada di setiap pondok pesantren, berhak mengikuti Bimtek.

Pembukaan Bimtek Peningkatan Kompetensi bagi Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) digelar di BPP Rajapolah, Senin (08/04/2019). Kegiatan ini kerjasama BBPP Lembang dengan Pusat Pendidikan Pertanian selama 2 hari, dari tanggal 8-9 April 2019. Pembukaan Bimtek oleh Kasie Non Aparatur BBPP Lembang, Irwan Waluya. “Paket bantuan budidaya ayam kampung untuk setiap KSTM ini adalah 500 ekor ayam kampung usia 4 minggu, bantuan pakan selama 2 bulan, vitamin, obat, dan desinfektan, serta bantuan pembuatan kandang”, jelas Irwan sebelum membuka kegiatan. Fasilitator Bimtek yaitu penyuluh dan petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. (Chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 10 Apr 2019 07:26:32 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1499-giat-santri-tani-dalam-bisnis-ayam-kampung
Melatih Santri Tani Milenial Sukses Bisnis Ayam Kampung http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1498-melatih-santri-tani-milenial-sukses-bisnis-ayam-kampung bbpplembang bimtekkstm tasik ciawiTASIKMALAYA. Salah satu upaya Kementerian Pertanian menggenjot generasi milenial usia 15-39 tahun di lingkungan pondok pesantren agar minat dibidang pertanian khususnya peternakan ayam, dengan dilaksanakannya Program Penumbuhan dan Penguatan Kelompok Santri Tani Milenial. Ini juga sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dibidang pertanian yang dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2019 ini.

Program Penumbuhan dan Penguatan Kelompok Santri Tani Milenial dengan pemberian paket budidaya ayam kampung untuk setiap KSTM yang terdiri dari ayam kampung KUB 500 ekor usia 4 minggu, pakan selama 2 bulan, bantuan pembuatan kandang, vitamin dan desinfektan, dan pelatihan dalam bentuk Bimbingan Teknis selama 2 hari.

bbpplembang bimtekkstm tasik ciawi1BBPP Lembang sudah melaksanakan Bimtek mulai dari bulan Maret tahun 2019 diberbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Tangga 8-9 April 2019, kembali digelar Bimtek Peningkatan Kompetensi bagi KSTM kerjasama BBPP Lembang dan Pusat Pendidikan Pertanian. Berlokasi di BPP Ciawi Kab. Tasikmalaya, 130 orang dari 13 KSTM akan berlatih budidaya ayam kampung. Pembukaan kegiatan, Senin (08/04/2019) oleh Kabid Penyelenggaraan Pelatihan BBPP Lembang, Ramadani Saputra, S.ST, M.EP. “Rekan-rekan santri nantinya akan belajar budidaya ayam kampung mulai dari desain kandang, cara membuat kandang, pemeliharaan ayam kampung, pengelolaan pakan ayam, dan penanganan penyakit dan vaksinasi. Kami mohon ikuti dengan serius dan interaktif dengan fasilitator agar nantinya santri bisa sukses bisnis ayam kampung”, ungkap Ramadani sesaat sebelum membuka kegiatan. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 10 Apr 2019 07:14:08 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1498-melatih-santri-tani-milenial-sukses-bisnis-ayam-kampung
Onsite Training Model untuk Peningkatan Kesejahteraan Petani http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1500-onsite-training-model-untuk-peningkatan-kesejahteraan-petani bbpplembang pelatihanOTM ang49 pembukaanLEMBANG. Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model kerjasama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dengan Taiwan ICDF melalui Taiwan Technical Mission (TTM) kembali digelar secara simultan sebanyak 6 angkatan. Angkatan 49 berlokasi di Kelompok Tani Master Lemon, Desa Cikahuripan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Pembukaan pelatihan, Senin (08/04/2019) oleh salah satu counterpart kerjasama BBPP Lembang dan TTM sekaligus widyaiswara, Yeyep Dintan.

bbpplembang pelatihanOTM ang49 pembukaan1“Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani Kabupaten Bandung Barat. Program ini diawali dengan pelaksanaan pelatihan agar petani mampu melakukan budidaya brokoli dengan lebih baik dan benar”, jelas Yeyep sebelum membuka pelatihan. Setelah pelatihan sebanyak 7 sesi, peserta akan terus didampingi baik oleh penyuluh dan widyaiswara BBPP Lembang yang bertujuan agar setiap permasalahan petani dapat teratasi langsung di lapangan.

BBPP Lembang memiliki bangunan Packing House Modern sebagai rumah kemas tempat petani alumni pelatihan bisa memasarkan hasil panennya disana bbpplembang pelatihanOTM ang49 pembukaan2setelah mengikuti pelatihan ini. “Yang penting, untuk pemasaran adalah kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Memang tidak mudah, tapi tidak ada hasil yang mengalahkan upaya, bila ingin sukses maka harus bekerja keras”, demikian disampaikan Yeyep untuk memotivasi petani peserta pelatihan.

Pola pelatihan yang unik dan berbeda dari proses pelatihan pada umumnya, disamping terdiri dari 7 sesi; dilaksanakan di lokasi usahatani; memadukan pelatihan dan penyuluhan, maka sesaat setelah pembukaan, diadakan kegiatan Identifikasi Kebutuhan Pelatihan (IKP) dengan metode Focus Group Discussion (FGD). Ini dilakukan untuk menjaring materi mana saja yang dibutuhkan oleh peserta, yang nantinya akan menjadi kurikulum pelatihan. IKP dipandu para fasilitator baik penyuluh pertanian maupun petugas POPT. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 09 Apr 2019 07:30:37 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1500-onsite-training-model-untuk-peningkatan-kesejahteraan-petani
Ayam Buras Menjadi Peluang Usaha bagi KSTM http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1497-ayam-buras-menjadi-peluang-usaha-bagi-kstm bbpplembang bimtekkstm tasikmalaya cisayong1TASIKMALAYA. Kementerian Pertanian melalui Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi bagi Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM). Kali ini dilaksanakan di BPP Cisayong Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah peserta 110 orang dari 11 pondok pesantren. bbpplembang bimtekkstm tasikmalaya cisayongPembukaan kegiatan, Kamis (04/04/2019) oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Ramadani Saputra. “Bimtek dilaksanakan sebagai pembelajaran bagi KSTM karena nantinya akan menerima bantuan paket budidaya ayam kampung dari Kementerian Pertanian”, jelas Ramadani. “Kami harap seluruh peserta bisa belajar dengan baik selama Bimtek, diskusi dengan fasilitator sehingga nantinya menguasai bagaimana beternak ayam kampung sehingga bertambah terus jumlah ayam yang diberikan”, ujarnya lagi sesaat sebelum membuka kegiatan secara resmi.

bbpplembang bimtekkstm tasikmalaya cisayong2Bimtek dilaksanakan selama 2 hari, 4-5 April 2019. Selama Bimtek, peserta diberikan materi tentang: Desain kandang ayam; cara membuat kandang ayam; pemeliharaan ayam; pengelolaan pakan ayam; dan program vaksinasi untuk mencegah penyakit. Fasilitator Bimtek merupakan penyuluh pertanian di Kabupaten Tasikmalaya.

Oding Sukamana, salah seorang fasilitator menjelaskan tentang pentingnya menyusun organisasi dalam KSTM, “Mengapa santri harus mau terjun ke pertanian? Karena santri nantinya akan terjun ke masyarakat untuk berdakwah. Dengan mampu bertani maka menjadi bekal untuk bisa mandiri setelah keluar dari pondok pesantren”, jelas Odik. “Pemerintah membentuk KSTM agar santri bisa berkelompok dalam menjalankan usaha bisnis ayam kampung, karena dengan kelompok akan menjadi lebih kuat dalam bekerja dengan pembagian tugas yang jelas didalam KSTM”, ujar Odik lagi. (Chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 09 Apr 2019 06:47:44 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1497-ayam-buras-menjadi-peluang-usaha-bagi-kstm
Menyiapkan Santri Tani Milenial Usaha Ayam Buras http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1496-menyiapkan-santri-tani-milenial-usaha-ayam-buras bbpplembang bimtekkstm tasik leuwisari1TASIKMALAYA. Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi bagi Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM). Kali ini dilaksanakan di BPP Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah peserta 120 orang dari 12 pondok pesantren.

bbpplembang bimtekkstm tasik leuwisari2Pembukaan kegiatan, Kamis (04/04/2019) oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan BBPP Lembang, Ramadani Saputra. “Selama Bimtek akan diajarkan budidaya ayam kampung mulai dari pembuatan kandang, pemeliharaannya, bagaimana pemberikan pakan dan mengenal penyakit pada ayam dan mencegahnya. Saya berharap peserta bisa memanfaatkan ini dengan baik, interaktif dengan fasilitator sehingga sepulang dari sini bisa beternak ayam kampung dengan baik”, jelas Ramadani. “Apabila menemui kesulitan, terus komunikasi dengan Dinas para penyuluh sehingga sukses bisnis ayam kampung”, ujarnya lagi sesaat sebelum membuka kegiatan secara resmi.

bbpplembang bimtekkstm tasik leuwisariSelanjutnya dijelaskan oleh fasilitator tentang Ayam Kampung Unggul Balitbang (KUB) yang akan diberikan kepada setiap KSTM yaitu paket budidaya ayam kampung sebanyak 500 ekor, bantuan pembuatan kandang, bantuan pakan, vaksin, vitamin dan desinfektan. Ayam KUB ini memiliki kelebihan lebih tahan penyakit, bertelur lebih banyak, dan pertumbuhannya cepat.

Bimtek dilaksanakan selama 2 hari, 4-5 April 2019. Selama Bimtek, peserta diberikan materi tentang: Desain kandang ayam; cara membuat kandang ayam; pemeliharaan ayam; pengelolaan pakan ayam; dan program vaksinasi untuk mencegah penyakit. Fasilitator Bimtek merupakan penyuluh pertanian di Kabupaten Tasikmalaya. (Chetty)

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 09 Apr 2019 06:29:42 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1496-menyiapkan-santri-tani-milenial-usaha-ayam-buras
Generasi Muda Indonesia Siap Mendampingi Komunitas Adat Terpencil http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1509-generasi-muda-indonesia-siap-mendampingi-komunitas-adat-terpencil bbpplembang pelatihan KemensosKAT2LEMBANG. Kementerian Sosial Republik Indonesia memiliki program Pendampingan Sosial Komunitas Adat Terpencil yang sudah berjalan selama 4 tahun terakhir. Pendampingan dilakukan oleh generasi muda milenial dengan kriteria diantaranya dari sisi usia yang sudah lulus sarjana dan maksimal 30 tahun. Utamanya memiliki minat tinggi mengabdi di Komunitas Adat Terpencil karena cukup lama waktunya selama pengabdian yaitu 8 bulan. Untuk membekalinya selama menjadi Pendamping Sosial, maka diajarkan tentang pertanian mengingat potensi pertanian di Komunitas Adat Terpencil sangatlah banyak.

bbpplembang pelatihan KemensosKAT1Karenanya, Kementerian Sosial bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, melatih 45 orang Calon Pendamping Sosial Komunitas Adat Terpencil yang nantinya akan ditempatkan di 45 daerah di 22 provinsi se-Indonesia. Kegiatan dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 5 – 8 April 2019. Pembukaan pelatihan, Jumat (05/04/2019) oleh salah seorang widyaiswara BBPP Lembang, Dadi Sumardi. Setelah pembukaan, peserta memperoleh materi tentang Ekologi Tanah dan Pengenalan Tanaman Rimpang yang disampaikan oleh Widyaiswara Spesialisasi Budidaya, Elvina Herdiani. Selanjutnya, Cece Mulyana, memberikan materi tentang pembuatan pupuk kompos dan peserta langsung praktik membuat pupuk kompos dari sisa limbah sayuran dan ternak yang ada di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Sabtu (06/04/2019), peserta belajar tentang pertanian organik. Sinta Andayani, Widyaiswara Spesialisasi Budidaya menyampaikan bagaimana pengendalian hama penyakit pada tanaman dengan cara membuat pestisida nabati yang bahan-bahannya dapat diperoleh dengan mudah dan murah karena ada disekitar kita dan tentu saja ramah lingkungan.

bbpplembang pelatihan KemensosKATbbpplembang pelatihan KemensosKAT3Senin (08/04/2019), Widyaiswara BBPP Lembang, Rahman Pinem, menyampaikan tentang Budidaya Tanaman Obat. Sebelum penutupan kegiatan, peserta praktik bagaimana mengolah berbagai jenis komoditas pertanian menjadi olahan pangan. Dipandu Widyaiswara Spesialisasi Pascapanen dan Pengolahan Hasil Pertanian, Wawa Risnawaty, didampingi Pengelola Lahan Praktik Estu Hariani dan Euis Kurniati serta anak SMK yang sedang PKL, dikenalkan olahan seperti kopi herbal yang memadukan kopi dengan tanaman rimpang seperti jahe, lengkuas, cengkeh, serai, dan daun pandan. Yance, peserta dari Ambon menyampaikan, “kopi herbal ini..mantap!! enak banget”, ujarnya sembari menyeruput secangkir kopi herbal hasil praktik. Ini diamini oleh rekannya dari Papua, “wowww.. kopi herbalnya nikmat sekali, ada manis..dan hangatnya terasa sekali…”. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 08 Apr 2019 16:11:20 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1509-generasi-muda-indonesia-siap-mendampingi-komunitas-adat-terpencil
Santri Tani Milenial Raih Sukses Bisnis Ayam http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1490-santri-tani-milenial-raih-sukses-bisnis-ayam bbpplembang bimtekkstm cimahi1CIMAHI. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, turut aktif dalam Program Penumbuhan dan Penguatan Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) dibidang pertanian yang dicanangkan Kementerian Pertanian tahun 2019 ini. Kota Cimahi menjadi salah satu wilayah yang menjadi tanggung jawab BBPP Lembang dalam program ini. Pada tahap perencanaan, terseleksi 10 KSTM dari 10 pondok pesantren di wilayah Kota Cimahi yang menjadi penerima manfaat program.

bbpplembang bimtekkstm cimahiBimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi bagi KSTM di Kota Cimahi, dilaksanakan selama 2 hari mulai 5-6 April 2019 berlokasi di Pondok Pesantren Misbahunnur Kota Cimahi, dengan peserta 110 orang. Pembukaan Bimtek, Jumat (05/04/2019) oleh Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi.  Fasilitator selama Bimtek yaitu dari Kepala Seksi dan Dokter Hewan lingkup Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi. Adapun materi yang diberikan kepada peserta baik secara teori dan praktik yaitu: a) Mendesain Kandang Ayam, b) Membuat Kandang Ayam, c) Pemeliharaan Ayam, d) Mengelola Pakan Ayam, 5) dan Program Vaksinasi dan Penanganan Penyakit.

bbpplembang bimtekkstm cimahi2Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud, memberikan arahan terkait Program Pengembangan Agribisnis “Untuk menggenjot tahun 2019 adalah tahun pengembangan SDM pertanian, maka Kementerian Pertanian memiliki Program Penumbuhan dan Penguatan Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM). Apa saja yang ada dalam program ini? pemberian 500 ekor ayam kampung usia 4 minggu, bantuan pakan 2kg/ekor selama 2 bulan, obat-obatan dan vitamin serta desinfektan, bantuan pembuatan kandang ayam sebesar 3 juta, dan pelaksanaan Bimtek selama 2 hari”, jelasnya. “Kami berharap dengan Bimtek ini mampu menjadi sarana pembelajaran dan suksesnya para santri dalam berbisnis ayam kampung”, harap Kemal.

KSTM Kota Cimahi: Kerja…Sukses…Barokah (Chetty)

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 08 Apr 2019 09:56:15 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1490-santri-tani-milenial-raih-sukses-bisnis-ayam
Menyiapkan Usaha Kelompok Santri Tani Milenial http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1489-menyiapkan-usaha-kelompok-santri-tani-milenial bbpplembang bimtekkstm bdg1BANDUNG. Program Penumbuhan dan Penguatan Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) dibidang pertanian yang dicanangkan Kementerian Pertanian tahun 2019 ini berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor  09 Tahun 2019 tentang Pedoman Gerakan Pembangunan SDM Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045 dan Perjanjian Kerjasama antara Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dengan Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI) Nomor 20/PKS/I/01/2019 dan Nomor 642/A.II/PRMI/MOU/I/2019 tentang Peningkatan Kompetensi Santri Indonesia di Bidang Pertanian dalam rangka Penumbuhan dan Penguatan Petani Milenial. Kota Bandung menjadi salah satu kota di Provinsi Jawa Barat sasaran Kementerian Pertanian dalam Program Penumbuhan dan Penguatan KSTM. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT BPPSDMP yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program ini di wilayah Kota Bandung.

Pada tahap perencanaan, BBPP Lembang melaksanakan kegiatan identifikasi calon penerima manfaat yaitu dengan melakukan verifikasi data pondok pesantren dan KSTM yang ada di wilayah Kota Bandung, bekerjasama dengan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung. Ketentuan KSTM penerima bantuan adalah: 1) Pondok pesantren memiliki lahan untuk penempatan kandang dengan kapasitas 500 ekor ayam (umur 4 minggu), 2) KSTM memiliki minat  dibidang peternakan ayam, 3) Setiap KSTM terdiri dari 20-30 orang, 4) Setiap Pondok Pesantren memiliki maksimal 3 KSTM, dan 5) Anggota KSTM berusia 15 – 39 tahun, 6) KSTM siap menjalankan usaha. Dari kriteria tersebut, terjaring 4 KSTM dari 3 pondok pesantren, yaitu KSTM Manhucik I dan Manhucik II dari Pondok Pesantren Manarul Huda, KSTM Santri Kreatif 2 dari Pondok Pesantren Al-Burhan, dan KSTM Al Mannan Farming 1 dari Pondok Pesantren Baitul Mannan 1.

Program penumbuhan dan penguatan KSTM ini berupa  bantuan paket budidaya ayam kampung yaitu: 500 ekor ayam kampung KUB usia 4 minggu, bantuan pakan 2kg/ekor selama 2 bulan, obat-obatan dan vitamin serta desinfektan, bantuan pembuatan kandang ayam sebesar 3 juta, dan pelaksanaan bimtek selama 2 hari bagi 10 orang per KSTM.

bbpplembang bimtekkstm bdgUntuk pelaksanaan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi bagi KSTM di Kota Bandung, dilaksanakan selama 2 hari mulai 4-5 April 2019 berlokasi di Pondok Pesantren Manarul Huda Dago Kota Bandung, dengan peserta 40 orang. Fasilitator selama Bimtek yaitu Widyaiswara BBPP Lembang, Rokhedi yang memberikan materi tentang Mendesain Kandang Ayam. Selain itu  Petugas dari Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Yudha Galtieri, Maman, Risty, secara bergantian memberikan materi tentang Membuat Kandang Ayam, Pemeliharaan Ayam, Mengelola Pakan Ayam, dan Program Vaksinasi dan Penanganan Penyakit.

bbpplembang bimtekkstm bdg2Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud, memberikan arahan terkait Program Pengembangan Agribisnis Ayam, sesaat sebelum penutupan Bimtek, Jumat (05/04/2019). “BBPP Lembang memiliki tanggung jawab dalam Program Penumbuhan dan Penguatan KSTM ini sebanyak 70 KSTM dengan komposisi di Kota Bandung ada 4 KSTM, Kota Cimahi 10 KSTM dan Kabupaten Sumedang 56 KSTM. Bimtek ini sebagai pembelajaran bagi santri tani milenial agar disamping belajar agama juga nantinya pandai berwirausaha”, jelasnya dihadapan peserta Bimtek. “Harapan kami stimulus ini dapat berkembang dari 500 ekor menjadi lebih banyak lagi dan dapat memberi manfaat bagi generasi milenial kita”, bbpplembang bimtekkstm bdg3ungkapnya. Turut hadir Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Galih Pra Asih, yang juga menyapa seluruh peserta Bimtek dan memberikan motivasi kepada santri tani milenial untuk semangat dalam budidaya ayam kampung.

Syamsu, mewakili peserta memberikan kesannya, “Alhamdulillah kami bisa menjadi bagian dari program KSTM ini, kami bisa mendapat ilmu dan pengalaman baru tentang budidaya ayam kampung melalui Bimtek ini. Kami pun bisa menjalin silaturahmi antar santri di Kota Bandung. Dengan program ini bakat keahlian kami dibidang peternakan bisa terasah, insyallah berkah dan berkembang nantinya karena dikelola oleh para santri”. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 08 Apr 2019 09:45:29 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1489-menyiapkan-usaha-kelompok-santri-tani-milenial
KSTM Sukses Wirausaha Ayam Buras http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1495-kstm-sukses-wirausaha-ayam-buras bbpplembang bimtekkstm garut ang2GARUT. Bimtek Peningkatan Kompetensi bagi Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) kembali digelar di Kabupaten Garut. Kali ini untuk angkatan 2 sebanyak 110 santri dari 11 pondok pesantren dilatih selama 2 hari mulai 2-3 April 2019. Bimtek budidaya ayam kampung ini dilaksanakan di Kantor Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut ini dibuka secara resmi pada Selasa (02/04/2019) oleh Sekretaris Dinas.

Bimtek ini kerjasama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dengan Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian dalam upaya memberikan pemahaman dan keterampilan kepada santri yang akan diberikan bantuan paket budidaya ayam kampung berupa 500 ekor ayam kampung, bantuan pembuatan kandang, pakan, desinfektan dan vitamin, serta vaksin.

bbpplembang bimtekkstm garut ang2.1Selama Bimtek, peserta diberikan materi tentang: Desain kandang ayam; cara membuat kandang ayam; pemeliharaan ayam; pengelolaan pakan ayam; dan program vaksinasi untuk mencegah penyakit. Fasilitator berasal dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut dan Universitas Garut.

Mega Royani, Dosen Universitas Garut menyampaikan materi tentang Pemberian Pakan. Disampaikannya, “Menyusun ransum pakan tidak boleh sembarangan harus sesuai dosis dan tidak boleh tiba-tiba diganti pola susunannya agar pertumbuhan ayam KUB ini optimal”. “Syarat pakan harus ada setiap saat, murah, dan tidak bersaing dengan manusia”, tegasnya. Tidak lupa diingatkan kepada semua peserta Bimtek bahwa hanya ada 3 syarat agar budidaya ayam kampung sukses, yaitu memberikan pakan dengan baik, menjaga sanitasi kandang agar selalu bersih dan vaksinasi ayam secara rutin. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 05 Apr 2019 06:15:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1495-kstm-sukses-wirausaha-ayam-buras
Latih Santri Tani Milenial Wirausaha Ayam Kampung http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1494-latih-santri-tani-milenial-wirausaha-ayam-kampung bbpplembang bimtekkstm garut1 2GARUT. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian menyelenggarakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi bagi Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) di Kabupaten Garut. Untuk Angkatan 1, Bimtek dilaksanakan selama 2 hari mulai 1-2 April 2019. 120 orang santriwan dan santriwati yang berasal dari 12 pondok pesantren di Kabupaten Garut dilatih Budidaya Ayam Kampung.

bbpplembang bimtekkstm garut1Pembukaan Bimtek, Senin (01/04/2019) oleh Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Sofyan Yani, dihadiri pula oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan BBPP Lembang, Ramadani Saputra. “Terimakasih kepada Kementerian Pertanian yang telah memberikan bantuan kepada bbpplembang bimtekkstm garut1 1pondok pesantren di Kabupaten Garut berupa ayam kampung KUB sekaligus diberikan ilmu bagaimana teknik budidaya ayam kampung melalui kegiatan Bimtek ini”, ujar Sofyan sesaat sebelum membuka Bimtek secara resmi. “Harapan saya bantuan ini bermanfaat, mampu menjadi usaha yang terus menerus berkembang bagi santri di Kabupaten Garut”, ujarnya lagi.

Selanjutnya, fasilitator Bimtek yang berasal dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut menyampaikan materi tentang: Desain kandang ayam; cara membuat kandang ayam; pemeliharaan ayam; pengelolaan pakan ayam; dan program vaksinasi untuk mencegah penyakit. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 04 Apr 2019 06:02:39 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1494-latih-santri-tani-milenial-wirausaha-ayam-kampung
Menggenjot Santri Tani Milenial Sukses Bisnis Ayam Kampung http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1491-menggenjot-santri-tani-milenial-sukses-bisnis-ayam-kampung bbpplembang bimtekkstm manonjaya3TASIKMALAYA. 120 orang santri dari Kabupaten Tasikmalaya dilatih budidaya ayam kampung selama 2 hari, 1-2 April 2019. Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) dilaksanakan di BPP Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Dilaksanakan sebagai upaya pembelajaran bagi KSTM yang nantinya akan memperoleh bantuan paket budidaya ayam kampung dari Kementerian Pertanian. Bimtek ini mengajarkan peserta mendesain kandang ayam, membuat kandang ayam; pemeliharaan ayam; pengelolaan pakan ayam; dan program vaksinasi untuk mencegah penyakit.

bbpplembang bimtekkstm manonjaya1Odik Sukamana, penyuluh pertanian yang menjadi salah satu fasilitator Bimtek menyampaikan tentang penumbuhan kelompok usaha bagi KSTM agar nantinya mampu berhasil melakukan agribisnis ayam kampung. “Ada 3 hal fungsi organisasi seperti KSTM ini yaitu sebagai kelas belajar, wahana kerjasama, dan unit usaha”. “Mari kita bangun organisasi didalam KSTM mulai dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Anggota agar KSTM bisa berjalan dengan baik sesuai peran masing-masing”.

bbpplembang bimtekkstm manonjayaDalam proses pembelajaran, peserta memperoleh materi tentang pakan ternak ayam kampung yang disampaikan juga oleh fasilitator penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Manonjaya, Agus Prawirajaya. Di penghujung Bimtek, materi yang diberikan adalah pengenalan penyakit pada ayam dan bagaimana pemberian vaksin pada ayam untuk mencegah penyakit. Peserta langsung praktik memberikan vaksin ND/IB dengan cara diteteskan pada mata ayam.

Airlangga, salah seorang peserta Bimtek yang berasal dari Pondok Pesantren NeurshiPAY Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan, “Saya mewakili rekan-rekan peserta mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pertanian fasilitator dari Dinas Pertanian. Kami bahagia bisa bbpplembang bimtekkstm manonjaya2memperoleh edukasi baru tentang budidaya ayam kampung. Harapan kami KSTM mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat Indonesia”.

Penutupan Bimtek, Selasa (02/04/2019) oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan BBPP Lembang, Ramadani Saputra. Pesannya sebelum menutup kegiatan secara resmi, “Bangun ukhuwah diantara peserta Bimtek ini dengan cara terus menerus menjalin informasi dengan memanfaatkan misalnya whatsapp group sehingga bila ada permasalahan tentang budidaya ayam kampung atau ada keberhasilan, bisa dishare kepada santri lainnya”. “Kami berharap peserta semua bisa sukses berbisnis ayam kampung ini, buat pola bisnis yang menguntungkan”, tegasnya. (Chetty)

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 03 Apr 2019 10:11:04 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1491-menggenjot-santri-tani-milenial-sukses-bisnis-ayam-kampung
KSTM Siap Usaha Ayam Buras http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1493-kstm-siap-usaha-ayam-buras bbpplembang bimtek sumedang angkt1SUMEDANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) sebagai salah satu program pemerintah dalam pengembangan SDM pertanian tahun 2019 ini. Kabupaten Sumedang merupakan salah satu wilayah yang menjadi tanggung jawab BBPP Lembang dalam kegiatan KSTM, mulai dari proses perencanaan kegiatan yaitu mengidentifikasi KSTM dari pondok pesantren yang ada di Kabupaten Sumedang yang memenuhi persyaratan untuk memperoleh paket bantuan untuk budidaya ayam kampung, hingga melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis bagi santri dan santriwati yang tergabung di KSTM.

bbpplembang BimtekKSTM Sumedang Ang1Angkatan 1, terdiri dari 13 KSTM yang berasal dari 13 Pondok Pesantren atau terdiri dari 130 orang santri dan santriwati, memperoleh Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi selama 2 hari, 26-27 Maret 2019. Pembukaan kegiatan, Selasa (26/03/2019) oleh Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang, Guntara, yang dihadiri oleh Pejabat Struktural dan Fungsional Umum BBPP Lembang.

bbpplembang BimtekKSTM Sumedang Ang1.1Selama Bimtek, peserta memperoleh materi-materi bagaimana mendesain kandang ayam yang baik, cara membuat kandang ayam, pemeliharaan ayam, pengelolaan pakan ayam, dan program vaksinasi untuk mencegah penyakit. Fasilitator Bimtek dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang.

Mala, salah seorang santriwati dari Pondok Pesantren Minhajul Karomah mengutarakan kesannya selama mengikuti Bimtek, “selama Bimtek, kami belajar bagaimana pemeliharaan ayam kampung dimana ayam harus diberikan makanan dan tempat yang layak. Diberikan pula materi tentang bagaimana mencegah penyakit pada ayam yaitu dengan cara membuat kandang dengan ventilasi baik dan vaksinasi rutin”, ungkapnya. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 28 Mar 2019 05:52:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1493-kstm-siap-usaha-ayam-buras
Pelatihan Berbasis Outcome http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1483-pelatihan-berbasis-outcome bbpplembang pelatihan OTMAngkt41 sesi 6CIPATAT. Sesi 6 Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model pada Angkatan 41 di Desa Gunung Masigit Kecamatan Cipatat KBB, Senin (25/03/2019), diawali dengan Sharing Experience oleh salah seorang Penyuluh Pertanian, Acep Yusuf, yang pernah mengikuti Worskhop on Sustainable Development of Food and Agriculture di Taiwan, selama 2 minggu 30 Oktober-15 November 2018. Disampaikan bbpplembang pelatihan OTMAngkt41 sesi 6 1tentang teknologi pertanian yang ada di Taiwan, seperti mitigasi iklim dan keamanan pangan. “Saya berdiri disini untuk supaya Bapak dan Ibu peserta pelatihan mengetahui kondisi pertanian di Taiwan. Ada 2 hal penting yang bisa kita jadikan contoh dari masyarakat Taiwan, yaitu kedisiplinan dan kerja keras. Dua hal itu, apapun profesi kita, apalagi Bapak dan Ibu adalah petani yang merupakan profesi mulia karena sebagai penyedia pangan, maka mari kita tingkatkan kedisiplinan dan etos kerja kita dalam berbisnis dibidang pertanian agar pendapatan kita meningkat dan kesejahteraan pun akan meningkat”, ujarnya.

bbpplembang pelatihan OTMAngkt41 sesi 6 2Selanjutnya, peserta memperoleh materi tentang Refugia, sebagai bagian dari implementasi pertanian organik. Eky dan Lida, Petugas POPT dari Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat menjelaskan tentang tanaman Refugia, fungsi kerjanya dan jenis-jenis tanaman apa saja yang bisa dimanfaatkan sebagai Refugia. Di akhir sesi, peserta dengan semangat kembali datang ke lahan demplot milik corefarmer dengan membawa 100 tanaman refugia jenis marygold untuk ditanam disekitar lahan demplot seluas 500m2 yang akan ditanami cabai keriting.

“Sesi kali ini kami praktik menanam Refugia disekitar lahan demplot, dimana dengan memanfaatkan Refugia ini maka hama yang kerap mengganggu tanaman cabai keriting dapat dikendalikan secara alami”, ungkap Oding, Core Farmer di Kelompok Tani Melati Agri Mandiri. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 26 Mar 2019 07:19:45 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1483-pelatihan-berbasis-outcome
Memandirikan Kelompok Santri Tani Milenial dalam Usaha Ayam Kampung http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1484-memandirikan-kelompok-santri-tani-milenial-dalam-usaha-ayam-kampung bbpplembang Bimtek KSTM Ciamis1CIAMIS. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian, menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) di Kabupaten Ciamis. Pelaksanaan kegiatan selama 2 hari, 22-23 Maret 2019. Peserta Bimtek 110 orang santri dan santriwati dari 11 KSTM dari 11 Pondok Pesantren di wilayah Kabupaten Ciamis.

bbpplembang Bimtek KSTM CiamisPembukaan Bimtek oleh Kepala Balai, Kemal Mahfud, Jumat (22/03/2019). Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan secara resmi, “Kementerian Pertanian menggelar Bimtek sebagai proses pembelajaran pertanian bagi santri. Ini dilakukan sesaat setelah tadi pagi Menteri Pertanian menyerahkan secara simbolis bantuan diantaranya ayam kampung kepada para penerima manfaat. Paket bantuan setiap KSTM berupa 500 ekor ayam kampung usia 4 minggu, bantuan pembuatan kandang, bantuan pakan, bantuan  vitamin, obat, vaksin dan desinfektan”. “Jadi selain adik-adik belajar agama juga belajar wirausaha pertanian agar generasi milenial bisa mandiri”, demikian motivasi Kepala Balai kepada peserta Bimtek.

bbpplembang Bimtek KSTM Ciamis2Fasilitator pelatihan adalah Widyaiswara BBPP Lembang dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupten Ciamis, serta Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupten Ciamis. Selama 2 hari Bimtek, peserta belajar materi inti: 1) mendesain kandang ayam, 2) membuat kandang ayam, 3) pemeliharaan ayam, 4) mengelola pakan ayam, 5) program vaksinasi dan penanganan penyakit.

“Tujuan kami mengikuti Bimtek ini untuk menambah wawasan dan keterampilan kami dibidang peternakan ayam kampung. Dengan Bimtek ini harapan kami bisa bertambah jumlah ayam yang nantinya kami ternakkan sehingga dapat menambah penghasilan kami”, ungkap Susi, santriwati peserta Bimtek dari Ponpes Riyadlul Huda. Berbeda dengan yang Yani ungkapkan, salah satu peserta Bimtek dari Ponpes Darul Hasan, “Saya biasa beternak ayam kampung milik orang tua, karenanya dengan mengikuti Bimtek ini harapan saya bisa lebih memahami bagaimana cara beternak ayam kampung”. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 25 Mar 2019 07:35:14 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1484-memandirikan-kelompok-santri-tani-milenial-dalam-usaha-ayam-kampung
Meningkatkan Nilai Tambah http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1485-meningkatkan-nilai-tambah bbpplembang Bimtek Pengolahan Hasil KBB2LEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, terus-menerus mengembangkan pelatihan berbasis pertanian, salah satunya hortikultura sebagai ciri khas balai. Komoditas hortikultura memegang peranan penting dan strategis sebagai komponen utama pada pola pangan harapan. Sifatnya yang perishable (mudah rusak) terutama komoditas sayuran dan buah-buahan, membuat petani dan pelaku usaha dibidang budidaya hortikultura harus senantiasa berinovasi bagaimana hasil produknya bisa memiliki daya simpan lebih lama, dan yang utama bagaimana memiliki nilai tambah. Salah satunya melalui proses pengolahan.

Untuk meningkatkan kompetensi petani dan pelaku usaha dibidang pengolahan hasil hortikultura agar kualitas produk olahannya meningkat, maka BBPP Lembang menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengolahan Hasil Pertanian, dengan komoditas jamur tiram. Bimtek dilaksanakan 2 hari mulai 15-16 Maret 2019, berlokasi di P4S Bina Terampil Mandiri Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang juga merupakan salah satu binaan BBPP Lembang. Peserta pelatihan 30 orang dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Wilayah Cisarua dan Parongpong.

bbpplembang Bimtek Pengolahan Hasil KBBPembukaan pelatihan, Jumat (15/03/2019) oleh Kepala BBPP Lembang, Kemal Mahfud. Turut hadir Pejabat Struktural BBPP Lembang, Widyaiswara sebagai fasilitator, perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat, dan penyuluh pertanian. Dalam sambutannya sebagai motivasi bagi seluruh peserta, Kepala Balai menyampaikan, “Teknologi pengolahan hasil pertanian, harus disentuh dengan teknologi informasi demi menuju era industri 4.0, karena siapa yang menguasai teknologi maka akan menguasai dunia”, tegasnya. “Saya minta, mari kita rintis pemasaran olahan jamur secara online (e-commerce), karena kini era nya sudah serba digital, dan peluang pasar akan lebih luas baik secara nasional maupun internasional. Ini akan bisa memperluas jaringan pemasaran dan harapannya akan meningkatkan pendapatan pelaku usaha pengahan hasil pertanian”, ungkapnya.

bbpplembang Bimtek Pengolahan Hasil KBB1Selama bimtek, peserta yang mayoritas Ibu-ibu namun ada juga Bapak-bapak, semangat sekali belajar tentang pengolahan hasil pertanian dengan fasilitator Widyaiswara BBPP Lembang, Aris Hanafiah dan Wawa Risnawaty, Penyuluh Pertanian, dan Praktisi, yang memberikan materi tentang kemanan pangan produk pertanian melalui materi Good Manufacturing Practices (GMP), aneka olahan jamur yaitu eskrim jamur, murdog (jamur endog), manisan jamur, siomay jamur, dan jus jamur. Tidak ketinggalan dan yang penting, peserta juga diajarkan bagaimana pengemasan produk yang menarik, cantik sehingga menarik konsumen untuk membelinya.

Kariska Kurha Dewi, salah seorang peserta yang juga pelaku usaha olahan jamur tiram menjadi keripik jamur dari Kecamatan Cisarua menyampaikan kesannya, “saya senang sekali ikut bimtek ini, karena saya jadi mengetahui bahwa jamur tiram itu selain diolah menjadi keripik, juga bisa diolah menjadi aneka olahan jamur sehingga saya bisa ekspansi  produk jamur untuk usaha saya. Terpenting, kami disini belajar tentang kemanan pangan dan pengemasan produk yang penting untuk kami sebagai pelaku usaha olahan hasil pertanian”. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 18 Mar 2019 07:49:18 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1485-meningkatkan-nilai-tambah
Meningkatkan Profesionalisme Penyuluh Pertanian http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1474-meningkatkan-profesionalisme-penyuluh-pertanian bbpplembang pelatihan fungsionalPPAhliLEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli. Peserta pelatihan 30 orang penyuluh yang berasal dari 3 provinsi wilayah binaan BBPP Lembang yaitu Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, yang tersebar di 7 kabupaten, yaitu Pangandaran, Garut, Tasikmalaya, Indramayu, Lebak, Serang, dan DKI Jakarta. Pelatihan dilaksanakan selama 3 minggu, mulai dari 7 - 28 Maret 2019.

Kasie Pelatihan Aparatur, Iwan Kurnia, saat membacakan laporan awal pelaksanaan pelatihan menyampaikan, “Dasar pelaksanaan pelatihan ini adalah sebagai upaya menjamin mutu penyelenggaraan pelatihan bagi penyuluh pertanian. Diharapkan penyuluh mampu menjadi aparatur pertanian yang profesional, amanah, kreatif, proaktif, serta responsif dalam pelaksanaan tugasnya memecahkan permasalahan petani di lapangan sesuai disiplin ilmu pengetahuan yang dimiliki, metodologi dan teknis analisis yang tepat sesuai potensi wilayah masing-masing”. Tujuan pelatihan ini adalah: 1) Membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Penyuluh Pertanian Ahli, 2) Menyamakan persepsi terhadap tugas dan fungsi, organisasi, tata kerja, dan tata hubungan Penyuluh Pertanian Ahli, 3) Memberikan wawasan berpikir dan bertindak secara komprehensif bagi Penyuluh Pertanian Ahli, 4) Meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan sikap sebagai Penyuluh Pertanian Ahli.

bbpplembang pelatihan fungsionalPPAhli1Pembukaan pelatihan, Jumat (08/03/2019), oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Ramadani Saputra, S.ST, M.EP. “Seorang penyuluh itu sebagai pendamping petani juga dituntut untuk bisa berperan aktif menjalankan program-program pemerintah yang saat ini sedang berjalan, misalnya Upsus, LTT, Opsin, dan lainnya yang memang menjadi salah satu tugas penyuluh dalam peningkatan produksi”, jelas Ramadani. “Penyuluh pertanian juga harus siap dengan Era Revolusi Industri 4.0 saat ini yang menuntut semuanya serba automasi/robotic”, ujarnya sesaat sebelum membuka pelatihan secara resmi.

Selama berlatih 3 minggu, peserta akan menempuh 168 jam pelajaran. 3 kelompok materi akan mereka peroleh, yaitu materi kelompok dasar, inti dan dan penunjang. Materi inti yang akan diperoleh yaitu: 1) Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian, 2) Pendidikan Orang Dewasa (POD), 3) Komunikasi dalam Penyuluhan Pertanian, 4) Ketenagaan Penyuluhan Pertanian, 5) Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem (IPW), 6) Programa Penyuluhan Pertanian, 7) Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), 8) Materi Penyuluhan Pertanian, 9) Media Penyuluhan Pertanian, 10) Metode Penyuluhan Pertanian, 11) Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Petani dan Kelembagaan Ekonomi Petani, 12) Evaluasi Pelaksanaan dan Dampak Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian serta Pelaporan, 13) Pengembangan Profesi Penyuluh Pertanian, 14) Pengemasan Data dan Informasi Berbasis Internet. (Chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 11 Mar 2019 22:30:38 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1474-meningkatkan-profesionalisme-penyuluh-pertanian
Brokoli Sayuran Harga Tinggi http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1487-brokoli-sayuran-harga-tinggi bbpplembang pelatihan OTMAngk44 Sesi 2CISARUA. Sesi 2 Pelatihan Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model Angkatan 44, Rabu (06/03/2019). Diiringi hujan dan angin kencang yang menambah dingin suasana pelatihan siang itu di Desa Pasir Langu Kecamatan Cisarua, tepatnya di Kelompok Tani GNF, namun tidak mengurangi semangat peserta untuk belajar budidaya brokoli. Materi kali ini tentang Persemaian dan Pengolahan Lahan.

bbpplembang pelatihan OTMAngk44 Sesi 2 2Yayan Kurniawan, penyuluh pertanian yang juga fasilitator pelatihan ini menjelaskan kepada 30 orang peserta yang hadir, bahan apa saja yang bisa menjadi media tanam, yaitu: tanah, arang sekam, limbah jamur, pasir, rockwool, kapas, cocofeat, feat mosh, dan kascing. “Apa saja syarat media semai? steril, porous, dan kaya unsur hara”, jelas Yayan. Sedangkan syarat lokasi persemaian yaitu lenggang, terang, aman, dan dekat dengan air.

bbpplembang pelatihan OTMAngk44 Sesi 2 1Akhir sesi, peserta dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu praktik mengolah lahan untuk nanti ditanami brokoli, dan praktik persemaian benih brokoli. Persiapan media tanam sebelum persemaian dengan media tanam kascing dicampur dengan arang sekam, perbandingan 1:1. Lalu media tanam dimasukkan kedalam tray, dan benih brokoli ditanam satu persatu disetiap kotak tray. Fasilitator menjelaskan tentang pengolahan lahan menggunakan cultivator, salah satu jenis alat dan mesin pertanian yang dapat mengefisienkan kerja dalam mengolahan lahan, cara operasionalisasinya dan langsung dipraktikkan oleh peserta.

Tiada hari tanpa praktik di Pelatihan Onsite Training Model. (Chetty)

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 07 Mar 2019 08:29:26 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1487-brokoli-sayuran-harga-tinggi