Warning: file_exists(): open_basedir restriction in effect. File(/var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/httpdocs/plugins/obrss/content/content.php/language/en-GB/en-GB.plg_obrss_.content.ini) is not within the allowed path(s): (/var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/:/tmp/) in /var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/httpdocs/libraries/joomla/language/language.php on line 795

Warning: file_exists(): open_basedir restriction in effect. File(/var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/httpdocs/plugins/obrss/content/content.php/language/en-US/en-US.plg_obrss_.content.ini) is not within the allowed path(s): (/var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/:/tmp/) in /var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/httpdocs/libraries/joomla/language/language.php on line 795

Warning: file_exists(): open_basedir restriction in effect. File(/var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/httpdocs/plugins/obrss/content/content.php/language/en-GB/en-GB.plg_obrss_.content.ini) is not within the allowed path(s): (/var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/:/tmp/) in /var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/httpdocs/libraries/joomla/language/language.php on line 795
Artikel Pertanian https://bbpp-lembang.info/ Tue, 30 Nov 2021 13:58:21 +0700 FeedCreator 1.8.3 (obRSS 1.9) https://bbpp-lembang.info/images/ Artikel Pertanian https://bbpp-lembang.info/ Tentang artikel teknis pertanian Mawar untuk Kecantikan dan Kesehatan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1654-mawar-untuk-kecantikan-dan-kesehatan bbpplembang artikel mawarSiapa tak kenal bunga mawar? Kecantikan dan keharumannya begitu memikat hati banyak orang di seluruh dunia sehingga bunga ini sering digunakan sebagai lambang cinta dan kasih sayang. Tanaman mawar sering digunakan sebagai tanaman penghias halaman dan taman-taman. Bunganya yang indah, sering juga digunakan sebagai penghias ruangan dan dekorasi dalam berbagai pesta dan perayaan. Keharumannya yang khas dan memikat membuat bunga ini digunakan sebagai bahan baku parfum. Namun ternyata bunga mawar memiliki manfaat lain yang tidak kalah penting yaitu untuk memelihara kecantikan sekaligus kesehatan.

Menggunakan tanaman mawar sebagai obat merupakan sebuah tradisi di negara-negara belahan bumi bagian utara. Bangsa Indian di Amerika menggunakan bunga mawar untuk obat flu dan bijinya untuk nyeri otot. Di Eropa, air mawar digunakan untuk perawatan kulit, minyaknya sebagai inhalasi (dihirup) untuk membantu agar bisa tidur nyenyak, sedangkan mahkota bunga mawar dikonsumsi untuk meredakan flu, batuk, keluhan pada paru-paru dan untuk mengatasi infeksi serta rasa sakit pada sistem saluran kencing. Bangsa Cina menggunakan bunga mawar untuk membantu fungsi hati dan limpa serta buah mawar untuk memperkuat ginjal, limpa dan paru-paru. Masyarakat Romawi dan Yunani Kuno menggunakan bunga mawar sebagai pengharum air mandi.

Mawar hibrida yang modern tidak memiliki unsur bersifat pengobatan seperti spesies lama namun dapat digunakan dalam salad atau diberi gula kristal menjadi manisan atau dekorasi makanan. Jenis mawar yang biasa digunakan untuk kecantikan dan pengobatan pada umumnya mawar liar yaitu Rosa centifolia (mawar kubis/cabbage rose), Rosa damascena (Damask rose, berasal dari Iran), Rosa gallica (French rose) dan Rosa canina (dog rose). Hal penting yang harus diperhatikan terutama bila menggunakan mawar untuk makanan maupun kesehatan adalah tidak mengambil bunga atau buah mawar dari tanaman yang disemprot dengan pestisida atau tercemar bahan berbahaya yang berasal dari air maupun udara.

Helaian bunga mawar mengandung flavonoid, gula buah (termasuk fruktosa, glukosa dan maltosa), beragam asam amino, minyak esensial termasuk citonellol, geraniol, eugenol, nerol dan fenil etanol. Selain itu juga mengandung vitamin A, B1 (thiamine), B2 (riboflavin), B3 (asam nikotinat), B6 (pyridoxine), B7 (niacin), B9 (asam folat), C, D, E dan K. Mineral yang terdapat pada mawar adalah : K, Ca, Mg, Zn, Fe, Na, Cu, Cr, I dan Ni, terdapat juga enzim-enzim yang dapat membantu pencernaan.

           

Mawar untuk Kecantikan

Manfaat terhebat dari bunga mawar adalah senyawa anti inflamasi yang kuat. Sifat ini membantu meredakan infeksi, baik di dalam tubuh maupun pada kulit. Senyawa pada bunga mawar mengurangi ruam kemerahan pada kulit dan senyawa anti bakterinya memungkinkan untuk mengurangi jerawat pada wajah.

Air mawar bisa digunakan sebagai toner, campuran masker, atau Bisa juga dibekukan hingga menjadi es batu. Setelah itu tinggal digunakan untuk ice facial. Cara membuat air mawar dapat dilakukan dengan:menuangkan air suling atau air yang sudah disaring ke dalam panci 500 ml, kemudian masukkan 1 genggam helaian bunga mawar segar, selanjutnya direbus sampai mendidih, panci diangkat dan air mawar didinginkan. Setelah beberapa jam, air mawar dimasukkan ke lemari es selama sekitar 24 jam dengan panci tetap dalam kondisi tertutup. Setelah dingin, helaian bunga mawar disaring dan disimpan ekstraknya ke dalam botol kedap udara. Untuk menjaga air mawar tetap segar, harus selalu disimpan di dalam lemari es. Air mawar ini bisa disimpan dalam lemari es selama satu minggu atau bisa juga dibekukan sebagai es yang dapat menyejukkan wajah setelah terpapar sinar matahari yang terik. Membantu meredakan iritasi kulit (termasuk jerawat dan terkena sinar matahari) atau merehidrasi kulit dengan menyemprotkan air mawar pada wajah setelah mandi atau setelah terpapar sinar matahari dalam jangka waktu yang lama.

Helai bunga mawar bisa menjadi bahan alami yang baik untuk membantu pengelupasan kulit mati (scrub). Terutama di bagian bibir yang sangat sensitif. Lip scrub dapat dibuat dengan cara: menghaluskan 5-10 helai bunga mawar kering dengan peralatan yang steril kemudian dicampur dengan 1 sendok teh madu dan 1 sendok makan gula pasir halus. Cara menggunakan lip scrub dengan mengambil sedikit  dan menggosokkan secara lembut pada area bibir, dan didiamkan selama 20 menit sebelum dibilas dengan air dingin hingga bersih.

Bunga mawar juga bisa digunakan untuk pembersih muka yang menyejukkan. Cara membuatnya dengan:merendam 8-10 helai bunga mawar di dalam air selama 3 jam, kemudian ditumbuk/dihancurkan helaian bunga mawar dan dicampur dengan 3-4 sendok teh air suling atau air yang sudah disaring, terakhir ditambahkan 2 sendok teh madu. Cara penggunaannya dengan mengoleskan pada wajah dan dibiarkan selama 20 menit kemudian wajah dicuci bersih dengan air dingin.

Pemanfaatan bunga mawar sebagai masker dapat dilakuan dengan cara:merendam 6-8 helai bunga mawar dalam air selama satu jam kemudian ditumbuk/dihancurkan dan dicampur dengan 1 sendok teh plain yogurt dan 1 sendok teh madu. Selanjutnya masker bunga mawar dapat dioleskan pada wajah dan dibiarkan selama 10-15 menit kemudian wajah dicuci dengan air bersih.

Perawatan tubuh dengan menggunakan bunga mawar saat mandi dapat menghidrasi dan menyejukkan tubuh. Caranya adalah dengan mencampurkan ½ cangkir helai bunga mawar dengan segenggam daun mint ditambah dengan 2 sendok teh jus lemon, selanjutnya ramuan ini dicampur dengan air yang akan digunakan untuk mandi. Bila ada yang alergi dengan lemon bisa diganti dengan cuka.

           

Mawar untuk Kesehatan

Antioksidan merupakan senyawa yang membantu melawan pengaruh radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel dan tekanan oksidatif yang berasosiasi dengan banyak penyakit dan penuaan dini. Sumber utama antioksidan dalam teh bunga mawar adalah polifenol. Kajian pada 12 kultivar mawar menunjukkan bahwa kandungan fenol dan aktivitas antioksidan pada teh bunga mawar sama bahkan ada yang lebih besar dari teh hijau. Teh bunga mawar juga kaya anthocyanin yaitu pigmen berwarna yang berasosiasi dengan sistem berkemih yang baik, kesehatan mata, meningkatkan memori serta menurunkan risiko terhadap beberapa jenis kanker.

Teh dari bunga Rosa gallica digunakan di Taiwan untuk meredakan nyeri menstruasi dengan meminumnya 2 cangkir sehari selama 12 hari yaitu 6 hari sebelum periode menstruasi dan 6 hari pada saat menstruasi. Untuk menyembuhkan batuk dan flu caranya dengan mencampur teh mawar dengan 1-2 sendok teh madu lalu ditambahkan beberapa tetes air lemon sebagai penyegar. Mengatasi diare bisa dengan cara membuat teh dari helaian bunga mawar kering tanpa menambahkan gula atau susu kemudian diminum setiap satu jam sekali bila diperlukan.

Mengeringkan bunga mawar caranya mudah. Waktu terbaik memetik bunga mawar untuk dikeringkan adalah pagi hari saat embun sudah menghilang dan tidak ada hujan setidaknya 2 hari sebelum dilakukan pemetikan. Bunga mawar dipetik dari tangkainya ketika mekar sempurna dengan menarik sekaligus seluruh helai bunga mawar. Helai bunga yang masih tetap menempel pada dasar bunga pada saat ditarik berarti belum siap untuk dikeringkan. Helaian bunga yang terlepas dari dasar bunga dikumpulkan pada kantung kertas yang berfungsi menyerap kelembaban dari bunga. Setelah itu helai bunga mawar disebar secara merata pada lembaran kertas koran yang dialasi baki atau wadah datar lainnya lalu dikering-anginkan. Helai bunga mawar ini akan kering dalam beberapa hari.

Cara membuat teh bunga mawar cukup sederhana yaitu: 2 cangkir helaian bunga mawar segar yang sudah dicuci direbus dengan 3 cangkir (700 ml) air sampai mendidih selama sekitar 5 menit, setelah itu dituang ke dalam cangkir dan bisa langsung dinikmati. Teh bunga mawar juga bisa dibuat dari helaian bunga mawar yang telah dikeringkan. Cara membuatnya lebih mudah yaitu: 1 sendok teh helaian bunga mawar kering dituangkan ke dalam cangkir kemudian diseduh dengan air mendidih selama 10-20 menit, sebaiknya cangkir ditutup saat bunga mawar kering diseduh.

Demikian manfaat mawar untuk kecantikan dan kesehatan. Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 12 Creative Uses for Rose Petals « Survival School - Midwest Native Skills Institute

Anonim. What Is Rose Tea? Benefits and Uses (healthline.com)

Hilterman, K. 2017. Rose — A Medicinal Herb - Herb Federation of New Zealand (herbs.org.nz)

Chidiogo, O. 10 Incredible Health Benefits Of Rose Water » Simply Fashion & Health Care (104fashion.com)

Summers, G. 2020. How to Use Rose Petals for Their Skin Benefits (byrdie.com)

Tantri Setyorini. 2019. 7 Cara Memanfaatkan Bunga Mawar untuk Perawatan Kecantikan | merdeka.com

 

 

 

]]>
Ir. Elvina Herdiani, MP Mon, 21 Dec 2020 10:02:50 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1654-mawar-untuk-kecantikan-dan-kesehatan
Fusarium spp http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1629-fusarium-spp bbpplembang fusariumGenus Fusarium merupakan salah satu genus jamur penyebab penyakit pada berbagai tanaman. Kerugian pada tanaman yang terserang oleh Fusarium spp cukup tinggi sehingga perlu penanganan dan pengendalian secara khusus. Spesies-spesies Fusarium bertahan dalam tanah sebagai Klamidospora atau sebagai hifa pada sisa tanaman dan bahan organik lain.

Fusarium spp termasuk kedalam Divisi Mycota, sub Divisi Deuteromycotina, Class Hyphomycetes, Ordo Hyphales, Famili Tuberculariaceae, Genus Fusarium. Jamur Fusarium dimasukkan kedalam Famili Tuberculariaceae karena di alam jamur ini membentuk Sporodokium yaitu tubuh buah pembentuk konidium. Terdapat beberapa spesies jamur Fusarium diantaranya yaitu Fusarium oxysporum yang mempunyai kisaran inang yang luas.

Fusarium spp membentuk tiga tipe spora aseksual yaitu mikrokonidium, makrokonidium dan klamidospora. Morfologi Fusarium oxysporum, koloni tumbuh dengan cepat dalam waktu empat hari pada suhu 25o C dengan diameter 4,5 cm – 6,5 cm. Miselium berwarna putih, krem muda hingga warna ungu, beberapa isolat mempunyai aroma seperti bunga bungur, beberapa juga menghasilkan sporodokium dengan lendir berwarna oranye pada Makrokonidiumnya. Terdapat Konidiofor tunggal maupun bercabang yang membawa monofialid. Mikrokonidia bersepta hingga 0-2 septa terbentuk secara lateral pada fialid dan memiliki aneka bentuk. Makrokonidia ditemukan pada beberapa strain, yang terbentuk pada fialid yang terdapat pada konidiofor atau pada sporodokia, bersepta 3-5 berbentuk fusiform sedikit membengkok, meruncing pada bagian ujungnya dan umumnya bersepta 3. Klamidospora terdapat dalam hifa atau dalam konidia berwarna hialin, berdinding halus atau agak kasar, berbentuk semi bulat dengan diameter 5 – 15 µm, terletak terminal atau interkalar, tunggal maupun berpasangan.

 

]]>
Shinta Andayani, SP, MP Fri, 11 Sep 2020 09:28:24 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1629-fusarium-spp
Bagaimana Menentukan Harga Jual Buncis? http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1616-bagaimana-menentukan-harga-jual-buncis bbpplembang perhitunganhargabuncisHarga merupakan  faktor  penentu dalam bisnis yang dapat digunakan untuk mengukur keuntungan atau kerugian, diantaranya pada komoditas buncis. Dalam bisnis harus dapat diperhitungkan bahwa modal yang dikelola akan dapat memberikan keuntungan. Konsumen tidak akan pernah membayar lebih dari apa yang ditawarkan. Maka sangat penting untuk menentukan strategi harga yang tepat.

Konsumen tidak selalu membuat keputusan berdasarkan pada harga. Beberapa orang akan membuat keputusan berdasarkan kualitas maupun kuantitas. Banyak yang berpikir bahwa harga secara langsung berhubungan dengan kualitas maupun kuantitas dan konsumen tidak akan membeli jika harganya terlalu mahal. Selain itu tidak perlu membuat keputusan menurunkan harga yang lebih rendah untuk memenuhi keinginan konsumen dengan harapan produk laku terjual.

Harga dari produk juga berefek pada program pemasaran buncis yang  diproduksi. Dalam perencanaan produk untuk tingkat pertama, perlu memutuskan untuk memperbaiki pengemasan produk atau menambahkan penampilan yang berbeda. Keputusan ini dapat dilakukan hanya jika konsumen akan menerima harga tinggi untuk menutupi biaya yang berubah.

Banyak faktor yang dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan harga suatu produk, diantaranya adalah: 1) permintaan produk; 2) target pasar, 3) reaksi pesaing, 4) bagian lain dari penggabungan pemasaran; 5) tujuan pemasaran seperti: kebutuhan produk yang selalu tersedia, keuntungan maksimal, pembagian pasar/luasan pasar, kualitas produk, maupun kuantitas produk yang dibutuhkan konsumen; 6) biaya produksi atau pembelian produk; dan besaran keuntungan yang diharapkan.

Penting dipahami bahwa sebelum menentukan harga suatu produk perlu diketahui tujuan utama dalam menentukan harga, yaitu: mendapatkan target investasi/modal usahatani yang dibutuhkan, memaksimalkan keuntungan (keuntungan yangwajar), meningkatkan penjualan (segmen pasar dan wilayah pemasaran), mendapatkan target pembagian pasar (modern dan tradisional), memperhitungkan  harga pesaing pada produk sejenis, dan mempromosikan keunggulan produk (produk aman, higienis, organik, dan lain sebagainya).

Sebelum menentukan harga penting diketahui: berapa biaya produksi, berapa harga yang akan dibayar untuk produk yang sama oleh konsumen, berapa harga pesaing dengan produk yang sama, dan kondisi ekonomi (mengisi kekuatan dari konsumen/kemampuan daya beli).

Metode dasar dari penentuan harga:

  1. ”Biaya tambahan” (biaya + keuntungan = harga). Berdasarkan biaya total dan keuntungan yang diinginkan.
  2. Berdasarkan pada kondisi kompetitif pasar.
  • Jangan melibatkan pada persaingan harga dengan pesaing.
  • Untuk membuat keuntungan, harga harus selalu lebih tinggi dari biaya produksi.

Biaya Produksi        : biaya gabungan + biaya variable

                                            +

Biaya marketing      : pengepakan + distribusi + promosi + penyimpanan

                                            =

                                Biaya total

                                            +

                                Keuntungan

                                            =

                                Harga

Cara mendeteksi kesalahan harga produk:

-       Jika harga terlalu tinggi

  1. Target penjualan tidak tercapai.
  2. Kehilangan permintaan.
  3. Persediaanproduk
  4. Keluhan konsumen.

-       Jika harga terlalu rendah

  1. Tidak dapat bertahan dengan permintaan tinggi.
  2. Kekurangan persediaan
  3. Keuntungan tetap rendah walaupun penjualan tinggi.
  4. Konsumen sangat puas.

Sebagai contoh kasus, berikut ini diuraikan harga produk buncis. Berdasarkan informasi lapangan, untuk 1 (satu) hektar dengan populasi3000 tanaman, biaya rata-rata (biaya tetap dan biaya tidak tetap) sampai dengan panen adalah Rp3.000.000-, dengan produksi per tanaman rata-rata 400 gr. Maka diperoleh hasil400 grx 3000 tanaman = 1.200.000 gr = 1.200  kg atau 1,2 ton dengan 10kali panen selama 3 bulan. Dengan demikian modal per kilonya sebesar Rp 3.000.000 : 1200 kg  = Rp2.500,-/ kg,-. Dalam kondisi normal petani biasa menjual dilapangan kisaran harga Rp 4.000,-/kgsampai dengan Rp5.000 /kg. Sehingga keuntungan per kilonya sebesar Rp1.500,-/kg sampai dengan Rp2.500,-/kg.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan usaha buncis seluas 1 hektar dengan populasi 3000 tanaman dan hasil panen 1,2 ton maka diperoleh biaya produksi sebesar Rp2.500,- per kg. Sehingga untuk mendapatkan keuntungan harus menjual buncis di atas Rp2.500,- per kg. Normalnya keuntungan berada pada kisaran 50 - 100 persen.

Sebagai catatan, kebiasaan petani tanaman sayuran yang tidak hanya menanam 1 jenis tanaman saja, tapi dengan ditumpangsarikan dengan tanaman sayuran lainnya, atau setelah panen buncis langsung dilanjutkan dengan menanam jenis tanaman sayuran yang berbeda seperti cabai, tomat, dan brokoli, maka pola tanam seperti ini dapat menghemat biaya produksi pada musim tanamn selanjutnya. Sehingga dengan demikian keuntungan pada musim selanjutnya akan lebih besar.

 

]]>
Ir. Muharja Hasan, MP Wed, 01 Jul 2020 15:07:44 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1616-bagaimana-menentukan-harga-jual-buncis
Pembuatan Kompos Skala Rumah Tangga http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1617-pembuatan-kompos-skala-rumah-tangga bbpplembang metodecompostbagRumah tangga menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2019 jumlah sampah organik di Indonesia mencapai 50% dari total sampah keseluruhan.  Namun, menurut Badan Pusat Statistik tahun 2018 hanya 1,2 % saja yang mendaur ulang sampahnya. Salah satu cara untuk mendaur ulang sampah organik rumah tangga yaitu dengan mengomposkan sampah organik tersebut.

Kompos merupakan bahan organik yang mengalami proses dekomposisi oleh mikroorganisme pengurai, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah. Komposmengandung unsur hara yang jenis dan jumlahnya  bervariasi tergantung bahan baku kompos tersebut. Kompos dapat menyediakan unsur hara secara lambat dalam jumlah terbatas. Kompos berguna untuk memperbaiki kesuburan dan kesehatan tanah.

Prinsip dari pengomposan yaitu untuk menurunkan kadar rasio C/N bahan organik mendekati rasioC/N  dari tanah agar bisa diserap tanaman. Makin tinggi rasio C/N bahan baku kompos maka proses pengomposan makin lama. Rasio C/N adalah rasio massa karbon terhadap massa nitrogen dalam suatu zat. Bahan-bahan yang mengandung C (karbon) adalah bahan-bahan berwarna coklat seperti daun kering, sekam,  serbuk gergaji, dan kayu. Bahan-bahan yang mengandung N (nitrogen) dari sampah rumah tangga yang dapat dijadikan kompos diantaranya adalah sisa sayur dan buah, ampas kopi, teh celup, cangkang telur, rumput dan bahan hijauan lainnya. Untuk menghasilkan rasio C/N ideal, perbandingan sampah coklat dan sampah hijau untuk kompos yang baik yaitu 3 : 1.

Pada saat ini banyak teknik yang dapat digunakan untuk membuat kompos skala rumah tangga,diantaranya dengan menggunakan metode Takakura dan compostbag. Bahan-bahan yang dibutuhkan yaitu bahan coklat, bahan hijauan, air, dan bakteri pengompos (MOL atau EM4). 

  1. Metode Takakura

Takakura merupakan metodepengomposan yang ditemukan oleh peneliti Jepang yaitu Mr. Koji Takakura. Metode Takakura ini menggunakan  keranjang yang berlubang-lubang. Keranjang yang digunakan biasanya keranjang laundry yang memiliki lubang-lubang kecil diseluruh bagian permukaan. Keranjang ini berukuran sekitar 40 cm x 25 cm x 70 cm.  Pengomposan metode Takakura ini memiliki kelebihan yaitu bentuknya yang praktis, bersih, dan tidak berbau. Pengomposan dengan menggunakan metode Takakura ini dilakukan secara aerob sehingga dapat meminimalisir bau, karena adanya oksigen.

Metode Takakura ini sangat cocok digunakan untuk sampah dapur yang dihasilkan rumah tangga sehari-hari. Jumlah sampah yang dapat diolah dengan keranjang ini sekitar 1,5 kg per hari.

Bahan-bahan dan alat yang dibutuhkan untuk membuat kompos dengan metode Takakura antara lain: keranjang Takakura (keranjang laundry yang berlubang dan memiliki tutup), jarum jahit, jaring, benang, kertas kardus, kain hitam berpori, sprayer, sendok semen, batubata atau penyangga, sekam, mikrorganisme cair, dan kompos jadi.

Cara pengomposan metode Takakura adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan keranjang Takakura atau keranjang laundry yang berlubang yang bisa dibeli di toko perabotan atau peralatan dapur, dengan meletakkan diatas batu bata di kedua sisinya agar udara bisa keluar masuk dari bagian bawah keranjang.
  2. Mencampur mikrorganisme pengurai/bioaktivator dengan air (sesuai petunjuk kemasan) dan memasukkannya kedalam botol spray.
  3. Menyiapkan sekam dalam ember untuk dua bantalan, tinggi untuk setiap bantalan sekam sekitar 10-15 cm. Kemudian sekam disemprot dengan cairan mikroorganisme hingga rata.
  4. Bantalan sekam dibuat dengan cara menggunting jaring sesuai ukuran bawah dan atas keranjang Takakura. Kemudian jaring dijahit tepinya hingga membentuk seperti sarung bantal. Sekam yang sudah dicampur mikrorganisme dimasukkan kedalam sarung bantal dan jahit tepinya. Bantalan dibuat dua untuk bagian dasar dan atas.
  5. Memotong kardus bekas sesuai dengan ukuran keranjang Takakura, lalu ditempelkan disekeliling keranjang Takakura.
  6. Permukaan luar dalam kardus disemprot dengan cairan mikroorganisme hingga merata.
  7. Bantalan sekam dimasukkan didasar keranjang Takakura, kemudian disemprot dengan cairan mikrorganisme hingga basah.
  8. Kdimasukkan kedalam keranjang Takakura.
  9. Kdibuat lubangdengan menggunakan sendok semen, kemudian sampah rumah tangga yang ingin dikomposkan (lebih baik sampah dipotong kecil-kecil agar cepat terurai) dimasukkan kedalam lubang. Selanjutnya  sampah diaduk merata dan ditambahkan kompos kembali.
  10. Bantalan sekam diletakkan diatas kompos, lalu disemprot dengan cairan mikrorganisme.
  11. Mulut keranjang ditutup dengan kain hitam berpori dan penutup keranjang.
  12. Prosedur diatas dilakukan sampai keranjang penuh. Jika sudah penuh, 1/3 bagian kompos diambil dan dimatangkan di karung atau di compostbag.                                bbpplembang metodetakakura  2. Metode Compostbag

Metode selanjutnya yang dapat digunakan untuk skala rumah tangga adalah metode pengomposan dengan menggunakan Compostbag. Compostbag  memang dirancang khusus untuk mengomposkan sampahlimbah rumah tangga. Compostbag ini sangat mudah digunakan dan dapat dibeli di e-commerce dengan harga yang terjangkau.

Cara penggunaan compostbag adalah sebagai berikut:

  1. Compostbag diisi dengan sekam/sekam bakar/daun kering pada dasar compostbag dengan tinggi sekitar 15 cm.
  2. Sampah organik seperti sisa sayuran, sisa buah, bekas ampas kopi, yang telah dipotong kecil-kecil dimasukkan compostbag.
  3. Compostbag ditutup dengan tanah dan disemprot dengan cairan bioactivator.
  4. Ditutup kembali dengan sekam, dan diaduk seminggu sekali untuk aerasi.
  5. Prosedur dilakukan berulang (sampah organik-tanah-bioactivator-sekam) hingga compostbag penuh.
  6. Kompos dapat digunakan setelah 1 – 3 bulan, dengan cara membuka lubang kompos yang berada di bagian bawah compostbag.

Dalam pembuatan kompos perlu diperhatikan kelembaban dari bahan-bahan kompos tersebut, baik pada metode Takakura ataupun compostbag. Hal ini berguna bagi optimalnya aktivitas mikroorganisme pengurai. Jika kompos terlalu kering maka proses pengomposan akan berlangsung lama, dan apabila terlalu basah maka akan terjadi pembusukan. Ciri-ciri pengomposan yang baik adalah naiknya suhu dari kompos tersebut.

Sekam dalam proses pengomposan berperan sebagai bahan coklatan yang berfungsi sebagai sumber karbon dan memiliki fungsi sebagai absorben pembusukan (air lindi) dan membantu menyerap gas/bau. Sementara itu penambahan tanah bertujuan untuk mempercepat pembusukan dan menyerap bau. Bioaktivator/mikroorganisme efektif berperan untuk mempercepat pembusukan.

Demikian beberapa teknik pembuatan kompos skala rumah tanggaDengan melakukan pengomposan limbah rumah tangga, kita sudah membantu mengurangi sampah dan membantu menjaga lingkungan. Lebih jauh dari itu, kompos limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman yang sehat dan ramah lingkungan di pekarangan rumah, sehingga memberikan kontribusi dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.

 

 

]]>
Chesara Novatiano, S.Si, M.Si Fri, 22 May 2020 15:45:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1617-pembuatan-kompos-skala-rumah-tangga
Aplikasi Bioteknologi dalam Dunia Pertanian http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1608-aplikasi-bioteknologi-dalam-dunia-pertanian bbpplembang bioteknologiBioteknologi  berasal dari kata bios yaitu hidup, teuchos yaitu alat dan logos yaitu ilmu, sehingga dapat dikatakan bahwa bioteknologi adalah ilmu yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip biologi. Menurut European Federation of Biotechnology (EFB), bioteknologi sebagai perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan untuk meningkatkan aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari organisme hidup, dan/atau analog molekuler untuk menghasilkan barang dan jasa.

Bioteknologi terbagi menjadi 2, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Bioteknologi konvesional adalah bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme secara langsung untuk menghasilkan suatu produk, proses bioteknologi konvensional ini lebih dikenal dengan istilah fermentasi. Fermentasi merupakan proses produksi energi tanpa oksigen (anaerob) namun seiring berkembangnya teknologi istilah fermentasi meluas menjadi semua proses yang melibatkan mikroorganisme untuk menghasilkan suatu produk baik metabolit primer atau metabolit sekundernya. Contoh produk hasil fermentasi yaitu yoghurt, keju, bir, tape dan tempe. Dalam dunia pertanian bioteknologi konvensional dapat digunakan untuk membuat pupuk kompos, pupuk kandang dan biogas melalui proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme. Selain itu proses fermentasi ini juga dimanfaatkan untuk menambah nilai jual suatu produk hasil pertanian sebagai contoh pengolahan keju, kimchi, tape, minuman beralkohol dan masih banyak lagi produk-produk yang memanfaatkan mikroorganisme dalam proses fermentasi.

bbpplembang bioteknologi1Bioteknologi modern erat kaitannya dengan rekayasa genetika, dalam bidang pertanian bioteknologi mempunyai tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan perbaikan sifat-sifat suatu tanaman pada level gen. Secara keseluruhan bioteknologi dalam bidang pertanian bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan.

Era Industri 4.0 saat ini merupakan era teknologi dimana hampir di semua sektor menggunakan teknologi, seperti yang sedang marak saat ini yaitu mobile connectivity, artificial intelligence, internet of things, next generation robotics, 3D printing, genetic engineering, nanotechnology, advanced materials, dan biotechnology. Kecepatan dan peningkatan produksi merupakan 2 hal yang dibutuhkan oleh sektor pertanian dalam era ini, sehingga digitalisasi, bioteknologi, dan kecepatan proses merupakan kunci dari revolusi pertanian pada era 4.0 saat ini.

Aplikasi bioteknologi dalam bidang pertanian dapat membantu dalam percepatan produksi benih, perbaikan sifat-sifat tanaman, hingga menghasilkan jenis tanaman baru. Semua itu bisa dihasilkan dengan cara rekayasa genetika dan kultur jaringan. Rekayasa genetika adalah suatu usaha memanipulasi suatu gen organisme untuk tujuan tertentu, dengan cara menghilangkan atau menambahkan suatu gen sehingga menghasilkan organisme dengan sifat-sifat yang diinginkan. Organisme yang telah direkayasa genetikanya sering disebut dengan Genetic Modified Organism (GMO). Contoh bioteknologi dalam bidang pertanian yang berupa tanaman GMO yang ada di sekitar kita diantaranya adalah:

1. Jagung manis. Jagung manis yang kita konsumsi saat ini merupakan jagung hasil rekayasa genetika. Pada jagung manis gula yang terkandung direkayasa untuk tidak diubah menjadi pati sehingga tetap manis dan berair.

2. Pepaya California, pepaya ini juga merupakan hasil rekayasa genetika oleh seorang profesor dari IPB, yang memiliki kelebihan rasa lebih manis dan cepat berbuah.

3. Golden rice, pada tanaman padi ini disisipkan gen penghasil betakaroten dari tanaman wortel, sehingga padi ini memiliki kelebihan selain mengandung karbohidrat juga memiliki kandungan vitamin A.

4. Kapas yang resisten terhadap Bt toksin, pada tanaman kapas ini telah disisipkan gen Bt toksin sehingga aman dari hama.

5. Kedelai impor yang menjadi bahan baku dari tempe dan tahu, kedelai ini telah disisipkan dengan gen EPSPS sehingga kedelai impor ini tahan terhadap herbisida berbahan glifosfat. Selain itu kelebihan lainnya adalah harganya lebih murah karena selalu tersedia di pasaran.

Selain rekayasa genetika, kultur jaringan juga memiliki peran dalam bidang bioteknologi pertanian. Kultur jaringan digunakan untuk memperbanyak tanaman hasil rekayasa genetika dan juga untuk menyediakan benih unggul yang selalu tersedia sepanjang waktu yang tidak dapat dipenuhi dengan perbanyakan tanaman secara konvensional. Selain itu kultur jaringan juga digunakan untuk menghasilkan benih tanaman dalam waktu relatif cepat dan dalam jumlah banyak yang tidak tergantung kondisi musim atau cuaca.

Kultur jaringan sendiri bukanlah suatu ilmu, melainkan suatu teknik yang sangat penting dalam bidang bioteknologi pertanian. Kultur jaringan merupakan teknik menumbuhkan tanaman dari bagian tanaman yang dapat berupa sel, jaringan atau organ yang ditanam dalam media tumbuh dalam kondisi lingkungan yang aseptis sehingga tumbuh menjadi tanamah utuh. Media tumbuh yang digunakan pada kultur jaringan berisi nutrisi makro, mikro, dan vitamin yang dibutuhkan oleh tanaman seperti layaknya yang ada dalam tanah.

Aplikasi bioteknologi lainnya dapat digunakan untuk menciptakan pertanian yang berkesinambungan, dengan cara mengurangi ketergantungan pertanian terhadap bahan kimia. Aplikasi bioteknologi ini dapat berupa pembuatan kompos, pupuk hayati, biopestisida, bioherbisida dan bioinsektisida. Berbagai macam riset bioteknologi terus dilakukan untuk menemukan produk pertanian yang dapat meningkatkan produksi maupun dapat menjadi solusi terhadap permasalahan pertanian lainnya. 

 

]]>
Chesara Novatiano, S.Si, M.Si Wed, 20 May 2020 05:57:22 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1608-aplikasi-bioteknologi-dalam-dunia-pertanian
Meraup Untung melalui Usahatani Padi Ketan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1580-meraup-untung-melalui-usahatani-padi-ketan bbpplembang padi ketanIndonesia Tahun 2017 tidak mengimpor beras, tapi mengekspor ke Srilangka. Ini merupakan keberhasilan petani. Jawa Barat tahun 2016 telah menghasilkan 12 juta ton. Salah satu terbesar kontribusi produksinya dari wilayah Subang (Kepala Kepala BPTP Jawa Barart Hendi Jatnika, 2017). Selanjutnya menyatakan walaupun kontribusinya sudah besar, peningkatan produksi padi di subang harus terus  diupayakan.Itu karena Kabupaten Subang selama ini sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Barat maupun Nasional.

Di Kabupaten Subang, produksi padi tahun 2018  sekitar 1.366.575,57 ton yang diproduksi dari lahan sawah seluas 84.574 hektare. Kenaikan produksi padi dari tahun 2014 sampai 2018 mencapai 31.194,54 ton per tahun. Sedangkan luasan lahan pada periode Oktober-Maret 2019 sekitar 97.539 hektar.Selanjutnya Kabupaten Subang ditargetkan menjadi salah satu lumbung pangan dunia, menyusul tingginya produksi padi dari wilayah itu. Selain itu, produksi padi dari Subang diperkirakan masih terus meningkat, sejalan dengan perluasan lahan dan peningkatan produktivitas tanaman (Dinas Pertanian Kabupaten Subang, 2019).Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan khususnya padi pemerintah pusat telah memberi bantuan benih, bibit hingga alat teknologi lain untuk mempercepat dan meningkatkan produksi pertanian di daerah Subang Jawa Barat Total nilai bantun sekitar Rp 43,63 miliar. Hal tersebut menunjukan bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian begitu besar perhatian terhadap para petani, khususnya untuk mendorong peningkatan produksi padi di daerah lumbung padi.

Dinas Pertanian Kabupaten Subang dengan luas lahan pertanian yang dimiliki saat ini seluas 84.570 hektar, yang tersebar di 30 kecamatan.Terdapat lima kecamatan yang seluruh lahan sawahnya telah menggunakan irigasi teknis yaitu Kecamatan Binong, Pamanukan, Patokbeusi, Pusakanagara, Legonkulon, dan Blanakan. Jika dibandingkan antar kecamatan, Kecamatan Binong masih merupakan kecamatan yang memiliki areal sawah berpengairan teknis terluas yaitu 8.466 hektar atau 14,84% dari seluruh sawah  berpengairan teknis di Kabupaten Subang (Subang dalam Angka, 2015).

Pada umumnya petani padi di Wilayah Binong lebih memilih menanam padi varietas Ciherang untuk kebutuhan konsumsi dan padi ketan untuk memasok kebutuhan pasar.  Walaupun dari sisi teknis budidayanya kedua varietas padi yang ditanam oleh petani tidak ada perbedaan, kalau melihat dari sisi produksi rata-rata  mecapai 7,1 ton/ha gabang kering giling, berasnya sangat cukup banyak permintaanya. Permasalahannya kenapa petani padi di Binong lebih memilih menanam padi ketan lebih luas daripada menanam padi Ciherang, padahal dari teknis budidayanya tidak ada perbedaan antara menanam padi varietas Ciherang dan padi ketan.

Berdasarkan hasil pengumpulan data dengan instrumen yang telah dipersiapkan bagi  petani responden di wilayah BP3K Kecamatan Binong, bahwa yang dominan petani umumnya tanam padi Ciherang dan ketan. Biaya sarana produksi yang paling besar  untuk   pestisida sebesar Rp 2.323.529,4 (18,21%)  untuk padi Ciherang  dan Rp  2.317.515,0 (21,62%) padi ketan. Sedangkan  untuk biaya  pupuk buatan  Rp 1.277,941,1 (10,02%)  untuk padi Ciherang dan padi ketan sebesar Rp 1.115.868,3 (10,41%) dari biaya total usahatani padi.

Hasil wawancara dengan beberapa petani responden bahwa pemberian pupuk NPK menjelang keluar malai dapat memberi pengaruh terhadap keluarnya malai yang serempak, kebernasan bulir gabah dan warnanya lebih terang serta hasilnya lebih baik/meningkat.  Demikian juga untuk padi ketan, pemberian pupuk urea dan SP36 pada prinsipnya hampir sama dengan padi Ciherang, bedanya pada padi ketan jumlah pupuk SP36 selain diberikan apada awal penanaman juga diberikan pada pemupukan susulan urea dicampur dengan SP36 untuk memperkuat pertumbuhan batang. Sedangkan untuk pemberian pupuk NPK diberikan pada tanaman padi ketan sedang bunting dan tanaman padi  mulai  keluar malai, sehingga gabah menjadi bernas dan bertambah berat/padat.

Tabel 1. Hasil Analisis  Biaya Sarana Produksi Usahatani Padi Ciherang dan Ketan di Wilayah BP3K  BinongMT 2018/2019

No

Jenis Sarana Produksi

 Biaya Sarana Produkai

Ciherang

Ketan

Jumlah (Rp)

Persen

Jumlah (Rp)

Persen

1

Benih Padi

141.176,5

1,11

181.736,5

1,70

2

Pupuk Urea

275.000,0

2,16

294.221,6

2,75

3

Pupuk SP36

258.823,5

2,03

315.419,2

2,94

4

Pupuk NPK

744.117,6

5,83

506.227,5

4,72

5

Pestisida

2.323.529,4

18,21

2.317.515,0

21,62

Jumlah

3.742.647,0

29,34

3.615.119,8

33,73

                   Sumber: Data Petani Binong, 2019

Hasil analisis data dari petani responden bahwa pada wala kegiatan berusahatani petani harus mengeluarkan biaya pengolahan tanah sampai siap tanam sebesar Rp 929.411,8  (7,29%) sedangkan biaya pengolahan tanah untuk jenis padi ketan lebih tinggi biayanya yaitu  sebesar Rp 1.013.113,8 (9,45%). Tingginya biaya pengolahan tanah untuk jenis padi keten yaitu setelah selesai dibajak dibiarkan beberapa minggu, kemudian dihaluskan dan dibiarkan beberapa hari setelah itu diratakan dengan garuk hingga tanah  rata siap untuk ditanami. Pekerjaan yang sama untuk padi jenis Ciherang dalam pengolahan tanah dimaksud yaitu pembajakan pertama, kemudian dibiarkan beberapa minggu setelah terlihat sudah mulai lembek/mudah menjadi lumpur baru dilakukan penghalusan dan dibiarkan beberapa hari. Walaupun kenyataanya bahwa pengolahan tanah dan menanam/tandur kebanyakan diborongkan, petani menerima lahan siap untuk ditanami.

Tabel 2  Hasil Analisis Biaya Tenaga Kerja  Usahatani Padi  Ciherang dan Ketan di Wilayah BP3K  Binong  MT 2018/2019

No

Biaya Tenaga Kerja

 Biaya Tanaga Kerja

Ciherang

Ketan

Jumlah (Rp)

Persen

Jumlah (Rp)

Persen

1

Pengolahan Tanah

929.411,8

7,29

1.013.113,8

9,45

2

Perbaikan Pematang

335.294,1

2,63

483.533,0

4,51

3

Pembuatan Persemaian

158.823,5

1,24

163.622,7

1,53

4

Penanaman/Tanam

1.105.882,6

8,67

1.013.113,8

9,45

5

Penyiangan

911.764,7

7,15

534.730,5

4,99

6

Pengendalian OPT

705.882,3

5,53

457.485,0

4,27

7

Panen

4.338.235,3

34,00

3.428.326,3

31,98

8

Pengeringan/Jemur

529.411,8

4,15

9.580,8

0,09

Jumlah

9.014.706,1

70,66

7.103.505,9

66,27

                Sumber: Data Petani Binong, 2019

Hal tersebut sejalan dengan pendapat Tati Nurmala dkk. (2012)  menyatakan pada sistem kerja borongan ini, buruh tani upahnya dibayar pada saat semua pekerjaan selesai dikerjakan yang nilainya sesuai dengan perjanjian, pekerjaan-pekerjaan yang biasa diborongkan adalah mengolah tanah, menanam atau menyiang. Besarnya biaya tanam per hektar  untuk padi jenis Ciherang biaya yang dikeluarkan  sebesar Rp 1.105.882,6 (8,67%) , dan padi jenis ketan biaya yang dikeluarkan untuk tanam sebesar Rp 1.013.113,8 (9,45%) dari total biaya produksi.

Dalam satu  musim tanam  biaya penyiangan untuk padi Ciherang sebesar Rp 911.764,7 (7,15%), sedangkan  biaya penyiangan untuk padi ketan jauh lebih rendah yaitu  sebesar Rp 534.730,5 (4,99%)  walaupun kegiatan  penyiangan sama-sama dilakukan 3 sampai  4 kali penyiangan, hanya bedanya pada padi ketan jumlah tenaga kerjanya lebih sedikit karena gulmanya tidak banyak tertutupi oleh pertumbuhan tanaman yang banyak anakan.

Biaya yang terbesar pada kegiatan usahatani padi yaitu biaya panen, untuk padi Ciherangbiayanya mencapai   Rp 4.338.235,3 (34,00%) sedangkan untuk padi ketan biayanya sebesar Rp 3.428.326,3 (31,98%) dari seluruh biaya produksi. Bila dilihat dari presentasenya bedanya tidak terlalu menyolok, tetapi dari sisi nominalnya padi Ciherang mengeluarkan biaya lebih tinggi. Tenaga kerja memanen pada padi Ciherang melibatkan orang banyak, karena ada sebagian tanaman padinya rebah memerlukan waktu lebih lama, sedangkan padi kertan memanen  lebih cepat karena tanamannya tegak.

Komponen biaya lain yang tidak kalah pentingya yaitu biaya pengeringan/penjemuran mencapai Rp 529.411,8 (4,15%) padinya basah perlu dijemur lebih lama, sedangkan untuk padi ketan biaya hanya Rp9.580,8 (0,09%) dari biaya keseluruhan, karena gabahnya kering dijemur tidak terlalu lama.

Berdasarkan hasil analisis biaya produksi usahatani padi ciherang di wilayah BP3K Kecamatan Binong sebasar Rp 12.757.353,1 yang terdiri dari biaya pembelian sarana produksi Rp 3.742,647,0 dan biaya upah tenaga kerja sebesar Rp 9.014.706,1. Sedangkan untuk biaya produksi jenis padi ketan sebesar Rp 10.718.625,7 yang terdiri dari biaya sarana produksi Rp 3.615.119,8 dan biaya upah tenaga kerja sebesar Rp 7.103.505,9. 

Rata-rata biaya sarana produksi untuk usahatani padi jenis Ciherang di Wilayah BP3K Kecamatan Binong sebesar Rp 3.742.647,0  (29,34%),untuk pembelian pupuk buatan (urea, SP36 dan NPK) mencapai 10,02%. Biaya sarana produksi yang paling besar terdapat pada pembelian pestisida sebesar Rp 2.323.529,4 (18,21%). Sedangkan biaya rata-rata sarana produksi untuk padi jenis ketan sebesar Rp 3.615.119,8 (33,73%)  ada 10,41% untuk pembelian pupuk buatan yang sama pada padi Ciherang, dan 21,62% untuk biaya pembelian pestisida.Artinya bahwa jenis padi ciherang yang ditanam oleh petani di Wilayah BP3K tersebut sangat rentan terhadap gangguan OPT, dimana petani pada kondisi apapun harus siap seminggu satu kali harus melakukan pengendalian OPT, jika tidak tanaman padi petani akan terserang oleh hama baik wereng coklat mapun walang sangit.

Berkaitan dengan biaya tenaga kerja, bahwa usahatani padi memerlukan curahan tenaga kerja cukup banyak mencapai 70,66% , dimana biaya tenaga kerja yang harus dikeluarkan untuk padi Ciherang cukup sebesar Rp 929.411,8 (7,29%) terutama untuk biaya pada saat pengolahan  tanah, berikutnya biaya penanaman/tandur Rp 1.013.882,6 (8,67%) dan biaya yang paling tinggi pada saat panen  yaitu Rp 4.338.235,3 (34%) dari biaya keseluruhan. Sedangkan pada padi jenis ketan biaya  tenaga kerja mencapai 66,27% untuk biaya pengolahan  tanah dan biaya tanam besarnya sama yaitu masing-masing  Rp 1.013.113,8 (18,90%), berikutnya  biaya terbesar pada kegiatan panen yang mecapai Rp 3.428.326,3 (31,98%)  dari  total biaya usahatani  padi, mengapa biaya cukup besar karena untuk upah panen, jemur dan penimbangan serta penyimpanan di gudang perlu tenaga kerja yang banyak. 

Tabel 3.  Hasil Aanlisis Biaya Usahatani Padi  Jenis Ciherang dan Ketan Di Wilayah BP3K Binong  MT 2018/2019

No

Biaya Kegiatan

 Biaya Tanaga Kerja

Ciherang

Ketan

 

Jumlah (Rp)

Persen

Jumlah (Rp)

Persen

1

2

3

4

5

6

A

Biaya Sarana Produksi

3.742.647,0

29.34

3.615.119.8

33,73

1

Benih Padi

141.176,5

1,11

181.736,5

1,70

2

Pupuk Urea

275.000,0

2,16

294.221,6

2,75

3

Pupuk SP36

258.823,5

2,03

315.419,2

2,94

4

Pupuk NPK

744.117,6

5,83

506.227,5

4,72

5

Pestisida

2.323.529,4

18,21

2.317.515,0

21,62

B

Biaya Tenaga Kerja

9.014.706,1

70,66

7.103.505,9

66,27

1

Pengolahan Tanah

929.411,8

7,29

1.013.113,8

9,45

2

Perbaikan Pematang

335.294,1

2,63

483.533,0

4,51

3

Pembuatan Persemaian

158.823,5

1,24

163.622,7

1,53

4

Penanaman/Tanam

1.105.882,6

8,67

1.013.113,8

9,45

5

Penyiangan

911.764,7

7,15

534.730,5

4,99

6

Pengendalian OPT

705.882,3

5,53

457.485,0

4,27

7

Panen

4.338.235,3

34,00

3.428.326,3

31,98

8

Pengeringan/Jemur

529.411,8

4,15

9.580,8

0,09

Jumlah (A + B)

12.757,353,1

100,00

10.718.625,7

100,00

               Sumber: Data Petani Binong, 2019

Hasil analisis secara sederhana usahatani padi masih memberikan keuntungan yang cukup untuk kebutuhan petani sehari-harinya.Hasil produksi padi jenis Ciherang mampu menghasilkan gabah kering pungut sebanyak 7.647,1 kg, harga gabah kering pungut per kg Rp 5.650,0 sehingga penerimaan kotor yang diterima oleh petani sebesar Rp 43.206.115.

Untuk mengetahui besarnya pendapatan bersih usahataniu padi, yaitu jumlah nilai penerimaan dikurangi oleh jumlah biaya yang dikeluarkan, hasilnya seperti pada tabel berikut

Tabel 4   Hasil Analisis Pendapatan Usahatani Padi  Jenis Ciherang dan Ketang Di Wilayah BP3K Binong  MT 2018/2019

No

Jenis Biaya Produksi

Padi Ciherang Jumlah (Rp)

Padi Ketang Jumlah (Rp)

1

2

3

4

A

Biaya Sarana Produksi

3.742.647,0

3.615.119.8

1

Benih Padi

141.176,5

181.736,5

2

Pupuk Urea

275.000,0

294.221,6

3

Pupuk SP36

258.823,5

315.419,2

4

Pupuk NPK

744.117,6

506.227,5

5

Pestisida

2.323.529,4

2.317.515,0

B

Biaya Tenaga Kerja

9.014.706,1

7.103.505,9

6

Pengolahan Tanah Siap Tanam

929.411,8

1.013.113,8

7

Perbaikan Pematang

335.294,1

483.533,0

8

Pembuatan Persemaian

158.823,5

163.622,7

9

Penanaman/Tanam

1.105.882,6

1.013.113,8

10

Penyiangan

911.764,7

534.730,5

11

Pengendalian  OPT

705.882,3

457.485,0

12

Panen

4.338.235,3

3.428.326,3

13

Pengeringan/Jemur

529.411,8

9.580,8

C.

Jumlah Biaya Usahatani

12.757,353,1

10.718.625,7

D

Penerimaan Hasil Usahatani

43.206.115,0

46.557.577,4

Pendapatan Bersih (D – C)

30.448.761,9

35.838.951,7

Penerimaan/Cost  (R-C ratio)

3,4

4,3

Sumber: Data Petani Binong, 2019

Menurut hasil analisa pada tabel tersebut di atas, bahwa usahatani padi jenis Ciherang  mampu menghasilkan penerimaan kotor sebesar Rp 43.206.115,0 (produksi gabah kering giling 7.647,1 kg /ha dengan harga jual/kg Rp 5.650) setelah dikurangi biaya produksi sebesar Rp12.757.353,1 maka pendapatan bersih  petani padi/ha sebesar Rp30.4480.761,9  dengan  R/C ratio = 3.4. Sedangkan  usahatani padi jenis ketan manpu menghasilkan  penerimaan kotor sebesar Rp 46.557.577,4 (produksi gabah kering giling 7.722,4/ha dengan harga jual/ kg Rp 6.028,9), jadi penerimaan bersih pada usahatani padi jenis ketan Rp35.838.951,7 dengan R/C ratio 4,3. Hasil analisis tersebut menunjukan  bahwa usahatani padi jenis Ciherang masih mempu memberikan keuntungan yang cukup besar, akan tetapi bila dibandingkan dengan menanam padi jenis ketan mampu meraup untung lebih besarhal ini terlihat dari R/C rationya  3,4, sedangkan untuk padi ketan R/C rationya 4,3.

 

]]>
Yusuf Hidayat Sanmarkis, SP, MP Thu, 23 Jan 2020 10:15:18 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1580-meraup-untung-melalui-usahatani-padi-ketan
Pemilihan Tanaman Tumpang Sari Sayuran http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1579-pemilihan-tanaman-tumpang-sari-sayuran bbpplembang tumpangsariPara petani sayuran pada umumnya tidak menanami lahannya secara monokultur, tetapi secara polikultur atau disebut juga tumpang sari yaitu yaitu suatu bentuk sistem pola tanam campuran yang melibatkan dua jenis tanaman atau lebih pada satu areal dalam waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan. Namun pola tanam tumpang sari harus memperhatikan pemilihan tanaman yang akan dikombinasikan sehingga tidak merugikan atau saling menghambat pertumbuhan antara satu tanaman dengan tanaman lainnya.

Keuntungan Tumpang Sari

Pola tanam tumpang sari memiliki beberapa keuntungan dibandingkan pola tanam monokultur, melalui mekanisme sebagai berikut:

  1. Penyediaan unsur hara

Jenis tanaman keluarga polong-polongan (Leguminsae) dapat berperan sebagai penyedia unsur hara Nitrogen (N) karena jenis tanaman ini bisa mengikat N dari udara melalui simbiosis dengan bakteri pada nodul akar. Selain itu tanaman seperti Dandelions (Taraxacum officinale) yang memiliki akar tunggang yang panjang dapat mengambil unsur hara dari tanah yang dalam ke dekat permukaan tanah yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman di sekitarnya yang memiliki perakaran dangkal.

2. Tanaman perangkap

Terdapat tanaman yang menarik perhatian hama sehingga menjauh dari tanaman utama, contohnya selada air (Nasturtium officinale) menarik perhatian  ulat yang menyerang tanaman dari keluarga kubis-kubisan.

3. Mengganggu serangga hama

Terdapat kajian yang membuktikan bahwa serangga hama yang terbang kurang berhasil menyerang tanaman utama bila tanaman tersebut dikelilingi oleh jenis tanaman lain.

4. Mencegah serangan hama

Beberapa jenis tanaman mencegah hama merusak tanaman utama, misalnya bau yang dihasilkan tanaman kenikir (Tagetes erecta) menghalangi hama Aphids untuk menyerang tanaman di sekitarnya.

5. Mengundang predator hama

Tanaman yang memiliki nektar atau pollen yang banyak seperti kenikir mendorong populasi predator hama yang lebih banyak misalnya lalat bunga (keluarga Syrphidae) yang merupakan predator hama Aphids.

6. Tanaman pelindung

Beberapa tanaman membutuhkan tanaman pelindung untuk mengoptimalkan produktivitasnya, misalnya tanaman kopi biasanya tumbuh dengan tanaman pelindung dadap (Eryhtrina sp), Cassia atau tanaman lain yang berfungsi melindungi tanaman kopi dari sinar matahari yang terlalu terik.

Kecocokan Tanaman Tumpang Sari Sayuran

bbpplembang tumpangsari2Panduan pemilihan tanaman tumpang sari dibutuhkan karena begitu banyak jenis sayuran yang bisa dipilih untuk dikombinasikan. Panduan ini dapat menunjukkan tanaman yang dapat mendukung atau malah menghambat pertumbuhan tanaman lainnya.

Berikut ini beberapa jenis tanaman sayuran dan tumpang sari yang dianjurkan serta yang harus dihindari:

  1. Bawang Merah/Putih

Keluarga bawang-bawangan dapat mendukung pertumbuhan tanaman buah, Keluarga Solanaceae (tomat, kentang, cabai), keluarga kubis-kubisan (kubis, brokoli, kubis bunga) karena mengusir Aphids, ulat kubis dan kumbang. Keluarga bawang-bawangan dibantu oleh tanaman tomat, kenikir dan mint yang dapat menjauhkan hama Thrips.

Keluarga bawang-bawangan ini kurang cocok ditanam dengan keluarga polong-polongan seperti buncis dan kacang merah.

b. Cabe Merah/Rawit

Keluarga cabe ini mendukung pertumbuhan tanaman okra dan didukung oleh tanaman tomat, bawang-bawangan, bunga matahari, kacang polong dan basil karena keluarga cabe ini membutuhkan kelembaban yang tinggi.

Keluarga cabe  kurang cocok ditanam dengan keluarga kubis-kubisan.

c. Kentang

Tanaman kentang membantu pertumbuhan keluarga kubis-kubisan, polong-polongan dan jagung manis karena dapat mengusir kumbang. Tanaman kentang sendiri dibantu oleh tanaman polong-polongan, keluarga bawang-bawangan dan kenikir. Keluarga bawang-bawangan mencegah tanaman kentang terserang penyakit hawar daun, sedangkan keluarga polong-polongan mengurangi serangan kumbang.

Tanaman kentang kurang cocok ditanam dengan wortel, bunga matahari dan keluarga Solanaceae lainnya (misalnya mentimun dan tomat).

d. Kubis/Brokoli

Keluarga kubis-kubisan membantu pertumbuhan tanaman keluarga bawang-bawangan, bit, kentang dan jagung karena mengusir ulat grayak. Keluarga kubis-kubisan ini dibantu oleh bit, kenikir, seledri, rosemary, keluarga bawang-bawangan dan kentang karena menahan serangan ulat kubis dan kumbang.

Keluarga kubis-kubisan ini kurang cocok ditanam dengan tanaman tomat, cabe dan strawberry.

e. Tomat

Tanaman tomat membantu pertumbuhan tanaman kubis-kubisan, seledri, keluarga cabe dan asparagus karena mengusir kumbang. Tanaman tomat dibantu oleh tanaman basil, asparagus, peterseli, kenikir, keluarga bawang-bawangan, selada air, wortel, terong dan mint.

Tanaman tomat kurang cocok dengan jagung, cabe, kentang dan keluarga kubis-kubisan.

f. Jagung Manis

Tanaman jagung manis membantu pertumbuhan tanaman polong-polongan, keluarga labu-labuan dan kedelai, tanaman jagung bisa merupakan lanjaran bagi keluarga polong-polongan. Tanaman jagung dibantu oleh tanaman keluarga labu-labuan (melindungi dari predator), bayam, bunga matahari, peterseli dan kentang.

Tanaman jagung manis kurang cocok dengan tanaman tomat dan seledri.

g. Mentimun

Tanaman mentimun membantu pertumbuhan keluarga polong-polongan dan lettuce. Tanaman mentimun membantu pertumbuhan selada air, kenikir, keluarga polong-polongan, bit, wortel, keluarga bawang-bawangan, bayam dan seledri. Tanaman lettuce, asparagus dan seledri mengurangi hama lalat putih.

Tanaman mentimun kurang cocok dengan tanaman herbal yang aromatik dan kentang.

h. Wortel

Tanaman wortel membantu pertumbuhan tanaman tomat, keluarga bawang-bawangan, keluarga polong-polongan dan lettuce, tanaman polong-polongan menyediakan unsur nitrogen untuk tanaman wortel. Tanaman wortel membantu pertumbuhan tanaman lettuce, keluarga bawang-bawangan dan keluarga polong-polongan karena bunganya menarik perhatian serangga yang bermanfaat.

Tanaman wortel kurang cocok dengan tanaman adas dan lobak.

i. Kacang Merah/Buncis

Tanaman kacang merah/buncis membantu pertumbuhan tanaman mentimun dan strawberry karena menyediakan unsur nitrogen. Tanaman kacang merah/buncis dibantu oleh tanaman seledri, strawberry, lobak dan jagung manis. Tanaman jagung manis menyediakan lanjaran bagi tanaman kacang merah/buncis.

Tanaman kacang merah/buncis kurang cocok dengan tanaman adas, kedelai, bunga matahari, bit dan keluarga kubis-kubisan.

j. Seledri

Tanaman seledri membantu pertumbuhan tanaman mentimun dan keluarga kubis-kubisan karena mengusir hama lalat putih. Tanaman seledri dibantu oleh tanaman tomat dan keluarga kubis-kubisan.

Tanaman seledri kurang cocok dengan tanaman jagung dan bunga aster, tanaman bunga aster dapat menyebarkan penyakit kuning.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Companion Planting. https://en.wikipedia.org/wiki/Companion_planting

Anonim. List of Companion Planting.  http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_companion_plants

Anonim. 2013. Panduan Tumpang Sari (Companion Planting). https://permablitzjogja.net/2013/11/29/panduan-tumpang-sari-companion-planting/

 

]]>
Ir. Elvina Herdiani MP Thu, 23 Jan 2020 09:47:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1579-pemilihan-tanaman-tumpang-sari-sayuran
Peningkatan Ekonomi dengan Pemanfaatan Lahan Pekarangan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1570-peningkatan-ekonomi-dengan-pemanfaatan-lahan-pekarangan bbpplembang tanamancabai1Pekarangan berasal ari kata “karang” yang berarti halaman rumah (Poerwodarminto, 1976), ditambahkan oleh Terra (1948) “Pekarangan adalah tanah di sekitar perumahan, kebanyakan berpagar keliling, dan biasanya ditanami padat dengan beraneka macam tanaman semusim maupun tanaman tahunan untuk keperluan sendiri sehari-hari dan untuk diperdagangkan”. “Merupakan tempat kegiatan usahatani yang memiliki peranan besar  terhadap pemenuhan kebutuhan keluarga” (H. Rahmat R).

Banyak sekali masyarakat kita yang kurang dapat memanfaatkan pekarangan dengan tanaman-tanaman yang dapat memberikan manfaat bagi keluarga, padahal banyak pula masyarakat kita yang memiliki lahan pekarangan namun tidak terpikirkan bagaimana memanfaatkan hal tersebut dengan njenis-jenis tanaman yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Selain pertimbangan tersebut, bisa juga menentukan jenis tanaman yang bertujuan untuk hobi, keindahan bahkan bisnis. Untuk menentukan jenis tanaman yang memiliki ekonomi tinggi maka pilih tanaman – tanaman yang memiliki harga jual tinggi, cocok  dengan kondisi lahan dan ketinggian wilayah.

bbpplembang tanamancabai2Kebutuhan dalam rumah tangga yang sering dibutuhkan diantaranya adalah bawang merah, cabai, bawang daun, dan bawang putih dan banyak jenis tanaman yang lainya yang sesuai dengan lingkungan.

Pemanfaatan lahan dengan tanaman bawang merah, cabai dan tanam stroberi dengan cara: siapkan media tanam seperti pupuk kandang, tanah atau sekam bakar dengan perbandingan 1:2 bagian. Campur secara merata media tanam tersebut dan masukan kedalam polybag atau talang. Untuk mengefisienkan lahan maka dapat digunakan talang yang disusun dengan  rak secara bertingkat atau kita sebut tanaman vertikultur.

Untuk mendapatkan benih cabai,  semaikan benih cabai didalam polybag atau tray. Caranya rendam benih cabai pada air hangat dan biarkan selama 2-3 jam dan benih yang tenggelam, angkat dan tiriskan dan sebarkan di dalam polybag yang sudah diisi dengan media tanam atau disemaikan di tray yang sudah berisi media tanam, cara menyemai benih cabai dalam tray adalah isi tray dengan media tanam dan siram samapai rata, kemudian buat lubang tanam dan masukkan benih satu demi satu pada setiap lubang tray. tutup dengan plastik hitam atau karung, lakukan penyiram sehingga kondisi media tanam tetap lembab. Benih cabai akan berkecambah biasanya pada umur 10-14 hari dan bila sudah berkecambah, buka tutup dan usahakan terkena sinar mata hari. Bila benih sudah memilik 3-4 daun segera pindahkan pada polybag yang sudah disi media tanam. setelah umur 14 - 18 hari lakukan pemupukan dengan Urea 2 bagian, KCL 1 bagian  dan TSP 1 bagian campur secara merata dan berikan pupuk tersebut 3 jari dari tanaman masing-masing 5 gram setiap tanaman. Lakukan kembali pada tanam berumur  21-32 hari  dengan pupuk NPK 16:16:16 masing-masing tanaman 5-6 gram. lakukan pengulangan setelah tanam berumur 29-40 hari, bila ada tunas-tunas air yang tumbuh maka dilakukan pemangkasan, sehinga akan terbentu seperti pada gambar dibawah ini.

bbpplembang tanamancabaiMenanam bawah merah pada polybag atau talang, pilih benih yang sudah memiliki masa dormansi lebih dari 1,5 bulan dan bila dipotong ujungnya akan mengeluarkan cairan/getah dengan warna bening atau benih tersebut akan terlihat mata tunas setelah dipotong. Pilih benih yang ukurannya sama dan tidak terlalu besar dan bila ada yang rapat maka belah benih tersebut, rendam dengan  root up yang telah di campur dengan fungisida. Angkat dan tanam ¾ bagian kedalam tanah, jarak tanam 10 -12 cm antar tanaman.

Perbanyakan tanaman stroberi dengan cara menentukan stroberi yang tumbuh sehat, pernah berbuah dan tumbuh stolon atau sulur, yang panjangnya kurang lebih 20cm. Siapkan koker berdiameter 5-6 cm dan isi dengan media tanam, masukkan stolon pada media tanam dan jepit dengan bambu supaya stolon tidak lepas dari media tanam. Setelah tumbuh dengan baik baru dipotong stolon dari induk tanaman dan siap ditanam pada talang yang sudah diisi dengan media tanam. Setiap taman yang tumbuh stolon/sulur segera dibuang.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

 

]]>
Rokhedi, S.Pt Mon, 23 Dec 2019 11:47:58 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1570-peningkatan-ekonomi-dengan-pemanfaatan-lahan-pekarangan
Memanfaatkan Daun Tin untuk Kesehatan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1561-memanfaatkan-daun-tin-untuk-kesehatan bbpplembang teh tinBuah tin merupakan buah yang sangat istimewa, disamping asal usul dan mafaat dari buahnya ternyata daun/ara dari buah tin  juga memiliki  banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya  daun buah tin dapat dijadikan sebagai teh yang siap pakai  dan dapat bertahan lebih lama.

Masih terbatas informasi tentang manfaat rebusan  daun buah tin bagi kesehatan manusia, termasuk bagaimana membuat teh daun tin.

Manfaat rebusan daun buah tin/ara adalah sebagai berikut:

  • Sebagai antioksidan,
  • Sebagai anti kangker dan tumor,
  • Mengatasi sirosis hati,
  • Mengurangi resiko penyakit jantung  dan obesitas,
  • Dapat pula mencegah dan mengatasi wasir,
  • Dapat mengurangi penyakit bronkitis,
  • Mengatasi sesak nafas asma dan pengencer dahak,
  • Serta menstabilkan tekanan darah,
  • Mencegah dan mengobati maag,
  • Mengurangi  tingginya kandungan gula dalam darah, dan
  • Bermanfaat sebagai diuretik atau peluruh urine.

Zat yang terkandung dalam buah tin sangat baik untuk kesehatan, seperti:

  1. Carbohydrates
  2. Cuma rines
  3. Flavonoids
  4. Fixed oil
  5. Triterpenoid
  6. Steroid and sterol
  7. Protein dan amino acid.

bbpplembang teh tin buahbbpplembang teh tin daunMengolah daun buah tin menjadi teh, tentukan tanaman buah tin yang sudah cukup umur dan daun cukup banyak, petik daun tin yang sudah cukup tua dan tidak terkena penyakit dengan gunting stek atau karter, hindarkan getah dari tangkai daun buah tin  mengenai daun buah tin yang sudah dipetik. Simpan bagian tangkai daun buah tin di bagian bawah dan biarkan sedikit layu, biar getahnya berhenti menetes, cuci  daun buah tin dengan air yang mengalir. Tiriskan daun buah tin yang sudah dicuci dan jemur  sampai kering biasa dua hari sudah kering, saat menjemur hindarkan terkena debu atau kotoran lainnya. Potong tangkai atau buang tangkai daun buah tin, masukkan kedalam kantong plastik atau panci dan remas-remas sampai menjadi teh daun buah tin.  Simpan daun buah tin kedalam toples dan siap digunakan kapan saja kita memerlukannya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat bagi kesehatan.

 

]]>
Rokhedi, S.Pt Mon, 18 Nov 2019 15:21:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1561-memanfaatkan-daun-tin-untuk-kesehatan
Sistem Tanam Ganda Meningkatkan Produktivitas http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1560-sistem-tanam-ganda-meningkatkan-produktivitas bbpplembang tumpangsariSistem tanam ganda (Multiple Cropping) atau disebut juga polikultur, adalah suatu sistem pertanaman atau usahatani yang mengusahakan 2 (dua) atau lebih tanaman budidaya pada suatu luasan lahan tertentu. Filosofi dari sistem tanam ganda adalah untuk mencapai produksi tanaman yang maksimal per unit area lahan dengan meminimalkan kerusakan atau penurunan kesuburan lahan. Semakin meningkat adanya bukti bahwa pertanian monokultur yang intensif menggunakan bahan kimia telah menurunkan biodiversitas dan siklus unsur hara tanah selain ikut mempengaruhi perubahan iklim dan kualitas air. Tantangan dunia pertanian saat ini adalah untuk berkontribusi terhadap keamanan pangan saat ini dan di masa depan sambil memelihara biodiversitas dan mengurangi dampak yang merugikan terhadap lingkungan.

Sistem pertanaman ganda biasanya dilakukan oleh para petani dengan tujuan untuk mendapatkan hasil panen lebih dari satu kali dari beberapa jenis tanaman pada sebidang tanah yang sama dalam satu tahun. Petani melaksanakan sistem tanam ganda juga untuk mengurangi resiko kegagalan panen dan mendapatkan total output dalam arti nilai ekonomis yang tinggi. Sistem tanam ganda di dataran rendah biasanya terdiri dari berbagai macam palawija atau dengan padi, sedangkan di dataran tinggi terdiri dari berbagai macam tanaman hortikultura.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Tanam Ganda

bbpplembang tumpangsari2Hampir semua petani dengan lahan sempit di daerah tropis masih terus melakukan sistem tanam ganda. Sistem tanam ganda ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan pertanaman monokultur, diantaranya:

  1. Mengurangi resiko kegagalan panen suatu jenis tanaman
  2. Meningkatkan frekuensi panen dan pendapatan petani
  3. Meningkatkan produktivitas lahan per luas area
  4. Efisien dalam penggunaan energi atau cahaya matahari, unsur hara dan air
  5. Mengurangi erosi tanah atau kehilangan tanah olah
  6. Pengolahan tanah tidak perlu dilakukan berulang kali
  7. Menyuburkan dan memperbaiki struktur tanah
  8. Dapat menekan pertumbuhan gulma
  9.   Menghindari terjadinya pengangguran musiman karena tanah bisa ditanami terus-menerus.

Namun selain kelebihan, sistem tanam ganda ini juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

  1. Terjadi persaingan untuk memperoleh unsur hara antar tanaman
  2. Pertumbuhan tanaman dapat saling menghambat
  3. Banyaknya jenis hama yang dapat menyerang
  4. Perawatan tanaman relatif lebih sulit.

Jenis Sistem Tanam Ganda

Ada beberapa jenis sistem tanam ganda yang biasa dilakukan, yaitu:

  1. Sistem tumpang sari, yaitu suatu bentuk sistem pola tanam campuran yang melibatkan dua jenis tanaman atau lebih pada satu areal dalam waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan.
  2. Sistem tumpang gilir, yaitu pola tanam campuran antara dua jenis tanaman yang dilakukan secara bergiliran atau bergantian, pada sistem ini jenis tanaman kedua ditanam beberapa saat menjelang tanaman pertama dipanen atau segera setelah tanaman pertama dipanen.
  3. Sistem tanaman bersisipan, yaitu metode penanaman yang dilakukan dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok.
  4. Sistem tanaman campuran, yaitu metode penanaman yang tersusun dari beberapa jenis tanaman yang tumbuh tanpa diatur jarak tanamnya (secara acak).

Untuk diperhatikan dalam pemilihan jenis tanaman sistem tanam ganda adalah :

-       Sebaiknya tanaman mempunyai periode pertumbuhan yang tidak sama

-       Bila umur tanaman sama, sebaiknya fase pertumbuhannya berbeda

-       Terdapat perbedaan kebutuhan terhadap faktor lingkungan seperti air, cahaya dan unsur hara

-       Tanaman mempunyai perbedaan arsitektur kanopi (tajuk) dan tinggi tanaman yang nyata

-       Tanaman mempunyai perbedaan perakaran, baik sifat, luas dan kedalaman perakarannya

-       Tanaman tidak memiliki jenis hama dan penyakit yang sama

-       Tanaman tidak mengeluarkan zat alelopati (zat yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman yang lain)

-       Untuk memulihkan kesuburan tanah, sebaiknya pada salah satu musim tanam dibudidayakan tanaman dari famili Leguminosae (polong-polongan).

Nisbah Kesetaraan Lahan

Sistem tanam ganda dapat meningkatkan produktivitas lahan dibandingkan pertanaman monokultur. Hal ini dapat diukur dengan Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL) atau disebut juga Land Equivalent Ratio (LER) yang rumusnya adalah sebagai berikut:

NKL = HA1/HA2 + HB1/HB2 

NKL = Nisbah Kesetaraan Lahan

HA1 = Hasil jenis tanaman A yang ditanam secara tumpangsari

HB1 = Hasil jenis tanaman B yang ditanam secara tumpangsari

HA2 = Hasil jenis tanaman A yang ditanam secara monokultur

HB2 = Hasil jenis tanaman B yang ditanam secara monokultur

Bila Nisbah Kesetaraan Lahan > 1,0 artinya menunjukkan bahwa dengan sistem tanam ganda yang dilakukan lebih efisien dalam pemanfaatan lahan daripada masing-masing tanaman tersebut ditanam secara monokultur. 

Daftar Pustaka

Ali, SNA. 2003. Multiple Cropping.  Encyclopedia of Applied Plant Sciences. https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/multiple-cropping

Anonim. 2019. Jenis Pola Tanam Polikultur. https://paktanidigital.com/artikel/jenis-pola-tanam-polikultur/#.XcESO7NuLIU

Anonim. Sistem Penanaman Ganda (Multiple Cropping).http://berusahatani.blogspot.com

Azzamy. 2015. Sistem Pola Tanam Tumpang Sari (Polykultur). https://mitalom.com/sistem-pola-tanam-tumpang-sari-polykultur/

Eko Setiawan. 2009. Kearifan Lokal Pola Tanam Tumpangsari di Jawa Timur. AGRIVOR Vol 2 No 2.

Gaba, S dan F. Lescourret. 2015. Multiple cropping systems as drivers for providing multiple ecosystem services : from concepts to design. Agronomy for Sustainable Development. Volume 35, Issue 2. Pp 607-623.

Luqman Wibowo. 2009. Multiple Cropping. https://wibowo19.wordpress.com/2009/10/28/multiple-cropping/

Masbidin. 2019. Penjelasan Tanaman Tumpangsari (Polyculture) Lengkap dengan Kelebihannya.https://masbidin.net/tanaman-tumpangsari/

 

]]>
Ir. Elvina Herdiani, MP Fri, 15 Nov 2019 15:05:38 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1560-sistem-tanam-ganda-meningkatkan-produktivitas
Manfaat Bioslurry (Ampas Biogas) Sebagai Pupuk Organik http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1547-manfaat-bioslurry-ampas-biogas-sebagai-pupuk-organik bioslurry

Limbah buangan ternak merupakan bahan organik yang dapat mencemari lingkungan jika tidak diolah. Pengolahan limbah ternak ini dapat menghasilkan pupuk dan sumber energi. Beberapa cara pengolahan limbah kotoran hewan yaitu dapat dikomposkan untuk menjadi pupuk organik atau digunakan untuk biogas sebagai sumber energi baru.

Penggunaan kotoran hewan untuk biogas masih menghasilkan hasil sampingan yang dapat dimanfaatkan. Limbah biogas atau bioslurry merupakan hasil sampingan dari proses fermentasi kotoran hewan dan air secara anaerob di dalam bak instalasi biogas. Limbah biogas tersebut berbentuk seperti lumpur dan terdiri dari bahan padatan dan cairan. Kedua bahan tersebut dapat digunakan sebagai pupuk organik karena mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.

Pupuk bioslurry dapat digunakan padat atau cair, pupuk padat bioslurry bisa didapatkan dengan mengambil bioslurry yang berupa padatan kemudian disaring dan dikering-anginkan. Sementara itu pupuk cair bioslurry didapatkan dengan cara mengambil bagian cair bioslurry kemudian ditunggu hingga cairan tidak mengeluarkan gas (buih) dan aromanya tidak menyengat. Keunggulan dari pupuk bioslurry cair adalah mudah untuk dikombinasikan dengan bahan lainnya dan dapat menjadi alternatif pupuk tambahan untuk meningkatkan kualitas tanaman.

Menurut Rumah Biogas (2013) pupuk bioslurry cair memiliki kandungan C-Organik sebesar 0.46%, C/N rasio 0.44-6 % , pH berkisar 7,5 – 8%, kandungan nitrogen (N) 1,47%, P2O5 sebagai sumber P sebanyak 0,035 %, dan kandungan K2O sebagai sumber K sebanyak 0,00,58 %, serta berbagai kandungan nutrisi lain seperti Ca, Mg, S, Fe, Mn, Cu, Zn, Co, Mo, dan B yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Bioslurry dapat digunakan untuk memupuk berbagai komoditi tanaman baik sayuran, pangan, buah, bunga, dan tanaman perkebunan.

Berbagai manfaat bioslurry bagi budidaya pertanian antara lain dapat menggemburkan tanah, meningkatkan kemampuan tanah mengikat atau menahan air lebih lama, meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan aktivitas cacing dan bakteri probiotik yang bermanfaat untuk tanah dan tanaman.

Keunggulan pupuk bio slurry lainnya yaitu cara mengaplikasikannya juga sangat mudah. Cara penggunaan pupuk bioslurry cair yaitu dengan cara dikucurkan langsung disekeliling tanaman atau disamping dalam barisan tanaman atau dapat langsung disemprotkan ke tanaman dengan alat semprot. Dosis pupuk bioslurry cair yang digunakan yaitu 250 – 500 ml/ tanaman atau sekitar 10 ton/ hektar bioslurry cair. Sementara itu untuk penggunaan pupuk bioslurry padat dapat dilakukan dengan cara ditabur/ disebarkan langsung ke lahan sebelum penanaman kemudian dibajak atau ditabur disekitar tanaman. Dosis yang digunakan yaitu 5 – 10 ton/ hektar atau 500 gram per tanaman. Sebaiknya lakukan pemupukan pada pagi atau sore hari.

Berbagai penelitian tentang pemberian pupuk bioslurry sudah dilakukan dan menghasilkan hasil yang baik. Penggunaan pupuk cair bioslurry sebanyak 30 ml/ tanaman pada tanaman sawi hijau dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman (Hilmi, Laili dan Rahayu. 2018). Pemberian pupuk bioslurry cair sebanyak 500 ml/ tanaman pada tanaman cabai merah (Capsicum anuum L.) memberikan perbedaan yang nyata pada tinggi tanaman, waktu berbunga, panjang buah, diameter buah, banyaknya buah dan berat buah (Topan, Yetti dan Ali.2017). Pemberian Bio-slurry padat 1000 g.m-2 dan pupuk Urea 20 g.m-2 menunjukkan pengaruh yang lebih baik pada parameter tinggi, jumlah daun, luas daun, berat segar dan berat layak konsumsi tanaman pakcoy. (Yunarso dan Widiarti 2018). Pemberian 250 ml/ tanaman pupuk bioslurry cair ditambah ½ dosis pupuk anorganik dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun pada tanaman bunga kol (Zulaehah, Ina dan Edi Supraptomo., 2018).

Selain dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organic bioslurry dapat juga dimanfaatkan untuk pakan cacing dalam pembuatan kascing, pestisida organic dan campuran bahan pakan ternak.

]]>
Chesara Novatiano, M.Si Mon, 07 Oct 2019 07:03:44 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1547-manfaat-bioslurry-ampas-biogas-sebagai-pupuk-organik
Perbanyak Ciplukan (Physalis angulate) Percepat Buah http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1528-perbanyak-ciplukan-physalis-angulate-percepat-buah Ciplukan (cecendet) atau nama bekennya Goldenberry merupakan tanaman semak yang banyak hidup di hutan-hutan, namun kini sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat kita.Hal ini karena manfaat dari buah atau daun ciplukan sangatlah banyak seperti mengobati diabetes melitus,mengobati penyakit ayan atau epilepsi,mengobati penyakit paru-paru, mengobati sakit tenggorokan,mengobati sariawan dan gusi berdarah,mengobati bisul, mengatasi tekanan darah tinggi, mengatasi penyakit reumatik, mengobati masalah batuk rejan, mengobati bronchitis, mengobati penyakit gondongan, mengobati pembengkakan pada buah pelir untuk kaum laki-laki, dan mengobati influenza. Tanaman ini dapat bertahan sampai 1 (satu) tahun.

Syarat tumbuh tanaman ciplukan pada pH netral dengan ketinggian 1.500 m dpl.Perbanyakan secara generatif yaitu perbanyakan tanaman melalui biji, dan sekali menyemai dalam satu buah ciplukan dapat menghasilkan beberapa tanaman, bila ini jadi semua. Namun memiliki beberapa kelemahan diantaranya tanaman yang dihasilkan belum tentu lebih baik dari induknya atau bisa berubah dari induknya dan waktu untuk berbuah lebih lama.

Cukup banyak perbanyakan tanaman secara vegetatif dan merupakan perkembangbiakan tanaman tanpa melalui proses perkawinan.Bahan perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian-bagian vegetatif, seperti akar, batang atau daun dan perbanyakan ini akan menghasilkan buah sama seperti induknya dan lebih cepat berbuah.Selain itu kelebihan-kelebihan lain adalahmasa muda tanaman relatif pendek, sifat-sifat kebaikan dari induknya dapat diturunkan, dapat tumbuh ditanah yang dangkal, karena perakaran yang sudah lebih kuat.Kelemahannya perakaran kurang kuat, memiliki akar tunggang, sulit memperoleh jumlah tanaman yang besar.

Perbanyakan ciplukan dengan stek, caranya adalah: siapkan gelas bekas minuman mineral atau gelas plastik lainnya, lubangi bagian bawahnya untuk keluarnya air, siapkan media semai dengan campuran pupuk kandang dan media tanah dengan perbandingan 1:2 bagian. Isikan media tanam kedalam gelas mineral dan siram sampai basah. Pilih tanaman yang sudah berbuah dan memiliki keunggulan-keunggulan yang diharapkan, tentukan tunas yang memiliki warna hijau tua dan biasanya sudah memiliki daun 4-5 helai daun dan tinggi tunas sudah mencapai 15 cm. Hindarkan memilih tunas yang masih muda karena saat disemaikan tanaman tersebut akan busuk dan mati.Buang sebagian daun untuk menghidari penguapan yang berlebihan, baluri dengan perangsang tumbuh (Root-UP) atau yang lainnya pada bagian pangkal tanaman, Semaikan/tanam kedalam gelas mineral dan sedikit ditekan disekitar media tanam tersebut supaya kokoh berdiri. Simpan media semai di tempat yang terhindar dari matahari langsung.

 

]]>
Rokhedi, S.Pt Thu, 27 Jun 2019 15:50:56 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1528-perbanyak-ciplukan-physalis-angulate-percepat-buah
Keunggulan Tanam Bibit Muda Padi Sawah untuk Meningkatkan Jumlah Anak Produktif http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1504-keunggulan-tanam-bibit-muda-padi-sawah-untuk-meningkatkan-jumlah-anak-produktif bbpplembang budidayapadimudaBudidaya tanaman padi di Indonesia bukanlah masalah baru, namun sudah turun temurun, Budidaya tanaman padi yang biasa dilakukan oleh para petani yaitu menggunakan varietas lokal atau varietas padi unggul baru seperti Inpari 32, 39, 42 atau varietas yang sudah lama yaitu Varietas Ciherang, Sinta Nur, dll. Padi merupakan salah  satu  komoditi  pangan  yang  penting  dan menyangkut  kepentingan  nasional dimana padi/beras merupakan  bahan  makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Untuk  memenuhi  kebutuhan  tersebut  berbagai  upaya  telah dilakukan  oleh  pemerintah  diantaranya  melalui  peningkatan  ketahanan pangan sebagai salah satu program revitalisasi pertanian, khususnya ketersedia pangan berupa padi/beras yang cukup.

Produktivitas dan produksi padi yang dibudidayakan oleh petani masih rata-rata 3,5-4,5 ton/Ha, dari varietas lokal, yaitu varietas padi yang dihasilkan oleh petani sendiri dari varietas-varietas sebelumnya diperbanyak. Sedangkan benih padi dari varietas unggul baru (VUB) adalah varietas yang sudah terseleksi tentang produksinya, ketahanan terhadap serangan hama penyakit dengan produksi rata-rata 5,5-7 ton/Ha. Peningkatan produksi padi tidak terlepas dari ketersediaan unsur hara yang cukup, penggunaan varietas unggul, serta ketersediaan air yang cukup sesuai kebutuhan tanaman. Dalam teknik budidaya padi, ketersediaan benih padi yang akan ditanam berumur muda yaitu 14-21 hari, atau bibit muda ini diharapkan akan menghasilkan anakan produktif lebih banyak, dibandingkan bibit yang sudah tua > 21 hari, serta cara tanamannya dengan menggunakan Jarwo (2:1 atau 2.2) yang menurut petani produksinya lebih banyak dibandingkan sistem Tegel.

Pembenihan padi yang paling baik yang dengan menggunakan baki, baik dari plastik, kayu atau bambu, dengan ukuran 40x40 cm, kemudian dalam baki tersebut diberikan tanah secukupnya, yaitu tanah yang sudah bercampur unsur hara/kotoran ternak dengan perbandingan 1:2, yaitu tanah 2 bagian tanah dan kotoran hewan 1 bagian, kemudian diaduk rata. Setelah itu maka benih padi disemaikan, dengan catatan sebelumnya  perlakuan benih padi tersebut sudah direndam dengan air 6-12 jam dan kemudian ditiriskan dengan karung. Hal ini dengan maksud mengurangi masa dormasi, penggunaan baki sebagai tempat persemaian yaitu mempermudah pemindahan benih padi ke lapangan.

Bibit muda pada tanaman padi yang sudah berumur 2 minggu setelah semai dicirikan salah satunya dengan ketinggian benih rata-rata 20 cm, dengan daun berwarna hijau, maka tanaman tersebut sudah siap dipindahkan ke lapangan, dengan sistem tanam Jajar Legowo. Penggunaan benih muda yang belum banyak dilakukan oleh petani, merupakan salah satu upaya  peningkatan  produksi padi dilapangan, dengan banyaknya anakan produktif, diharapkan produksi padi yang di tanaman akan meningkat.

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting yang telah menjadi makanan pokok lebih dari setengah penduduk dunia. Di Indonesia, padi merupakan komoditas utama dalam menyokong pangan masyarakat. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk

Berbagai penelitian dan uji coba terutama untuk penanaman padi dengan umur dan jumlah yang berbeda. Tapi banyak dilakukan pada petak sawah yang berbeda. Walaupun petak sawah tersebut berdampingan, namun faktor tanah dan air tentu akan berpengaruh pada perkembangan dan hasil panen, mencoba menguji pengaruh umur benih padi terhadap perkembangan dan hasil panen yang akan didapat.

Tanam Bibit Muda

Manfaat tanam bibit muda (tanam bibit kurang dari 15 hari) antara lain adalah tanaman tidak akan mengalami stres akibat pencabutan bibit dilahan persemaian. Bibit muda lebih menghasilka anakan produktif lebih bayak dibandingkan dengan bila menggunakan bibit lebih tua.

Pertumbuhan akar dengan cara penanaman bibit muda akan lebih baik, karena perakaran tanaman akan lebih menyebar dan perakaran akan lebih dalam untuk tumbuh sehingga memudahkan tanaman untuk menyerap unsur hara didalam tanah, selain dari itu dengan pertumbuhan akar yang baik tanaman bisa tahan terhadap rebah.

Dengan tidak mengalami stres pada tanaman yang mengakibatkan terhentinya sementara pertumbuhan tanaman, penanaman bibit muda bisa mempercepat umur tanaman padi untuk dipanen.

Cara penanaman bibit muda:

  1. Tanaman bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah semai ketika bibit masih berdaun 2 helai
  2. Bibit ditanam satu pohon perlubang dengan jarak minimal 25 cm persegi
  3. Penanaman harus segera mungkin (kurang dari 30
  4. Penanaman padi dengan perakaran yang dangkal
  5. Pengaturan air, pemberian air maksimal 2 cm dan tanah tidak diairi secara terus-menerus sampai terendam dan penuh, namun hanya lembab (irigasi berselang atau terputus)
  6. Peningkatan aerasi tanah dengan penggemburan atau pembajakan
  7. Penyiangan sejak awal sekitar 10 hari dan diulang 2-3 kali dengan interval 10 hari
  8. Menjaga keseimbangan biota tanah dengan menggunakan pupuk organik

Keuntungan Tanam Bibit Muda

1.  Tanaman tidak mengalami stres dan cepat beradaptasi

Dengan penanaman bibit muda kurang dari 14 hari, tanaman padi tidak mengalami masa stres dan cepat beradaptasi terhadap lingkungan, dikarena tanaman masih mempunyai cadangan makanan atau endosperm pada bibit tersebut.

2.  Pertumbuhan akar lebih baik

Pertumbuhan akar dengan cara penanaman bibit muda akan lebih baik, karena perakaran tanaman akan lebih menyebar dan perakaran akan lebih dalam untuk tumbuh sehingga memudahkan tanaman untuk menyerap unsur hara didalam tanah, selain dari itu dengan pertumbuhan akar yang baik tanaman bisa tahan terhadap rebah.

3.  Penyerapan unsur hara lebih efektif

Penanaman bibit muda membantu tanaman untuk menyerap unsur hara lebih efektif karena perakaran tumbuh dengan sehat dan menyebar disekitar tanaman, sehingga pemupukan akan lebih efektif dan efisien

4.  Meningkatkan jumlah anakan produktif

Pertumbuhan akar yang baik dan bisa menyerap unsur hara dengan maksimal,menjadikan

pertumbuhan anakan pada tanaman padi akan jauh lebih meningkat sehingga dengan banyaknya anakan produktif maka akan menambah jumlah malai pada tanaman

5.  Mempercepat masa panen

Dengan tidak mengalami stres pada tanaman yang mengakibatkan terhentinya sementara pertumbuhan tanaman, penanaman bibit muda bisa mempercepat umur tanaman padi untuk dipanen.

Peningkatan produksi dan produktivitas padi tidak terlepas dari ketersediannya unsur hara yang cukup pada lahan yang akan di tanam tanaman padi, menggunakan varietas unggul, serta pemakaian air sesuai dengan kebutuhan tanaman, serta menggunakan benih muda dan cara tanaman dengan sistem jajar legowo. 

 

]]>
Ir. Muharja Hasan, MP dan M. Iqbal Fri, 24 May 2019 11:19:03 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1504-keunggulan-tanam-bibit-muda-padi-sawah-untuk-meningkatkan-jumlah-anak-produktif
Budidaya Tanaman Sayuran Daun dengan Hidroponik http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1505-budidaya-tanaman-sayuran-daun-dengan-hidroponik bbpplembang budidayahidroponikHidroponik merupakan teknik budidaya tanaman dengan menggunakan arang sekam atau media lainnya dengan memanfaatkan unsur hara yang di butuhkan tanaman dalam bentuk cair yang sudah diracik (unsur hara makro dan mikro) untuk diberikan ke tanaman dengan cara disiramkan atau dengan irigasi tetes. Budidaya tanaman sayuran bisa dilakukan dengan cara hidroponik seperti sayuran daun berumur pendek seperti pakcoi, kangkung, bayam, salada, seledri, dan lainnya.

Tanaman tersebut dibudidayakan di dalam ruangan yang disebut dengan screen house, atau bangunan dengan  naungan plastik Ultra Violet (UV), untuk tempat tumbuhnya tanaman dengan menggunakan polybag, kantong plastik hitam ukuran diameter 30-40 cm, diisi dengan arang sekam, dan kemudian dipasangkan alat-alat hidroponik seperti selang, untuk menyalurkan unsur hara cair ke tanaman. Manfaatkan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik, tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya, tapi menggunakan arang sekam atau bahan lainnya yang terbebas dari hama dan penyakit, artinya media tersebut sudah disterilisasi.

Pengertian Tanaman Hidroponik

Secara etimologi hidroponik berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 2 kata, yaitu hydro dan ponos. Hydro yang artinya air dan ponos yang artinya kerja. Jadi apabila disatukan hidroponik adalah teknik budidaya tanaman dengan memanfaatkan air dan tidak menggunakan tanah (humus) sebagai media tanam atau soilles. Nama lain dari hidropnik adalah soilless culture atau teknik budidaya tanaman tanpa tanah.

Menanam tanaman dengan sistem hidroponik merupakan suatu metoda yang ramah lingkungan karena dalam pembudidayaannya tidak perlu menggunakan pestisida atau bahkan herbisida yang beracun secara berlebihan. Di era sekarang ini menanam dengan sistem hidroponik adalah alternatif yang tepat untuk mendapatkan sayuran di lahan yang sempit atau terbatas (Urban Farming). Ditambah lagi dengan kondisi Indonesia yang beriklim tropis adalah tempat yang cocok untuk menerapkan metode ini. Bercocok tanam dengan hidroponik akan mendapatkan hasil yang bagus jika diiringi hobi, karena jika dimulai dari hobi maka akan sangat berpotensi untuk dijadikan bisnis.

Jenis Tanaman Hidroponik Sayuran Daun

  1.  Kangkung
  2.  Sawi
  3.  Selada
  4.  Pakcoy
  5.  Seledri
  6.  Pagoda
  7.  Bayam Merah/Hijau
  8.  Ceisim
  9.  Naibai/Tatsoi

 

Keuntungan Hidroponik Sayuran Daun

  1. Tenaga kerja tidak banyak
  2. Sayuran tidak kotor
  3. Pekerjaan tidak kotor karena tidak pakai media tanah
  4. Persemian, perawatan, panen tidak sulit
  5. Solusi terbaik untuk menyalurkan hobi bercocok tanam bagi anda yang tidak memiliki pekarangan yang luas
  6. Tidak perlu menggunakan pupuk yang banyak, sehingga akan lebih hemat dibandingkan dengan media tanah
  7. Penggunaan air jauh lebih sedikit, karena dalam penerapannya air adalah sumber media utama dalam menanam hidroponik
  8. Lingkungan budidaya tanam volumenya lebih besar karena tidak menggunakan media tanah sama sekali
  9. Apabila tanaman hidroponik untuk tujuan komersil, maka bisa dijual dengan harga yang tinggi, terutama untuk tanaman organik
  10. Proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman lebih cepat

 

Cara Budidaya Hidroponik Sayuran Daun Media Sekam

  1. Bahan yang diperlukan adalah:
  • Tray untuk penyemaian
  • Arang sekam
  • Benih selada/kangkung sesuai keinginan
  • Plastik hitam/polybag
  1. Caranya:
  • Masukkan arang sekam kedalam tray
  • Masukkan benih satu persatu kedalam lubang tanam
  • Taburkan lagi arang sekam untuk menutupi benih cukup tipis-tipis saja.
  • Siram benih dengan menggunakan sprayer agar media tidak terhambur kemana mana.
  • Tutup dengan plastik hitam selama dua hari.
  • Setelah 2 hari, buka tutup plastik. Biasanya benih sudah tumbuh.
  • Bibit dikenakan cahaya matahari (jangan terlalu terik)
  • Lakukan penyiraman rutin sampai 2 minggu dan tanaman siap pindah tanam.
  1. Tahap pindah tanam.

Setelah bibit selada berumur 2 minggu biasanya sudah berdaun lengkap dan siap pindah tanam. Untuk pindah tanam agar bibit tidak rusak harus dilakukan secara hati-hati. Dibawah ini akan saya uraikan cara pindah tanam yang biasa dilakukan.

Alat/bahan yang diperlukan:

  • Netpot (pipa 1” atau kepala botol plastik)
  • Kain flannel untuk sumbu jika diperlukan.
  • Spons yang sudah dipotong-potong ukuran 2,5cm x 2,5cm x 2cm
  • Baskom/ember yang sudah diisi air bersih.

Caranya:

-          Ambil bibit dan medianya sekalian (jangan dicabut tapi ambil bibit dan media sekaligus)

-          Masukkan bibit dan media kedalam baskom/ember yang sudah diisi air

-          Goyangkan bibit perlahan. Media akan tenggelam dan bibit akan mengapung. Biasanya dengan cara ini akar tidak rusak dan akar bersih dari media yang menempel.

-            Jika bibit bergerombol, pisahkan bibit dengan hari-hati (pemisahan tetap didalam air)

-            Setelah bibit terpisah, jepit bibit dengan spons yang telah tersedia. Untuk selada sebaiknya 2 bibit satu spons agar nantinya selada berbentuk crop kompak. Jika ada bibit yang akarnya belum bisa menyentuh air nutrisi bisa ditambahkan sumbu dengan kain flannel.

-            Masukkan bibit ke dalam netpot.

-            Masukkan netpot ke lubang-lubang tanam yang ada dalam rak paralon yang sebelumnya sudah diisi air nutrisi.

  1. Tahap pembesaran

Setelah bibit kita pindahkan ke dalam rak, tugas selanjutnya adalah melakukan perawatan untuk pembesaran sampai masa panen. Dalam sistem hidroponik perawatan tanaman adalah sangat mudah. Karena bertanam masih memakai sistem air menggenang, jadi yang dilakukan hanyalah memperhatikan ketersediaan air nutrisi yang ada didalam pipa paralon tempat penanaman. Biasanya dicek 3 hari sekali. Ketika air mau habis tinggal ditambahkan lagi air yang tidak diberi nutrisi.

Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai batang dan akar selada terendam keseluruhan, air nutrisi cukup sebatas 1/3 sampai 1/5 diameter pipa saja agar masih ada ruang untuk akar dan akar tidak terendam semua. Biasanya setelah 25-30 hari setelah pindah tanam, selada siap dipanen.

 

Dapat disimpulkan bahwa tanaman hidroponik adalah suatu metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, melainkan dengan menggunakan larutan unsur hara atau bahan lainnya yang mengandung unsur hara seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, dan lain-lain sebagai pengganti media tanah. Ada beberapa jenis tanaman yang biasa di tanam dengan sistem hidroponik antara lain jenis tanaman sayuran, buah, dan tanaman hias, yang bisa bermanfaat dan memiliki berbagai kelebihan.

Beberapa faktor penting yang harus diperhatikan adalah larutan nutrisi, media tanam (arang sekam) dan lingkungan yang bersih, cukup oksigen dan penyinaran matahari sesuai kebutuhan tanaman. Prospek usaha dengan menggunakan teknik budidaya hidroponik ini sangat mudah, dan menguntungkan dengan lahan yang terbatas dan cara tanamnya secara vertikultur, teknik budidaya tanamn secara sistem hidroponik dapat meningkatkan pendapat, di lahan usaha tani yang sempit, serta dapat menghasilkan produk sayuran yang berkualitas. 

 

]]>
Ir. Muharja Hasan, MP dan Agus Shahroni Fri, 17 May 2019 12:09:55 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1505-budidaya-tanaman-sayuran-daun-dengan-hidroponik
Dengan Benih Jagung Hibrida, Hasil Melimpah http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1472-dengan-benih-jagung-hibrida-hasil-melimpah bbpplembang budidaya jagunghibrida1Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang berdiri sejak tahun 1962. Sejak lama, BBPP Lembang melatih peserta atau pengunjung untuk melakukan kegiatan budidaya pertanian. Untuk memfasilitasi hal tersebut, tahun 2002 dibuatlah Inkubator Agribisnis (IA) yang memiliki fasilitas berupa lahan terbuka, screen house, Kawasan Rumah Pangan Lestari, Café, dan Laboratorium seperti Kultur Jaringan, Agens Hayati, dan Pengolahan Hasil. Harapannya adalah agar peserta atau pengunjung yang berlatih di IA BBPP Lembang mendapatkan ilmu yang lengkap tentang proses dari hulu sampai hilir produk pertanian yang dihasilkan di IA BBPP Lembang. Dan salah satu produk pertanian yang dibudidayakan di lahan terbuka IA BBPP Lembang adalah jagung hibrida lho. Mau tau caranya, yuk kita simak penjelasannya di bawah ini.

Budidaya jagung memerlukan persyaratan benih dan budidaya yang baik. Benih jagung yang digunakan untuk budidaya sebaiknya bermutu tinggi, baik mutu genetik, fisik, maupun fisiologinya, dan berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar, tidak tercampur benih/varietas lain, tidak mengandung kotoran, dan tidak tercemar hama dan penyakit). Kegiatan budidaya dimulai dari persiapan lahan, pemupukan, penanaman, pemeliharaan, pemupukan susulan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, panen, dan pasca panen.

bbpplembang budidaya jagunghibridaPersiapan lahan dimulai dengan membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan pembalikan tanah dengan cara pencangkulan atau pembajakan. Adapun pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah dari kegiatan budidaya sebelumnya. Setelah tanah dibalikkan, dilanjutkan dengan pembuatan bedengan dengan panjang disesuaikan dengan panjang lahan, lebar 90 cm, dan tinggi 30 cm, serta jarak antar bedengan 40-50 cm. Jarak tanam untuk jagung hibrida adalah 70 x 70 cm. Adapun pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kompos/pupuk hijau dengan dosis 350 gram per tanaman. Pupuk dasar diberikan tergantung banyaknya jumlah tanaman yang ditanam.

bbpplembang budidaya jagunghibrida2Cara penanaman budidaya jagung hibrida adalah dengan cara ditugal dengan membuat lubang tanam sedalam 3-5 cm dan memasukkan 3-4 butir benih jagung hibrida. Adapun proses pemeliharaan yang dilakukan 7-10 hari setelah tanam adalah penjarangan, penyulaman, penyiangan, pengairan, dan pemberian pupuk susulan. Penjarangan dilakukan sesuai dengan yang diinginkan, misalnya jika 1 lubang tanaman tumbuh 3 tanaman, sedangkan yang diinginkan hanya 2 atau 1 maka segera dilakukan proses penjarangan. Sedangkan penyulaman hendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama dan waktu penyulaman paling lambat 2 minggu setelah tanam. Dalam budidaya jagung hibrida, pemupukan susulan dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu pupuk pertama pada saat umur 28 hari, pupuk susulan kedua pada saat umur 48 hari, dan pupuk susulan ketiga pada saat dua minggu menjelang panen. Adapun dosis pemupukan setiap hektarnya adalah pupuk urea sebanyak 200-300 kg, pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg, dan pupuk KCL sebanyak 50-100 kg.

Panen merupakan tahapan akhir dari kegiatan budidaya, tetapi merupakan awal dari pekerjaan pasca panen yang berupa penyimpanan dan pemasaran. Kegiatan panen dilakukan pada saat tanaman berumur 120 hari setelah tanam. Adapun ciri-ciri tanaman jagung yang telah siap dipanen yaitu tongkol berwarna coklat dan bentuk tongkol yang besar dan padat ketika disentuh secara manual. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong tongkol jagung dengan gunting stek atau dapat menggunakan cara manual yaitu menggunakan tangan. Selanjutnya jagung dikumpulkan di dalam wadah yang telah disiapkan. Proses selanjutnya adalah pengeringan jagung untuk mengurangi kadar air menjadi 9-11 persen dengan cara digantung dan diangin-anginkan di dalam ruangan tertutup. Setelah 2 minggu atau sampai kandungan air dalam jagung hibrida berkurang hingga mencapai syarat yang ditentukan, dilakukan pemipilan dengan menggunakan mesin pipil dan benih disimpan di dalam karung goni atau plastik untuk dipasarkan. (bayu)

 

]]>
Bayu Sumantri, SE, M.Si Fri, 22 Feb 2019 13:45:59 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1472-dengan-benih-jagung-hibrida-hasil-melimpah
Visit Expert Pertanaman Cabai Di Tashkent Region, Republic of Uzbekistan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1445-visit-expert-pertanaman-cabai-di-tashkent-region-republic-of-uzbekistan bbpplembang artikel uzbekistan1Pertanian di Republik Uzbekistan merupakan sektor dengan penyerapan tenaga kerja tertinggi dan menyumbang 24% dari GDP negara tersebut. Uzbekistan merupakan salah satu negara pengekspor kapas terbesar di dunia, namun akhir-akhir ini Pemerintah Uzbekistan telah mendorong transisi lahan pertanian dari pertanaman kapas yang tidak efisien menggunakan air ke tanaman alternatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti tanaman buah dan sayuran. Setelah merdeka pada tahun 1991, di Uzbekistan area untuk sayuran meningkat 140%. Subsektor hortikultura merupakan sumber pendapatan yang sangat penting bagi tenaga kerja di pedesaan dan menyediakan pekerjaan yang signifikan bagi wanita. Tanaman hortikultura memberikan pendapatan yang lebih tinggi untuk petani daripada gandum dan kapas.  Negara ini merupakan salah satu produsen terbesar sayuran dan buah segar di antara negara-negara Asia Tengah.

Selama lebih dari satu bulan, dari bulan Agustus sampai bulan September 2018 Kementerian Pertanian RI, atas permintaan dari pihak Kementerian Pertanian Republik Uzbekistan, mengirimkan 4 orang experts (tenaga ahli) budidaya cabai ke beberapa region (setara dengan provinsi di Indonesia) untuk memberikan saran dan masukan guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil cabai para petani karena mereka baru pertama kali melaksanakan budidaya cabai di lahan yang luas.Sebelumnya para petani di Uzbekistan menanam cabai di halaman rumah mereka hanya untuk keperluan memasak rumah tangga mereka sendiri.

bbpplembang artikel uzbekistanUzbekistan memiliki potensi yang besar untuk pertanaman sayuran yang berkelanjutan, hal ini terbukti dengan fakta bahwa volume produk pertanian ini meningkat secara konstan. Negara ini memiliki beberapa keuntungan untuk melaksanakan budidaya cabai, mulai dari iklim yang hangat, musim tanam yang relatif panjang untuk negara subtropis dan melimpahnya air untuk irigasi, terutama yang daerahnya berdekatan dengan aliran sungai. Namun irigasi dengan kanal sangat tidak efisien, banyak air hilang karena evaporasi, aliran permukaan dan absorpsi ke dalam tanah, sebelum dimanfaatkan oleh tanaman. Drainase yang buruk di lahan yang beririgasi menyebabkan deposit garam ketika air menguap, hal ini menimbulkan salinisasi lahan pertanian. Bila salinitas tanah lebih tinggi, tanaman harus bekerja keras untuk dapat menyerap air.

Tashkent region terletak di bagian timur laut negara Uzbekistan dengan luas wilayah 15.300 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 4.450.000 orang. Tashkent region memiliki sektor pertanian yang sangat berkembang, terutama berbasis irigasi. Tanaman utama di wilayah ini adalah kapas dan rami, tetapi sereal, buah-buahan dan sayuran juga semakin meningkat luas arealnya. Musim panas berlangsung lama di Tashkent, biasanya dari bulan Mei sampai bulan September dengan suhu sekitar 30o C. Tashkent region terbagi menjadi 15 distrik (setingkat kabupaten), namun hanya 7 distrik yang dikunjungi pada program ini yaitu : Okhangaron, Piskent, Akkurgan, Zangiotta, Qibray, Urtachircik dan Yuqorichirchik.

Secara umum tanaman cabai tumbuh dengan baik di Tashkent region, hanya ada beberapa hal dalam budidaya tanaman ini yang perlu ditingkatkan. Pada umumnya para petani menanam varietas cabai yang berasal dari India dan sebagian kecil dari Taiwan. Hanya sedikit petani yang telah menggunakan pupuk kandang ataupun kompos sebagai pupuk dasar, karena kambing dan sapi di negara ini jarang yang dikandangkan, sebagian besar ternak dilepas di padang rumput kecuali pada saat musim dingin.  Namun kepada para petani di Tashkent disarankan untuk memberikan pupuk kandang atau kompos sebanyak 20-30 ton/ha sehingga pertumbuhan tanaman cabai menjadi lebih baik karena pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah dan memegang air dengan lebih baik sehingga pada saat musim panas yang terik, karena di wilayah ini suhu bisa mencapai 40oC, tanaman cabai tidak mudah layu karena kekeringan.

Berbeda dengan di Indonesia, pertanaman cabai di Tashkent region pada umumnya tidak menggunakan mulsa plastik hitam perak (MPHP). Selain itu jarak tanam di dalam barisan pada umumnya terlalu rapat yaitu sekitar 15-20 cm sehingga terlihat berdesak-desakan dan tanaman cabai tidak tumbuh maksimal karena terjadi persaingan antar tanaman dalam memperoleh air, unsur hara dan cahaya matahari, ditambah lagi para petani tidak pernah melakukan perompesan tunas air. Buah cabai yang sudah muncul di pertanaman yang dikunjungi pada umumnya hanya sedikit pada tiap tanaman, selain itu ukurannya juga kurang besar. Oleh karena itu kepada para petani yang dikunjungi disarankan untuk memperlebar jarak tanam agar tanaman tumbuh subur sehingga hasil tanaman berupa buah cabai menjadi lebat dan ukurannya besar, disarankan juga untuk melakukan perompesan tunas liar/tunas air sehingga hasil fotosintat hanya ditujukan ke cabang yang produktif.

Di Tashkent region juga tidak dilakukan penyulaman sehingga sering kali dijumpai ruang kosong di antara tanaman cabai akibat tanaman cabai yang mati, disarankan untuk melakukan penyulaman 7-10 hari setelah tanam agar tidak banyak ruang kosong di antara tanaman dan dengan melakukan penyulaman maka jumlah tanaman per satuan luas tidak berkurang terlalu banyak dari target sehingga target produksi cabai per satuan luas dapat tercapai. Penyulaman dilakukan waktu sore hari dan menggunakan tanaman yang berumur sama dengan yang sudah ditanam di lahan.

Banyak dijumpai gulma di sekitar pertanaman cabai yang dikunjungi, kepada para petani disarankan untuk mengendalikan gulma tersebut karena merupakan pesaing tanaman cabai untuk mendapatkan air, unsur hara dan cahaya matahari sehingga akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Gulma juga merupakan inang bagi hama dan penyakit sehingga bila tidak dikendalikan dikhawatirkan terjadi serangan hama penyakit pada pertanaman cabai yang akan menurunkan hasil tanaman bahkan bisa berakibat gagal panen.  

Pada beberapa pertanaman cabai terlihat tanaman yang patah atau roboh, hal ini disebabkan tanaman kekurangan unsur kalsium (Ca), maka disarankan memberikan pupuk yang di dalamnya mengandung unsur Ca. Kalsium merupakan bagian penting dari dinding sel tanaman, unsur ini membentuk senyawa Ca pektat yang menstabilkan dinding sel dan menjadi pengikat antar sel. Selain itu bila tanaman cabai roboh akibat buahnya yang terlalu lebat, petani disarankan untuk menggunakan turus agar tanaman dapat berdiri tegak.

Penyakit layu bakteri ditemukan di beberapa pertanaman cabai akibat serangan bakteri Ralstonia solanacearum. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan melakukan seed treatment, caranya mencelupkan benih cabai ke dalam larutan bakterisida sebelum disemaikan.  Bisa juga menanam jagung dengan jarak tanam yang rapat di sekeliling pertanaman cabai sebagai barrier agar serangga vektor penyakit ini tidak memasuki pertanaman cabai. Penanaman varietas yang resisten dan drainase yang baik juga dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit ini. Bila sudah ada tanaman yang terserang penyakit layu bakteri, segera cabut tanaman tersebut dan dimusnahkan dengan cara dibakar. Rotasi tanaman dengan tanaman yang bukan famili Solanaceae juga merupakan cara yang baik untuk mencegah penularan penyakit layu bakteri.

Buah cabai juga ada yang terserang penyakit Antraknose, dapat dicegah dengan menanam varietas yang resisten terhadap penyakit ini. Daun-daun tanaman cabai yang berada di bawah sebaiknya dipangkas agar tidak terpercik air irigasi yang dapat mengandung bibit penyakit ini. Buah yang terserang harus dipetik dan dimusnahkan dengan cara dibakar untuk mencegah penularan penyakit ini ke tanaman cabai yang lain. Lakukan juga rotasi tanaman dengan membudidayakan tanaman yang bukan famili Solanaceae.

bbpplembang artikel uzbekistan2Petani yang dikunjungi di Distrik Urtachirchik belum mengetahui kapan saat yang tepat untuk memanen buah cabai merah sehingga kepadanya dijelaskan bahwa buah cabai merah dapat dipanen bila warnanya sudah memerah sekitar 80-85%, namun pada umumnya dipanen saat warna buah sudah merah seluruhnya atau sesuai dengan permintaan konsumen. Disampaikan juga bahwa sebaiknya panen cabai merah dilakukan saat pagi hari, hasil panen harus segera dibawa ke tempat yang teduh sehingga tidak terjadi penguapan yang menyebabkan buah cabai menjadi layu.

Setelah melakukan kunjungan ke pertanaman cabai merah, para tenaga ahli mempresentasikan laporan hasilnya pada Seminar Internasional “Problems and Solutions of Cultivation of Peppers in Uzbekistan” yang diselenggarakan oleh Tashkent State Agrarian University (TSAU) dan dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Uzbekistan. Pada saat itu sekaligus dilaksanakan pameran skala kecil mengenai varietas tanaman dan hasil pengolahan  cabai merah. Setelah melaksanakan seminar selanjutnya tenaga ahli dari Indonesia juga membantu para dosen TSAU untuk menyusun pedoman budidaya cabai merah bagi para petani Uzbekistan.

 

 

Referensi

Anonim. 2015. Uzbekistan, Fruit and Vegetable Overview. http://www.agrochart.com/en/news/3179/uzbekistan-fruit-and-vegetable-overview-dec-2014.html

Iskandarov Sanjarbek Tursunbekovich. 2018. Effect of Greenhouse Types to Vegetable Production in Uzbekistan. http://ijtemt.org/vol4issue6/1_Effects_of_Greenhouse_Types_to_Vegetable_Production_in_Uzbekistan_Vol_IV_Issue_VI.php

Jeffrey Hays. 2008. Agriculture in Uzbekistan. http://factsanddetails.com/central-asia/Uzbekistan/sub8_3f/entry-4740.html

Wikipedia. Agriculture in Uzbekistan. https://en.wikipedia.org/wiki/Agriculture_in_Uzbekistan

Wikipedia. Tashkent Region. https://en.wikipedia.org/wiki/Tashkent_Region

 

]]>
Ir. Elvina Herdiani, MP Mon, 18 Feb 2019 14:48:17 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1445-visit-expert-pertanaman-cabai-di-tashkent-region-republic-of-uzbekistan
Menghasilkan Kentang G0 Berkualitas dengan Teknik Irigasi Tetes http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1420-menghasilkan-kentang-g0-berkualitas-dengan-teknik-irigasi-tetes bbpplembang budidaya kentangG0Kentang merupakan tanaman umbi-umbian yang dapat mengeluarkan tunas dan nantinya akan membentuk suatu cabang yang baru. Kentang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga digunakan sebagai makanan pokok khususnya di Negara Barat. Di Indonesia sendiri, ada 3 varietas kentang yang dikenal, yaitu Granola, Atlantic, dan Holand.

Inkubator Agribisnis di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang adalah salah satu lembaga Pemerintah Pusat yang membudidayakan kentang dari Knol, G0, G1, dan G2 varietas Granola dan Atlantik. Kegiatan ini dimulai dari sanitasi screen house. Kegiatan sanitasi merupakan kegiatan membersihkan area screen dari semua bentuk sampah, seperti rumput atau sisa tanaman lain, lumut, sampah plastik dan tali, dan benda-benda lain yang tidak diinginkan dan dianggap mengganggu di dalam screen house. Kegiatan sanitasi yang dilakukan pada screen house di inkubator agribisnis BBPP Lembang antara lain menyapu lantai bedengan dari sisa sekam maupun daun, membuang sisa tali ikatan, mencabut semua tanaman yang bukan tanaman utama, menyikat lumut yang tumbuh di lantai screen house, dan lain sebagainya. Setelah dilakukan sanitasi, screen house dilakukan sterilisasi dari mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur yang dapat merugikan tanaman. Cara sterilisasi dengan menggunakan Bayclin yang dilarutkan dengan air. Dosis Bayclin yang digunakan sebesar 2 ml/l air. Larutan Bayclin disemprotkan ke seluruh ruangan menggunakan hand sprayer. Sterilisasi untuk selang irigasi tetes dengan cara larutan Bayclin dialirkan lewat tong kemudian ke saluran irigasi tetes. Kemudian didiamkan selama lebih dari 1 minggu.

bbpplembang budidaya kentangG01Langkah berikutnya adalah persiapan media dan bahan tanam. Media tanam yang digunakan adalah campuran antara sekam dan cocopeat dengan perbandingan 2 : 1. Selanjutnya media tanam tersebut dimasukkan ke dalam polybag dengan ukuran diameter 30-35 cm. Benih kentang G0 yang ditanam adalah benih umbi kentang yang didapatkan dari hasil aeroponik. Hasil umbi kentang tersebut didormansi selama 3-4 bulan. Sebelum penyimpanan, umbi dilapisi dengan fungisida terlebih dahulu agar tidak terserang jamur saat dormansi.

Proses penanaman kentang G0 harus memiliki kriteria tanaman tumbuh normal, berisi, tidak busuk, tidak terdapat tanda-tanda penyakit, dan telah tumbuh minimal 1 tunas. Penanaman kentang sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tanaman tidak terjadi stagnasi akibat sengatan matahari.  Cara menanam umbinya adalah membuat lubang sedalam 2 ruas jari atau kurang lebih 2-3 cm kemudian menutupinya dengan media tanamnya.

bbpplembang budidaya kentangG02Pemeliharaan budidaya kentang G0 varietas Granola dengan sistem irigasi tetes (vertigasi) meliputi pemberian nutrisi dan pengecekan kepekatan nutrisi (EC). Adapun nutrisi yang digunakan adalah nutrisi AB Mix, di mana pemberian nutrisi setiap 2 jam sekali (5 kali dalam sehari) dengan durasi 3 menit sebanyak 200 ml per tanaman atau 1 liter/hari/tanaman. Pengecekan kepekatan larutan nutrisi menggunakan Electric Conductivity (EC) meter. Perlu diperhatikan juga kepekatan nutrisi pada saat fase vegetatif dan generatif. Pemberian larutan nutrisi untuk budidaya kentang G0 pada fase vegetatif berkisar antara 1-2 mS dan vase generatif berkisar antara 2-4. Pemeliharaan lainnya adalah pengikatan batang kentang jika telah memiliki ketinggian 20-25 cm. Setelah 75-80 hari dilakukan proses pengeringan dan selanjutnya dilakukan pemanenan umbi kentang G0 varietas Granola.

 

]]>
Bayu Sumantri, SE, M.Si Mon, 04 Feb 2019 14:49:59 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1420-menghasilkan-kentang-g0-berkualitas-dengan-teknik-irigasi-tetes
Keripik Kentang Kekinian http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1419-keripik-kentang-kekinian bbpplembang pengolahan keripikkentangDi era milenial saat ini, pengolahan makanan adalah salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Panen yang berlimpah, harga jual yang rendah, cepatnya proses pembusukan atau kerusakan produk pertanian, ataupun ketiadaan pasar adalah permasalahan dari produsen atau petani dalam menghasilkan suatu produk pertanian. Untuk menjawab hal itu, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melalui laboratorium pengolahan hasil pertanian Inkubator Agribisnis membuat suatu produk olahan kentang berupa keripik. Hal ini dimaksudkan untuk menjawab tantangan berupa peningkatan nilai tambah dari produk pertanian.

bbpplembang pengolahan keripikkentang2Dua jenis keripik kentang yang diolah di laboratorium pengolahan hasil pertanian Inkubator Agribisnis BBPP Lembang adalah melalui metode blanching dan non blanching. Pembuatan keripik kentang melalui metode blanching memiliki keunggulan berupa produknya yang lebih tahan lama untuk disimpan karena tidak mudah busuk atau rusak dan keripik kentang yang dihasilkan dalam bentuk produk setengah jadi sehingga tahan disimpan selama lebih kurang 1 tahun. Hal ini dikarenakan dalam proses pembuatannya dikeringkan menggunakan cabinet dryer dengan suhu 600C selama lebih kurang 12 jam.

bbpplembang pengolahan keripikkentang1Sebelum membuat olahan keripik kentang, terlebih kita mempersiapkan alat-alat seperti vegetable cutter, pisau, tatakan, baskom, loyang, cabinet dryer, penggorengan, spatula, dan satu set kompor gas dan tabungnya. Lalu mempersiapkan  bahan seperti kentang varietas Atlantik, minyak goreng, kapur sirih, bawang putih, garam, dan air. Pada pembuatan keripik kentang dengan metode non blanching, kentang dikupas lalu diiris dengan menggunakan vegetable cutter. Setelah itu kentang direndam dengan menggunakan larutan sirih dengan perbandingan antara air dan kapur sirih adalah 1 gelas air ditambah dengan 1 sendok makan kapur sirih. Kentang tersebut direndam selama 30 menit, lalu dicuci bersih. Langkah terakhir adalah kentang tersebut digoreng sampai warna kentang berubah menjadi kuning keemasan.

Sedangkan pada pembuatan keripik kentang dengan metode blanching, yaitu kentang dikupas kemudian dicuci. Lalu kentang diiris dengan menggunakan vegetable cutter dan direndam menggunakan larutan sirih dengan perbandingan antara air dan kapur sirih adalah 1 gelas air ditambah dengan 1 sendok makan kapur sirih. Kentang dicuci kembali sampai bersih. Setelah itu diblanching atau direbus selama 3-5 menit dengan menggunakan air yang dicampur dengan bumbu seperti garam dan bawang putih secukupnya.  Kentang ditata dengan rapih di atas loyang dan kemudian dikeringkan menggunakan cabinet dryer dengan suhu 600C selama lebih kurang 12 jam. Keripik kentang siap dibungkus kedap udara dan dapat digoreng jika ingin dikonsumsi langsung. Gimana, berminat mencobanya? (bayu)

]]>
Bayu Sumantri, SE, M.Si Fri, 01 Feb 2019 14:36:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1419-keripik-kentang-kekinian
Refugia sebagai Tanaman Perangkap Hama http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1405-refugia-sebagai-tanaman-perangkap-hama bbpplembang refugia1Pengelolaan serangga dalam pertanian organik menerapkan metode-metode yang dapat meningkatkan keragaman genetik, keanekaragaman hayati dan habitatnya, serta terhadap struktur sosial dan komunitas pedesaan. Strategi “tolak tarik” (Push-pull strategy) merupakan salah satu teknik pengendalian hama yang berprinsip pada komponen pengendalian non toksik, sehingga dapat diintegrasikan dengan berbagai metode pengendalian lainnya untuk menekan populasi hama. Strategi ini juga dapat meningkatkan peran musuh alami, terutama parasitoid dan predator pada pertanaman.

Pengendalian hama dengan cara bercocok tanam dengan menggunakan tanaman perangkap dapat mendorong stabilitas ekosistem sehingga populasi hama dapat ditekan dan berada dalam kesetimbangannya. Penggunaan tanaman perangkap harus mempunyai fungsi sebagai tanaman refugia yang berfungsi untuk berlindung sementara dan penyedia tepungsari untuk makanan alternatif berbagai predator atau sebagai mikrohabitat bagi musuh alami (baik predator maupun parasitoid) agar pelestarian musuh alami dapat tercipta dengan baik.

Namun tidak semua tanaman bisa menjadi tanaman refugia, salah satu syarat untuk menjadi tanaman refugia adalah:

  1. Warna tanaman dan bunga yang mencolok, biasanya warna kuning
  2. Benih/bibit mudah diperoleh
  3. Mudah ditanam
  4. Regenerasi tanaman cepat dan berkelanjutan
  5. Cocok dijadikan tanaman multiple crop

bbpplembang refugiaBeberapa contoh tanaman yang berpotensi sebagai Refugia adalah

  1. Tanaman Hias

Beberapa diantaranya yaitu bunga matahari (Helianthus annuus), bunga kertas Zinnia (Zinnia sp), kenikir (Cosmos caudutus).

  1. Gulma

Diantaranya yaitu babadotan (Ageratum conyzoides), Ajeran (Bidens pilosa L), bunga tahi ayam (Tagetes erecta).

  1. Tumbuhan Liar

Diantaranya yaitu  rumput setaria (Setaria sp), pegagan (Centella asiatica), bunga legetan (Synedrella nodiflora), rumput kancing ungu (Borreria repens) dan kacang hias (Arachis pentoi).

  1. Sayuran

Beberapa sayuran yang berpotensi sebagai refugia sekaligus bahan pangan antara lain yaitu kacang panjang (Vigna unguiculata spp.), bayam (Amaranthus spp.) dan jagung (Zea mays)

Penerapan tanaman refugia sebagai trap crop perlu memperhatikan beberapa aspek diantaranya yaitu waktu tanam refugia, sebaiknya ditanam sebelum tanaman utama agar dapat dimanfaatkan sebagai tempat berlindung dan berkembang baik bagi musuh alami dan serangga polinasi. Penanaman refugia diusahakan sejajar dengan sinar matahari sehingga tidak menutupi atau mengganggu penyerapan sinar matahari bagi tanaman utama.

 

]]>
Sinta Andayani, SP Mon, 21 Jan 2019 15:32:04 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1405-refugia-sebagai-tanaman-perangkap-hama
Budidaya Kacang Panjang di KRPL BBPP Lembang http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1404-budidaya-kacang-panjang-di-krpl-bbpp-lembang bbpplembang panen kacangpanjangRumah pangan lestari dengan prinsip pemanfaatan perkarangan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi telah ada sejak 9 Agustus 2014 di lahan Inkubator Agribisnis Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Lahan di rumah pangan lestari BBPP Lembang yang ada sekitar 400 m2 berfungsi sebagai pemberi keindahan dan keasrian serta penyedia bahan pangan. Di kawasan ini terdapat kebun, kandang kambing, kandang kelinci, biogas, kolam ikan, hidroponik, akuaponik dan beberapa tanaman seperti talas, ketela pohon, dan ubi jalar. Prinsip pertanian berkelanjutan sangat diterapkan di kawasan ini.

bbpplembang panen kacangpanjang2Salah satu budidaya yang diterapkan di kawasan rumah pangan lestari adalah budidaya kacang panjang. Kacang panjang yang dikenal dengan nama latin Vigna sinensis L. sudah lama dibudidayakan oleh orang Indonesia. Adapun tahap awal budidaya kacang panjang adalah pengolahan tanah. Lahan yang akan ditanami kacang panjang sebaiknya diolah dengan cara mencangkul lahan hingga gembur dengan kedalaman 20-30 cm, lalu membuat bedengan dengan ukuran lebar 1 meter, tinggi 20-30 cm, dan panjang sesuai dengan lahan yang tersedia dan dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang 10-15 ton/ha satu minggu sebelum tanam.

bbpplembang panen kacangpanjang1Setelah dilakukan pengolahan, langkah selanjutnya adalah merendam benih kedalam air hangat dengan suhu 35-40°C dalam waktu ± 2-4 jam. Lubang tanam dibuat menggunakan tugal sedalam 4-5 cm dengan jarak antar lubang tanam 25-30 cm dan jarak antar barisan 60-75 cm. Setiap lubang tanam diisi dua butir benih, kemudian ditutup dengan tanah tipis tanpa dipadatkan. Benih biasanya berkecambah setelah 5 hari.

Pada proses pemeliharaan, dilakukan penyiraman 2 kali sehari pada pagi dan sore hari pada saat musim kemarau. Pemasangan ajir dengan takiron dilakukan pada hari ke-10 atau setelah tanaman mencapai panjang lebih kurang 25 cm. Pemasangan tali ke ajir dengan takiron dilakukan sesuai kebutuhan. Setelah lebih kurang 3 bulan, kacang panjang dapat dipanen dengan cara menggunting gagang buahnya. (bayu)

 

]]>
Bayu Sumantri, SE, M.Si Mon, 21 Jan 2019 09:53:29 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1404-budidaya-kacang-panjang-di-krpl-bbpp-lembang
Pertanian goes to Organik http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1406-pertanian-goes-to-organik bbpplembang pertanianorganikKenapa kita harus menuju pertanian organik? Saat ini masyarakat sudah beranjak dari konsumsi pangan yang banyak bergeser kearah keamanan pangan, isu keamanan pangan dihembuskan sejak zaman revolusi hijau hingga sekarang. Indonesia dengan penduduk mencapai 265 juta jiwa (BPS, 2018) membutuhkan pangan yang cukup banyak, disamping pangan juga dibutuhkan produk-produk hortikultura.

Produk-produk pertanian yang aman dikonsumsi oleh masyarat saat ini masih sedikit jumlahnya. Untuk itu pemerintah menggandeng para petani untuk berbudi daya sehat, ramah lingkungan serta aman untuk dikonsumsi. Pertanian organik menjadi solusi untuk budidaya sehat, ramah lingkungan dan aman untuk dikonsumsi. Adapun beberapa kelebihan berbudidaya secara organik yaitu : 1) Ramah lingkungan, karena tidak meninggalkan residu kimia baik didalam tanah maupun pada tanaman sehingga lingkungan tidak tercemar, 2) Kelestarian Ekosistem, pemanfaatan musuh alami baik predator maupun entomopatogen akan menjaga ekosistem tetap terjaga kelestariannya, 3) Murah, penggunaan berbagai tumbuhan sebagai pestisida nabati relatif lebih murah dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintetis, 4) Aman, baik petani maupun konsumen lebih aman karena tidak penggunaan bahan-bahan alami dan hayati relatif lebih aman bagi petani maupun konsumen, 5) Mahal harganya, produk-produk organik mempunyai nilai jual lebih tinggi jika dibandingkan dengan produk-produk non organik. Namun ada beberapa kendala dalam pertanian organik yaitu : 1) Memerlukan bahan-bahan yang cukup banyak sebagai bahan pestisida nabati, 2) Petani harus terampil dalam membuat pestisida nabati dan agen hayati, 3) Konsumennya masih terbatas, permintaan produk masih kecil, harga produknya lebih tinggi.

Langkah-langkah yang harus dilakukan petani untuk menuju pertanian organik yaitu : 1) Registrasi lahan, petani harus mendaftarkan lahan yang akan digunakan sebagai pertanian organik, 2) Pembuatan Prosedur kerja dalam budidaya pertanian mutlat dilakukan, 3) Sumber air dan drainase perlu di perhatikan, 4) Pemupukan dengan menggunakan POC maupun POP, 5) Pengendalian hama dengan menggunakan sistem pengendalian hama terpadu, 5) Penanganan panen dan pasca panen, 6) Setiap perlakuan kegiatan harus tercatat.

 

]]>
Sinta Andayani, SP Fri, 18 Jan 2019 15:49:05 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1406-pertanian-goes-to-organik
Pembuatan Cabai Rawit Blok Sebagai Alternatif Pengawetan Cabai http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1391-pembuatan-cabai-rawit-blok-sebagai-alternatif-pengawetan-cabai bbpplembang cabaiblok2Siapa yang tak kenal dengan produk pertanian ini.  Ukurannya kecil tapi pedasnya luar biasa. Nah inilah dia cabai rawit. Sampai-sampai ada pepatah kecil-kecil cabai rawit. Hal ini karena cabai mengandung capsaicin yang membuatnya menjadi pedas.  Semakin tinggi kandungan capsaicin maka semakin tinggi tingkat kepedasannya. 

Hampir semua olahan kuliner di Indonesia menggunakan cabai sebagai salah satu bahan bakunya.  Mulai dari makanan daerah sampai makanan  kekinian seperti ayam geprek dan cilok pedas dengan berbagai level/tingkat kepedasan.  Banyaknya kebutuhan pasar akan komoditas cabai menjadikan cabai menjadi salah satu komoditas penting Kementerian Pertanian. Banyak sekali program yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian agar ketersediaan cabai dapat mencukupi dengan harga yang stabil. 

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di bawah Kementerian Pertanian yang juga ikut mendukung program-program dari Kementerian Pertanian khususnya mengenai komoditas cabai. Salah satunya yaitu dengan diadakannya ATC (Agri Training Centre) bagi pelajar SMU di wilayah Bandung.  Pelatihan yang dilaksanakan selama 7 hari dengan materi inti yaitu pembelajaran mengenai budidaya cabai rawit, pasca panen dan pengolahan cabai rawit blok.

Pengolahan cabai bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah terutama saat panen raya atau harga anjlok, memperpanjang daya simpan, serta  mempermudah dalam penyimpanan, pengemasan dan transportasi. Pada umumnya pengolahan cabai yang biasa dilakukan yaitu dengan metode pengeringan. Metode pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air cabai hingga batas tertentu dimana mikroba tidak dapat tumbuh lagi di dalamnya. Oleh karena itu cabai rawit blok lebih memliki daya simpan yang lebih lama apabila dibandingkan cabai rawit segar.

Alat-alat yang dibutuhkan dalam pembuatan cabai rawit blok yaitu: pisau, talenan, baskom, tampah, loyang, blender, sendok, cetakan kue bentuk bulat, saringan plastik dan cabinet drying.  Sedangkan bahan yang dibutuhkan yaitu: cabai rawit, tapioka, label dan kemasan. Cabai yang digunakan harus dengan tingkat kematangan yang sama sehingga warna yang dihasilkan seragam dan lebih menarik. 

bbpplembang cabaiblok1Tahapan pembuatan cabai rawit blok meliputi: persiapan alat, sortasi dan pencucian, penggilingan, pengeringan awal, pencampuran, pencetakan blok, pengeringan dan pengemasan. Sortasi bahan dimaksudkan untuk memilah cabai yang berkualitas baik dan rusak.  Pencucian dimaksudkan untuk membersihkan kotoran yang melekat pada cabai baik yang berasal dari  tanah, udara dan bahan kimia seperti pestisida. Setelah dilakukan pencucian lalu cabai rawit ditiriskan untuk kemudian dilanjutkan dengan proses penggilingan. Penggilingan bisa dilakukan dengan menggunakan grinder atau bisa juga menggunakan blender.

bbpplembang cabaiblokTahap selanjutnya yaitu proses pengeringan. Pengeringan dilakukan secara bertahap. Pengeringan awal dimaksudkan untuk mengurangi kadar air cabai sehingga memudahkan dalam proses pencetakan.  Sebelum dilakukan pencetakan dilakukan pencampuran dengan tapioka sebanyak 1-2 %. Tapioka ini berguna sebagai perekat sehingga bentuk cabai blok tidak berubah apabila sudah kering. Cabai blok kemudian dikeringkan selama 15 jam menggunakan cabinet drying dengan suhu 55 oC.  Setelah kering lalu masing-masing cabai rawit blok dikemas menggunakan plastik wrapp untuk kemudian dikemas dalam kemasan sekunder berupa kemasan botol plastik atau mika. Untuk penggunaannya cabai blok bisa ditambahkan ke dalam makanan saat dimasak.

Pengolahan cabai rawit menjadi cabai rawit blok diharapkan menjadi salah satu alternatif pengawetan cabai.  Selain itu juga dapat meningkatkan nilai tambah dari cabai yang harganya sedang turun. Berikut ini adalah perhitungan keuntungan pembuatan cabai rawit blok:

NO

URAIAN

VOLUME

HARGA SATUAN

JUMLAH

Rp

(3 X 4)

1

2

3

4

5

A.

BAHAN

       

1

Cabai Rawit

25 Kg

 

Rp. 20.000

Rp. 500.000

3

Tapioka

     4  Kg

 

Rp. 15.000

Rp    60.000

4

Kemasan primer

1750 bh 

 

Rp.        50

Rp.   87.500

5

Kemasan sekunder

  117 bh

 

Rp.    1500

Rp. 175.500

6

Label kecil

1750 bh 

 

Rp.        50

Rp.   87.500

7

Label besar

  117 bh

 

Rp.      300

Rp.   35.100

8

Listrik

     

Rp. 100.000

JUMLAH

Rp. 1.045.600

B.

PENJUALAN

       
 

Cabai blok

117 bh

 

Rp.  15.000

Rp. 1.755.000

           

C.

KEUNTUNGAN

       
 

B - A

     

Rp.    709.400

Berdasarkan analisa keuntungan yang dibuat dapat dilihat bahwa pengolahan cabai rawit blok menghasilkan keuntungan lebih dari Rp. 700.000.

DAFTAR PUSTAKA

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Badan Litbang Pertanian. Kementerian Pertanian. Bimbingan Teknis Teknologi Pascapanen Pengolahan Cabai Merah. 2018.

Rohrig, B. 2013. Hot Peppers. ChemMaters.

Saputro, et.al. 2016. Pembuatan Bubuk Cabai Rawit (Kajian Konsentrasi Kalsium Propionat dan Lama Waktu Perebusan terhadap Kualitas Produk). Jurnal Pangan dan Agroindustri. Universitas Brawijaya Malang.

 

]]>
Estu Hariani, S.TP, MP Fri, 11 Jan 2019 16:19:17 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1391-pembuatan-cabai-rawit-blok-sebagai-alternatif-pengawetan-cabai
Good Agricultural Practices (GAP) Coffee http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1373-good-agricultural-practices-gap-coffee bbpplembang GAPkopi1Indonesia merupakan negara eksportir kopi keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia. Pada bulan Oktober 2018 kopi dari 11 produsen di Indonesia berhasil memenangkan 23 penghargaan AVPA Gourmet Product di pameran SIAL Paris, Perancis. Kementerian Pertanian menyatakan saat ini Indonesia sudah memiliki 16 jenis kopi yang dikategorikan sebagai coffee specialty dan memiliki sertifikasi Indikasi Geografis dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai produk berkualitas dan spesifik.

Menurut Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Andi, 2018) konsumsi kopi nasional naik cukup pesat dalam lima tahun terakhir yaitu 8,8 persen per tahun namun tidak diimbangi dengan pertumbuhan produksi yang cenderung stagnan bahkan negatif, rata-rata minus 0,3 persen per tahun. Produktivitas kopi petani kini sekitar 0,53 ton/ha dari total potensi sebesar 2 ton/ha untuk kopi Robusta dan 0,55 ton/ha dari total potensi 1,5 ton/ha untuk kopi Arabika. Oleh karenanya perlu disosialisasikan cara budidaya kopi yang baik (Good Agricultural Practices/GAP Kopi) untuk meningkatkan produktivitas kopi petani.

Produksi Kopi Berkelanjutan

Keberlanjutan sistem produksi kopi meliputi 4 dimensi yaitu: (1) dimensi lingkungan fisik yaitu prinsip keberlanjutan lingkungan meliputi tanah, air dan sumber daya genetik flora & fauna dengan pengelolaan lahan yang berkelanjutan; (2) dimensi ekonomi yaitu petani sebagai salah satu pelaku utama dapat memperoleh pendapatan yang memadai untuk memenuhi kebutuhannya, pedagang memperoleh keuntungan yang layak untuk hidup sehari-hari, eksportir mendapat keuntungan yang memadai untuk menjalankan bisnisnya, pabrikan pengolahan maupun penjual minuman kopi juga memperoleh keuntungan yang wajar serta konsumen mampu membayar dengan harga yang wajar; (3) dimensi sosial yaitu keberlanjutan usaha produksi kopi sangat ditentukan oleh faktor sosial antara lain tingkat penerimaan para pelaku aktivitas produksi kopi terhadap suatu masukan ataupun teknologi tertentu; (4) dimensi kesehatan yaitu saat ini kesadaran terhadap kesehatan terus meningkat diantaranya berupa peningkatan kebutuhan bahan pangan dan bahan penyegar yang aman dari logam berat, residu pestisida maupun jamur dan toksin.

Konsepsi produksi kopi berkelanjutan telah diadopsi dalam perdagangan kopi diantaranya melalui sertifikasi: Fairtrade, Organic Coffee, Rainforest Alliance, Bird Friendly, Utz Certified, Common Code for Coffee Community (4 C) dan Coffee And Farmer Equity (CAFE) Practices.

Budidaya Kopi yang Baik

bbpplembang GAPkopiPersyaratan tumbuh tanaman kopi jenis Arabika, Robusta dan Liberika berbeda terutama dalam hal ketinggian tempat, jenis tanah dan lama bulan kering, sedangkan persyaratan tumbuh lainnya relatif hampir sama.  Tanaman kopi Arabika tumbuh baik pada ketinggian tempat 1.000 s.d. 2.000 m dpl, kopi Robusta tumbuh baik pada ketinggian tempat 100 s.d. 600 m dpl sedangkan kopi Liberika tumbuh baik pada ketinggian tempat 0 s.d. 900 m dpl. Tanaman kopi Arabika membutuhkan bulan kering 1-3 bulan sedangkan tanaman kopi Robusta dan Liberika membutuhkan bulan kering sekitar 3 bulan. Tanaman kopi Arabika dan Robusta memerlukan pH tanah 5,5-6,5 sedangkan tanaman kopi Liberika memerlukan pH tanah 4,5-6,5. Lahan di suatu tempat dapat dikategorikan sesuai dengan kelas kesesuaian lahan untuk tanaman kopi: S1 = sangat sesuai (Highly Suitable), S2= sesuai (Suitable), S3= sesuai marjinal (Marginally Suitable) dan N = tidak sesuai (Not Suitable).

Persiapan lahan untuk penanaman kopi meliputi: pembukaan lahan, pengendalian alang-alang, pengaturan jarak tanam dan pengendalian erosi. Kegiatan pembukaan lahan dilakukan dengan pembongkaran pohon-pohon, tunggul beserta perakarannya, pembongkaran tanaman perdu dan pembersihan gulma. Pengendalian alang-alang dapat dilakukan dengan cara manual, cara mekanis, cara kultur teknis dan secara terpadu dengan pengolahan tanah minimum dan penggunaan herbisida. Jarak tanam yang digunakan untuk tanaman kopi Arabika tipe katai 2,0 m x 1,5 m, tipe agak katai 2,5 m x 2,0 m dan tipe jangkung 2,5 m x 2,5 m atau 3,0 m x 2,0 m, untuk tanaman kopi Robusta digunakan jarak tanam 2,5 m x 2,5 m atau 3,0 m x 2,0 , sedangkan jarak tanam kopi Liberika 3,0 m x 3,0 m atau 4,0 m x 4,0 m. Lubang tanam untuk tanaman kopi dibuat 6 bulan sebelum tanam dengan ukuran 60 cm x 60 cm pada permukaan  dan 40 cm x 40 cm pada bagian dasar dengan kedalaman 60 cm, lubang tanam ditutup 3 bulan sebelum tanam. Pengendalian erosi dilakukan dengan pembuatan rorak untuk lahan dengan kemiringan kurang dari 8% sedangkan untuk lahan dengan kemiringan lebih dari 8% dilakukan pembuatan teras-teras.

Tanaman penaung (glisicidia/cebreng/gamal) merupakan hal yang diperlukan pada pertanaman kopi karena naungan yang terlalu gelap menyebabkan kelembaban tinggi sehingga merangsang berkembangnya hama penggerek buah, sebaliknya bila tanaman kopi tidak memiliki atau kekurangan naungan maka tanaman kopi akan mudah mengalami pembuahan lebat (overbearing) yang menyebabkan tanaman kopi akan cepat mengering terutama saat musim kering. Tanaman penaung sementara digunakan untuk tanaman kopi yang belum menghasilkan dan ditanam sebelum penanaman kopi, biasanya digunakan tanaman yang pertumbuhannya cepat misalnya Crotalaria sp. Tanaman penaung tetap harus dipilih yang tahan terhadap pangkasan misalnya lamtoro atau sengon karena pada saat hujan lebat naungan harus dipangkas untuk memacu pembungaan kopi. Populasi tanaman penaung tetap dipertahankan sebanyak 400-600 pohon/ha tergantung kondisi lingkungan setempat.

Pemilihan bahan tanam unggul merupakan langkah penting dalam praktek budidaya kopi yang baik. Pada tanaman kopi bahan tanam dapat berupa varietas (diperbanyak secara generatif) dan berupa klon (diperbanyak secara vegetatif). Pada daerah yang endemik nematoda parasit dapat dipakai benih sambungan dengan batang bawah klon BP 308 yang tahan nematoda. Varietas unggul kopi Arabika adalah : AB 3, USDA 762, S 795, Kartika 1, Kartika 2, Andungsari 1 (AS 1), Sigarar Utang, Gayo 1, Gayo 2 dan Andungsari2-klon (AS 2K). Penanaman kopi Robusta sebaiknya dilakukan secara poliklonal 3-4 klon kopi Robusta unggul karena kopi Robusta umumnya menyerbuk silang. Klon kopi Robusta unggul yaitu : BP 42, BP 234, BP 358, BP 409, BP 436, BP 534, BP 920, BP 936, BP 939 dan SA 237. Kebutuhan benih kopi untuk 1 ha dengan jarak tanam 2,0 m x 2,0 m adalah 2.500 benih, jarak tanam 3,0 m x 1,5 m memerlukan 2.200 benih dan 1.600 benih untuk jarak tanam 2,5 m x 2,5 m.

Benih kopi ditanam setelah pohon penaung berfungsi baik dengan kriteria intensitas cahaya yang diteruskan 30-50% dari cahaya langsung. Penanaman dilakukan pada awal musim hujan, hindari penanaman pada waktu panas terik. Tanaman yang mati segera dilakukan penyulaman selama musim hujan.

Pemupukan memperbaiki kondisi dan daya tahan tanaman kopi terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim seperti kekeringan dan pembuahan terlalu lebat (overbearing) selain itu meningkatkan produksi dan mutu hasil serta mempertahankan stabilitas produksi yang tinggi. Kebutuhan pupuk dapat berbeda-beda antar lokasi, stadia pertumbuhan tanaman/umur dan varietas. Pelaksanaan pemupukan harus tepat waktu, tepat jenis, tepat dosis dan tepat cara pemberian. Dosis aplikasi pupuk organik yaitu 10-20 kg/pohon/tahun dan diberikan saat persiapan pembuatan lubang tanam. Pupuk anorganik diberikan dua kali setahun yaitu pada awal dan akhir musim hujan.

Pemangkasan merupakan salah satu tindakan kultur teknis yang secara teratur dilakukan agar tanaman kopi tumbuh sehat dan produktif. Pemangkasan adalah kegiatan pemotongan bagian-bagian tanaman yang tidak dikehendaki, seperti cabang yang telah tua, cabang kering dan cabang-cabang lain yang tidak berguna. Saat ini di Indonesia menerapkan sistem pemangkasan batang tunggal. Pangkasan bentuk dilakukan saat tanaman muda berumur 1-2 tahun yang belum menghasilkan sedangkan pangkasan lewat panen/pemeliharaan bertujuan mempertahankan keseimbangan kerangka tanaman yang diperoleh dari pangkasan bentuk dengan cara menghilangkan cabang-cabang tidak produktif.

Hama yang umumnya menyerang tanaman kopi antara lain penggerek buah kopi (Hypothenimus hampei) dan nematoda parasit (Pratylenchus coffeae dan Radopholus similis) sedangkan penyakit yang sering menyerang adalah penyakit karat daun (Hemileia vastatrix).  Pengendalian penggerek buah kopi secara kultur teknis dilakukan dengan cara memutus daur hidupnya melalui petik bubuk, lelesan dan racutan dimasukkan ke dalam karung kemudian direndam air panas selama 15 menit, selain itu juga dengan pengaturan tanaman naungan agar tidak terlalu gelap. Penggunaan perangkap, penggunaan tanaman yang masak serentak serta penggunaan parasitosid dan jamur patogen serangga (Beauveria bassiana) juga merupakan upaya yang bisa dilakukan untuk mengendalikan penggerek buah kopi. Nematoda parasit dikendalikan dengan cara penggunaan batang bawah BP 308 yang tahan terhadap nematoda ini serta pemberian pupuk kandang yang disertai jamur Paecilomyces lilacinus strain 251. Penyakit karat daun dikendalikan dengan menanam varietas kopi yang tahan dan toleran misalnya S 795, USDA 762 dan Andungsari 2K serta memperkuat kebugaran tanaman dengan pemupukan, pemangkasan serta pemberian naungan yang cukup.

Tanaman kopi dapat ditumpangsarikan dengan tanaman semusim selama tajuk tanaman kopi belum saling menutup, misalnya dengan tanaman sayuran atau palawija. Tumpangsari dengan tanaman tahunan dapat dilakukan dengan memilih tanaman yang memiliki kanopi tidak terlalu rimbun, bukan inang hama dan penyakit serta tidak menimbulkan pengaruh allelopati, contohnya jeruk, Macadamia, petai dan jengkol. Tanaman kopi juga dapat diintegrasikan dengan ternak yang jenisnya disesuaikan dengan kondisi kebun, misalnya kambing, domba, sapi dan lebah.

Panen dan Pasca Panen

Ukuran kematangan buah kopi ditandai oleh perubahan warna kulit buah menjadi merah. Buah yang telah dipanen harus segera diolah, penundaan waktu pengolahan akan menyebabkan penurunan mutu secara nyata.

Pengolahan buah kopi ada dua cara yaitu pengolahan cara kering dan pengolahan cara basah, perbedaan kedua cara pengolahan tersebut terletak pada adanya penggunaan air yang diperlukan untuk kulit buah maupun pencucian. Pengolahan cara kering ada dua macam yaitu tanpa pemecahan buah dan dengan pemecahan buah. Demikian juga pada pengolahan basah dibedakan dua macam yaitu pengolahan basah giling kering dan pengolahan basah giling basah. Disarankan buah masak yang telah dipanen diolah secara basah agar mutunya lebih baik.

Sumber Pustaka

Andriansyah. 2013. Jenis Pohon Penaung Tanaman Kopi.

http://detiktani.blogspot.co.id/2013/06/jenis-pohon-penaung-tanaman-kopi.html

Andi Donnal Putra. 2018. Produksi Kopi Indonesia Belum Maksimal.

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/08/125051626/produksi-kopi-indonesia-belum-maksimal

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2014. Pedoman Teknis Budidaya Kopi yang Baik (GAP on Coffee).

Kementerian Pertanian. Jakarta.

Ismuha El Bustany. 2016. Naungan Tanaman Kopi.

http://budidayakopiarabika.blogspot.co.id/2016/05/naungan-tanaman-kopi.html

Pudji Rahardjo. 2013. Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika dan Robusta. Penebar

Swadaya. Jakarta.

Wikipedia. 2018. Kopi di Indonesia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kopi_di_Indonesia

   

]]>
Ir. Elvina Herdiani, MP Mon, 17 Dec 2018 16:48:16 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1373-good-agricultural-practices-gap-coffee
Budidaya Buah Naga http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1369-budidaya-buah-naga bbpplembang budidaya naga2Buah naga mulai populer di Indonesia sejak tahun 2000 dan banyak digemari masyarakat karena rasanya yang asam manis dan segar. Selain itu buah naga memiliki banyak kandungan nutrisi yang memiliki beragam manfaat bagi kesehatan manusia diantaranya  mengurangi kolesterol, menstabilkan tekanan darah, memelihara kecantikan kulit serta menjaga kesehatan ginjal dan jantung. Buah naga selain dimakan sebagai buah segar juga dapat dibuat jus, selai dan olahan makanan lainnya.

Jenis buah naga yang beredar di Indonesia biasanya adalah buah naga dengan warna kulit buah merah yang berdaging putih (Hylocereus undatus) dan yang berdaging merah (Hylocereus polyrhizus). Agribisnis buah naga cukup menjanjikan karena buah ini cepat berproduksi  yaitu sekitar satu tahun setelah tanam dan bisa panen sepanjang tahun.

Syarat Tumbuh

Tanaman buah naga merupakan jenis kaktus yang  cocok tumbuh di wilayah tropis dan mudah beradaptasi pada berbagai lingkungan tumbuh dan perubahan cuaca. Namun pertumbuhan dan perkembangan tanaman akan lebih baik bila ditanam di daerah dataran rendah dengan ketinggian 0-350 meter di atas permukaan laut. Untuk di dataran tinggi seperti di Lembang, dapat tumbuh dan berbuah namun waktu untuk sampai berbuah pertama lebih panjang dibandingkan di dataran rendah. Suhu udara antara 26-36o C dan kelembaban 70-90%, pH yang diinginkan tanaman ini 5,5-7. Tanaman ini tidak tahan genangan air.

Persiapan Bibit

Tanaman buah naga biasanya diperbanyak dengan cara vegetatif yaitu dengan stek batang karena lebih mudah dilakukan dan waktu untuk berproduksi lebih cepat. Stek batang diambil dari tanaman induk varietas unggul yang sehat, bebas hama dan penyakit, produktivitasnya tinggi dan sudah pernah berbuah setidaknya 2-3 kali. Panjang batang tanaman biasanya sekitar 90-120 cm,  potong batang dengan panjang 20-30 cm dengan minimal satu mata tunas, bagian ujung atas dipotong rata sedangkan ujung bawah dipotong miring/runcing. Setelah dipotong stek dikeringanginkan, setelah kering pangkal stek dicelupkan selama 2-3 detik pada Rootone F (hormon untuk mempercepat pertumbuhan akar) lalu semai pada bedeng pembibitan atau polibag yang sudah berisi media tumbuh. Bila perakaran sudah kuat dan tunas sudah tumbuh dengan baik (tinggi 40-50 cm) bibit sudah dapat ditanam di kebun.

Penanaman

bbpplembang budidaya nagaSebelum bibit ditanam, terlebih dahulu harus disiapkan tiang panjatan tanaman, bisa menggunakan kayu atau bambu, tanaman (misalnya kedondong pagar) atau tiang beton dengan ketinggian sekitar 2-2,5 m ditanam ke dalam tanah sekitar 0,5 m, dengan jarak antar tiang dalam barisan 2-2,5 m dan antar barisan 3-4 m, pada bagian atas dipasang lingkaran dengan diameter 40-50 cm. Selanjutnya buat lubang tanam sesuai dengan ukuran bibit di sekitar tiang, biasanya dibuat 4 lubang tanam pada setiap tiang yang diberi pupuk kandang sekitar 5-10 kg dan NPK 100 g ditambah dengan pasir 1 bagian per lubang tanam. Lalu bibit ditanam dengan jarak sekitar 10 cm dari tiang. Setelah ditanam, ikat bibit tersebut sehingga menempel pada tiang.

Pemeliharaan

Pengaturan letak dan cabang bertujuan agar pertumbuhan tanaman menjadi normal dan membentuk payung yang baik. Pengikatan cabang dilakukan saat panjangnya 21-25 cm dengan bentuk ikatan berupa angka 8, sebaiknya ikatan tidak terlalu kencang agar cabang atau batang tidak terjepit atau patah.

Penyiraman bisa dilakukan dengan mengalirkan air pada parit/saluran air di sekitar barisan tanaman, parit dibuat dengan kedalaman 20 cm dan lebar 20 cm, jarak tanaman dengan parit 20-40 cm. Penyiraman dilakukan dengan merendam parit selama sekitar 2 jam. Bila penyiraman dilakukan dengan gembor, setiap lubang tanam disiram dengan air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman dilakukan sesuai dengan kondisi tanah dan keadaan cuaca. Penyiraman bisa dikurangi atau bahkan dihentikan setelah tanaman berbunga dan berbuah.

Pemupukan dilakukan setiap 3-4 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg pupuk kandang dan 100 g NPK per lubang tanam. Pemberian pupuk tambahan berupa pupuk cair dapat diberikan untuk memaksimalkan hasil.

Pemangkasan batang pokok buah naga dilakukan agar tanaman memiliki batang utama yang kuat dan mampu menopang cabang dan buah, caranya dengan memilih batang yang paling kuat dan kokoh lalu memotong tunas yang tumbuh di bawah batang ini. Setelah itu dilakukan pemangkasan cabang dengan memilih 3-4 cabang terbaik untuk memaksimalkan kualitas buah. Pemangkasan terakhir merupakan pemangkasan dengan tujuan untuk meremajakan cabang, caranya dengan memotong cabang yang sudah berbuah 3-4 kali karena sudah tidak terlalu produktif. Bekas potongan ini bisa digunakan sebagai bibit.

Hama yang sering menyerang tanaman buah naga adalah kutu putih yang gejala serangannya terdapat lapisan lilin berwarna putih, untuk mengendalikan hama ini cukup lakukan penyemprotan insektisida Omite seminggu sekali dengan memperhatikan jumlah tanaman yang terserang. Hama bekicot sangat merugikan karena tunas tanaman menjadi rusak digerogoti sehingga sering tunas tersebut menjadi busuk. Bekicot juga suka memakan cabang-cabang yang masih muda dan menggerogoti kulit buah sehingga buah menjadi rusak. Bekicot dikendalikan dengan memperhatikan sanitasi kebun karena gulma merupakan sarang bekicot untuk berkembang biak.

Penyakit yang sering menyerang tanaman buah naga adalah busuk pangkal batang dengan gejala pangkal batang yang mengalami pembusukan menjadi berwarna kecoklatan dan lembek dan biasanya terdapat bercak putih miselium jamur, diatasi dengan penyemprotan pangkal batang dengan fungisida seperti Dithane atau Antracol. Penyakit lain yang sering menyerang adalah Fusarium oxysporum Schl dengan gejala batang atau cabang menjadi layu, busuk kering dan berwarna coklat. Bila bagian yang terserang tidak terlalu meluas bisa dilakukan pemangkasan batang atau cabang yang terserang dan dilakukan sanitasi lingkungan, drainase yang baik dan pemangkasan sulur-sulur cabang yang tidak teratur. Pengendalian secara kimiawi dengan fungsida Benlate atau Derosal seminggu sekali.

Pada cabang-cabang produksi bunga yang tumbuh harus diseleksi sehingga dapat tumbuh secara optimal, setiap cabang produksi disisakan 3-5 kuntum bunga dengan jarak antar kuntum bunga 25-30 cm. Sebaiknya dilakukan penyemprotan pupuk daun dengan kandungan P tinggi pada saat masa pertumbuhan generatif. Selain itu pada buah naga jenis Hylocereus polyrhizus penyerbukan akan lebih optimal dengan bantuan manusia dengan cara memasukkan jari tangan ke dalam bunga yang sedang mekar sempurna dan diputar perlahan-lahan untuk membantu penyerbukan.

Panen dan Pasca Panen

bbpplembang budidaya naga1Tanaman buah naga akan berbuah bila sudah berumur 1-2 tahun dan umur produktifnya sekitar 20 tahun. Masa panen buah naga di Indonesia umumnya pada bulan November sampai April. Pada tahun pertama berbuah tanaman dapat menghasilkan buah naga 6-7 ton/ha per masa panen, tahun berikutnya bisa meningkat dua kali lipat bahkan bisa lebih.

Panen buah naga dapat dilakukan bila buahnya berwarna merah mengkilap, jumbai atau sisik berubah warna dari hijau menjadi kemerahan. Panen dapat dilakukan dengan menggunakan gunting tajam dan pengguntingan tangkai buah dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada buah dan tanaman.

Setelah panen dilakukan sortasi untuk memisahkan buah yang layak dan tidak layak untuk dipasarkan (busuk, terserang penyakit, cacat, terlalu tua/muda dan lain-lain). Selanjutnya dilakukan grading (klasifikasi) sesuai dengan permintaan konsumen. Buah naga setelah dipanen dapat disimpan selama 1-2 minggu pada suhu 20o C atau 14o C.

 

Daftar Pustaka

Anonim. Panduan Teknis Budidaya Buah Naga. https://alamtani.com/budidaya-buah-naga/

Caca Sugiarto. 18 Hama dan Penyakit Buah Naga Menurut IPB + Cara Mengatasi. https://erakini.com/hama-dan-penyakit-buah-naga/

Emil S. 2011. Untung Berlipat dari Bisnis Buah Naga Unggul. Lily Publisher. Yogyakarta.

 

]]>
Ir. Elvina Herdiani, MP Wed, 28 Nov 2018 17:10:54 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1369-budidaya-buah-naga
Residu Pestisida pada Produk Segar Asal Tumbuhan (PSAT) http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1374-residu-pestisida-pada-produk-segar-asal-tumbuhan-psat bbpplembang PSATKeamanan pangan menjadi isu dunia yang memerlukan peran dan kepedulian pemerintah dalam rangka menjamin kesehatan masyarakat. Keamanan pangan selalu menjadi pertimbangan pokok dalam perdagangan, baik perdagangan nasional maupun perdagangan internasional.  Beberapa kegiatan yang mendukung ketersediaan bahan pangan adalah penanaman tanaman pangan,  buah-buahan dan sayuran yang ditanam oleh petani.  Sebagian besar target penanaman tersebut adalah peningkatan produksi sehingga  selalu mendapat perhatian terutama  kualitas hasil dari produk pertanian  agar harganya tidak anjlok ketika dijual di pasaran. Salah satunya adalah dengan memberikan bahan-bahan kimia yang terbungkus dengan nama pestisida dan pupuk.    

Pestisida bahan kimia untuk membunuh hama dan penyakit yang mengganggu pertumbuhan tanaman seperti serangga pemakan daun (ulat), serangga penghisap cairan tanaman maupun makhluk hidup super kecil seperti jamur, bakteri atau virus yang dapat mengganggu bahkan mematikan tanaman. Bahan  kimia tesebut tentu saja dapat kita sebut sebagai racun.  Pestisida yang disemprotkan  pada tanaman tentu saja akan terserap ke dalam jaringan tanaman melalui akar dan daun. Bahan kimia dari pestisida tersebut akan mengendap dalam tanaman yang disebut residu. Residu dari pestisida tentu saja akan terbawa pada hasil panen. Dalam jangka pendek, dampak negatif dari residu pestisida tentu tidak meninggalkan dampak negatif bagi tubuh kita, namun dalam jangka panjangnya mampu menimbulkan gangguan kesehatan seperti kerusakan ginjal, gangguan syaraf, metabolisme enzim hingga menggangu kesuburan dan gangguan janin.Sehingga kepentingan keamanan pangan masih menjadi kebutuhan kedua jika dibandingkan dengan peningkatan produksi produk pertanian.

Berbeda dengan bahaya cemaran biologi yang dapat terdeteksi dalam waktu singkat misalnya diare, bahaya cemaran kimia baru dapat dirasakan beberapa tahun kemudian. Residu pestisida yang tersisa pada produk pertanian dan kemudian terkonsumsi ke dalam tubuh manusia, memberikan dampak negatif terhadap kesehatan. Berbagai penelitian telah menunjukkan hal tersebut. Bolognesi dan Merlo (2011) memperlihatkan hubungan antara residu pestisida dengan penyakit yang sekarang ini banyak berkembang, di antaranya adalah leukemia, lymphomas, parkinson, kanker usus, dan keterbelakangan mental serta adanya korelasi positif antara orangtua yang terpapar pestisida dengan anak penderita kanker. Studi epidemiologi membuktikan bahwa beberapa bahan aktif pestisida seperti organoklorin dan sulfalat bersifat karsinogenik, sedangkan bahan aktif lain seperti DDT, klordan dan lindan bersifat sebagai pemicu tumor (Dich et al, 1997). International Agency for Research on Cancer (1994) juga menyatakan bahwa komponen arsenik dan insektisida bersifat  karsinogenik, artinya komponen tersebut berpotensi menimbulkan penyakit kanker.  Dampak dari residu pestisida terhadap kesehatan seseorang baru dapat diketahui dalam jangka panjang, apabila residu pestisida terkonsumsi secara terus menerus. Meskipun demikian, beberapa penanganan dapat dilakukan untuk mengurangi kadar residu pestisida pada produk pangan. Menurut Wibowo (2005), tingkat residu pestisida pada pangan segar dapat dikendalikan dan minimalkan dengan menerapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan penanganan pasca panen berupa pencucian. Namun demikian, PHT belum sepenuhnya diaplikasikan oleh para petani di Indonesia.   Beberapa perlakuan ini dapat mengurangi kandungan pestisida pada buah dan sayur,  adapun  caranya adalah  sebagai berikut:

Mencuci Sayuran / Buah

Mencuci buah  dan sayur dengan menggunakan air bersih dan mengalir diduga dapat mengurangi residu pestisidanya, namun cara mencucinya perlu ada perlakuan khusus.  Pertama bisa mencuci dengan air mengalir, dilanjutkan dengan merendam dengan air selama minimal 30 menit. Setelah direndam, ulangi mencuci dengan air mengalir sebelum dimakan/ dimasukkan ke dalam lemari es.

Rendam dengan air garam

Merendam buah dan sayuran dalam air garam dapat membantu menyingkirkan kotoran bersama dengan bahan kimia dan pestisida. Hal ini karena garam ampuh membunuh bakteri dan mahluk lainnya seperti ulat.

Baking Soda

Menggunakan Baking soda sebagai bahan pencuci merupakan cara yang efektif untuk mengurangi residu pestisida menurut para ahli. Mencuci dengan air plus larutan baking soda berkonsentrasi satu persen akan menghilangkan 80 persen thiabendazol (bahan aktif pestisida) dan 96 persen phosmet.

Dipanaskan

Memanaskan buah dan sayur pada suhu ekstrem efektif menyingkirkan bahan kimia dan pestisida.

Caranya, rebus air terlebih dahulu, rendam buah atau sayur dalam air ini selama 15 detik sampai 1 menit. Setelah itu, pindahkan buah atau sayur yang telah direbus ke mangkuk berisi air es. Dengan cara ini, kotoran akan lepas.

Rendam dalam larutan asam lemon

Lemon  yang dicampur dalam air menghasilkan larutan antimikroba. Dengan begitu, larutan ini akan menghancurkan kuman dan bakteri yang ada pada buah dan sayuran.Buatlah  jus dari setengah lemon untuk menyingkirkan kuman ini.

Menyikat buah dari lapisan lilin

Buah terutama apel lazim mengandung lapisan lilin di kulitnya.Cara terbaik untuk  mengetahui ada tidaknya lapisan lilin adalah dengan menyikat atau menggaruk kulit buah menggunakan pisau atau bahkan kuku Anda.

Merendam dengan asam sitrat

Buatlah larutan asam sitrat dengan melarutkan 1 sendok teh asam sitrat kedalam 1liter air kemudian rendam buah atau sayur selama 10 menit  untuk mematikan bakteri dalam sayur dan buah.

Rendam dengan air kunyit

Kunyit adalah bumbu yang biasa digunakan masyarakat India di masa lalu untuk menyingkirkan kotoran dan bakteri dari makanan. Tuangkan 1 sendok teh kunyit di air, lalu rendamlah buah dan sayuran dalam larutan ini.

Gunakan cuka putih

Cara ini mengharuskan Anda menakar 10 persen cuka dan 90 persen air. Setelah campuran siap, biarkan buah dan sayuran terendam dalam larutan ini selama 15-20 menit. Setelah itu, bilas. Cuka bisa mengurangi residu pestisida. Namun, tidak akan menyingkirkan secara tuntas. Untuk informasi, jangan rendam buah yang memiliki tekstur lembut seperti buah beri ke dalam larutan cuka karna akan menimbulkan kerusakan  dan menyerap pada buah beri.

Mengupas Buah

Jika ada yang berpendapat bahwa memakan buah beserta kulitnya terkecuali buah durian merupakan cara yang sehat, maka sepertinya sudah tidak berlaku di zaman now deh….mengupas kulit adalah cara sehat untuk menyantap buah-buahan. Kulit buah ditengarai sebagai tempat menumpuknya residu pestisida. Mengupas kulit juga dapat membuang lapisan lilin pelindung buah pada apel agar buah lebih tahan lama.Mengupas kulit apel dipercaya mampu mengurangi residu pestisida (sumber: gulalives.com)

Memilih Sayuran Berlubang

Secara logika  sayuran berlobang disukai ulat sehingga  diharapkan pestisida pada sayuran tersebut berkurang. Kadang kita melihat sayuran seperti kol dan sawi yang berlubang seperti ada ulatnya, maka percayalah sayuran tersebut aman dari residu pestisida. Logikanya, jika tanaman tersebut terpapar pestisida, maka kodisi sayuran akan mulus (bukan berlubang). Dengan cara mencuci saja (menghindari termakannya telur ulat) maka sayuran sudah bisa disantap kok. 

Memilih cara Budidaya

Untuk menghasilkan sayuran yang bebas pestisida, cobalah memilih produsen/petani yang membudidayakan  tanaman secara sehat, jangan hanya membeli di pasar. Budidaya sayuran secara hidroponik sudah banyak dilakukan dibeberapa wilayah seperti Bandung, Lembang, Bogor dan beberapa kota besar kita dapat membeli hasil panennya tentunya dengan harga yang lebih tinggi. Tanaman hidroponik itu non pestisida dalam pembudidayaannya sehingga sehat untuk dimakan.  Tanaman hidroponik aman dari pestisida (Sumber: merdeka.com).

Diharapkan dengan adanya cara-cara sederhana mengenai mengurangi residu pestisida pada pangan segar asal tumbuhan dapat diaplikasikan secara sederhana di kehidupan sehari-hari secara skala rumah tangga tani dan mulai memperhatikan penggunaan pestisida pada kegiatan budidaya tanaman. Sehingga bahaya-bahaya kimia akibat cemaran pestisida dapat dicegah sedini mungkin dan menumbuhkan  minat untuk memperhatikan keamanan  pangan  dalam sendi kehidupannya. 

Daftar Pustaka

Organic Consumers Association. "Italian Law Calls for All Organic Foods in Nation's Schools". Diakses tanggal 2013-06-21.

Office of Global Analysis, FAS, USDA. "Cuba's Food & Agriculture Situation Report"(PDF). Diakses tanggal 2008-09-04

Sukandar, Dadang; Baliwati, Yayuk Farida; Suhardianto, Anang (2007). "Ketahanan pangan rumah tangga petani penghasil beras organik"(PDF). Jurnal Gizi dan Pangan.

]]>
Ir. Saptoningsih, MP Tue, 02 Oct 2018 17:08:27 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1374-residu-pestisida-pada-produk-segar-asal-tumbuhan-psat
Budidaya Selada Romaine melalui Teknik Penanaman Aeroponik http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1295-budidaya-selada-romaine-melalui-teknik-penanaman-aeroponik bbpplembang romaine aeroponikSelada Romaine (Lactuca sativaL. var.longifolia) adalah salah satu jenis selada yang  memiliki ciri-ciri daun berwarna hijau gelap yang kokoh dan tinggi dengan rusuk yang kuat di tengah cabang. Seperti sayuran hijau gelap lainnya, antioksidan yang ditemukan dalam selada Romaine diyakini dapat membantu mencegah kanker. Selain itu, tanaman selada ini memiliki kandungan vitamin C, kalsium, dan potassium yang cukup tinggi yang bermanfaat bagi tubuh (Wikipedia, 2018).

Selada Romaine dapat dibudidayakan baik secara konvensional maupun hidroponik. Salah satu teknik yang digunakan dalam budidaya  selada Romaine secara hidroponik adalah teknik aeroponik, di mana teknik aeroponik merupakan teknik hidroponik yang penyuplaian air dan hara esensialnya berupa kabut  yang  disemprotkan pada akar-akar tanaman (Nickols, 2002  dalam  Jones, 2005). Didalam teknik aeroponik, terdapat dua media tanam yang dapat digunakan pada proses penyemaiannya, yaitu media sekam atau rockwool.

Proses pertama yaitu proses penyemaian. Jika menggunakan sekam, maka sekam dimasukkan ke dalam tray terlebih dahulu. Kemudian disiram sampai sekam tersebut jenuh.Tahap selanjutnya adalah menanam benih ke dalam sekam tersebut dan dibiarkan selama 7 hari di dalam ruang gelap atau tanpa terpapar sinar matahari. Setelah 7 hari, benih dipaparkan pada sinar matahari selama seminggu atau sampai benih berukuran ± 10 cm. Setelah benih berukuran 10 cm, akar benih dibersihkan dengan menggunakan air. Tahap selanjutnya adalah akar benih dililitkan dengan rockwool agar batang dapat ditegakkan ke dalam papan sterofoam pada instalasi aeroponik.

Selain menggunakan sekam, benih dapat disemai menggunakan media rockwool. Potong rockwool seperti dadu dengan ukuran ± 2,5 x 2,5 cm. Lalu diletakkan di dalam baki dan rockwool tersebut disiram dengan air sampai agak basah. Selanjutnya di tengah rockwool diletakkan benih di manasetiap 1 rockwool dibuat 1 lubang dan dimasukkan 1 benih. Setelah itu baki yang berisi rockwool dan benih diletakkan di dalam ruang gelap atau tanpa terpapar sinar matahari. Setelah 7 hari, benih dipaparkan pada sinar matahari selama seminggu atau sampai benih berukuran ± 10 cm. Kemudian benih yang telah mencapai tinggi 10 cm dipindahkan ke dalam papan sterofoam pada instalasi aeroponik. Adapun nilai EC pada TDS meter yang dianjurkan untuk selada Romaine adalah 1-1,5.

Pada umumnya penyakit dan hama yang sering menyerang pada saat budidaya selada Romaine dengan metode aeroponik adalah busuk daun dan kutu daun. Busuk  daun dapat diatasi dengan fungisida. Salah satu merek fungisida yang digunakan untuk membasmi busuk daun adalah anthraxol  dengan dosis pemberian adalah 1 gram per liter air. Sedangkan hama kutu daun dapat diatasi dengan insektisida dengan merek abuki dengan dosis pemberian adalah 1 ml per liter air.

Setelah 40-45 hari, tanaman selada Romaine dapat dipanen. Caranya adalah dengan menggunakan bantuan alat pemotong cutter. Selada dipotong di pangkal batang tanaman, kemudian dibuang daun yang dikira tidak layak untuk dilihat atau dikonsumsi, seperti daun berwarna hijau muda, mekar, dan terdapat bintik hitam atau coklat. Selanjutnya selada diletakkan di atas container yang telah dilapisi koran untuk diantar ke pengepul.

DAFTAR PUSTAKA

Jones,  J.  B.  2005.  Hydroponics:  A  Practical  Guide  for  The  Soilless  Grower.Second Edition.USA :CRC Press.

Wikipedia. 2018. Romaine Lettuce. https://en.wikipedia.org/wiki/Romaine_lettuce.[2 Juli 2018].

]]>
Bayu Sumantri, SE, M.Si Wed, 04 Jul 2018 09:38:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1295-budidaya-selada-romaine-melalui-teknik-penanaman-aeroponik
Penyampaian Pesan Penyuluhan Pertanian dengan Ceramah, Diskusi, dan Brainstorming http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1243-penyampaian-pesan-penyuluhan-pertanian-dengan-ceramah-diskusi-dan-brainstorming bbpplembang panen cianjur1Penyampaian penyuluhan pertanian yang baik harus sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Penyampaian pesan penyuluhan pertanian yang sering dilakukan oleh penyuluh pertanian di lapangan karena adanya keterbatasan dana atau biaya. Penyuluh sering menggunakan satu atau dua metode penyuluhan yaitu ceramah dan diskusi dimana pesan dapat disampaikan namun hasilnya kurang maksimal karena sasaran/petani akan merasa bosan bahkan kreativitasnya tidak muncul.  Dari 2 metode yang sering dilakukan ada metode yang sangat berdekatan yaitu brainstorming atau curah gagasan. Dengan menggabungkan ketiga metode penyuluhan pertanian tersebut, yaitu ceramah, diskusi dan brainstorming, maka dapat membangun semangat petani mengikuti kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian.

Penyuluhan  pertanian, yaitu suatu proses pendidikan dengan tujuan mengubah pengetahuan, keterampilan, dan perilaku masyarakat, belajar sambil bekerja dan percaya dengan apa yang dilihatnya dan merupakan pendidikan yang berkelanjutan (Ensminger, 1962).

Proses belajar yaitu tidak berhenti setelah tamat sekolah. Apa yang kita pikirkan dan lakukan dimasa lalu, saat sekarang dan yang kita rencanakan untuk masa mendatang menunjukkan terjadinya proses belajar.

Proses belajar mengajar orang dewasa adalah pemberian stimulasi dan motivasi, diharapkan nantinya melalui proses tersebut akan terjadi adopsi terhadap materi pembelajaran dalam penyuluhan yang diberikan. Agar stimulasi dan motivasi dapat diadopsi ada beberapa hal yang harus diamati dan dicermati yaitu melalui metode brainstorming, bagaiamana teknik penyelesaian masalah  yang dapat digunakan, baik secara individu maupun kelompok. Ada beberapa hal yang harus di perhatikan oleh penyuluh pertanian, agar brainstorming  menghasilkan gagasan baru dari sasaran penyuluhan yaitu:

a). Penyuluh Pertanian sebagai Komunikator, yaitu sejauh mana komunikator mampu menyampaikan stimulasi dan motivasi sebagai sasaran yang dapat menerima dan hal tersebut merupakan kebutuhan dari sasaran

b). Isi Pesan, yaitu sesuatu yang dapat menyentuh sasaran, dan menimbulkan hal-hal baru yang dapat dikembangkan

c). Media, yaitu melalui apa pesan tersebut disampaikan sehingga secara efektif dapat diterima, misalnya dengan menggunakan gambar, foto atau film yang menarik, menimbulkan semangat dan motivasi.

d). Metode, yaitu pesan yang dapat diterima dengan baik bila dilakukan dengan cara yang tepat.  Rakitan metode yang tepat maka penyampaian pesan akan efektif, diantaranya dengan ceramah, diskusi, dan brainstorming yang sering dilakukan oleh penyuluh pertanian dalam kegiatan proses pembelajaran dan kegiatan penyuluhan di lapangan.

e). Sasaran,  yaitu setiap kelompok sasaran mempunyai karakteristik yang berbeda. Analisa sasaran merupakan kunci dalam penyampaian stimulasi dan motivasi. Sasaran dalam penyuluhan yaitu pelaku utama (petani dan keluarganya), dan pelaku usaha (petani dalam usaha di bidang agribisnis).

Ada 4 tujuan dari  brainstorming yaitu:

  1. Menghasilkan banyak gagasan dengan cepat
  2. Mendorong kreativitas dan pemikiran sampingan
  3. Melibatkan  seluruh kelompok
  4. Membuktikan bahwa orang yang bekerja secara bersama-sama dapat mencapai sukses lebih dari pada seorang diri

Dalam kegiatan penyuluhan pertanian, dengan menyajikan topik  baik teknis maupun non teknis, biasanya diawali dengan ceramah, kemudian menanyakan sesuatu pada petani, “apa ada pertanyaan?”, “ada yang tidak jelas atau kita praktik saja”. Ini kegiatan penyuluhan katagori standar, jarang diminta adanya sumbang saran atau curah pendapat tentang materi yang sedang dibahas dan praktik atau demonstrasi cara yang akan dilakukan. Kegiatan penyuluhan dengan 3 metode dalam penyuluhan, lebih baik dan lebih berkesan pada petani yang mengikuti penyuluhan. Dalam praktiknya, brainstorming, apabila saat menyajikan dengan menggunakan media penyuluhan seperti gambar, film, dan menggunakan benda, lakukan dengan menanyakan “apa yang anda perhatikan?”, “apa yang ada dalam benak anda?", berikan  umpan balik, buat komentar-komentar tentang topik yang dibahas, sisipkan lelucon-lelucon yang menarik mengarah kepada topik  yang dibahas. Apabila curah pendapat sudah selesai, buat katagori gagasan-gagasan tersebut, buat keputusan, dan pilih yang tepat gagasan tersebut. Kunci keberhasilan dari branstorming yaitu penyuluh pertanian/fasilitator sebagai pemegang kendali, dam pemberi motivasi dalam menghasilkan gagasan-gagasan. Suasana dalam curah pendapat yaitu: Harus menyenangkan, humor, dan suasana hati yang ringan sehingga dapat meningkatkan kreativitas, dan toleran terhadap gagasan-gagasan gila dan catatan yang lucu.

Kegagalan brainstorming  diantaranya, yaitu:

  1. Tidak ada saling ketergantungan.
  2. Tidak menggunakan  gagasan-gagasan yang membangun.
  3. Kurang keahlian secara teknis.
  4. Kurang keterampilan yang melengkapi peserta lain.
  5. Kurang ahli dalam menuangkan curah pendapat.b
  6. Kurang keahlian dalam memimpin sesi curah pendapat.

Dalam kegiatan penyuluhan pertanian, janganlah menggunakan hanya satu atau dua metode, akan meninggalkan kesan membosankan tapi gunakan beberapa metode yang divariasikan minimal tiga metode penyuluhan yaitu, ceramah, diskusi dan brainstorming tentang topik yang sedang dibahas dalam penyuluhan.

 

]]>
Ir. Muharja Hasan, MP Fri, 23 Mar 2018 11:14:49 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1243-penyampaian-pesan-penyuluhan-pertanian-dengan-ceramah-diskusi-dan-brainstorming
Pertanian Organik di Tolikara, Papua http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1244-pertanian-organik-di-tolikara-papua bbpplembang pertaniantolikaraPertanian di Indonesia telah mencapai kemajuan yang sangat pesat, khususnya tanaman Hortikultura. Kabupaten Tolikara-Provinsi Papua sangat berdekatan dengan Kabupaten Wamena, merupakan kabupaten yang baru tumbuh kurang lebih 15 tahun, dengan jumlah penduduk kurang lebih 125.000 jiwa (BPS, 2013). Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, dan jumlah penyuluh pertanian honorer daerah sebanyak 50 orang.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pengembangan pertanian nasional, diarahkan kepada peningkatan produksi tanaman, yaitu pangan, perkebunan, dan hortikultura. Produktivitas berbagai jenis tanaman pangan memperlihatkan peningkatan yang mengagumkan, namun juga diikuti dengan peningkatan pemakaian pupuk kimia dan pestisida. Meningkatnya harga pupuk kimia dan pestisida, serta kurangnya sarana transportasi di daerah-daerah pertanian secara nyata dapat meningkatkan ongkos produksi. Pemakaian pupuk kimia dan pestisida secara kontinyu dan dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan penurunan kesuburan tanah, peningkatan pertumbuhan patogen, timbulnya gejala keracunan mineral pada tanaman, serta penurunan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

Di Kabupaten Tolikara, khususnya tanaman hortikultura yang ditanam oleh  petani setempat di Distrik Bokodini, komoditas unggulan seperti sayuran, nanas, kopi dan buah merah, tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida. Tanaman tersebut organic dan sangat aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Namun karena sulitnya transportasi dan mahal maka belum dapat meningkatkan pendapatan petani secara optimal. Pemerintah daerah melarang penggunaan pupuk kimia kecuali pupuk organik dan pestisida alami untuk menjaga kualitas produksi yang dihasilkan.

            Dalam usaha meningkatkan produksi dan kualitas tanaman dewasa ini, ahli pertanian mulai memperhatikan penerapan konsep-konsep pengendalian hama terpadu, yang mencakup: budidaya tanaman sehat, pelestarian dan pemanfaatan musuh-musuh alam, pengendalian hama non kimiawi dan penggunaan pestisida secara selektif. Hal-hal yang melatarbelakangi pentingnya penerapan pengendalian hama terpadu tersebut adalah semakin seringnya kegagalan panen yang diduga disebabkan oleh ledakan hama dan penyakit serta penurunan kesuburan tanah, hal tersebut dianggap sangat berhubungan erat dengan penanaman jenis sayuran secara monokultur dan penanaman tanaman sejenis secara terus menerus, serta tingginya tingkat pemakaian pupuk kimia dan pestisida.

            Sistem pertanian konvensional yang berdasarkan penggunaan zat-zat kimia telah menimbulkan banyak masalah polusi dan kerusakan sumber daya alam. Selama bertahun-tahun, ahli mikrobiologi dan ekologi mikroorganisme mencoba untuk menggolong-golongkan mikroorganisme tanah kedalam jenis yang menguntungkan atau yang merugikan, tergantung dari fungsi dan bagaimana pengaruhnya terhadap kualitas tanah, pertumbuhan, produksi dan kesehatan tanaman. Atas pertimbangan manfaat mikroorganisme dalam mengurangi masalah-masalah yang berhubungan dengan penggunaan pupuk kimia dan pestisida, sekarang mikroorganisme telah digunakan secara luas dalam pertanian akrab lingkungan dan pertanian organik. Oleh sebab itu Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tolikara melarang penggunaan bahan kimia, baik pupuk maupun pestisida. Semuanya harus organik, namun kepada petani belum banyak diperkenalkan organisme yang dapat menyuburkan tanah, Seperti Efektivitas Mikro Organism (EM) atau sejenisnya, yang dapat digunakan sebagai pemacu atau percepatan dalam pembuatan kompos.

            Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pemanfaatan mikroorganisme untuk meningkatkan produktivitas tanah dan tanaman, meninjau bagaimana peranan agen hayati dalam meningkatkan produktivitas lahan. Penekanan yang lebih khusus pada mikroorganisme zimogenik dan sintetik yang merupakan tahapan baru dalam perkembangan ilmu agronomi dewasa ini perlu mendapat perhatian untuk dikaji secara lebih mendalam.

            Dalam hal ini produktivitas tanah sangatlah memegang peranan yang penting demi keberhasilan suatu usaha tani, yaitu semakin tinggi suatu produktivitas tanah, semakin tinggi pula hasil panen yang diperoleh dalam usaha tani yang diterapkan. Ahli-ahli pertanian telah menemukan bahwa penambahan bahan organik secara tepat kedalam tanah dapat mencegah erosi tanah, mengurangi kehilangan unsur hara melalui aliran permukaan dan pencucian, serta meningkatkan dan mempertahankan produktivitas dan kesuburan tanah.

          bbpplembang pertaniantolikara1  Penyebab penurunan kesuburan tanah sangatlah beragam dan seringkali merupakan kombinasi dari berbagai faktor penyebab. Dapatlah disimpulkan bahwa penyebab utama dari penurunan produktivitas lahan adalah kurangnya pemahaman petani tentang hubungan sinergis antara mikroorganisme yang menguntungkan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Faktor-faktor penyebab penurunan kesuburan tanah adalah: 1) residu pupuk kimia dan pestisida di dalam tanah; 2) akumulasi zat-zat yang berbahaya dari akar-akar tanaman yang tersisa; 3) akumulasi mikroorganisme yang merugikan di dalam tanah akibat penanaman tanaman sejenis; dan 4) pemberian bahan organik secara tidak tepat.

            Pertanian organik selalu menghindari faktor-faktor yang dapat menurunkan kesuburan tanah. Namun masalah-masalah yang selalu muncul akibat dari penanaman secara terus menerus masih tetap belum terpecahkan walaupun keseluruhannya diterapkan secara organik. Kenyataan di lapangan menunjukkan, ada kalanya tanaman tumbuh sehat walaupun ditanam pada musim yang tidak cocok, dan ada pula tanaman yang ditanam pada lingkungan yang sama sering terserang oleh penyakit dan hama, sedangkan tanaman yang lainnya tumbuh subur. Apabila kita memperhatikan kualitas tanah dimana tanaman tumbuh dengan suburnya, tanah itu pasti mempunyai kualitas air yang baik, tingginya populasi mikroorganisme yang menguntungkan yang bertugas melarutkan unsur hara dan mengendalikan perkembangan mikroorganisme yang merugikan dengan sifat-sifatnya yang khusus. Jenis mikroorganisme yang menguntungkan pertumbuhan tanaman tersebut diistilahkan dengan mikroorganisme zimogenik dan sintetik (zymogenic and synthetic microorganisms).

            Populasi mikroorganisme yang dominan didalam tanah merupakan hal yang sangat menentukan sifat-sifat tanah secara biologis, yang juga merupakan salah satu faktor penentu produktivitas lahan. Ternyata hal ini seringkali terabaikan dalam usaha meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi pertanian. Kurangnya penelitian-penelitian yang mengarah kepada pemanfaatan agen hayati untuk meningkatkan produktivitas lahan merupakan bukti dari kurangnya perhatian peneliti terhadap masalah tersebut.

Peran penyuluh pertanian sangat penting untuk memberikan bimbingan kepada petani dan masyarakat tani dalam budidaya tanaman hortikultura secara organik agar dapat dipertahankan, guna keamanan dan keselamatan konsumen dimana lebih sehat mengkonsumsi tanaman organik.

 

]]>
Ir. Muharja Hasan, MP Fri, 16 Mar 2018 12:13:25 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1244-pertanian-organik-di-tolikara-papua
Edible Flowers, Bunga-bunga yang Bisa Dikonsumsi http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1181-edible-flowers-bunga-bunga-yang-bisa-dikonsumsi bbpplembang edibleflowersBunga selain indah dipandang mata, beberapa diantaranya ternyata juga bisa dimakan. Masyarakat di Indonesia sebetulnya telah terbiasa mengkonsumsi bunga, misalnya masyarakat di Jawa Tengah atau Jawa Timur sudah biasa memasukkan bunga turi sebagai salah satu bahan untuk pecel, begitupun etnis atau suku yang lain juga sudah terbiasa menggunakan jantung pisang yang merupakan bunga tanaman pisang, sebagai salah satu bahan masakan. Brokoli dan blumkol (kembang kol) juga merupakan bunga yang populer sebagai sayuran yang umum digunakan oleh masyarakat. Namun selain bunga-bunga yang umum dikonsumsi tersebut, ada juga beberapa bunga indah yang selain bisa menjadi hiasan pada makanan sekaligus juga bisa dikonsumsi.

Memilih Bunga yang Bisa Dikonsumsi

Bunga yang cantik dapat digunakan untuk menghias serta menambah warna, tekstur, aroma dan rasa pada hidangan. Bunga-bunga ini dapat disertakan pada makanan utama, makanan penutup, salad bahkan pada minuman. Tentu saja tidak semua bunga bisa dikonsumsi, untuk mengetahui apakah sekuntum bunga dapat dikonsumsi harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

-      - Pelajari jenis-jenis bunga yang bisa dikonsumsi dari berbagai referensi agar kita yakin dapat mengkonsumsi jenis bunga tertentu karena ada juga bunga yang mengandung racun.

-       - Konsumsilah bunga-bunga yang ditanam sendiri atau kita yakini aman untuk dikonsumsi artinya tidak menggunakan pestisida pada saat budidayanya, jangan gunakan bunga yang dipetik di tepi jalan karena dikhawatirkan sudah terkena polusi atau terkena paparan pestisida.

-     Gunakan bunga yang bersih, segar dan petiklah pada saat pagi di hari kita akan mengkonsumsinya, namun beberapa bunga juga bisa dikonsumsi setelah dikeringkan.

-    Makan kelopaknya saja, buang tangkai bunga, putik dan benang/serbuk sarinya, jangan makan bunga bila kita memiliki penyakit asma atau alergi.

-       Bila kita menderita alergi, mulailah memakan bunga secara bertahap karena dikhawatirkan dapat memperparah alergi kita.

-   Hindari mengkonsumsi bunga-bunga yang dapat mengakibatkan keracunan, diantaranya: hydrangea, daffodil (semacam bunga bakung), azalea, rhododendron, oleander dan bunga pukul empat.

Beberapa Jenis Bunga Cantik yang Biasa Dikonsumsi

 bbpplembang edibleflowers1    a. Mawar

Bunga mawar merupakan salah satu bunga yang paling populer yang bisa dikonsumsi, bunga ini biasanya digunakan dalam selai, jelly atau cake, juga biasa digunakan untuk minuman baik sebagai sirop ataupun teh. Karena kecantikan bunganya, mawar biasa digunakan sebagai hiasan makanan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa bunga mawar kaya akan protein, vitamin dan asam amino. Secara umum jika mawar tersebut wangi maka rasanya akan enak, semakin gelap warna bunganya, rasanya semakin enak. Gunakan hanya mahkota bunganya dan hilangkan pangkal bunganya sebelum dikonsumsi.

b. Pansy

Bunga Pansy memiliki banyak warna dan berbagai macam kombinasinya. Bunga-bunga ini memiliki rasa yang ringan dan segar atau rasa yang sejuk tergantung pada varietasnya. Ingatlah untuk hanya memakan mahkota bunganya dan menghilangkan putik dan benang sari sebelum dimakan. Pansy dapat digunakan untuk menghias koktail, sup dan makanan penutup, selain itu juga dapat digunakan untuk menghias bolu, kue kering atau hidangan penutup seperti puding.

c. Lavender

Bunga cantik ini dapat berwarna biru, ungu muda atau ungu tua.Jenis bunga yang liar kadang-kadang berwarna ungu kehitaman atau ungu kekuningan. Sebagai bunga konsumsi Lavender sebagian besar digunakan sebagai pelengkap salad, hal itu menambah sedikit rasa manis pada hidangan, memberi wangi jeruk. Bunga ini dapat digunakan dalam resep marshmallows dan digunakan sebagai hiasan kue

d. Bunga Sepatu

Bunga yang memliki nama latin Hibiscus sp ini dikagumi karena kecantikan dan warnanya yang cemerlang, mulai dari putih sampai merah, kuning sampai ungu dan lain-lain. Bunga ini memiliki cita rasa seperti jeruk yang dapat memperkaya berbagai macam hidangan. Bunga sepatu paling tepat digunakan pada salad buah, namun juga dapat digunakan pada hidangan penutup lain atau dibuat teh.

e. Dahlia

Semua jenis bunga dahlia bisa dikonsumsi, rasa dan teksturnya bisa sangat bervariasi tergantung pada tanah dan kondisi di mana bunga tersebut tumbuh. Rasanya mulai dari kacang chestnut sampai apel atau bahkan wortel.

f. Lily

Bunga lily manis dengan rasa hampir menyerupai melon atau mentimun. Mahkota bunga lily dapat digunakan pada salad, sup, dimasak dan disajikan sebagai sayuran atau dipotong-potong dan disajikan sebagai gorengan. Cobalah untuk menumis kuncup bunga atau bunganya yang dapat diisi dengan berbagai macam isian.

g. Gladiol

Rasa bunganya mirip lettuce dan merupakan wadah yang cantik untuk olesan krim atau mouse yang gurih maupun manis. Kita juga dapat mencampurkan mahkota bunganya satu per satu dalam salad untuk mempercantik warna salad tersebut. Jangan lupa membuang benang sari dan bagian pangkal bunga sebelum memakannya.

Resep Menggunakan Edible Flowers

  1. Es Batu Cantik

-       Cuci bunga-bunga dengan lembut dan hati-hati, pastikan tidak ada serangga, kotoran atau bahan-bahan lain yang tidak diinginkan. Beberapa bunga kecil dapat dipakai seutuhnya. Namun bunga-bunga yang besar seperti mawar hanya dipetik helaian mahkota bunganya.

-       Tuang sedikit air matang pada cetakan es batu sekedar melapisi dasar cetakan lalu letakkan bunga yang sudah dicuci dengan menyentuh sebanyak mungkin permukaan air.

-       Masukkan cetakan es batu ke dalam freezer sampai membeku.

-       Setelah lapisan pertama membeku, keluarkan cetakan kemudian isi kembali dengan air matang hingga penuh kemudian masukkan kembali ke dalam freezer.

-       Bila telah beku keluarkan es dari cetakan, maka es batu cantik siap untuk digunakan menghias berbagai macam minuman dingin.

2. Bunga Kristal

-          Siapkan bahan-bahan: 1 butir telur yang besar ambil bagian putihnya saja, ¼ sendok teh air es, bunga (edible flowers) dan gula tepung

-          Hilangkan benang sari bunga dengan mengguntingnya

-          Alasi rak kawat dengan kertas perkamen

-          Aduk putih telur dicampur air hingga berbusa

-          Pegang tangkai bunga dengan satu tangan sedangkan tangan yang lain memegang kuas kecil yang baru dan bersih

-          Celupkan kuas ke dalam campuran putih telur dan air kemudian pulaskan pada bunga dengan lembut dan hati-hati, pastikan semua bagian bunga terlapisi karena bagian yang terlewat akan layu dan kering

-          Percikkan gula tepung menggunakan sendok teh dengan hati-hati pada semua bagian bunga

-          Tempatkan bunga tersebut pada rak yang sudah dilapisi kertas perkamen

-          Simpan bunga di ruangan yang dingin dan kering selama 12-36 jam sampai mengering

-          Bunga kristal ini dapat digunakan untuk menghias cake atau makanan penutup

3. Cemilan Buah Berry

-          Siapkan bahan-bahan: 2 cangkir plain yoghurt, 3 sendok makan sirup maple (atau sesuai selera), air dari 1 buah lemon, 1 ½ cangkir buah berry (strawberry, raspberry dll), 1 sendok makan gula pasir, bunga (edible flowers) untuk hiasan

-          Siapkan mangkuk, campurkan yoghurt, sirup maple dan air lemon, aduk hingga merata kemudian simpan dalam lemari es selama satu jam

-          Tempatkan buah berry dalam mangkuk, campur dengan gula

-          Siram buah berry dengan sebagian campuran yoghurt, lapisi kembali dengan buah berry lalu siram kembali dengan campuran yoghurt, hiasi dengan bunga (edible flowers)

Daftar Pustaka

Charlie Nardozzi.2010. Edible Lanscaping – Growing Edible Flowers in Your Garden. https://garden.org/learn/articles/view/4132/

Mark Macdonald. 2017. List of Edible Flowers. https://www.westcoastseeds.com/garden-resources/articles-instructions/list-edible-flowers/

Monica Bhide. 2011. Berry Parfait with Edible Flowers. http://www.aarp.org/food/recipes/info-03-2011/berry-parfait-edible-flowers.html

]]>
Ir. Elvina Herdiani, MP Fri, 17 Nov 2017 22:23:35 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1181-edible-flowers-bunga-bunga-yang-bisa-dikonsumsi
Keamanan Pangan bagi Pelaku Usaha Pengolahan Hasil http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1119-keamanan-pangan-bagi-pelaku-usaha-pengolahan-hasil bbpplembang artikel keamananpanganPengelola usaha pengolahan hasil di Indonesia yang semangkin menjamur dan eksis sampai saat ini diakibatkan oleh memanfaatkan bahan baku utama produk hasil pertanian dalam negeri, mengandung komponen bahan impor sekecil mungkin. Untuk dapat bertahan usaha bidang pengolahan hasil harus memperhatikan keamanan pangan. Pengembangan sistem mutu industri pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri dan konsumen, yang saat ini sudah memulai mengantisipasinya dengan implementasi sistem mutu pangan. Karena di era pasar bebas ini industri pangan Indonesia mau tidak mau sudah harus mampu bersaing dengan derasnya arus masuk produk industri pangan negara lain yang telah mapan dalam sistem mutunya dan memuncaknya barang di pasaran sehingga kurangnya pengawasan dapat menjadikan bahaya terhadap konsumen.

Salah satu sasaran pengembangan bidang pangan adalah terjamin pangan yang dicirikan oleh terbebasnya masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan. Hal ini secara jelas menunjukan upaya untuk melindungi masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi standar dan persyaratan kesehatan. Sasaran program keamanan pangan adalah: (1) Menghindarkan masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan, yang tercermin dari meningkatnya pengetahuan dan kesadaran produsen terhadap mutu dan keamanan pangan; (2) Memantapkan kelembagaan pangan, yang antara lain dicerminkan oleh adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur keamanan pangan; dan (3) Meningkatkan jumlah industri pangan yang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan diberlakukannya UU No. 7 tentang Pangan tahun 1996 sebuah langkah maju telah dicapai pemerintah untuk memberi perlindungan kepada konsumen dan produsen akan pangan yang sehat, aman, dan halal. Gambaran keadaan keamanan pangan selama tiga tahun terakhir secara umum adalah: (1) Masih ditemukan beredarnya produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan; (2) Masih banyak dijumpai kasus keracunan makanan; (3) Masih rendahnya tanggung jawab dan kesadaran produsen serta distributor tentang keamanan pangan.

Pada permasalahan mutu pangan di pasaran bebas terdapat 4 masalah utama mutu dan keamanan pangan nasional yang berpengaruh terhadap perdagangan pangan baik domestik maupun Global (Fardiaz, 1996). Produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan mutu keamanan pangan yaitu: (1) Penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang atau melebihi batas produk pangan, (2) Ditemukan cemaran kimia berbahaya ( Pestisida, Logam berat, Obat-obatan pertanian) pada berbagai produk pangan, (3) Cemaran mikroba yang tinggi dan cemaran mikroba patogen pada berbagai produk pangan, (4) Pelabelan dan periklanan produk pangan yang tidak memenuhi syarat, (5) Masih beredarnya produk pangan kadaluarsa termasuk produk impor, (6) Pemalsuan produk pangan, (7) Cara peredaran dan distribusi produk pangan yang tidak memenuhi syarat, (8) Mutu dan keamanan produk pangan belum dapat bersaing di pasar internasional.

 

Implementasi Sistem Mutu

Implementasi Sistem Mutu dan Keamanan Pangan dari berbagai instansi terkait tentang implementasi Sistem Mutu dan Keamanan Pangan Nasional telah menyepakati berbagai kegiatan/sub program yang perlu dilakukan untuk menjamin mutu dan keamanan pangan secara nasional yang dibedakan atas program utama dan penunjang (Kantor Menteri Negara Urusan Pangan, 1997), sebagai berikut:

Program utama: (1) Pengembangan sumberdaya manusia pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (2) Pengembangan sarana dan prasarana pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (3) Pengembangan mutu dan gizi pangan, standarisasi mutu dan keamanan pangan; (4) Pengembangan sistem keamanan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (5) Penyelenggaraan pelayanan pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (6) Pemasyarakatan sistem mutu dan keamanan pangan; (7) Penelitian dan pengembangan mutu dan keamanan pangan; (8) Pengembangan harmonisasi internasional sistem pembinaan dan sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan; (9) Pengembangan sistem analisis resiko; dan (10) Pengembangan sistem jaringan informasi pembinaan mutu pangan.

Program Penunjang: (1) Kegiatan pengembangan pengendalian lingkungan; (2) Pengembangan penyuluhan mutu dan keamanan pangan; (3) Pengembangan peraturan perundang-undangan mutu dan keamanan pangan; dan (4) Pengembangan kelembagaan dan kemitraan dalam bisnis pangan.

bbpplembang artikel keamananpangan1Penerapan Sistem Manajemen Mutu

ITC (1991) dalam Hubeis (1994) menyatakan bahwa industri pangan sebagai bagian dari industri berbasis pertanian yang didasarkan pada wawasan agribisnis memiliki mata rantai yang melibatkan banyak pelaku, yaitu mulai dari produsen primer – (pengangkutan) – pengolah – penyalur – pengecer – konsumen. Pada masing-masing mata rantai tersebut diperlukan adanya pengendalian mutu (quality control atau QC) yang berorientasi ke standar jaminan mutu (quality assurance atau QA) di tingkat produsen sampai konsumen, kecuali inspeksi pada tahap pengangkutan dalam menuju pencapaian pengelolaan kegiatan pengendalian mutu total (total quality control atau TQC) pada aspek rancangan, produksi dan produktivitas serta pemasaran. Dengan kata lain permasalahan mutu bukan sekedar masalah pengendalian mutu atas barang dan jasa yang dihasilkan atau standar mutu barang (product quality), tetapi sudah bergerak ke arah penerapan dan penguasaan total quality management (TQM) yang dimanifestasikan dalam bentuk pengakuan ISO seri 9000 (sertifikat mutu internasional), yaitu ISO-9000 s.d. ISO-9004, dan yang terbaru yaitu ISO 22000.

Penerapan dan pendokumentasian Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) lebih mudah dibandingkan ISO. Tapi HACCP punya tahapan tertentu. Sebelum penerapan HACCP, pabrik (perusahaan) harus sudah menjalankan Good Manufacturing Practices (GMP) dan SOP dengan baik. Untuk kalangan pabrik tentu sudah tidak asing lagi, apa itu GMP. Cara-cara berproduksi dengan baik. GMP ini panduan mendetail dan harus mencakup semua proses produksi, mulai dari ketertiban karyawan, pest control (pengendalian hama), fasilitas gudang, kelengkapan rancangan gedung, keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja.

GMP harus diimplementasikan untuk semua bagian termasuk Processing Area, Logistik dan Area Penyimpanan (Gudang), Laboratorium, Manufacturing Area, Maintenance & Engineering, dan manajemen. Semua harus satu kata. Semua bagian harus secara komitmen dan konsisten mengimplementasikan GMP ini. Oleh sebab itu untuk memantau implementasi GMP di lapangan perlu dilakukan audit. Audit ini bisa dibagi menjadi audit internal dan eksternal. Audit internal berasal dari auditor yang ditunjuk dan diberi kewenangan untuk mengaudit pabrik tersebut. Audit internal ini bisa berasal dari gabungan karyawan dari berbagi bagian/departemen. Diharapkan audit internal ini bisa mengevaluasi dan memberi masukan kepada pihak yang bertanggungjwab di pabrik (perusahaan tersebut). Masukan dari auditor internal ini bisa dijadikan acuan untuk diadakan perubahan kebijakan. Manfaat dari auditor internal ini adalah jika ada temuan bisa dibahas secara internal pabrik dan tidak perlu sampai banyak pihak tahu. Auditor internal bisa tidak efektif dalam mengauditnya karena akan bersikap subyektif.
Menyajikan pengembangan sistem mutu dan keamanan pangan nasional, yang menekankan pada penerapan sistem jaminan mutu untuk setiap mata rantai dalam pengolahan pangan yaitu GAP/GFP (GoodAgriculture/Farming Practices), GHP (Good Handling Practices), GMP (Good Manufacturing Practices), GDP (Good Distribution Practices), GRP (Good Retailing Practices) dan GCP (Good Cathering Practices).

Mutu dan keamanan pangan harus benar-benar diperhatikan oleh produsen maupun konsumen. Hal ini dapat menjadi masalah yang sangat besar terhadap kesehatan dan kemajuan pasar bebas di Indonesia, sehingga mutu dan keamanan pangan dapat terjamin untuk dikonsumsi oleh konsumen.

 

Pustaka Acuan

Budi cahyono, Food Safety dan Implemrntasi Quality System

Drug and Food, Minstry of Health. Jakarta, September 1996.

Ferdiaz, S, 1996. Food Control Policy, WHO National Consultant Report Directorate of

Kantor Menteri Negara Urusan Pangan, 1997. Kebijakan Nasional dan Program Pembinaan Mutu Pangan, Jakarta.

Sussi astute @ yahoo. Com

]]>
Ir. Saptoningsih, MP Fri, 28 Jul 2017 00:00:08 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/artikel/artikel-pertanian/1119-keamanan-pangan-bagi-pelaku-usaha-pengolahan-hasil