Berita Pelatihan http://bbpp-lembang.info/ Thu, 15 Nov 2018 08:35:36 +0700 FeedCreator 1.8.3 (obRSS 1.9) http://bbpp-lembang.info/images/ Berita Pelatihan http://bbpp-lembang.info/ Berita seputar pelaksanaan Diklat di BBPP Lembang Magang Budidaya Sayuran Selada Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Purworejo http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1367-magang-budidaya-sayuran-selada-mahasiswa-universitas-muhamadiyah-purworejo bbpplembang magang purworejo1LEMBANG. Sayuran selada merupakan salah satu komoditas sayuran mudah untuk dibudidayakan baik secara konvensional di lahan maupun dengan menggunakan teknologi pertanian yaitu hidroponik dengan berbagai sistem, seperti Deep Flow Technique (DFT), irigasi tetes, wick system, dan aeroponik. Ini menarik minat para mahasiswa dan mahasiswi yang datang jauh dari Universitas Muhamadiyah Purworejo Jawa Tengah, sebanyak 90 orang yang berkunjung ke Balai bbpplembang magang purworejo4Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang didampingi para dosen, Jumat (09/11/2018). Rombongan diterima secara resmi oleh plh. Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Rokhedi. Diskusi singkat pun berjalan tentang proses penyuluhan.

bbpplembang magang purworejo2bbpplembang magang purworejo3Di lahan praktik balai, peserta dibagi menjadi 4 kelompok untuk masing-masing memperoleh materi singkat dari pengelola lahan praktik. Peserta juga langsung mempraktikkan tentang persemaian bibit selada secara konvensional dan hidroponik, melakukan penanaman tanaman selada didalam polybag, membuat instalasi vertikultur untuk penanaman selada, menanam selada dengan wick system, dan membuat pupuk organik dari limbah sayuran dan kotoran ternak.

Dengan belajar pertanian di BBPP Lembang, semoga dapat memberi pemahaman dan keterampilan bagi generasi muda kita untuk cinta pertanian. (chetty)

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 12 Nov 2018 17:05:30 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1367-magang-budidaya-sayuran-selada-mahasiswa-universitas-muhamadiyah-purworejo
Urban Farming sebagai Trend Pertanian di Perkotaan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1365-urban-farming-sebagai-trend-pertanian-di-perkotaan bbpplembang magang surakartaLEMBANG. Urban farming menjadi trend bagaimana melakukan aktivitas pertanian di perkotaan dengan memanfaatkan lahan yang sempit. Tujuannya bermanfaat sebagai ruang terbuka hijau, dapat memenuhi konsumsi pangan keluarga, bahkan bisa menghasilkan pendapatan yang berkali lipat, tentunya dengan memanfaatkan teknologi pertanian yang tepat disesuaikan dengan suhu lingkungan dan komoditas yang ingin dikembangkan.

bbpplembang magang surakarta2Kota Surakarta atau yang kita kenal dengan Kota Solo, sebagai salah satu wilayah kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah, melalui  Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta juga berupaya mengembangkan urban farming dengan melibatkan masyarakat terutama Ibu-ibu yang terkumpul dalam kelompok wanita tani sebagai penggiat urban farming di wilayah masing-masing.

bbpplembang magang surakarta1Selama 2 hari mulai tanggal 6 – 7 November 2018, 40 orang penggiat urban farming belajar teknologi pertanian khususnya hidroponik, karena BBPP Lembang fokus melakukan aktivitas pemanfaatan pekarangan sebagai salah satu sarana pembelajaran kepada peserta pelatihan, magang, atau siapapun yang ingin belajar di BBPP Lembang. Peserta memperoleh materi secara klasikal dari widyaiswara dan juga praktik langsung membuat instalasi hidroponik sistem deep flow technique, wick system, dan vertikultur. Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan penanaman berbagai komoditas sayuran yang tepat. (chetty)

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 08 Nov 2018 17:41:12 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1365-urban-farming-sebagai-trend-pertanian-di-perkotaan
Mencegah Banjir dan Menjaga Lingkungan melalui Pelatihan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1363-mencegah-banjir-dan-menjaga-lingkungan-melalui-pelatihan-mitigasi-dan-adaptasi-perubahan-iklim bbpplembang pelatihan mitigasiiklimLEMBANG. Mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim mutlak dilakukan khususnya untuk sektor pertanian, mengingat Indonesia sebagai negara agraris termasuk wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim.  Hal ini untuk mejaga agar ketersediaan komoditas pertanian senantiasa memadai untuk konsumsi masyarakat Indonesia bahkan untuk keperluan ekspor ke negara lain agar Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.

Kondisi saat ini bahwa saat musim hujan datang, masyarakat sekitar bantaran sungai cenderung memanfaatkan kesempatan untuk membuang sampah ke sungai, sehingga sungai akan tersumbat dan terjadi banjir di sekitarnya. Untuk menghindari hal tersebut maka dilaksanakan pelatihan yang bertujuan untuk dapat memanfaatkan limbah sungai sebagai bahan untuk pembuatan bahan organik supaya tidak dibuang di sungai-sungai dan melakukan penghijauan disekitar bantaran sungai untuk mengurangi adanya erosi yang berlebihan. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai instansi penyelenggara pelatihan pertanian baik untuk aparatur dan non aparatur,  berperan aktif dalam upaya pengembangan SDM pertanian. Salah satunya dengan melaksanakan Pelatihan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim bagi penyuluh pertanian, POPT, kelompok tani, P3A Mitra Cai dan Ulu-ulu dari 5 kecamatan Kabupaten Cirebon yaitu Kecamatan Kapetakan, Panguragan, Kaliwedi, Gegesik, Gunung Jati, dan Suraneggala, sebanyak 30 orang, mulai tanggal 22 – 29 Oktober 2018.

Selama berlatih, peserta belajar berbagai materi baik itu materi dasar, materi inti dan materi penunjang. Untuk materi dasar, peserta belajar tentang pemanfaatan informasi iklim; pemanfaatan kalender tanam; dampak perubahan iklim ekstrim terhadap perkembangan OPT; pengelolaan lingkungan pertanian; pemberdayaan kelompok tani P3A, optimalisasi infrastruktur irigasi pertanian; dan focus group discussion (FGD). (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 30 Oct 2018 21:31:14 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1363-mencegah-banjir-dan-menjaga-lingkungan-melalui-pelatihan-mitigasi-dan-adaptasi-perubahan-iklim
Pemuda-pemudi Generasi Emas Cinta Pertanian http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1353-pemuda-pemudi-generasi-emas-cinta-pertanian bbpplembang maganghidroponik indemasLEMBANG. Yayasan Indonesia menuju Emas yang bergerak dibidang pemberdayaan, bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Magang Hidroponik. Magang diikuti oleh bagi 80 orang siswa-siswi SMA dan sederajat wilayah Bandung, Cirebon, Majalengka, dan Indramayu. Magang dilaksanakan selama 2 hari mulai 16 – 17 Oktober 2018.

Selama magang, didampingi widyaiswara dan pengelola lahan praktik, dihari pertama peserta dibagi menjadi 3 kelompok dan praktik langsung secara bergantian bagaimana proses membuat pupuk organik, bagaimana menyiapkan media tanam berupa campuran tanah, arang sekam dan pupuk kandang, melakukan persemaian dalam tray, dan penanaman dalam polybag,. Hari kedua, peserta juga dibagi menjadi 3 kelompok untuk praktik pembuatan instalasi hidroponik sistem deep flow technique, wick system, dan vertikultur. Mereka sangat antusias mengikuti proses magang dari sesi ke sesi.

Yanti, dari Yayasan Indonesia menuju Emas menyampaikan disela-sela mendampingi peserta, “Kami tertarik membawa anak-anak milenial ini adalah wujud dari kepedulian kami dibidang pertanian. Memotivasi anak muda bahwa jadi petani itu juga bisa keren karena dengan teknologi pertanian contohnya hidroponik ini, memang tepat untuk memberikan pemahaman kepada mereka bahwa pertanian itu bidang yang menjanjikan dimasa depan”. Hal yang sama disampaikan oleh 2 orang peserta yaitu Putra dan Rifka bahwa “Teknologi pertanian hidroponik sangat baik untuk kemajuan pertanian Indonesia. Dengan hidroponik disamping hasilnya lebih baik, lebih higienis, efisien dan bisa menjadi metode baru untuk pertanian Indonesia. Anak-anak muda seperti kami bisa jadi pelopor pertanian karena ternyata caranya tidaklah sulit. Kami akan coba terapkan di sekolah kami masing-masing dan kami tularkan kepada teman-teman kami”. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 18 Oct 2018 23:59:44 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1353-pemuda-pemudi-generasi-emas-cinta-pertanian
Teknologi Pertanian Hidroponik Menarik Minat Calon Purnabhakti http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1354-teknologi-pertanian-hidroponik-menarik-minat-calon-purnabhakti bbpplembang magang calonpurnabhaktiBPKLEMBANG. Bisnis pertanian adalah kegiatan usaha yang sangat menjanjikan sebagi sumber penghasilan, asalkan dijalani dengan tekun dan pantang menyerah. Pertanian juga dapat menjadi alternatif mengisi hari-hari menjalani masa purnabhakti bagi mereka yang sudah memasuki masa pensiun, agar dapat tetap mempunyai kegiatan yang produktif. Delapan orang calon purnabhakti Badan Pengawas Keuangan dari beberapa daerah di Indonesia, melakukan magang tentang hidroponik di BBPP Lembang, Selasa (16/10/2018). Didampingi salah seorang widyaiswara, Abd. Rohim, dan juga pengelola lahan praktik, Dede dan Bachtiar, peserta memperoleh teori tentang budidaya tanaman hidroponik yang dapat diterapkan dengan mudah, murah, dan bisa menghasilkan pendapatan yang besar.

Setelah teori diberikan, peserta langsung mempraktikkan proses budidaya hidroponik , mulai dari proses persemaian secara hidroponik menggunakan rockwool, dengan cara rockwool dibelah-belah dengan ukuran +/- 2 cm dan dimasukkan kedalam bak persemaian, lalu benih tanaman dimasukkan kedalam rockwool satu persatu dan dibasahi dengan nutrisi atau air biasa. Selanjutnya  persemaian konvensional didalam tray dengan cara menyiapkan media tanam diantaranya arang sekam, dan pupuk kandang, dicampurkan dan dimasukkan kedalam tray, kemudian disiram, setelah itu barulah benih ditanam dalam tary. Selanjutnya peserta praktik menanam sayuran salada sistem aquaponik didalam botol-botol bekas air mineral, kedalam ember, praktik membuat wick system, vertikultur dan penanaman tanaman didalam polybag. Salah seorang peserta dari Bali menyampaikan disela-sela praktik “saya senang sekali belajar hidroponik, akan saya aplikasikan ilmu yang saya dapat ini untuk mengisi hari-hari saya nanti saat sudah pensiun”, ungkapnya. (chetty)

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 18 Oct 2018 00:08:28 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1354-teknologi-pertanian-hidroponik-menarik-minat-calon-purnabhakti
Mengenalkan Dunia Pertanian dengan Agri Training Camp http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1351-mengenalkan-dunia-pertanian-dengan-agri-training-camp bbpplembang ATC2018LEMBANG. Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melakukan berbagai langkah konkrit dalam hal regenerasi petani. Satu diantaranya melalui kegiatan Agri Training Camp (ATC) yang bertujuan untuk mewujudkan penyadaran, penumbuhan dan atau kemandirian generasi muda terhadap dunia pertanian. Kegiatan dilaksanakan selama 1 minggu mulai tanggal 8 – 12 Oktober 2018 dengan peserta 30 orang siswa-siswi SMA/sederajat. Peserta berasal dari 6 sekolah SMA Negeri dan SMK Negeri, yaitu dari SMA Negeri 14 Ban20 Bandung, SMA Negeri 19 Bandung, SMA Negeri 20 Bandung, SMK PPN Lembang, SMK Negeri 1 Losarang, dan SMA Negeri Tasikmalaya.

Selama berkegiatan, peserta yang memperoleh materi selama di kelas dan juga praktik langsung di lapangan. Materi inti yang disampaikan yaitu: penyadaran menjadi wirausaha pertanian; penumbuhan minat wirausaha pertanian; serta sistem dan usaha agribisnis 7 komoditas. Peserta praktik mengenal dan mengidentifikasi jenis-jenis tanaman, mengenal dan mengidentifikasi jenis-jenis pupuk, mengidentifikasi jenis hama dan penyakit yang menyerang berbagai tanaman dan praktik kewirausahaan. Tahun ini dikhususkan untuk komoditas cabai rawit sehingga saat praktik, dengan dibagi 3 kelompok secara bergiliran peserta belajar pengolahan lahan menggunakan cultivator, pembuatan bedengan, pemasangan mulsa, dan penanaman cabai rawit. Selanjutnya melakukan panen dan pascapanen yaitu pengemasan cabai rawit yang dilakukan didalam packing house. Terakhir, peserta belajar pengolahan cabai rawit menjadi cabai blok.

Mimin, Guru SMA Negeri 19 menyampaikan kesannya disela-sela mendampingi dan membimbing siswa selama kegiatan ATC , “dengan adanya ATC, kami senang melihat anak-anak begitu antusias menjalani setiap sesi kegiatan dalam ATC. Harapan kami, anak-anak dapat menularkan ilmu yang diperoleh kepada teman-temannya di sekolah dan kelak dapat menciptakan inovasi baru dibidang pertanian”. Sedangkan Abdul Kholik, salah seorang fasilitator ATC yang juga Ketua P4S Ikamaja Bagusantri menyampaikan “Agri Training Camp bertujuan mengenalkan pertanian untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap pertanian sehingga mereka cinta pertanian. Harapannya, kelak mereka dewasa apapun profesinya, mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi pertania di sektornya masing-masing”

Perwakilan dari peserta menyampaikan beragam kesan selama ikut ATC. Mereka senang karena dengan ATC menjadi bisa mempunyai teman baru dari sekolah lain. ATC bisa membuat mereka belajar presentasi yang baik, belajar bagaimana berdiskusi, mengeluarkan dan mempertahankan pendapat. Ada juga siswa yang menyampaikan materi favoritnya yaitu saat praktik kewirausahaan karena belajar berlatih sebagai produser, penjaga gudang, quality control, transporter, dan ekportir. Siswa lain juga menyampaikan sangat senang karena belajar mengolah lahan menggunakan  cultivator, belajar panen dan pascapanen cabai rawit dan mengemasnya serta belajar membuat cabai blok sehingga tahu bagaimana membauat suatu komoditas pertanian menjadi lebih tahan lama dan memiliki nilai tambah. (chetty)

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 15 Oct 2018 23:24:59 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1351-mengenalkan-dunia-pertanian-dengan-agri-training-camp
Pengelola Alsintan Siap Mendukung Swasembada Pangan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1350-pengelola-alsintan-siap-mendukung-swasembada-pangan bbpplembang pelatihan alsintanKBB1PADALARANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik Alsintan dan Operator yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengurus Poktan/Gapoktan/Pengelola Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA)/Brigade Alsintan penerima bantuan serta penyuluh pertanian di lokasi penerima bantuan dalam mengelola alsintan. Pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari mulai 11 – 12 Oktober 2018 ini bertempat di BPP Padalarang Kabupaten Bandung Barat.

Pelatihan dilaksanakan dalam rangka mendukung swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai, dimana Kementerian Pertanian telah menetapkan upaya khusus melalui kegiatan bantuan sosial alat-alat mesin pertanian diantaranya berupa traktor roda dua (TR2), traktor roda empat (TR4), mesin tanam padi (rice transplanter), mesin panen padi kombinasi (combine harvester), mesin pompa air irigasi, mesin perontok padi, mesin penggiling padi dan mesin pengering padi. yang telah disalurkan kepada Poktan, Gapoktan, UPJA atau dalam bentuk Brigade Tanam dan Brigade Panen.Dengan dukungan penyediaan alat dan mesin pertanian diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang semakin berkurangnya dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian serta lemahnya permodalan petani untuk mengakses kepemilikan alsintan. Dengan pola ini diharapkan pemanfaatan alsintan dapat optimal dalam mendukung perrcepatan pengolahan tanah, penanaman, penyediaan air irigasi dan panen sehingga akan berdampak kualitas dan kuantitas produksi.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi secara klasikal dan praktik langsung tentang pengelolaan alsintan, pemeliharaan alsintan dan praktik langsung bagaimana cara mengoperasionalkan TR2, TR4 dan combine harvester yang baik dan benar. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 15 Oct 2018 23:11:55 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1350-pengelola-alsintan-siap-mendukung-swasembada-pangan
Pemasaran sebagai Syarat Utama Keberhasilan Usaha http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1339-pemasaran-sebagai-syarat-utama-keberhasilan-usaha bbpplembang pelatihanOTM39LEMBANG. Diklat Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model Angkatan 39 memasuki Sesi 7, Selasa (09/10/2018). Tiga puluh orang petani peserta pelatihan yang berasal dari Kelompok Tani Mas Desa Cibodas Lembang berkunjung ke Packing House untuk mengetahui setiap detail bagian yang ada Packing House mulai dari barang datang hingga dikemas sebelum dipasarkan, dimana didalam Packing House terdapat ruangan loading barang, ruangan sortasi, ruangan pengemasan, cold storage, dan ruangan display produk. Peserta juga belajar mekanisme pemasaran sayuran yang ada di korporasi petani Bandung Vegetables Station (Bavas) dimana seluruh petani peserta bbpplembang pelatihanOTM392pelatihan ini akan bergabung di Bavas sebagai wadah mereka nantinya melakukan aktivitas pemasaran atas komoditas sayuran yang mereka budidayakan, seperti brokoli, buncis Kenya, cabai, dan sayuran lainnya.

bbpplembang pelatihanOTM391Selain itu, peserta melihat dan memperoleh informasi tentang proses pembibitan tanaman sayuran pada salah satu screen house hasil kerjasama BBPP Lembang dan Taiwan Technical Mission. Dijelaskan oleh petugas tentang detail proses pembibitan tanaman dan mekanisme kerja screen house modern.

Sesi 7 diakhir dengan penutupan pelatihan secara resmi oleh Kepala Seksi Non Aparatur, Irwan Waluya didampingi oleh Counterpart dan para Penyuluh Pendamping. Dedeng, salah seorang peserta menyampaikan disela-sela penutupan, “Dengan mengikuti pelatihan ini, kami jadi memahami teknik budidaya tanaman yang benar, modern, dan ramah lingkungan. Harapan kami, dengan kami bergabung didalam Bavas dan juga pendampingan oleh penyuluh, taraf ekonomi kami dapat meningkat dan kami dapat meraih kesejahteraan”. (chetty)

 

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 10 Oct 2018 20:56:49 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1339-pemasaran-sebagai-syarat-utama-keberhasilan-usaha
Programa Penyuluhan sebagai Acuan dalam Pelaksanaan Tugas Penyuluhan Pertanian http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1349-programa-penyuluhan-sebagai-acuan-dalam-pelaksanaan-tugas-penyuluhan-pertanian bbpplembang pelatihanpenyuluhan22-231LEMBANG. Enam puluh orang Peserta Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli bagi CPNS dari THL-TBPP Angkatan 22 – 23 yang berlatih di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mulai tanggal 26 September - 17 Oktober 2018, memperoleh materi tentang Programa Penyuluhan dan RKTP pada Senin (01/10/2018). Peserta menerima materi programa penyuluhan yang disampaikan oleh widyaiswara, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian.

Selama pemberian materi programa penyuluhan, peserta praktik secara berkelompok membuat programa penyuluhan tingkat desa yaitu menyusun matriks rencana kegiatan untuk membedakan antara perilaku (berkaitan dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan) dan non perilaku (bagaimana mengupayakan kemudahan pelayanan dan pengaturan, terkait sarana prasarana penyuluhan diantaranya benih dan saprodi). Setelah itu, peserta secara individu mengisi matrik rencana kegiatan dengan menarik hasil Identifikasi Potensi Wilayah di wilayah binaan masing-masing dengan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk membuat perencanaan programa penyuluhan.

Nelly Herlina, salah seorang peserta pelatihan dari Kabupaten Serang, disela-sela pembelajaran menyampaikan, “setelah mendapat pembelajaran programa penyuluhan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tahun 2016, sangat bermanfat untuk bekal kami di lapangan karena selama ini kami hanya memperoleh programa warisan. Penyusunan programa penyuluhan itu harus runtut dari pengambilan data primer dan sekunder dengan PRA dan dari hasil tersebut dilakukan analisis untuk menentukan urutan prioritas masalah hasil penggalian masalah di lapangan. Dari hasil analisa, dimasukkan kedalam matrik programa penyuluhan pertanian tingkat desa. Untuk membuat programa tingkat kecamatan maka digabungkan programa-programa di setiap desa kemudian dilakukan analisis kembali melalui kegiatan sarasehan, musrenbang tingkat kecamatan menjadi programa tingkat kecamatan, sehingga tersusun programa penyuluhan yang disusun bersama tim Pos Penyuluhan Perdesaan (Posluhdes). Dengan memperoleh materi ini, kami bisa membuat perencanan penyuluhan terutama programa level kecamatan sebagai dasar membuat Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP). Programa yang baik harus bisa menggamba,nnrkan kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha di desa yang kita bina sehingga tujuan penyuluhan tercapai dengan baik.” (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 02 Oct 2018 22:51:21 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1349-programa-penyuluhan-sebagai-acuan-dalam-pelaksanaan-tugas-penyuluhan-pertanian
COMCEC International Training for Developing Agricultural Market Information System for OIC Member Countries http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1337-comcec-international-training-for-developing-agricultural-market-information-system-for-oic-member-countries bbpplembang pelatihan comcec2BANDUNG. Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian cq. Pusat Pelatihan Pertanian dengan implementing agency Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan International Training for Improving Agricultural Market Performance: Developing Agricultural Market Information System for Horticulture Farmers. Pelatihan dilaksanakan selama 1 minggu mulai tanggal 20 – 26 September 2018 dengan sumber pembiayaan dari COMCEC. Pembukaan pelatihan oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Widi Hardjono, Jumat (20/09/2018). “COMCEC Project ini bertujuan untuk memperkuat jaringan pemasaran produk hortikultura di negara-negara anggota Organization of Islamic Cooperation (OIC). Perwakilan dari 7 negara yang hadir dalam kerangka kerjasama regional diharapkan dapat saling memberi masukan tentang sistem bbpplembang pelatihan comcec4informasi pemasaran. Dengan demikian nantinya dengan sistem informasi pemasaran yang disepakati, dapat mempermudah petani khususnya petani hortikultura masing-masing negara dalam memasarkan produknya. Dengan pelatihan ini juga diharapkan dapat memperluas jaringan pasar sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani hortikultura untuk tercapainya kesejahteraan petani”, ujar Widi Hardjono selepas membuka pelatihan.

bbpplembang pelatihan comcec5bbpplembang pelatihan comcecPelatihan diikuti oleh 20 orang peserta dari 7 negara anggota Organization of Islamic Cooperation (OIC), yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Yordania, Mesir, Bangladesh, dan Pakistan. Selama berlatih, peserta memperoleh materi secara klasikal tentang Business Development; Fraternity among the Fellow of Human Beings; and Agricultural Market Information System (AMIS); IT for Network Based Business Development; Management and Avoiding Risk Marketing, Untuk sesi field visit, peserta berkunjung ke Koperasi Gerbang Mas milik petani maju Bapak Dedi, melihat proses pemasaran yang ada di BAVAS BBPP Lembang, Amazing Farm dan PT. Bimandiri yang juga telah memiliki AMIS sendiri dalam proses bisnisnya.

 

bbpplembang pelatihan comcec1bbpplembang pelatihan comcec3Reza, salah seorang peserta dari Bangladesh menyampaikan “Pelatihan ini menyenangkan karena kita bisa sharing knowledge dengan negara anggota OIC lainnya tentang implementasi Agricultural Market Information System. Saya berharap dari hasil pelatihan ini kita bisa membuat satu platform menyeluruh secara global tentang sistem informasi pemasaran yang menggabungkan kebutuhan dan ciri khas masing-masing negara sehingga nanti dapat digunakan untuk decision support system masing-masing negara dalam hal pemasaran pertanian, khususnya bagi petani untuk memasarkan produknya”.  (chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 27 Sep 2018 16:12:05 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1337-comcec-international-training-for-developing-agricultural-market-information-system-for-oic-member-countries
Petani Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Belajar Teknologi Perbenihan Brokoli http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1324-petani-desa-cigugur-girang-kecamatan-parongpong-belajar-teknologi-perbenihan-brokoli bbpplembang pelatihanOTM34-1PARONGPONG. Kerjasama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dengan Taiwan Technical Mission dalam hal pelatihan berbasis outcome, yaitu selain peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan, juga diharapkan pendapatan petani akan meningkat yang berujung pada peningkatan kesejahteraannya. Upaya yang dilakukan yaitu dengan memberikan materi tentang teknologi pertanian terkini, yang modern namun mudah diterapkan, serta ramah lingkungan selama proses berlatih sebanyak 7 sesi. Ini agar petani nantinya dapat melakukan budidaya dengan baik sehingga hasil panen juga akan baik karena setelah berlatih, mereka juga akan terus didampingi baik oleh penyuluh pendamping, corefarmer, BBPP Lembang, TTM, dan pihak bbpplembang pelatihanOTM34lainnya, untuk mengantisipasi setiap permasalahan yang mungkin timbul dan membutuhkan pemecahan masalah secara cepat dan tepat. Selain itu, BBPP Lembang dan TTM melalui Bavas, menyediakan Packing House sebagai sarana pembelajaran pemasaran bagi peserta pelatihan.

Rabu (29/08/2018), Sesi 2 dilaksanakan di Kelompok Tani Mekar Wangi Desa Cigugur bbpplembang pelatihanOTM34-2bbpplembang pelatihanOTM34-3Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat yang tergabung dalam angkatan 34. Tiga puluh orang peserta pelatihan yang merupakan petani sekitar, menerima materi tentang teknologi pertanian tentang perbenihan tanaman sayuran khususnya brokoli. Materi disampaikan oleh penyuluh pendamping tentang perhitungan kebutuhan benih brokoli di lahan, bagaimana persiapan benih dengan melakukan seleksi terhadap benih brokoli yang bagus untuk ditanam dan yang tidak, dan bagaimana melakukan persemaian benih. Selanjutnya, peserta langsung mempraktikkan bagaimana seleksi benih dan melakukan persemaian benih kedalam tray-tray setelah sebelumnya menyiapkan media tanamnya berupa arang sekam.

Mamiek, penyuluh pendamping menyampaikan saat memberikan materi kepada peserta “teknologi pertanian diantaranya perbenihan tanaman, dapat dilakukan melalui seleksi benih. Tujuannya agar kita mampu memilih dan membedakan benih yang berkualitas pada tanaman brokoli. Benih yang baik, pemeliharaan yang tepat, maka akan menghasilkan tanaman brokoli yang berkualitas”. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 31 Aug 2018 19:02:52 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1324-petani-desa-cigugur-girang-kecamatan-parongpong-belajar-teknologi-perbenihan-brokoli
Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan dengan Pestisida Nabati dan Pupuk Organik Cair http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1323-teknologi-pertanian-ramah-lingkungan-dengan-pestisida-nabati-dan-pupuk-organik-cair bbpplembang pelatihanOTM35-1LEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai instansi dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, memiliki tugas pokok melaksanakan pelatihan bagi aparatur dan non aparatur pertanian. BBPP Lembang bekerjasama dengan Taiwan Technical Mission melaksanakan pemberdayaan petani melalui penyediaan sarana dan prasarana, pelatihan, dan pemasaran bersama bagi petani di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung. Pelatihan yang dilaksanakan melalui Diklat Teknis Agribisnis Sayuran menggunakan metode Onsite Training Model, dimana pelatihan ini berbasis outcome yaitu selain meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan, juga harapannya dapat meningkat pendapatan petani dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani.

bbpplembang pelatihanOTM35-2Rabu (30/08/2018), dilaksanakan pelatihan untuk angkatan 35 yang berlokasi di Desa Tugu Mukti Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Kelompok Tani Sinar Mukti yang merupakan tempat usaha dari petani maju (core farmer). Memasuki sesi 4, yaitu pengenalan teknologi pertanian ramah lingkungan melalui pembuatan pupuk organik cair dan pembuatan pestisida nabati. bbpplembang pelatihanOTM35Materi dan praktik disampaikan dan dibimbing langsung oleh penyuluh dan core farmer. Keseluruhannya memanfaatkan bahan-bahan alami dari tumbuhan yang ada disekitar kita misalnya daun sirsak, bawang putih, dll serta urine binatang ternak dengan campuran bahan tertentu lainnya. Pupuk organik cair efektif dalam menyuburkan tanaman dan pestisida nabati juga efektif dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman.

Muhamad Taufik, core farmer dari Angkatan 35 menyampaikan “peserta pelatihan saat ini sedang memperoleh materi dan praktik langsung untuk membuat pestisida nabati. Teknologi pertanian ini efektif dan efisien karena bahan mudah diperoleh dan mudah dibuatnya. Kandungan alami dalam pestisida nabati dapat mengurangi kandungan kimia pada sayuran yang dibudidayakan”. (chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 31 Aug 2018 17:32:21 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1323-teknologi-pertanian-ramah-lingkungan-dengan-pestisida-nabati-dan-pupuk-organik-cair
OJT Mampu Meningkatkan Kompetensi Peserta Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1317-ojt-mampu-meningkatkan-kompetensi-peserta-pelatihan-dasar-fungsional-penyuluh bbpplembang pelatihan fungsional 1618 1LEMBANG. Sejak awal Tahun Aggaran 2018 hingga saat ini, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang telah melaksanakan Pelatihan Dasar Fungsional bagi Penyuluh Pertanian baik Ahli maupun Terampil sebanyak 19 angkatan atau dengan realisasi peserta kurang lebih 570 orang penyuluh pertanian dari berbagai Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Papua. Senin (20/08/2018), baru saja ditutup Pelatihan Dasar Fungsional bagi Penyuluh Pertanian Terampil Pola On Job Training (OJT) yaitu CPNS dari THL-TBPP bbpplembang pelatihan fungsional 1618Angkatan XVI-XVIII di 3 Kabupaten yaitu Garut, Cianjur, dan Lebak. Pelatihan telah dilaksanakan selama 3 minggu mulai tanggal 30 Juli – 20 Agustus 2018 dengan peserta sebanyak 87 orang.

bbpplembang pelatihan fungsional 1618 4bbpplembang pelatihan fungsional 1618 3Pelatihan Dasar Penyuluhan Pertanian dengan Pola On Job Training mengharuskan peserta untuk melakukan praktik kompetensi secara individu diwilayah binaan masing-masing selama 4 hari setelah 2 minggu berlatih di BBPP Lembang. Mereka melakukan Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem. Dari data tersebut dilakukan analisis untuk menentukan urutan prioritas permasalahan yang harus dipecahkan dengan mempertimbangkan kepentingan orang banyak. Selanjutnya membuat programa penyuluhan pertanian, Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), menyiapkan bahan penyuluhan dan melaksanakan penyuluhan pertanian dilanjutkan dengan evaluasi penyuluhan dan penilaian kelas kelompok.

 

bbpplembang pelatihan fungsional 1618 5bbpplembang pelatihan fungsional 1618 2Ruwendi, salah seorang peserta yang berasal dari Kabupaten Indramayu menyampaikan apa yang telah dilakukan selama praktik kompetensi. “Awalnya, saya berkunjung ke Balai Desa Muntur Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu yang merupakan wilayah binaan saya. Saya melakukan wawancara dengan Kepala Desa, Kepala Urusan Ekbang, Ketua BPD, dan Ketua LPM. Disana saya menggali potensi wilayah dan diskusi tentang lembaga di desa, bagaimana pengaruh dan manfaatnya bagi petani. Setelah itu kami menuju wilayah untuk mendata komoditas unggulan mendata hasil produksi padi, mengidentifikasi serangan hama ulat pada bawang merah, dan menggali informasi dan melakukan wawancara keluarga petani, menggali permasalahan yang sedang dihadapi saat ini khususnya tentang bawang merah. Metode yang kami gunakan yaitu Participatory Rural Appraisal (PRA)”. “Selanjutnya, saya melakukan input data primer, mengidentifikasi potensi, masalah dan solusi dibantu oleh penyuluh swadaya dan pengurus gapoktan untuk menyusun Programa Penyuluhan dan Rencana Kegiatan Tahunan Penyuluhan (RKTP)”, tutur Ruwendi lagi. Setelah memperoleh kesimpulan atas apa yang harus dilakukan, dengan menggunakan analisa GMP maka permasalahan yang dihadapi petani bawang merah saat ini adalah hama ulat, sehingga Ruwendi membuat materi penyuluhan tentang Pengendalian Hama dan Penyakit Bawang Merah dengan alat bantu peta singkap dan folder saat proses penyuluhan. Setelah proses penyuluhan, petani melakukan evaluasi terhadap proses penyuluhan yang telah dilaksanakan baik dari sisi materi, metode maupun media yang digunakan. Tidak lupa, Ruwendi juga melakukan penilaian kelas kelompok. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 23 Aug 2018 21:39:36 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1317-ojt-mampu-meningkatkan-kompetensi-peserta-pelatihan-dasar-fungsional-penyuluh
Penutupan Pelatihan Dasar Fungsional bagi Penyuluh Pertanian Ahli Angkatan XIII-XV http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1311-penutupan-pelatihan-dasar-fungsional-bagi-penyuluh-pertanian-ahli-angkatan-xiii-xv bbpplembang pelatihan fungsionalpenyuluh ang13151LEMBANG. Penutupan Pelatihan Dasar Fungsional Ahli bagi Penyuluh CPNS dari THL-TBPP dengan Pola On Job Training (OJT) untuk angkatan XIII-XV dilaksanakan serempak pada hari Senin (06/08/2018) di 3 kabupaten, yaitu Majalengka, Cirebon, dan Bogor. Khusus yang dilaksanakan di Kabupaten Cirebon, dilaksanakan di BP3K Susukan dan ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Efendi, didampingi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Rokhedi. Dalam Sambutannya, Kepala Dinas menyampaikan harapannya dihadapan 27 orang penyuluh peserta pelatihan “Pelatihan yang telah diikuti bbpplembang pelatihan fungsionalpenyuluh ang1315untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme penyuluh, maka kami berharap penyuluh dapat mempercepat segala kegiatan berkaitan dengan mensukseskan program-program pertanian baik ditingkat pusat maupun daerah”.

 

bbpplembang pelatihan fungsionalpenyuluh ang13153bbpplembang pelatihan fungsionalpenyuluh ang13154BBPP Lembang melaksanakan Pelatihan ini selama 21 hari mulai tanggal 16 Juli – 6 Agustus 2018 dan diikuti oleh 80 orang penyuluh dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Majalengka, Indramayu, Cirebon, Bogor, dan Bekasi. Selama berlatih di BBPP Lembang, peserta memperoleh 14 materi inti, ditambah materi dasar dan materi penunjang. Pada hampir setiap materi tersebut, peserta pelatihan mendapat materi secara klasikal maupun praktik, baik tugas individual maupun kelompok. Selama 14 hari berlatih, setiap pagi dimulai pukul 05.30, para peserta melaksanakan olahraga dan dilanjutkan dengan perilaku pertanian. Dengan perilaku pertanian, harapannya peserta secara tidak langsung belajar tentang teknis budidaya sayuran dan kopi.  

 

 

bbpplembang pelatihan fungsionalpenyuluh ang13155bbpplembang pelatihan fungsionalpenyuluh ang13156Selama 2 minggu peserta mendapatkan materi inti sebanyak 14 materi, ditambah materi dasar dan materi penunjang, dilanjutkan pada hari terakhir peserta melaksanakan ujian tertulis dari 14 materi inti. Hari ke-15, peserta dilepas untuk melaksanakan OJT di wilayah binaan masing-masing. Selama 7 hari di lapangan, mereka melakukan kegiatan-kegiatan: hari ke 1 sampai 4, peserta mengaplikasikan materi Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) dan Agroekosistem, membuat programa penyuluhan pertanian, Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), menyiapkan bahan penyuluhan dan melaksanakan penyuluhan pertanian dilanjutkan dengan evaluasi penyuluhan dan penilaian kelas kelompok. Hari ke-5, peserta mengumpulkan laporan hasil kegiatan selama 4 hari tersebut. Hari ke-6 peserta mengikuti ujian secara lisan tentang aplikasi selama 4 hari dihadapan penguji yaitu para widyaiswara pengajar. Hari ke-7 atau hari terakhir pelaksanaan pelatihan, dilakukan penutupan dan pengumuman kelulusan.

Testimoni seorang peserta, Lia Syafria Ulfa dari Cirebon, menyampaikan, “Dulu, praktik kompetensi dilaksanakan bukan di wilayah binaan peserta masing-masing, dan dilaksanakan secara berkelompok. Namun kini dengan metode OJT, kami menjadi benar-benar memahami bagaimana membuat programa penyuluhan dan lainnya, karena kami langsung mempraktikkannya sendiri di wilayah binaan kami masing-masing”. (chetty)

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 07 Aug 2018 23:49:47 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1311-penutupan-pelatihan-dasar-fungsional-bagi-penyuluh-pertanian-ahli-angkatan-xiii-xv
Pelatihan Teknis Tematik Jagung Provinsi Banten http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1308-pelatihan-teknis-tematik-jagung-provinsi-banten bbpplembang pelatihan tematikjagung banten3LEBAK. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik Jagung untuk wilayah Provinsi Banten, tepatnya di Desa Bulakan Kecamatan Gunung Kencana Kabupaten Lebak. Pelatihan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah yang kebetulan wilayah tbbpplembang pelatihan tematikjagung banten2ersebut merupakan pilot project, sehingga sangat tepatlah pelaksanaan pelatihan tematik ini. Di wilayah ini, terdiri dari 4 desa yang mengembangkan budidaya jagung pipil dengan jumlah petani 700 orang, namun baru 30 orang yang berkesempatan mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh BBPP Lembang.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 24 - 26 Juli 2018 ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta pelatihan dengan harapan produktivitas jagung dapat bbpplembang pelatihan tematikjagung banten1meningkat sesuai program Kementerian Pertanian dalam rangka swasembada berbagai komoditas pangan, salah satunya jagung. Materi yang diberikan selama pelatihan secara klasikal maupun praktik langsung, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian OPT, hingga panen dan pascapanen jagung. (chetty)

 

 

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 27 Jul 2018 23:35:25 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1308-pelatihan-teknis-tematik-jagung-provinsi-banten
Kiprah Petani Papua dalam Peningkatan Kemampuan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1306-kiprah-petani-papua-dalam-peningkatan-kemampuan bbpplembang magang papua1LEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jayapura, melatih 12 orang petani Kabupaten Jayapura dalam kegiatan Magang Kemananan Pangan dan Hortikultura. Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal 23 – 28 Juli 2018. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jayapura, Tasrief, dan Ketua PKK Kabupaten Jayapura yang turut hadir selama proses magang menyampaikan saat pembukaan magang, Selasa (24/07/2018) “Kegiatan magang ini sesuai dengan Renstra yang telah disusun oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura, bahwa pengembangan SDM pertanian perlu dilakukan diantaranya untuk mendukung program pemerintah pusat dalam pemanfaatan pekarangan (KRPL), dimana kita harus bisa bbpplembang magang papuamemanfaatkan dan mengembangkan komoditas pangan yang ada disekitar kita”. “Dalam magang ini, bobot pelatihan lebih didominasi oleh praktik, agar peserta dapat memahami secara komprehensif apa yang diajarkan oleh widyaiswara maupun praktisi”, ungkapnya.

bbpplembang magang papua2bbpplembang magang papua3Selama berlatih, peserta memperoleh berbagai materi baik secara klasikal maupun praktik langsung. Rabu (25/07/2018), peserta praktik budidaya tanaman sayuran yaitu melakukan persemaian tanaman tomat, cabai, kangkung, dan bayam, mulai dari menyiapkan media tanam, memasukkannya kedalam tray dan menanam benih tomat. Selanjutnya peserta melakukan pengamatan terhadap hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabai rawit yang sedang dibudidayakan di lahan praktik BBPP Lembang. Di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian, peserta praktik membuat minuman jahe instan. Di Laboratorium Agens Hayati, peserta praktik membuat pestisida nabati dari berbagai tanaman yang memang efektif sebagai pestisida nabati untuk mengobati berbagai penyakit pada tanaman ataupun hama yang menyerang tanaman, seperti bawang putih, bawang merah yang dicampur dengan kunyit serta daun sirsak. Di zona kandang sapi, peserta praktik membuat pupuk organik cair dari bahan utama kotoran sapi.

Keesokan harinya, peserta berkunjung ke Laboratorium Kimia Agro di Cikole Lembang untuk memperoleh gambaran tentang bahan kimia apa saja yang berbahaya dengan pengujian sampel, serta praktik uji sampel bahan makanan. Selanjutnya kembali ke BBPP Lembang, peserta memperoleh materi dan praktik tentang budidaya tanaman buah yaitu bagaimana budidaya tanaman pepaya dan buah naga. (chetty) 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 27 Jul 2018 22:39:43 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1306-kiprah-petani-papua-dalam-peningkatan-kemampuan
Pola On Job Training (OJT) pada Pelatihan Dasar Fungsional bagi Penyuluh Pertanian http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1307-pola-on-job-training-ojt-pada-pelatihan-dasar-fungsional-bagi-penyuluh-pertanian bbpplembang pelatihanPPAhli ang10125LEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melaksanakan Pelatihan Dasar Fungsional Ahli bagi Penyuluh CPNS dari THL-TBPP sebanyak 3 angkatan, yaitu angkatan X-XII. Pembukaan Pelatihan oleh Kepala Balai, Bandel Hartopo, Selasa (03/07/2018). Dalam sambutannya disampaikan “Pembangunan di Indonesia tidak bbpplembang pelatihanPPAhli ang1012lepas dari peran aktif semua pihak diberbagai sektor. Penyuluh pertanian diharapkan berperan optimal dalam memajukan sektor pertanian”.

bbpplembang pelatihanPPAhli ang10121bbpplembang pelatihanPPAhli ang10122Pelatihan dilaksanakan selama 21 hari mulai tanggal 2 – 23 Juli 2018 dan diikuti oleh 92 orang penyuluh dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Selama berlatih di BBPP Lembang, peserta memperoleh 14 materi inti, yaitu: Dasar-dasar Penyuluhan; Pendidikan Orang Dewasa (POD); Komunikasi dalam Penyuluhan Pertanian; Ketenagaan Penyuluhan Pertanian; Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem; Programa Penyuluhan Pertanian; Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP); Materi Penyuluhan Pertanian; Media Penyuluhan Pertanian; Metode Penyuluhan Pertanian; Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Petani dan Kelembagaan Ekonomi Petani; Evaluasi Pelaksanaan dan Dampak Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian serta Pelaporan; Pengembangan Profesi Penyuluhan Pertanian; Pengemasan Data dan Informasi Berbasis Internet. Pada hampir setiap materi tersebut, peserta pelatihan mendapat materi secara klasikal maupun praktik, baik tugas individual maupun kelompok. Selama 14 hari berlatih, setiap pagi dimulai pukul 05.30, para peserta melaksanakan olahraga dan dilanjutkan dengan perilaku pertanian. Dengan perilaku pertanian, harapannya peserta secara tidak langsung belajar tentang teknis budidaya sayuran dan kopi.  

bbpplembang pelatihanPPAhli ang10124Ada perbedaan mendasar tentang pola pelaksanaan pelatihan dasar mulai angkatan X-XII ini, yaitu diterapkannya sistem On Job Training (OJT). Diantaranya, selama 2 minggu peserta mendapatkan materi inti sebanyak 14 materi, ditambah materi dasar dan materi penunjang, dilanjutkan pada hari terakhir peserta melaksanakan ujian tertulis dari 14 materi inti. Bila adapeserta yang mendapatkan nilai rata-rata ujian dibawah 70 maka dilakukan remedial. Hari ke-15, peserta dilepas untuk melaksanakan OJT di wilayah binaan masing-masing. Selama 7 hari di lapangan, mereka melakukan kegiatan-kegiatan: hari ke 1 sampai 4, peserta mengaplikasikan materi Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) dan Agroekosistem, membuat programa penyuluhan pertanian, Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan (RKTP), menyiapkan bahan penyuluhan dan melaksanakan penyuluhan pertanian dilanjutkan dengan evaluasi penyuluhan dan penilaian kelas kelompok. Hari ke-5, peserta mengumpulkan laporan hasil kegiatan selama 4 hari tersebut. Hari ke-6 peserta mengikuti ujian secara lisan tentang aplikasi selama 4 hari. Hari ke-7 atau hari terakhir pelaksanaan pelatihan, dilakukan penutupan dan pengumuman kelulusan. Seorang peserta menyampaikan “Dengan metode OJT ini, kami menjadi benar-benar memahami bagaimana membuat programa penyuluhan dan lainnya, karena kami langsung mempraktikkannya di wilayah binaan kami masing-masing”. (chetty) 

 

]]>
Chetty Meitrianty Wed, 25 Jul 2018 23:12:11 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1307-pola-on-job-training-ojt-pada-pelatihan-dasar-fungsional-bagi-penyuluh-pertanian
Diklat Teknis Agribisnis Sayuran Metode OTM Angkatan 26 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1325-diklat-teknis-agribisnis-sayuran-metode-otm-angkatan-26 bbpplembang diklatOTM ang26 4CISARUA. Hujan yang mengguyur di langit wilayah Bandung Barat dan sekitarnya sejak pagi, Selasa (26/06/2018), ternyata  tidak menyurutkan langkah para petani peserta Diklat Teknis Agribisnis Sayuran Angkatan 26 di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, untuk berlatih budidaya tanaman sayuran brokoli. Pelatihan yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Taiwan Technical Mission (TTM) dilaksanakan sebanyak 7 sesi dengan jadwal tiap sesi sesuai kesepakatan bersama. Penetapan jadwal pelatihan tiap sesi bbpplembang diklatOTM ang26 3dilaksanakan pada Sesi 1 saat pembukaan pelatihan secara resmi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan BBPP Lembang yang dihadiri oleh Counterpart dan langsung diisi dengan Identifikasi Kebutuhan Latihan untuk menentukan materi-materi pelatihan. Pelatihan berlangsung dari tanggal 28 Mei – 26 Juli 2018 dan diikuti oleh 30 orang petani.

bbpplembang diklatOTM ang26bbpplembang diklatOTM ang26 1Sesi 2 diisi dengan materi pengolahan lahan yang baik dan pemupukan yang berimbang sesuai dosis dan ramah lingkungan. Materi disampaikan oleh penyuluh pendamping dan petani maju (corefarmer) di Kelompok Tani “Sukma Tani”. Tidak lama menerima materi, karena memang pelatihan ini memiliki pola pelatihan sesi praktik lebih banyak dibandingkan sesi klasikal, maka peserta langsung bergerak menuju lahan praktik untuk mempraktikkan pengolahan lahan menggunakan cultivator, lalu dilanjutkan dengan pembuatan bedengan, pemupukan, dan pemasangan MPHP (mulsa plastik hitam perak).

Sesi 3, Kamis (05/07/2018), diisi dengan materi pengenalan teknologi pengendalian hama dan penyakit tanaman menggunakan trichoderma. Peserta praktik inokulasi trichoderma, pengujian unsur hara pada lahan yang akan dibudidayakan dengan menggunakan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) dan juga melakukan penanaman brokoli. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 09 Jul 2018 22:28:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1325-diklat-teknis-agribisnis-sayuran-metode-otm-angkatan-26
Trichoderma, Pengendalian OPT Ramah Lingkungan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1294-trichoderma-pengendalian-opt-ramah-lingkungan bbpplembang pelatihan OTM28LEMBANG. Diklat Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model Angkatan 28 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang BPPSDMP Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Taiwan Technical Mission, berlangsung dari tanggal 23 Mei – 19 Juli 2018. Diklat yang diikuti oleh 30 orang petani di Desa Langensari Kecamatan Lembang, terdiri dari 7 sesi atau 7 kali pertemuan. Pertemuan pertama diawali dengan pembukaan pelatihan yang dilanjutkan dengan Identifikasi Kebutuhan Latihan (IKL) untuk menentukan materi-materi budidaya yang dibutuhkan oleh peserta, masalah dalam budidaya apa saja yang dihadapi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa materi yang dibutuhkan oleh peserta diklat yaitu: seleksi benih, pengolahan lahan, dan bbpplembang pelatihan OTM28 1pengenalan serta pengendalian OPT. Karenanya, saat sesi kedua dan ketiga diisi dengan materi seleksi benih dan pengolahan lahan.

Kamis (28/06/2018), pelaksanaan diklat memasuki sesi 4. Sesi ini diisi dengan materi Pengenalan Pengendalian OPT, yang disampaikan oleh tim penyuluh pendamping bbpplembang pelatihan OTM28 2dan penyuluh POPT. Dijelaskan tentang pengendalian OPT ramah lingkungan, salah satunya dengan menggunakan Trichoderma, spp. Sebagai agens hayati, Trichoderma, spp berpotensi menjaga sistem ketahanan tanaman misalnya dari serangan cendawan patogen. PenggunaanTrichoderma, spp sebagai agen antagonis merupakan salah satu alternatif pengendalian OPT yang aman dan ramah lingkungan.

Dijelaskan pula tentang bagaimana membuat Trichoderma, spp dengan alat dan bahan yang seluruhnya dapat diperoleh petani dengan cepat, mudah dan murah, serta manfaatnya saat mengaplikasikan pada tanaman yang dibudidayakan oleh petani. Selanjutnya peserta langsung mempraktikkan inokulasi dari isolat Trichoderma yang telah disiapkan untuk perbanyakan Trichoderma.

Learning is Fun di Diklat Teknis Agribisnis Sayuran dengan metode OTM, karena selalu ada praktik setiap sesi nya. Dengan praktik, peserta pelatihan akan lebih terampil dan kompeten. (chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 03 Jul 2018 15:20:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1294-trichoderma-pengendalian-opt-ramah-lingkungan
Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1289-pelatihan-dasar-fungsional-penyuluh-pertanian-ahli bbpplembang pelatihanPPAhli kerjasamaLEMBANG. Dua puluh dua orang penyuluh pertanian mengikuti Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang selama 21 hari efektif mulai tanggal 14 Mei – 4 Juni 2018. Peserta berasal dari Provinsi Papua yaitu Kabupaten Merauke dan Provinsi Jawa Barat yaitu Kabupaten Subang, Garut, Cirebon, Pangandaran, Bogor, Sukabumi, Cimahi, dan Tasikmalaya. Pelatihan dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja aparatur lbbpplembang pelatihanPPAhli kerjasama1ingkup pertanian yang professional, amanah, kreatif, proaktif serta responsif dalam pelaksanaan tugas yang didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan, metodologi dan teknik analisis yang tepat sesuai potensi di wilayah kerjanya bagi pemecahan permasalahan usahatani.    

 

 

bbpplembang pelatihanPPAhli kerjasama3bbpplembang pelatihanPPAhli kerjasama2Selama berlatih di BBPP Lembang, peserta memperoleh materi-materi sebanyak 168 jam pelajaran, yang terdiri dari materi kelompok dasar, kelompok inti, kelompok penunjang, dan praktik kompetensi. Materi inti terdiri dari: Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian, Pendidikan Orang Dewasa, Komunikasi dalam Penyuluhan Pertanian, Ketenagaan Penyuluhan Pertanian, Identifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem, Programa Penyuluhan Pertanian, Rencana Kerja Tahunan Penyuluhan, Materi Penyuluhan Pertanian, Media Penyuluhan Pertanian, Metode Penyuluhan Pertanian, Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Petani dan Kelembagaan Ekonomi Petani, Evaluasi Pelaksanaan dan Dampak Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian serta Pelaporan, Pengembangan Profesi Penyuluh Pertanian, Pengemasan Data dan Informasi Berbasis Internet.

bbpplembang pelatihanPPAhli kerjasama4bbpplembang pelatihanPPAhli kerjasama5Jumat (25/05/2018), antusiasme peserta terlihat saat pemberian materi tentang Media Penyuluhan Pertanian. Widyaiswara menyampaikan tentang bagaimana pembuatan media penyuluhan melalui vlog sebagai alternatif saat memberikan penyuluhan kepada petani, supaya petani lebih tertarik untuk mengikuti penyuluhan. Peserta dibagi menjadi 2 kelompok dan diberi tugas membuat film pendek tentang penyuluhan. Awalnya peserta membagi diri berbagi peran siapa yang menjadi produser, sutradara, kameramen, dan yang menjadi artisnya. Peserta langsung melakukan proses shooting di area lahan praktik BBPP Lembang, yaitu di KRPL dan kebun jeruk. Proses shooting dan editing hingga menjadi film menggunakan handphone, karena kerja menjadi lebih cepat dan hasil cukup baik.

 

bbpplembang pelatihanPPAhli kerjasama6Penutupan pelatihan dilaksanakan pada Senin (04/06/2018). Semua peserta dinyatakan lulus dengan hasil baik. Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Rokhedi, dalam sambutannya menyampaikan “kemajuan pertanian ada di tangan penyuluh. Program-program pemerintah yang sedang berjalan seperti Upsus, Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan membutuhkan peran penyuluh yang sangat besar. Karenanya mari kita bekerja bersama, mengevaluasi apa saja yang masih kurang untuk dicari solusi bersama-sama untuk perbaikan kinerja pertanian kedepan untuk kesejahteraan para petani kita”. (chetty)

 

 

 

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 05 Jun 2018 22:33:03 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1289-pelatihan-dasar-fungsional-penyuluh-pertanian-ahli
Diklat Teknis Agribisnis Sayuran dengan Model Onsite Training http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1288-diklat-teknis-agribisnis-sayuran-dengan-model-onsite-training bbpplembang pelatihan otm24 1LEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada Tahun Anggaran 2018 ini kembali akan melatih 600 orang petani (20 angkatan) di wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat tentang agribisnis sayuran. Diklat Teknis Agribisnis Sayuran merupakan pelatihan kerjasama BBPP Lembang dengan Taiwan Technical Mission (TTM) yang sudah terjalin sejak Tahun 2017. Pelatihan ini berbasis outcome karena memadukan pelatihan dan penyuluhan, memiliki target melatih sebanyak 1.800 orang selama 3 tahun mulai tahun 2017 – 2019, dengan komoditas brokoli, kentang, kubis, cabai paprika, dan tomat.

Diklat Teknis Agribisnis Sayuran Angkatan 24 dilaksanakan di Kelompok Tani Mira Farm Desa Wangunsari Kecamatan Lembang. Pelatihan diikuti oleh 30 orang petani yang akan melakukan budidaya bersama komoditas brokoli. Pelatihan dilaksanakan selama 7 sesi mulai tanggal 11 Mei – 11 Juni 2018. Selama pelatihan berjalan, diisi dengan sesi pemberian materi secara klasikal dan sesi praktik penerapan teknologi. Pemberian materi disesuaikan dengan kebutuhan peserta melalui proses Identifikasi Kebutuhan Latihan (IKL) atau dengan metode Focus Group Discussion (FGD) yang nantinya akan menjadi kurikulum pelatihan. Setelah berlatih, peserta akan memperoleh pendampingan dari penyuluh pendamping, POPT, dan corefarmer selama maksimal 1 tahun.

Pelatihan ini lain dari yang lain karena petani akan memperoleh kepastian pasar pada saat bergabung menjadi anggota Bavas (Bandung Vegetables Station). Petani akan mendapat kuota jumlah dan jenis komoditas yang harus ditanam yang akhirnya produk tersebut akan dipasarkan melalui Bavas.

bbpplembang pelatihan otm24 2bbpplembang pelatihan otm24Senin (14/05/2018), peserta memperoleh materi dari salah seorang penyuluh pendamping, tentang budidaya brokoli mulai dari seleksi benih dan praktik persemaian. Selanjutnya peserta praktik seleksi benih brokoli, melakukan persemaian benih bokoli didalam tray-tray dan selanjutnya membuat tempat persemaian berupa naungan dari bambu. Acep Yusuf, penyuluh pendamping peserta selama kegiatan menyatakan “Diklat Teknis Agribisnis Sayuran dengan Onsite Training Model ini melatih petani sekitar mulai dari seleksi benih hingga proses budidaya secara utuh. Dengan berlatih, diharapkan petani mampu berbudidaya brokoli dengan baik agar produknya bisa bersaing dan dapat dipasarkan secara bersama pada Korporasi bernama Bavas”.

 

bbpplembang pelatihan otm24 4bbpplembang pelatihan otm24 3Pertemuan berikutnya, Senin (21/05/2018), peserta memperoleh materi tentang persiapan dan pengolahan lahan dan praktik penggunaan Traktor Roda 2. Peserta juga dilatih bagaimana menguji pH tanah menggunakan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) untuk menentukan perlakuan terhadap tanah sebelum ditanami brokoli. (chetty)

 

 

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 29 May 2018 21:58:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1288-diklat-teknis-agribisnis-sayuran-dengan-model-onsite-training
Menggenjot Kompetensi Generasi Muda Bidang Perbenihan Tanaman http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1287-menggenjot-kompetensi-generasi-muda-bidang-perbenihan-tanaman bbpplembang pelatihanSTPPbbpplembang pelatihanSTPP2LEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi bagi generasi muda pertanian, sebagai upaya mempersiapkan kebutuhan SDM yang diperlukan bagi perusahaan yang bergerak dibidang pertanian atau persiapan generasi muda menjadi wirausaha dibidang pertanian yang handal. bbpplembang pelatihanSTPP4Peserta pelatihan merupakan Mahasiswa-mahasiswi Semester VIII Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Manokwari, STPP Malang, STPP Bogor, STPP Medan dan dari Persatuan Anak Tani Remaja (Patra) Bondowoso sebanyak 20 orang. Pelatihan dilaksanakan selama 3 minggu mulai tanggal 29 April – 19 Mei 2018.

bbpplembang pelatihanSTPP3bbpplembang pelatihanSTPP1Selama berlatih, peserta memperoleh materi inti seperti: persiapan lahan dan penanaman; persiapan benih; pemelihaaran; pengendalian OPT; Panen dan Pascapanen; Penanganan Benih; Sistem Perbenihan; Prosedur Sertifikasi; Manajemen Pemasaran Benih; Persyaratan Penangkar Benih. Pengajar selama berlatih yaitu widyaiswara BBPP Lembang dan praktisi. Untuk perbenihan tanaman, peserta diajarkan bagaimana perbenihan tanaman melalui teknologi kultur jaringan dan budidaya hidroponik sistem aeroponik.

 

 

bbpplembang pelatihanSTPP5bbpplembang pelatihanSTPP6Senin (07/05/2018), salah satu sudut lahan praktik di BBPP Lembang, yaitu Laboratorium Agens Hayati tampak ramai. Peserta praktik membuat pestisida nabati dipandu oleh widyaiswara dan pengelola laboratorium. Seperti kita ketahui, pestisida nabati adalahpestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman yang bermanfaat untuk mengendalikan serangan hama. Pestisida nabati ini dapat dibuat dengan mudah menggunakan bahan yang murah seperti yang peserta lakukan dengan menggunakan bawang merah, kunyit, serai, laos, cabai merah, daun sirih, daun pandan dan peralatan yang sederhana. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 21 May 2018 22:49:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1287-menggenjot-kompetensi-generasi-muda-bidang-perbenihan-tanaman
Efektivitas dan Efisiensi melalui Modernisasi Pertanian http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1281-efektivitas-dan-efisiensi-melalui-modernisasi-pertanian bbpplembang pelatihanalsintan sumedang1SUMEDANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai instansi penyelenggara pelatihan pertanian dibawah BPPSDMP Kementerian Pertanian, turut berpartisipasi aktif melatih petani dan penyuluh dalam upaya modernisasi pertanian melalui penyelenggaraan pelatihan pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Pelatihan Teknis Tematik bagi Pengelola dan Operator Alsintan bbpplembang pelatihanalsintan sumedang2diselenggarakan selama 2 hari efektif 11 – 12 Mei 2018 di Kabupaten Sumedang. Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta yaitu petani, penyuluh dan operator alsintan.

bbpplembang pelatihanalsintan sumedangTujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan pengurus kelompok tani, gabungan kelompok tani, pengelola UPJA, brigade tanam dan brigade panen penerima bantuan alsintan serta penyuluh pertanian di lokasi penerima bantuan dalam mengelola alsintan. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Kepala Balai, Bandel Hartopo “Efisiensi dan efektivitas dalam mengolah lahan, menanam, hingga panen, dapat dilakukan dengan bantuan mekanisasi pertanian melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian secara optimal.”

Selama 2 hari berlatih, peserta memperoleh materi secara klasikal di kelas serta praktik langsung tentang pengenalan traktor roda 2, traktor roda 4, combine harvester. Apa saja komponen-komponen yang ada didalamnya, bagaimana pemeliharaannya serta bagaimana mengoperasionalisasikannya. Nana Sumarna, seorang peserta mengungkapkan “dengan mengikuti pelatihan ini, disamping menambah wawasan kami, juga kami jadi mengetahui bagaimana operasionalisasi traktor roda 2, roda 4, dan combine harvester. (chetty)

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 14 May 2018 15:44:22 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1281-efektivitas-dan-efisiensi-melalui-modernisasi-pertanian
Upaya Menggenjot Produksi melalui Pelatihan bagi Pengelola dan Operator Alsintan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1280-upaya-menggenjot-produksi-melalui-pelatihan-bagi-pengelola-dan-operator-alsintan bbpplembang pelatihanalsintan garut3GARUT. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik bagi Pengelola dan Operator Alsintan di Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 8 – 9 Mei 2018. Pelatihan yang diikuti oleh 30 bbpplembang pelatihanalsintan garutorang peserta terdiri dari operator alsintan, Babinsa, dan Penyuluh Pertanian Lapangan. Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan pengurus kelompok tani, gabungan kelompok tani, pengelola UPJA, brigade tanam dan brigade panen penerima bantuan alsintan serta penyuluh pertanian di lokasi penerima bantuan dalam mengelola alsintan.

bbpplembang pelatihanalsintan garut1Selama 2 hari berlatih, peserta memperoleh materi secara klasikal di kelas serta praktik langsung tentang pengenalan traktor roda 2, traktor roda 4, combine harvester. Apa saja komponen-komponen yang ada didalamnya, bagaimana pemeliharaannya serta bagaimana mengoperasionalisasikannya. Fasilitator selama pelatihan yaitu dari Balai Latihan Kerja Disnakertrans Kabupaten Garut serta praktisi yang mahir dibidang alsintan.

bbpplembang pelatihanalsintan garut2Kepala Balai, Bandel Hartopo menyampaikan “setelah peserta berlatih, melihat dan mencoba langsung bagaimana cara mengoperasionalkan traktor roda 2, traktor roda 4 serta combine harvester, maka mereka bisa menilai bahwa dengan alsintan maka kerja lebih efisien efektif serta modern dan ini menjadi tantangan tersendiri  bagi generasi muda pertanian dalam memanfaatkan alsintan”. Hal ini diamini oleh peserta pelatihan, Dede dan Tatan, yang mengungkapkan bahwa “dengan penggunaan traktor, maka pengolahan lahan bisa menjadi lebih cepat”.

Lebih lanjut, Rokhedi, Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan BBPP Lembang sekaligus Tim Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan Wilayah Kabupaten Garut mengajak seluruh stakeholder yang mendukung swasembada pangan untuk mengoptimalkan alsintan. “Dengan alsintan, kinerja akan lebih optimal. Traktor roda 2 dapat mengolah lahan sebanyak 0,3-0,6 hektar/hari dan traktor roda 4 dapat mengolah lahan 2 hektar/hari. Untuk combine harvester ukuran kecil dapat memanen seluas 0,6 hektar/hari, ukuran sedang 1,2 hektar/hari dan ukuran besar 2 hektar/hari”, ungkapnya. (chetty)

 

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Thu, 10 May 2018 21:22:51 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1280-upaya-menggenjot-produksi-melalui-pelatihan-bagi-pengelola-dan-operator-alsintan
Kelompok Wanita Tani Kabupaten Bone Belajar Inokulasi Trichoderma http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1282-kelompok-wanita-tani-kabupaten-bone-belajar-inokulasi-trichoderma bbpplembang pelatihankrpl bone2LEMBANG. Tampak aktivitas praktik pertanian di Laboratorium Agens Hayati siang itu, Jumat (04/05/2018). Tiga puluh orang anggota Kelompok Wanita Tani Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan, dengan serius menerima penjelasan dari salah seorang widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Sinta Andayani, tentang pengembangan musuh alami hama dan penyakit tanaman yang dikembangkan di BBPP Lembang, salah satunya dengan bbpplembang pelatihankrpl bone1pembuatan trichoderma. Setelah penjelasan, dengan dibagi 3 kelompok, peserta praktik langsung praktik inokulasi trichoderma. Kegiatan praktik merupakan rangkaian dari Pelatihan Teknis Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) kerjasama BBPP Lembang dengan Pemerintah Kabupaten Bone.

Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal 2 – 7 Mei 2018. Tujuan dilaksanakannya pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penerapan teknologi pertanian terpadu dengan memanfaatkan konsep berwawasan lingkungan; mampu mengaplikasikan teknologi yang diperoleh di tingkat lapangan; mampu membimbing dan membina masyarakat sekitar tempat tinggal dalam penerapan teknologi pertanian terpadu. Selama berada di balai, peserta belajar diantaranya tentang desain pekarangan, model budidaya KRPL (vertikultur dan polybag), pembuatan pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit melalui pengembangan agens hayati.

bbpplembang pelatihankrpl bonebbpplembang pelatihankrpl bone3Camat Barebbo, Andi Asman Sulaiman, menyampaikan “pemanfaatan pekarangan dapat meningkatkan ekonomi, kesehatan, dan kualitas para anggota keluarga”. Kepala Balai, Bandel Hartopo, memberikan penjelasan saat pembukaan pelatihan “dengan memanfaatkan pekarangan, maka bapak atau ibu rumah tangga yang melakukan pemeliharaan tanaman pekarangan, dapat menjadi peneliti. Setiap hari melakukan pemeliharaan tanaman, maka dapat mengetahui persis yang terjadi pada tanamannya sehingga timbul keinginan untuk mencari solusi setiap ada masalah dan mencoba memberi perlakuan-perlakuan tertentu pada tanamannya untuk menghasilkan panen yang baik”, tegasnya. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 07 May 2018 16:57:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1282-kelompok-wanita-tani-kabupaten-bone-belajar-inokulasi-trichoderma
Bektram Pertanian bagi Personil TNI Angkatan Laut http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1279-bektram-pertanian-bagi-personil-tni-angkatan-laut bbpplembang bektram TNIAL5bbpplembang bektram TNIAL2LEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Badan Penyalur Tenaga Kerja Wilayah Barat (Balurjalbar) TNI Angkatan Laut, melaksanakan bbpplembang bektram TNIAL1kegiatan Pembekalan dan Keterampilan (Bektram) bagi 20 orang personil Aparatur Sipil Negara (ASN) Militer dan KBT TNI-AL yang akan memasuki masa purnabhakti. Kegiatan dilaksanakan selama 2 minggu, mulai tanggal 18 April – 3 Mei 2018.

bbpplembang bektram TNIAL3bbpplembang bektram TNIAL4Tujuan dilaksanakannya kegiatan Bektram adalah: 1) memberikan pembekalan dan keterampilan kepada peserta untuk mengembangkan berbagai potensi usaha mandiri dan berdaya guna bagi personil sendiri, keluarga, dan masyarakat, dan 2) memberikan pembekalan dan keterampilan dibidang pertanian sehingga dapat menciptakan dinamika usaha yang baik untuk menghasilkan usaha yang menguntungkan, dinamis, dan dapat menopang tingkat kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya setelah kembali ke masyakarat. Karenanya, selama berada di BBPP Lembang, peserta diberikan berbagai materi tentang budidaya dan teknologi pertanian baik komoditas hortikultura, perkebunan, maupun peternakan. Nantinya mereka yang akan memilih mana yang sesuai dengan kemampuannya dan akan diterapkan pada skala individu dan disampaikan di lingkungan sekitarnya baik masyarakat sekitar tempat kerja maupun di lingkungan rumah masing-masing.

bbpplembang bektram TNIALbbpplembang bektram TNIAL8Selama berlatih di BBPP Lembang, peserta memperoleh materi dan praktik: 1) budidaya kopi, bagaimana penentuan lokasi, persiapan lahan diantaranya pembuatan lubang tanam, persiapan benih dengan melakukan perbanyakan benih melalui biji, stek, dan sambung, penanaman, pemeliharaan melalui pemangkasan dan sambung pucuk, melakukan pemanenan biji kopi, 2) pengendalian hama dan penyakit tanaman, pembuatan pestisida nabati dan trichoderma kedalam media siap aplikasi, 3) pembuatan pupuk organik, 4) Pemanfaatan lahan pekarangan, dengan membuat teknologi budidaya sayuran sederhana seperti vertikultur, 5) Hidroponik, membuat teknologi sederhana wick system, 6) pengolahan hasil pertanian, belajar tentang Good Manufacturing Practices, serta praktik membuat abon cabai dan sorbet papaya jeruk, serta praktik pascapanen kopi (pulper dan huller), dan praktik menyeduh kopi.

bbpplembang bektram TNIAL7bbpplembang bektram TNIAL9Halili, salah seorang peserta menyampaikan kesannya selama mengikuti Bektram “banyak manfaat yang bisa kami peroleh setelah belajar tentang pertanian disini yang akan kami sampaikan kepada rekan kerja kami sebagai bekal menghadapi purnabhakti kelak, dan juga bagi masyarakat sekitar tempat tinggal kami untuk dapat diterapkan di lingkungan rumah masing-masing. Pertanian yang kami pelajari disini yaitu pertanian modern dengan penerapan berbagai teknologi pertanian terkini sehingga harapannya nanti apa yang bisa kami hasilkan dapat bersaing dengan produk luar negeri”. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Sat, 05 May 2018 00:39:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1279-bektram-pertanian-bagi-personil-tni-angkatan-laut
Identifikasi Potensi Wilayah pada Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1286-identifikasi-potensi-wilayah-pada-pelatihan-dasar-fungsional-penyuluh-pertanian bbpplembang pelatihandasarPPterampil7-9LEMBANG. Tampak beberapa kelompok orang berseragam putih hitam yang merupakan peserta pelatihan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, sedang melakukan pengamatan di lahan praktik sembari sesekali mewawancarai pengelola lahan praktik, Jumat (13/04/2018). Mereka, peserta Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Terampil bagi CPNS bbpplembang pelatihandasarPPterampil7-91dari THL-TBPP sedang mempraktikkan salah satu materi dalam pelatihan, yaitu Identifikasi Potensi Wilayah (IPW). IPW adalah kegiatan penggalian data dan informasi potensi wilayah dan agroekosistem dengan menggunakan data primer maupun sekunder. Salah satu bbpplembang pelatihandasarPPterampil7-92metode yang dilakukan dalam IPW yaitu dengan menggunakan Participatory Rural Appraisal (PRA). Setelah selesai melakukan identifikasi dan observasi, mereka membuat pemetaan, sketsa kebun, dan peta transek, untuk dipresentasikan secara berkelompok. IPW penting bagi penyuluh pertanian dalam menyiapkan diri sebelum melakukan pendampingan kepada petani, mengenal potensi baik SDM, sumber daya alam mapun potensi lainnya sebagai bahan mencari solusi atas permasalahan petani.

 

bbpplembang pelatihandasarPPterampil7-93bbpplembang pelatihandasarPPterampil7-94Identifikasi Potensi Wilayah merupakan salah satu dari sekian banyak materi yang diberikan kepada peserta Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Terampil bagi CPNS dari THL-TBPP yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang selama 21 hari mulai tanggal 9 – 30 April 2018. Peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 92 orang atau sebanyak 3 angkatan yaitu angkatan 7, 8, dan 9. Selain IPW, peserta juga memperoleh materi yang menarik, yaitu media penyuluhan. Media penyuluhan penting dikuasai oleh penyuluh agar diseminasi informasi kepada petani tepat sesuai yang dibutuhkan petani, dan juga mampu memanfaatkan teknologi informasi. Media penyuluhan yang kekinian yang menggabungkan audio dan video yaitu vlog. Peserta terlihat sangat antusias ketika praktik membuat vlog, Jumat (20/04/2018). Berbagai macam ide dan konsep materi dalam penyuluhan dituangkan dalam bentuk video.

bbpplembang pelatihandasarPPterampil7-96bbpplembang pelatihandasarPPterampil7-95Penutupan pelatihan, Senin (30/04/2018) oleh Kepala Balai, Bandel Hartopo. Dalam sambutannya disampaikan “Pelatihan merupakan awal dari keberhasilan. Menjadi penyuluh tidaklah murah karena harus melalui berbagai macam pelatihan yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karenanya, saya harapkan kinerja rekan-rekan penyuluh dalam melakukan pendampingan kepada petani harus lebih baik dari penyuluh yang belum dilatih. Mari menjadi orang yang dapat memberi manfaat bagi orang lain dan ikut berpartisipasi aktif mendukung program pemerintah baik itu Upsus peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan optimalisasi pemanfaatan alsintan”, tegasnya. Hasil evaluasi pelaksanaan pelatihan dan rangkaian ujian tertulis yang diikuti oleh peserta menunjukkan hasil baik dan seluruh peserta lulus dalam pelatihan kali ini. (chetty)

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 01 May 2018 21:30:22 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1286-identifikasi-potensi-wilayah-pada-pelatihan-dasar-fungsional-penyuluh-pertanian
Kelompok Wanita Tani Lombok Utara Belajar KRPL http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1275-kelompok-wanita-tani-lombok-utara-belajar-krpl bbpplembang pelatihankrpl lombok utara3LEMBANG. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten bbpplembang pelatihankrpl lombok utara6Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat mengadakan “Pelatihan Pemanfaatan Lahan Pekarangan KRPL”. Pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari efektif mulai tanggal 23 – 28 April 2018 ini diikuti oleh 24 orang anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) wilayah Kabupaten Lombok Utara. Selama pelatihan, peserta memperoleh materi baik didalam kelas secara teori maupun praktik langsung di lapangan.

 

 

 

 

bbpplembang pelatihankrpl lombok utara1bbpplembang pelatihankrpl lombok utara2Rabu (25/04/2018), peserta praktik membuat tambulapot (tanaman buah dalam pot) yaitu tanaman jeruk. Selanjutnya, praktik membuat vertikultur, mulai dari membuat lubang-lubang tanam dari pipa-pipa paralon yang telah dipotong dan diukur sedemikian rupa, mengisinya dengan media tanam campuran tanah, arang sekam dan pupuk kandang, diakhiri dengan menanamnya dengan benih tanaman strawberry. Keesokan harinya, peserta praktik pengolahan hasil untuk belajar bagaimana dengan mengolah hasil pertanian itu akan meningkatkan daya simpan produk dan meningkatkan nilai ekonomisnya. Peserta praktik membuat nugget dari ikan lele dan kripik jamur tiram.

 

bbpplembang pelatihankrpl lombok utara4bbpplembang pelatihankrpl lombok utara5Penutupan pelatihan dilaksanakan Jumat (27/04/2018). Dua orang peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh peserta, Saraiyah dan Gangganiasih menyatakan “banyak ilmu yang diperoleh selama berada di BBPP Lembang, terutama dengan pemanfaatan lahan pekarangan dapat memenuhi pangan dan gizi anggota keluarga dan dapat menambah pendapatan keluarga. Kami ingin mengaplikasikannya di tempat kami nanti, akan kami sebarkan ilmu yang kami peroleh ke masyarakat sekitar tempat tinggal kami”, pungkasnya. (chetty) 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Tue, 01 May 2018 00:33:36 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1275-kelompok-wanita-tani-lombok-utara-belajar-krpl
Pembuatan Kopra untuk Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Kelapa http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1278-pembuatan-kopra-untuk-peningkatan-nilai-tambah-komoditas-kelapa bbpplembang pelatihantematik kelapa sorongSORONG. Peserta pelatihan yang merupakan petani pembudidaya kelapa tampak serius memperhatikan penjelasan fasilitator yang mengajarkan teknik pembuatan kopra pada sesi praktik pelatihan ini, Rabu (25/04/2018). Kopra adalah daging buah kelapa yang dikeringkan, merupakan salah satu produk turunan kelapa yang sangat penting karena menjadi bahan baku pembuatan minyak kelapa dan turunannya. Dijelaskan pula bbpplembang pelatihantematik kelapa sorong1berbagai teknik pengolahan kopra, diantaranya dengan cara dikeringkan dengan sinar matahari dan dengan cara dipanggang diatas api. Pembuatan kopra ini dimaksudkan agar petani kelapa tidak hanya menjual hasil panen kelapa dalam bentuk segar, namun juga dalam bentuk olahan yang salah satunya kopra agar dapat meningkatkan nilai tambah produk, baik dari sisi produk bisa lebih tahan lama dan nilai jual menjadi lebih tinggi.

bbpplembang pelatihantematik kelapa sorong2Kegiatan praktik pembuatan kopra merupakan rangkaian Pelatihan Teknis Tematik Kelapa yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang di salah satu wilayah kerja yaitu di Provinsi Papua Barat, tepatnya di Kabupaten Sorong. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari efektif mulai tanggal 24 – 26 April 2018 dengan peserta sebanyak 20 orang petani pembudidaya kelapa. Tujuan dari pelatihan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang berujung pada peningkatan produktivitas kelapa. Karenanya, peserta diberikan materi budidaya kelapa mulai dari pengolahan lahan hingga panen dan pascapanen kelapa. (chetty)

 

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 27 Apr 2018 20:50:23 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1278-pembuatan-kopra-untuk-peningkatan-nilai-tambah-komoditas-kelapa
Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) untuk Meningkatkan Produksi Cabai http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1284-plant-growth-promoting-rhizobacteria-pgpr-untuk-meningkatkan-produksi-cabai bbpplembang pelatihan tematikcabai-sorong3SORONG. Tampak sekelompok orang berkumpul dan sedang memperoleh penjelasan tentang pertanian. Mereka adalah peserta Pelatihan Teknis Tematik Cabai di Kota Sorong yang sedang memperoleh penjelasan dari fasilitator bagaimana membuat Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang memiliki fungsi memacu pertumbuhan tanaman cabai dan mampu mengurangi penyakit dan kerusakan dari hama, Rabu (25/04/2018). Agar peserta nantinya mampu membuat sendiri PGPR sepulangnya dari berlatih, maka peserta langsung bbpplembang pelatihan tematikcabai-sorong4mempraktikkan bagaimana membuat biang PGPR dengan bahan dasar akar bambu, air kelapa dan gula merah. Pembuatan PGPR cukup mudah, hanya dengan mencampur ketiga bahan itu, lalu mendiamkannya selama beberapa hari. Selanjutnya biang PGPR siap diaplikasikan ke tanaman dengan sebelumnya mencampurnya dengan air sesuai komposisi.

bbpplembang pelatihan tematikcabai-sorong1Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik Cabai di Kota Sorong, 24 – 26 April 2018. Pelatihan diikuti oleh 20 orang peserta yang merupakan petani cabai di wilayah Kota Sorong. Tujuan dilaksanakannya pelatihan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta. Pelatihan tematik ini diselenggarakan oleh BBPP Lembang dengan materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan peserta, apa saja yang belum dikuasai tentang proses budidaya dan agribisnis cabai sehingga harapannya setelah berlatih, peserta akan lebih bbpplembang pelatihan tematikcabai-sorongtermotivasi untuk membudidayakan cabai dengan cara yang baik dan benar serta menggunakan teknologi pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas cabai secara signifikan.

Selama berlatih, peserta merima materi secara klasikal proses budidaya cabai secara umum mulai dari seleksi benih hingga panen dan pascapanen cabai. Saat sesi praktik, peserta diberi pemahaman dengan cara mempraktikkan langsung persiapan lahan cabai dengan memasang mulsa diatas bedengan-bedengan tanaman cabai yang telah dibuat. Selanjutnya, peserta praktik pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan pembuatan hormon perangsang tumbuh. (chetty)

 

 

]]>
Chetty Meitrianty Fri, 27 Apr 2018 19:47:12 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1284-plant-growth-promoting-rhizobacteria-pgpr-untuk-meningkatkan-produksi-cabai