Warning: file_exists(): open_basedir restriction in effect. File(/var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/httpdocs/plugins/obrss/content/content.php/language/en-GB/en-GB.plg_obrss_.content.ini) is not within the allowed path(s): (/var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/:/tmp/) in /var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/httpdocs/libraries/joomla/language/language.php on line 795

Warning: file_exists(): open_basedir restriction in effect. File(/var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/httpdocs/plugins/obrss/content/content.php/language/en-US/en-US.plg_obrss_.content.ini) is not within the allowed path(s): (/var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/:/tmp/) in /var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/httpdocs/libraries/joomla/language/language.php on line 795

Warning: file_exists(): open_basedir restriction in effect. File(/var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/httpdocs/plugins/obrss/content/content.php/language/en-GB/en-GB.plg_obrss_.content.ini) is not within the allowed path(s): (/var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/:/tmp/) in /var/www/vhosts/bbpp-lembang.info/httpdocs/libraries/joomla/language/language.php on line 795
Berita Pelatihan https://bbpp-lembang.info/ Tue, 30 Nov 2021 12:49:30 +0700 FeedCreator 1.8.3 (obRSS 1.9) https://bbpp-lembang.info/images/ Berita Pelatihan https://bbpp-lembang.info/ Berita seputar pelaksanaan Diklat di BBPP Lembang Tekad Petani Banda, Surga Indonesia Timur, Bangkitkan Agribisnis Pala http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1798-tekad-petani-banda-surga-indonesia-timur-bangkitkan-agribisnis-pala bbpplembang pelatihanK4 malukuBANDA TENGAH. Kawasan Timur Indonesia memiliki daya pikat tersendiri dalam hal keanekaragaman hayati terutama tanaman rempah. Selain cengkih dan lada, pala merupakan rempah-rempah dari Maluku, khususnya Kepulauan Banda. Sebagai rempah-rempah dengan nilai ekonomis tinggi, buah, fuli (salut biji), dan biji pala telah menjadi komoditas perdagangan penting sejak masa Romawi.

Seperti yang diungkapkan oleh Saadiah Uluputty, Anggota Komisi IV DPR RI, saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Petani Kerjasama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian, dengan Komisi IV DPR RI, Jumat (19/11/2021). “Pala memiliki cerita sejarah masa lalu. Daerah ini sudah menjadi daerah perdagangan bangsa Cina, Timur Tengah, dan Eropa. Interaksi orang Banda dengan orang luar sudah biasa dilakukan dari dahulu. Orang Banda lahir dengan pala,”ungkap Saadiah.

Lebih lanjut disampaikan oleh Saadiah bahwa “Pala banyak diminta di pasar luar negeri sebagai rempah bumbu masakan dan obat-obatan. Maka dalam rangka mendukung Program Gerakan Tiga Kali Ekspor maka pengetahuan tentang budidaya pala yang baik, pengelolaan panen dan pascapanen serta pengolahan hasil, sangat penting untuk meningkatkan volume ekspor pala.  Di samping itu, penting juga kita upayakan dari sisi kelembagaan, dan bagaimana menyiapkan sertifikasi untuk skala ekspor,” jelasnya.

“Orientasi bertani saat ini jangan hanya tanam lalu jual tapi sudah harus berorientasi bisnis,” pesannya di hadapan 120 orang peserta yang hadir. “Saya mengingatkan pula bahwa saat ini semua sektor sudah memanfaatkan teknologi informasi. Pemasaran hasil pertanian juga sudah banyak secara online, karenanya saya minta petani dan pelaku usaha komoditas pala harus bisa beradaptasi dengan itu agar bisa menjual hasil panen pala yang berkualitas baik dan nilai jual tinggi.”

“Saya sebagai anggota DPR RI dari Komisi IV yang membidangi pertanian, akan berusaha memperbaiki tata kelola, mendorong Kementerian Pertanian menjalankan fungsi koordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, saya menginginkan izin dan sertifikasi komoditas pertanian harus dikeluarkan oleh daerah sentra komoditas tersebut,” ungkap Saadiah.

“Ini untuk mendukung konsep dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, tentang merdeka ekspor, bahwa ekspor harus dari daerah penghasil,” jelasnya. “Harga dipengaruhi kualitas produk, maka diperlukan peningkatan kompetensi petani melalui pelatihan ini,” ujar Saadiah mengakhiri sambutan.

Di setiap kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa, “Gerakan tiga kali lipat ekspor akan mempengaruhi perekonomian negara, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya. Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa, “Badan Penyuluhan SDM pertanian memiliki 3 pilar yaitu pelatihan, penyuluhan, dan pendidikan yang akan mendukung Program Kementan, salah satunya Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor  (Gratieks)

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika, saat memberikan sambutan menyampaikan,”BBPP Lembang menyelenggarakan pelatihan ini untuk update informasi dan wawasan terbaru terkait perkembangan pertanian saat ini dan cara melakukan agribisnis pala yang baik dan menguntungkan.”

Selama berlatih 2 hari, peserta memperoleh materi inti secara klasikal dan praktik dari para fasilitator yang berasal dari BPTP Provinsi Maluku, Dinas Pertanian Provinsi Maluku dan Widyaiswara BBPP Lembang tentang Teknologi Budidaya Buah Pala; Teknologi Pengolahan Buah Pala; dan Strategi Pemasaran Hasil Olahan Buah Pala. Peserta praktik membuat selai buah pala yang diajarkan langsung oleh Widyaiswara BBPP Lembang, Saptoningsih.

Salah seorang peserta, Jumat Laaci, menyampaikan kesannya mengikuti pelatihan ini. “Pelatihan ini menyegarkan wawasan kami tentang budidaya pala yang baik dan membuka wawasan strategi pemasaran pala sehingga harga jualnya tinggi,” ujarnya. 

 

]]>
Chetty Meitrianty Mon, 22 Nov 2021 16:29:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1798-tekad-petani-banda-surga-indonesia-timur-bangkitkan-agribisnis-pala
Suasana Haru Selimuti Pengukuhan Petani Muda Magang ke Jepang Angkatan XXXVII http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1797-suasana-haru-selimuti-pengukuhan-petani-muda-magang-ke-jepang-angkatan-xxxvii bbpplembang pengukuhan magang jepang2LEMBANG. Dalam rangka menumbuhkembangkan minat petani muda untuk terus bergerak di sektor pertanian, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, menyelenggarakan Program Magang Pertanian ke Jepang.

Proses seleksi awal dimulai dari peserta mengikuti Pelatihan Kewirausahaan, dilanjutkan Orientasi Magang di P4S IKAMAJA dan terakhir Pelatihan Pemantapan Magang ke Jepang.

“Indonesia membutuhkan petani milenial yang siap bersaing secara global. Untuk itu, kemampuan tenaga tani harus disiapkan, salah satunya melalui program magang," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam setiap kesempatan. Ini agar kelak petani muda bisa membangun pertanian di wilayahnya masing-masing.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan, “petani milenial harus disiapkan untuk terjun ke bisnis pertanian, baik bisnis pertanian level dalam negeri maupun di level internasional. Salah satu caranya dengan magang ke Jepang,” jelas Dedi.

bbpplembang pengukuhan magang jepangTahun 2021, sebanyak 10 pemuda tani program magang ke JAEC Tokyo, telah selesai mengikuti Pelatihan Pemantapan Magang ke Jepang.

Pemantapan ini merupakan angkatan XXXVII sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1984. Pemantapan dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mulai tanggal 31 Oktober - 21 November 2021 dengan komposisi peserta berasal dari Provinsi Sumatera Utara,  Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Selama 21 hari, peserta memperoleh materi pemantapan Fisik, Mental, dan Disiplin (FMD), Budaya dan Bahasa Jepang, Etika Pergaulan Internasional, Motivasi dan Komitmen Magang Jepang, Motivasi Berprestasi, Pengembangan Usahatani Pasca Magang, dan Kelembagaan Petani.

Selama pemantapan, peserta didampingi dan dibimbing fasilitator dari Widyaiswara BBPP Lembang, LPK Putra Maju Lembang, P4S Enoi Hikari Ikamaja, P4S Karya Ikamaja Lebak Banten, dan P4S Terpadu Ikamaja Garut.

Sebelum penutupan, Sabtu (20/11/2021), dilaksanakan Pengukuhan Petani Muda Indonesia Program Magang ke Jepang, dihadiri oleh Tim Manajemen BBPP Lembang Koordinator dan Sub Koordinator, Widyaiswara, Presiden Ikatan Keluarga Alumni Magang Jepang (Ikamaja) Ferdi Saefullah, dan para Sensei dari P4S sekaligus alumni Ikamaja.

Pengukuhan ditandai dengan pelepasan tanda peserta pemantapan dan penyematan pin bendera merah putih dan lambang garuda, pengantar pengukuhan oleh Presiden Ikamaja dilanjutkan Ikrar Dharma Mulia Petani Indonesia dan menyanyikan lagu Mars Kenshusei.

Suasana haru menyelimuti ruangan tempat pengukuhan saat satu-persatu peserta hormat dan mencium bendera merah putih, dengan diiringi lagu tanah airku.

Koordinator Penyelenggaraan Pelatihan, Dedih Zaenudin, berpesan, “Ada 2 hal yang perlu diingat oleh adik-adik semua saat nanti berada di negeri sakura, yaitu pertahankan rasa nasionalisme karena kalian duta bangsa untuk mengemban amanah menuntut ilmu di Jepang dan yang kedua bahwa sebagai petani milenial yang sudah mengikrarkan Darma Mulia Petani Indonesia, untuk terus mengingat dan mengamalkannya,” ungkap Dedih.

Perwakilan peserta dari Sumatera Utara, Syahma Putra Panjaitan, mengungkapkan kesannya mengikuti kegiatan pemantapan, “dengan mengikuti kegiatan ini maka fisik mental disiplin kami terlatih, dan kami bisa mengenal budaya Jepang dan mahir berbahasa Jepang sebagai bekal kami 11 bulan berada di negeri matahari terbit ini,” ungkapnya.

bbpplembang pengukuhan magang jepang1Sementara Imsa dari Lumajang Jawa Timur dan Alek Sujana peserta dari Ciamis mengungkapkan harapannya, “kami senang sekali akan berangkat ke Jepang. Sebagai duta petani muda, kami akan bersugguh-sungguh menyerap semua ilmu yang kami peroleh di sana dan kami akan kembangkan di wilayah kami sepulangnya dari sana,” ungkap mereka kompak.

Ditemui terpisah, salah satu orangtua peserta dari Kabupaten Bandung Barat, M. Haider Ali, Adang dan Neneng, menyampaikan, “kami bangga sekali putera kami dan teman-temannya bisa berangkat ke Jepang, ini sebagai harapan baru untuk kemajuan pertanian Indonesia. Kunci sukses adalah jujur dan menjaga sholat,” jelas Adang. Semntara Neneng menyelipkan doa untuk puteranya, “semoga sukses melaksanakan tugas selama di Jepang dan bisa memiliki keluarga baru di sana,” ungkapnya. 

 

]]>
Yoko/Chetty Mon, 22 Nov 2021 08:58:54 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1797-suasana-haru-selimuti-pengukuhan-petani-muda-magang-ke-jepang-angkatan-xxxvii
Berikan Motivasi Petani Millenial, Kepala BPPSDMP: Bertani Harus Menghasilkan Duit yang Banyak http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1796-berikan-motivasi-petani-millenial-kepala-bppsdmp-bertani-harus-menghasilkan-duit-yang-banyak Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi, tiba di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada Jumat (12/11).  

bbppl-kabadan 2

Kedatangannya kali ini dalam rangka membuka Pelatihan Sistem Agribisnis Modern berbasis Smart Farming bagi Petani Milenial yang akan dilaksanakan pada 11 November - 2 Desember 2021.  

Di Aula Catur Gatra BBPP Lembang, Prof. Dedi menyapa peserta pelatihan dari kalangan petani milenial.  

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan laporan awal pelaksanaan kegiatan. "Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja petani milenial dalam menjalankan agribisnis," jelasnya.  

Dalam sambutannya, Prof. Dedi menyampaikan arahan dan materi kebijakan pembangunan SDM pertanian.   "Pertanian harus menghasilkan duit yang banyak," buka Prof Dedi membangun semangat para petani millenial.  

Ia kembali menegaskan pertanian saat ini harus sudah bertransformasi dari pertanian konvensional ke pertanian modern. Generasi milenial diharapkan dapat mewujudkan transformasi tersebut membangun pertanian Indonesia maju, mandiri, dan modern.    

"Pertaniaan saat ini harus didampingi dengan inovasi dan teknologi. Jika tidak bisa memanfaatkan teknologi, jangan kau sentuh lagi pertanian," katanya yang disambut tepuk tangan para peserta.  

Disampaikan Dedi, petani milenial saat ini masih di angka 40%. Ia berharap banyak kepada petani milenial saat ini untuk dapat menerapkan teknologi smart farming.   "Smart farming berarti bertani dengan smart. Smart berarti cerdas,"  

Dedi berpesan, agar para petani milenial dapat memilih komoditas dan teknologi yang tepat sehingga tujuan bertani yang menghasilkan duit banyak dapat tercapai.   Pelatihan Sistem Agribisnis Modern berbasis Smart Farming bagi Petani Milenial diikuti oleh 43 orang peserta yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, DIY, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.  

Sebagai penutup, Dedi menaruh harapan besar kepada generasi milenial saat ini. Menurutnya, petani milenial menjadi ujung tombak transformasi pertanian konvensional menuju pertanian modern. Ia juga memotivasi bahwa petani milenial pasti bisa membangun sistem agribisnis modern. DRY

]]>
dary Fri, 12 Nov 2021 08:51:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1796-berikan-motivasi-petani-millenial-kepala-bppsdmp-bertani-harus-menghasilkan-duit-yang-banyak
BBPP Lembang ajak Negara Amerika Latin dan Karibia Ciptakan Kemasan Kreatif http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1790-bbpp-lembang-ajak-negara-amerika-latin-dan-karibia-ciptakan-kemasan-kreatif bbppl-fpamerika

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang kembali dipercaya sebagai penyelenggara “Online Training Course on Food Packaging and Labelling for Caribbean and Latin America Countries”, 1-5 November 2021. Pelatihan dilaksanakan secara virtual dengan Learning Management System (LMS) sebagai media pembelajaran. Berkolaborasi dengan (Non-Aligned Movement Centre for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC), online training course dibuka pada Selasa (2/11) oleh Acting Director of NAM CSSTC, Diar Nurbintoro.

Pada sambutannya Diar menyatakan bahwa “pelatihan packaging and labelling ini menjadi penting untuk dilakukan karena dapat menambah nilai jual suatu produk”.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Leli Nuryati, turut hadir dan menyampaikan materi kebijakan pertanian dan pengemasan di Indonesia. Dilanjutkan oleh Imtiaz Husein, menyampaikan materi kebijakan pengemasan bagi produk-produk halal. Materi mengupas tentang syarat pengemasan produk halal, cara penyimpanan, dan cara meningkatkan nilai jual produk.

Estu Hariyani, Fiadini Putri, dan Saptoningsih, Widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi pengolahan hasil menjadi fasilitator pada sesi tatap muka melalui zoom virtual conference selama tiga hari.

Dasar-dasar pengemasan menjadi materi pertama yang disampaikan oleh Saptoningsih. “Terdapat tiga jenis kemasan. Kemasan primer yakni kemasan yang langsung digunakan untuk mengemas produk, kemasan sekunder, dan kemasan tersier,” jelasnya. Lebih lanjut ia memaparkan persyaratan bagi pengemasan, bahan-bahan yang dapat dibuat sebagai kemasan, dan kemasan kreatif agar produk lebih menarik. Fiadini Putri juga melengkapi dengan materi tipe-tipe kemasan.

Untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman peserta, Widyaiswara melakukan praktik membuat wax coating atau pengemasan dengan membuat lapisan pada produk segar seperti buah dan praktik membuat paper bag. Hari terakhir sesi virtual learning, Estu Hariyani mengisi materi pelabelan. Ia menjelaskan komponen informasi yang wajib dicantumkan pada label suatu produk.

Sebagai referensi peserta, Ia juga memperkenalkan Canva sebagai salah satu aplikasi desain online yang dapat digunakan untuk membuat label dengan cepat dan mudah.

“Such an honorable to me to join this training! All facilitators are great, I get many lessons and new experience here. Thank you NAM CSSTC and ICAT Lembang (Menjadi suatu kehormatan bagi saya dapat mengikuti pelatihan ini. Fasilitator menyampaikan materi dengan baik. Saya mendapat banyak ilmu dan pengalaman baru di sini)”, ungkap Angla Yaneth, salah satu peserta dari Colombia.

Sebagai salah satu Unit Pelatihan Teknis (UPT) di bawah komando Eselon I Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), BBPP Lembang berkomitmen mencetak SDM manusia yang unggul dan berdaya saing melalui pelatihan dalam dan luar negeri.

Sepanjang 2021 BBPP Lembang telah dipercaya menjadi fasilitator pada tujuh pelatihan online internasional, antara lain Online Training Course on Strawberry Production for ASEAN Countries, dan enam pelatihan lainnya yang merupakan kerjasama BBPP Lembang dengan NAM CSSTC bertemakan Online Training Course on Hydroponic, Tissue Culture, serta Packaging and Labelling bagi negara-negara Afrika, Amerika Latin, dan Karibia.

Adapun pelatihan yang dilakukan bertujuan meningkatkan kapasitas SDM pertanian yang unggul dan berdaya saing. Hal tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang menilai SDM pertanian menjadi investasi terbaik mewujudkan visi pertanian Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045.

“Kementerian Pertanian sangat serius untuk memajukan pertanian, dari hulu sampai hilir. Oleh karena itu, kami selalu berupaya meningkatkan kapasitas SDM pertanian, termasuk penyuluh. Dengan SDM berkualitas, pertanian Indonesia akan selalu berproduksi dengan positif,” kata Syahrul Yasin Limpo, pada suatu kesempatan.

Dedi Nursyamsi, Kepala BPPSDMP juga memperkuat pernyataan Mentan. Ia menilai pertanian Indonesia dapat tumbuh dengan pesat seperti Jepang jika diikuti dengan peningkatan kapasitas SDM pertanian.

“Kuncinya adalah pembangunan SDM-nya, pendidikannya, pelatihannya, penyuluhnya,” tegas Dedi. Tak hanya Jepang, menurut Dedi Indonesia juga memiliki pengalaman dalam peningkatan kapasitas SDM yang mampu membawa Indonesia menjadi negara swasembada pangan. 

]]>
dary Fri, 05 Nov 2021 14:32:54 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1790-bbpp-lembang-ajak-negara-amerika-latin-dan-karibia-ciptakan-kemasan-kreatif
Buka Pemantapan Magang Jepang, Ini Pesan Kepala BPPSDMP http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1791-buka-pemantapan-magang-jepang-ini-pesan-kepala-bppsdmp Ekspresi semangat dan bahagia nampak di wajah 10 orang pemuda tani pemantapan magang Jepang. Mereka tiba di Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang pada Ahad (31/10).  

bbppl-magangjpg

Sebelumnya, para peserta telah menjalani masa orientasi selama 2 bulan di P4S terdekat di wilayah tempat asal masing-masing peserta.  

Pemantapan dilaksanakan selama 21 hari efektif, mulai dari 31 Oktober sampai dengan 21 November 2021 di kampus BBPP Lembang dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Enoi Hikari Ikamaja Kota Tasikmalaya.  

Senin (1/11), pembukaan secara resmi oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nusyamsi. Dalam sambutannya, Dedi kembali membangkitkan semangat peserta sebagai harapan pertanian Indonesia.  

"Pertanian menjadi salah satu sektor yang tetap tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu kita memiliki harapan besar pada generasi milenial," kata Prof Dedi.  

Lebih lanjut, Dedi menegaskan peningkatan kapasitas SDM pertanian yang sejalan dengan peningkatan alat mesin pertanian (alsintan) dapat mempercepat transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern.  

"Kita harus mengubah pola pikir lama bahwa pertanian hanya sekadar menanam dan panen, menjadi pola pikir baru bahwa dalam pertanian ada proses pascapanen untuk meningkatkan nilai jual," tegasnya.

Dedi berpesan generasi milenial harus lebih kreatif dan dapat meningkatkan harga jual produk pertanian agar lebih bernilai.  

"Kalian harus bisa beradaptasi, dari segi iklim, makanan, hingga kebiasaan. Jepang sangat berbeda dengan Indonesia," pungkas Prof. Dedi.  

Generasi milenial sebagai penerus bangsa memegang peranan penting, termasuk di sektor pertanian. Kementerian Pertanian di bawah Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mendukung penuh petani milenial untuk terus produktif dan berkarya.  

Pemantapan Magang Jepang, Pelatihan bagi Petani Milenial, dan Pelantikan Duta Petani Milenial (DPM) menjadi bentuk nyata komitmen Kementan mencetak petani milenial.  

“Alam yang bersahabat, air tidak pernah hilang, angin terus berhembus. Bahkan Indonesia adalah negara keempat dengan lahan pertanian terluas di dunia. Indonesia adalah negara hebat,” tuturnya.  

Dengan potensi yang sangat besar itu, SYL mengingatkan petani milenial tidak boleh kalah dari generasi sebelumnya yang tanpa dukungan informasi teknologi bisa mencapai swasembada pangan.  

“Mereka hebat di zamannya. Tapi kalian sudah menggunakan teknologi, ada gadget dan bisa berhubungan setiap saat, bahkan menit, seharusnya kalian lebih hebat dari generasi yang lalu,” tegasnya.  

Karena itu SYL selalu mengingatkan, petani milenial harus mempunyai militansi yang tinggi. Ciri-ciri milenial itu, selalu berpindah, tidak takut gagal dan berani mencoba.

“Wajar jika seorang milenial selalu ingin berganti dan mencoba hal yang baru. Tapi saya pastikan petani milenial tidak boleh kalah. Kalau takut gagal itu kolotnial,” kata SYL.

]]>
dary Mon, 01 Nov 2021 14:45:31 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1791-buka-pemantapan-magang-jepang-ini-pesan-kepala-bppsdmp
Mentan: Pemerintahan yang Baik Dimulai di Tingkat Kecamatan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1782-mentan-pemerintahan-yang-baik-dimulai-di-tingkat-kecamatan bbpplembang pelatihancamatMAGELANG. Kementerian Pertanian menyelenggarakan Pelatihan Pertanian bagi Camat seluruh Indonesia untuk Mendukung Ketersediaan Pangan.

Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari dengan metode Blended Learning, memadukan sesi online berbasis Learning Management System (LMS) untuk sesi asyncronous, dan zoom meeting untuk sesi syncronous serta tatap muka (offline). Sesi offline dilaksanakan pada 28 Oktober 2021, dan sesi online pada 29 Oktober 2021.

Pelaksanaan sesi offline dibuka secara resmi oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Kamis (28/10/2021). Hadir dalam pembukaan Direktur Kementerian Dalam Negeri serta jajaran Eselon 1 dan 2 Kementerian Pertanian.

“Pemerintaan yang baik dimulai dengan camat yang baik,” ungkap SYL. “Hadirkan pemerintahan yang baik dan kuat untuk bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pesan penting Bapak Menteri kepada para Camat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan, “Pusat gerakan pembangunan pertanian itu ada di kecamatan dengan komandannya adalah Camat. “Ini penting untuk mensinergikan program pembangunan baik desa dan kota,” kata Dedi.

“Pembangunan di kabupaten berhasil bila di tingkat kecamatan berhasil, dan pembangunan di tingkat provinsi akan berhasil bila pembangunan di kabupaten juga berhasil,” jelasnya.

Ribuan peserta pelatihan hadir secara virtual melalui zoom, tersebar di 36 titik lokasi seluruh Indonesia.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bertanggung jawab melaksanakan pelatihan di 4 titik wilayah binaan, yaitu Provinsi Jawa Tengah mengambil Lokasi di Polbangtan Magelang diikuti 38 peserta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berlokasi di Polbangtan Yogyakarta dengan peserta 40 orang, Provinsi Maluku bertempat di Dinas Pertanian dihadiri 40 peserta, dan di Provinsi Maluku Utara lokasi di Kantor Dinas Pertanian peserta 40 orang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, juga memberikan pencerahan kepada peserta bahwa pembangunan pertanian itu home basenya di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Semuanya bertujuan agar kesejahteraan petani meningkat,” jelas Ajat.

Sebanyak 5 materi inti disampaikan kepada peserta selama pelatihan. Materi pertama Prospek Wirausaha Integrated Farming Berbasis Jagung di Lahan Kering disampaikan oleh Netti Tinaprilla dari Institut Pertanian Bogor.

Selanjutnya Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan Kementan menyampaikan materi Dukungan Program Pembangunan Pertanian Integrated Farming Berbasis Jagung di Lahan Kering Kecamatan.

Widyaiswara BBPP Lembang, Muharja, menyampaikan materi tentang Manajemen Kostratani. Dijelaskan 5 fungsi Kostratani yang harus diketahui, dipahami dan diaplikasikan oleh para Camat sebagai penanggung jawab program kostratani di tingkat kecamatan.

Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri, selanjutnya menyampaikan materi Peran dan Kedudukan Kecamatan sebagai Perangkat Daerah Kewilayahan dalam Mengkoordinasi Pendamping dan Penyuluh di Wilayah Kecamatan melalui Rumah Bersama.

Hari kedua, peserta memperoleh materi tentang Pemupukan Berimbang, Kredit Usaha Rakyat, dan Peran Camat dalam Pendampingan dan Pengawalan Pertanian yang disampaikan oleh Direktur Pembiayaan Kementan.

Sunaryo, salah seorang peserta yang merupakan Camat Galur Kulonprogo menyampaikan, “Pelatihan ini menggugah kesadaran kami. Kami akan meningkatkan kepedulian dan kinerja dalam mendukung pembangunan pertanian di wilayah kami, bersanding dengan sektor lainnya.”  

 

]]>
Yoko/Chetty Fri, 29 Oct 2021 10:31:21 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1782-mentan-pemerintahan-yang-baik-dimulai-di-tingkat-kecamatan
Tujuh Negara Afrika Antusias Belajar Pengemasan dan Pelabelan Halal dan Kreatif http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1788-tujuh-negara-afrika-antusias-belajar-pengemasan-dan-pelabelan-halal-dan-kreatif Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang kembali dipercaya menyelenggarakan pelatihan internasional kerja sama Kementerian Peetanian dan NAM CSSTC. Pelatihan kali ini menjadi pelatihan kelima di tahun 2021.  

Bertajuk "Online Traning Course on Food Packaging and Labeling for African Countries", pelatihan diselenggarakan pada 25 - 29 Oktober 2021.  

bbppl-namfplafrika

Peserta sebanyak 32 orang dan berasal dari negara-negara Afrika antara lain Burundi, Ethiopia, Gambia, Kenya, Madagaskar, Rwanda, dan Tanzania & Zanzibar.  

Proses pembelajaran menggunakan Learning Management System (LMS) pada laman elearningbbpplembang.com. LMS memungkinkan peserta untuk mengakses semua dokumen sebelum, selama, dan setelah proses pembelajaran berlangsung.  

Disampaikan Ajat Jatnika, Kepala BBPP Lembang, pada sosialisasi LMS, "pembelajaran dengan sistem LMS ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan peserta untuk mengakses materi melalui bahan ajar, bahan tayang, dan video yang telah disusun oleh tim,".  

Ajat berharap pelatihan kali ini dapat meningkatkan kapasitas SDM pertanian negara-negara Afrika, khususnya di bidang pengemasan dan pelabelan serta dapat berdampak positif pada nilai jual produk pertanian.  

Dr. Imtiaz Husein, Technical Lead Auditor and Food Technologist of Halal Food Authority of United Kingdom, menyampaikan materi "Halal Packaging and Labelling".    

Tiga Widyaiswara BBPP Lembang, Saptoningsih, Estu Hariyani, dan Fiadini Putri berkolaborasi menyampaikan materi dasar-dasar pengemasan dan pelabelan, jenis-jenis pengemasan dan pelabelan, desain untuk industri kecil, hingga cara membuat desain label menggunakan aplikasi sederhana.  

Pengemasan dan pelabelan merupakan salah satu tahapan dalam penanganan pascapanen produk pertanian. Tahapan ini menjadi penting untuk meningkatkan nilai jual suatu produk.  

Acting Director of NAM CSSTC, Diar Nurbintoro, menegaskan "Pascapanen produk pertanian menjadi fokus NAM-CSSTC. Oleh sebab itu, kami memperluas upaya untuk meningkatkan kemampuan SDM Pertanian dalam mengenali tantangan, masalah, dan peluang pengemasan dan pelabelan makanan."  

Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi, menjelaskan “SDM berkapasitas sangat diperlukan dalam mendukung misi Kementan, transformasi pertanian tradisional menuju modern.”  

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyatakan "SDM menjadi kunci kemajuan pertanian Indonesia. Oleh karena itu peningkatan SDM perlu dilakukan terus-menerus".  

Online Traning Course on Packaging and Labelling for African Countries menjadi wujud komitmen Kementan dan BBPP Lembang mensukseskan sektor pertanian melalui kualitas SDM di kancah nasional maupun internasional. DRY

]]>
dary Thu, 28 Oct 2021 08:57:42 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1788-tujuh-negara-afrika-antusias-belajar-pengemasan-dan-pelabelan-halal-dan-kreatif
Pahami Fungsi BPP Kostratani Menjadi Kunci Sukses Manajerial BPP http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1783-pahami-fungsi-bpp-kostratani-menjadi-kunci-sukses-manajerial-bpp bbpplembang pelatihankostratani garutGARUT. Pembangunan pertanian bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan ketersediaan pangan nasionaI, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor produk pertanian.

Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan produktivitas, jaminan mutu/kualitas, dan kontinuitas produk pertanian dengan dukungan gerakan pembaharuan pembangunan pertanian melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di Kecamatan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, memiliki harapan besar terhadap Program Kostratani, “Saya berharap Kostratani memberikan lompatan besar untuk kemajuan pertanian di Indonesia dan ini memerlukan langkah yang extraordinary dan out of the box asalkan tetap sesuai aturan,” ungkap SYL.

Penyelenggaraan Kostratani dilakukan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang eksisting sebagai tempat pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha dalam peningkatan kemampuan, penumbuhan motivasi, pengembangan potensi, pemberian peluang usaha, peningkatan kesadaran, pendampingan serta fasilitasi inovasi baru dan pusat informasi.

BPP sebagai pusat gerakan Kostratani perlu dioptimalkan tugas, fungsi dan perannya melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk percepatan pencapaian kedaulatan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyampaikan fungsi dan peran BPP, “Ada 5 fungsi dan peran BPP yaitu: 1) pusat data dan informasi pertanian, 2) pusat gerakan pembangunan pertanian, 3) pusat pembelajaran untuk peningkatan kapasitas SDM, 4) pusat konsultasi agribisnis sebagai tempat konsultasi pelaku utama dan pelaku usaha dengan melibatkan instansi/lembaga terkait; dan 5) pusat pengembangan jejaring kemitraan sebagai tempat pengembangan kemitraan usaha pelaku utama dan pelaku usaha dengan pihak lain,” jelas Dedi.

Karenanya, untuk mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran BPP Kostratani, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Pelatihan Manajerial BPP Kostratani. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian di BPP Kostratani.

Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai 25-27 Oktober 2021 dengan peserta 30 orang penyuluh pertanian Kabupaten Garut. Pembukaan pelatihan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, Senin (25/0/2021) dihadiri oleh Sub Koordinator Pelatihan Aparatur dan Widyaiswara BBPP Lembang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat meninjau pelaksanaan pelatihan menyampaikan, “Program apapun yang sedang dijalani, penentu keberhasilannya adalah sarana dan prasarana, peraturan yang bisa mendukung kegiatan serta SDM pelaksana dan penentu terbesar adalah kualitas SDM pertaniannya,” jelas Ajat di hadapan peserta pelatihan. “Harapan kami, setelah pelatihan ini para penyuluh pertanian bisa memfungsikan dan menjalankan peran BPP sesuai 5 fungsi BPP Kostratani,” ujar Ajat.

Selama 3 hari, peserta dilatih tentang Mengelola Data dan Informasi Pertanian di BPP, Melakukan Pendampingan Gerakan Pembangunan Pertanian, Mengelola Pembelajaran, Mengelola Konsultasi Agribisnis dan Merencanakan Jejaring dan Kemitraan. Untuk lebih memahami materi, peserta mempraktikkan penyusunan Sekolah Lapang, Kursus Tani dan Demplot.

Agus Taufik, peserta yang juga Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut mengatakan, “Kita semakin memahami 5 fungsi BPP, bagaimana manajerial BPP, dan pengolahan data yang diperlukan. InsyaAllah akan kami aplikasikan di BPP kami masing-masing,” jelasnya. Lebih lanjut Agus menyampaikan geliat Kostratani di BPP Singajaya, “Kami semua di BPP terjun langsung ke lapangan untuk mengambil data dan setiap hari jumat kami mengolah data tersebut untuk diupload kedalam aplikasi,” ujarnya.

 

]]>
Yoko/Chetty Wed, 27 Oct 2021 05:22:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1783-pahami-fungsi-bpp-kostratani-menjadi-kunci-sukses-manajerial-bpp
Cetak Sentra Komoditas Unggulan Baru, Program Food Estate di Kabupaten Kapuas Jadi Andalan Kementan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1793-cetak-sentra-komoditas-unggulan-baru-program-food-estate-di-kabupaten-kapuas-jadi-andalan-kementan Program Food Estate merupakan program andalan Kementerian Pertanian dalam mempersiapkan ketahanan pangan nasional.

bbppl-fekapuas

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai salah satu UPT Pelatihan Pertanian memiliki tanggung jawab meningkatkan kapasitas SDM pertanian.

Selama 3 hari, 26-28 Oktober 2021, BBPP Lembang mengadakan Pelatihan Teknis Tematik mendukung Program Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah. Pelatihan ini merupakan langkah strategis dan mutlak dilaksanakan untuk pengembangan dan ketersediaan SDM pertanian yang menguasai teknologi modern dan tepat guna.

Pelatihan yang dilaksanakan sekaligus 3 angkatan ini diikuti oleh 90 peserta petani dan bertempat di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.

Tiga lokasi dipilih menjadi tempat dilaksanakannya pelatihan. Pelatihan di BPP Pulau Petak dibuka oleh Camat Pulau Petak, Seflihi, S.E., dihadiri oleh Kapolsek, Danramil, KJF, tim panitia lokal dan tim BBPP Lembang. Peserta hadir lengkap sebanyak 30 orang.

Lokasi kedua di BPP Kapuas Murung dibuka oleh Kabid Penyuluhan, Jarwadi, dihadiri oleh Kasie perbenihan, tim panitia lokal dan tim BBPP Lembang, dengan dihadiri peserta sebanyak 30 orang. Angkatan 3 bertempat di Kelurahan Dahirang Kecamatan Kapuas Hilir, dan dibuka oleh Kepala BPP Selat, dihadiri oleh tim panitia lokal dan tim BBPP Lembang. Selama proses pembelajaran, 30 orang peserta antusias mengikuti materi yang disampaikan.

Kepala BPP Selat menyampaikan rasa terima kasih kepada BBPP Lembang atas kesempatan untuk mendapatkan ilmu bagi petani di wilayah binaannya "Kesempatan emas ini harus digunakan para petani, pelaku utama di bidang pertanian. Banyak pertanyaan selama ini belum terjawab dalam budidaya tanaman, khususnya padi. Pelatihan ini bisa jadi ruang diskusi bagi petani sehingga uneg-unegnya tersampaikan," ucap beliau.

Hal ini sesuai dengan tujuan diadakannya pelatihan teknis tematik food estate yaitu mencetak sentra komoditas unggulan baru di setiap wilayah.

Materi pelatihan disampaikan secara klasikal dan praktik. Salah satu praktik yang dilakukan peserta adalah membuat pestisida nabati. Fasilitator terdiri dari widyaiswara BBPP Lembang dan POPT Kabupaten Kapuas dan praktisi. Program Food Estate yang dicanangkan pemerintah merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan bahkan peternakan di suatu kawasan.

Food estate ini menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024 dimana tujuan food estate adalah membangun kawasan lumbung pangan terpadu berdaya saing, ramah lingkungan dan modern. Serta mewujudkan sinergitas dengan stake holders dalam pengembangan lumbung pangan dengan mendorong terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi. Pengembangan korporasi petani menjadi prioritas agar petani menguasai produksi dan bisnis pertanian dari hulu ke hilir.

Korporasi petani bukan sekedar bertumpu pada produktifitas dan kualitas produksi pertanian, namun lebih banyak ditentukan kemampuan SDM menjalankan bisnis yang profit oriented. Petani harus mendapat untung, salah satunya petani menjual beras sebagai produk hilir, bukan gabah sebagai produk hulu. ND

]]>
ND Tue, 26 Oct 2021 10:57:19 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1793-cetak-sentra-komoditas-unggulan-baru-program-food-estate-di-kabupaten-kapuas-jadi-andalan-kementan
Wujudkan Kesejahteraan Petani, Kabupaten Cilacap Tingkatkan Kapasitas Petani http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1786-wujudkan-kesejahteraan-petani-kabupaten-cilacap-tingkatkan-kapasitas-petani Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mampu bertahan dan menunjukkan pertumbuhan positif di tengah pandemi covid-19. Kondisi ini menjadi penyemangat bagi Kementerian Pertanian untuk terus memberikan kontribusinya bagi ekonomi nasional.

bbppl-bimtekcilacap

Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Cilacap menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Petani.

Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 19 dan 20 Oktober 2021 ini diikuti oleh 180 peserta yang terbagi dalam dua lokasi, yaitu di RM Aroma dan BPP Gemilir. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang nilai tambah produk pertanian. Produktivitas padi yang tinggi di Kabupaten Cilacap menjadi tantangan tersendiri di saat harga gabah turun. Salah satu solusinya adalah dengan meningkatkan nilai tambah komoditas padi.

Pelatihan ini menjadi solusi untuk memberikan pemahaman tentang produk-produk turunan padi yang dapat meningkatkan nilai tambah, sehingga pendapatan petani meningkat dan kesejahteraan dapat terwujud. Pada kesempatan berbeda, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan pesannya "Saya selalu mengatakan bahwa pertanian itu bukan proyek, tetapi program jangka panjang yang ujungnya adalah mensejahterakan rakyat melalui 3 M (maju, mandiri, modern). Karena itu, saya minta agar kegiatan yang telah disusun ini harus fokus pada aspek peningkatan produksi dan daya saing peningkatan ekonomi," tegas SYL.

Dalam pembukaan pelatihan dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Dr.Dahsih, SH., MH menyampaikan rasa suka cita dengan adanya kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Petani ini, "saya berharap melalui kegiatan ini, petani dapat meningkat kapasitasnya dan kesejahteraannya Cilacap, ujar Dahsih Kabupaten Cilacap memiliki 24 kecamatan, 269 desa dan 15 kelurahan. Sebanyak 72 desanya ditetapkan sebagai desa berkembang. Fokus pemerintah Kabupaten Cilacap saat ini adalah menjadikan desa yang berstatus berkembang tersebut berubah sebagai desa maju melalui bidang pertanian. Surplus beras menjadikan Kabupaten Cilacap bersemangat memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan nasional. SY/ND

]]>
dary Fri, 22 Oct 2021 08:45:35 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1786-wujudkan-kesejahteraan-petani-kabupaten-cilacap-tingkatkan-kapasitas-petani
DPR - Kementan Bersinergi Dorong Gedong Gincu Cirebon Tembus Pasar Dunia http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1784-dpr-kementan-bersinergi-dorong-gedong-gincu-cirebon-tembus-pasar-dunia bbppl-bimtekcirebon

SDM Pertanian menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pertanian Indonesia maju, mandiri, dan modern. Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan kualitas SDM Pertanian. Salah satunya melalui bimbingan teknis.  

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, terus mengingatkan, “sektor pertanian adalah bagai merpati putih yang tak pernah ingkar janji. Sangat berpeluang meningkatkan kesejahteraan khususnya petani, asalkan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan sentuhan mekanisasi dan teknologi informasi, akan lebih efisien.” ungkap SYL.  

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi. Menurutnya, SDM pertanian harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern. “Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu, salah satunya melalui kegiatan pelatihan.” kata Dedi.  

Mewujudkan hal tersebut, Komisi IV DPR RI bersama Balai Besar Pelatihan Pelatihan (BBPP) Lembang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petani di Kabupaten Cirebon.  

Kegiatan ini melibatkan 120 orang petani, dilaksanakan pada Sabtu (9/10) di Kecamatan Sumber.  

Turut hadir Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dan anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono, secara daring.     Pada sambutannya, Ajat mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan Bimtek sebagai momen mencari relasi dan membangun kolaborasi.  

"Saya yakin melalui kolaborasi dapat memperkuat dan meningkatkan produktivitas kita. Mudah-mudahan yang kita lakukan ini dapat membawa manfaat." katanya.   Penguatan teknologi budidaya mangga gedong gincu menjadi materi inti pada Bimtek kali ini.  

Melalui Bimtek ini, peserta didorong untuk dapat melakukan penanganan pascapanen dan pemasaran mangga gedong gincu dengan standar ekspor.  

Mendukung terwujudnya pemasaran mangga gedong gincu kualitas ekspor, disampaikan tentang pentingnya membangun kelembagaan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) yang kuat dan solid.  

Kabupaten Cirebon memiliki tiga komoditas hortikultura unggulan, antara lain bawang merah, mangga gedong gincu, dan cabai. Adanya Bimtek kali ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada petani dalam memaksimalkan potensi komoditas tersebut menjadi usaha tani dari hulu hingga hilir. DRY

]]>
dary Mon, 11 Oct 2021 08:30:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1784-dpr-kementan-bersinergi-dorong-gedong-gincu-cirebon-tembus-pasar-dunia
Kuasai Pemasaran, Ciri Petani Milenial Cerdas Berwirausaha http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1779-kuasai-pemasaran-ciri-petani-milenial-cerdas-berwirausaha bbpplembang pelatihanDPMDPA angk 3LEMBANG. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, telah mengukuhkan 2.000 Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan. “Tongkat estafet pertanian harus segera diberikan kepada generasi muda karena di tangan mereka sektor pertanian akan maju, mandiri, dan modern.” Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyatakan, “target hingga tahun 2024 kita mencetak 2,5 juta petani milenial.”

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang kembali menggelar Pelatihan Kewirausahaan bagi Petani Muda Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA). Pelatihan gelombang 3 ini melatih 92 orang (3 angkatan) DPM DPA dari Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Maluku. Pelatihan yang dilaksanakan dengan model blended learning memadukan sesi online dan offline ini, dilaksanakan sesi offline di BBPP Lembang selama 3 hari 5 - 7 Oktober 2021.

Rabu (06/10/2021), Widyaiswara BBPP Lembang, Elvina Herdiani, Yeyep Dintan, dan N. Ida Farida, di 3 kelas berbeda, menjelaskan materi Strategi Pemasaran. “Dalam pemasaran produk pertanian, yang penting adalah prinsip 4P yaitu Price, Promotion, Product, dan Place,” jelas Elvina. Dirinya memaparkan juga tentang strategi pengembangan produk diantaranya branding yang dengan maksud memberi nama pada suatu produk yang dapat membedakannya dengan produk lain, dan labelling yang memberi informasi verbal tentang produk atau penjualnya.

Di hadapan peserta pelatihan yang merupakan petani muda DPM DPA yang beberapa waktu lalu telah dikukuhkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dijelaskan pula tentang metode penetapan harga yaitu: 1) penetapan harga berdasarkan biaya, 2) penetapan harga bersaing, 3) penetapan harga penetrasi, 4) perjenjangan pasar, dan 5) daya serap pasar.

Untuk memahami langsung proses pemasaran produk pertanian yang dijalankan di BBPP Lembang, peserta diajak berkunjung ke Inkubator Usahatani (IUT) dan Packing House (PH). Peserta diminta oleh widyaiswara untuk menggali tentang komponen 4P dalam pemasaran.

Diketahui, IUT dan PH memiliki sistem pemasaran yang berbeda. IUT menerapkan sistem pemasaran jual putus, pembayaran dilakukan langsung saat produk tersedia. Sedangkan sistem pemasaran di PH melalui koperasi petani Bavas, yang memasarkan produk petani binaan yang melakukan kontrak dengan Bavas, ada perjanjian kerjasama yang ditandatangani kedua belah pihak.

Dari hasil kunjungan di IUT dan PH, diperoleh informasi kelebihan dan kelemahan masing-masing sistem pemasaran dikaitkan dengan komponen 4 P. Selanjutnya Widyaiswara mengajak peserta untuk menetapkan sistem pemasaran yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

Peserta dari dari Maluku menyampaikan kesannya, “Kunjungan ke IUT dan PH membuka wawasan kami tentang sistem pemasaran yang tepat untuk wilayah kami,” ungkapnya. 

 

]]>
Yoko/Chetty Wed, 06 Oct 2021 10:54:39 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1779-kuasai-pemasaran-ciri-petani-milenial-cerdas-berwirausaha
Pelatihan Kewirausahaan Model Blended Learning Tingkatkan Semangat DPM dan DPA Membangun Negeri http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1772-pelatihan-kewirausahaan-model-blended-learning-tingkatkan-semangat-dpm-dan-dpa-membangun-negeri bbpplembang pelatihankewirausahaan-DPMDPA5-7LEMBANG. Sektor pertanian sedikit dari beberapa sektor yang bertahan di masa pandemi covid-19 hingga sekarang, walau kurvanya mulai melandai. Kementerian Pertanian memiliki tanggung jawab menyediakan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk Indonesia untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Tercapainya kedaulatan pangan bukanlah pekerjaan yang mudah karena tantangan yang dihadapi sangatlah kompleks, diantaranya kemampuan SDM di bidang pertanian yang masih rendah.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan, “Sektor pertanian sangat strategis untuk ketahanan perekonomian bangsa. Karenanya perlu upaya seluruh jajaran untuk dapat bersama-sama mengelola pertanian di setiap daerah.” Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi, menjelaskan, “SDM pertanian memberikan kontribusi yang paling signifikan di dalam meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, berbicara mengenai pembangunan pertanian berarti kita harus berbicara mengenai pembangunan SDM pertanian.”

Berbagai langkah konkrit dilakukan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha di bidang pertanian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sebagai unit Eselon I yang bertugas meningkatkan kompetensi SDM melalui 3 pilar yaitu pendidikan, pelatihan dan penyuluhan, memiliki 3 program aksi, diantaranya penumbuhan petani milenial 2,5 juta per 5 tahun ke depan. Upaya penumbuhan petani milenial salah satunya berupa pendidikan, pelatihan serta penguatan karakter sehingga menghasilkan pemuda tani yang mumpuni di bidang pertanian.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT dengan tugas pokok melaksanakan pelatihan pertanian bagi petani dan penyuluh, menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahan bagi Pemuda Tani. Pelatihan diselenggarakan dengan model Blended Learning, memadukan sesi online dan offline. Sesi online berbasis Learning Management System (LMS) untuk sesi asynchronous dan zoom meeting saat sesi synchronous, telah dilaksanakan pada tanggal 6 – 9 September 2021, dan sesi offline dilaksanakan pada tanggal 27 – 29 September 2021 untuk 3 angkatan (angkatan 5 – 7). Total peserta 86 orang dari Provinsi Jawa Tengah.

Selama berlatih 3 hari, Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi secara klasikal dan praktik tentang Mengembangkan Usaha, Kemitraan dan Negosiasi, Strategi Pemasaran dan Pembiayaan. Peserta diajak lebih memahami materi pelatihan dengan praktik membuat Rencana Usaha, dilanjutkan Simulasi Pemasaran dengan metode bermain peran, ada yang menjadi buyer, manajer, bagian produksi, bagian transportasi dan quality control (QC). Peserta juga diajak mengenal sarana belajar pemasaran yang ada di BBPP Lembang, yaitu Packing House. Disampaikan oleh Widyaiswara dan Pengelola Packing House setiap bagian di Packing House dan mekanisme pemasaran yang dilakukan untuk memperpendek rantai pasok, “Mekanisme pemasaran kami berperan sebagai perantara antara produk petani dan pasar,” jelas Rosros. “Disini yang dilakukan terhadap hasil panen dari petani mulai dari pre-cooling, cleaning, sortasi, grading, dan packaging, sebelum produk dipasarkan ke pasar swalayan, pasar sentra dan pasar tradisional sesuai kontrak yang dilakukan antara Koperasi Petani BAVAS dengan pasar,”kata Rosros di hadapan petani muda peserta pelatihan. Bergantian peserta praktik mengemas sayuran.

“Secara keseluruhan, pelatihan sesi offline berjalan dengan baik. Hasil evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan, yaitu indikator daily mood rata-rata peserta senang, pemahaman materi dan penilaian peserta terhadap fasilitator baik, dan secara umum peserta merasakan puas terhadap pelatihan dan pelayanan yang diberikan BBPP Lembang. Kritik dan saran diberikan untuk perbaikan pelatihan di masa yang akan datang,” ucap Sub Koordinator Pelatihan Non Aparatur, Dudung Mahpudin, pada penutupan pelatihan, Rabu (29/09/2021). “Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) menjadi ujung tombak mengubah paradigma lama tentang pertanian,” jelas Dudung. “Kami harapkan sepulang dari pelatihan, peserta dapat menerapkan materi, meningkatkan manajerial pengelolaan usahatani sehingga bisa menularkan ke rekan dan anggota kelompok taninya.”

Salah satu peserta, Itur Yuliatik, menyampaikan kesannya, “Kami berharap setelah pelatihan ini ada tindak lanjutnya, komunikasi tetap terjaga, tetap semangat memperjuangkan kepentingan petani, memecahkan permasalahan di tingkat petani, diantaranya kita harus berjuang untuk bisa menentukan harga jual komoditas kita, bisa menjamin harga di tingkat petani. Karena kita sudah dibekali banyak hal di BBPP Lembang, dimulai dari perencanaan usaha yang baik dan benar,” jelasnya. “Terimakasih Kementerian Pertanian sudah mempercayai kami sebagai Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan dan membekali kami dengan berbagai macam konsep utama dalam kewirausahaan. Semoga Allah SWT memberikan kita semua kekuatan untuk pendampingan ke petani,” kata Itur.

 

]]>
Yoko/Chetty Wed, 29 Sep 2021 14:31:55 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1772-pelatihan-kewirausahaan-model-blended-learning-tingkatkan-semangat-dpm-dan-dpa-membangun-negeri
Bekali Diri, Petani Milenial Semakin Percaya Diri Jalankan Bisnis Sektor Pertanian http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1775-bekali-diri-petani-milenial-semakin-percaya-diri-jalankan-bisnis-sektor-pertanian  

bbpplembang pelatihankewirausahaan IPDMIPLEMBANG. Program Integrated Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) Merupakan salah satu program yang dikelola oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, bekerjasama lintas sektor dengan Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan masyarakat petani serta semua pihak yang terkait, baik di dalam dan sekitar daerah Irigasi. Diharapkan program ini bermanfaat bagi kepentingan masyarakat perdesaan, dengan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani terus meningkat, khususnya di daerah irigasi.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengingatkan, “sektor pertanian adalah ‘emas 100 karat', menjanjikan dan tak pernah ingkar janji. Sangat berpeluang meningkatkan kesejahteraan khususnya petani, asalkan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan sentuhan mekanisasi dan teknologi informasi, akan lebih efisien,” ungkap SYL. “Saya harapkan petani milenial menangkap peluang yang ada karena masa depan pertanian kita ada pada mereka," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi. Menurutnya, IPDMIP harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern. “Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu, salah satunya melalui kegiatan pelatihan,” kata Dedi.

Sebagai tindak lanjut dari program tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Pusat Penyuluhan Pertanian, menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan Bisnis Kewirausahaan dan Magang. “Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi petani muda bidang kewirausahaan pertanian, meningkatkan kemampuan manajerial dalam mengelola agribisnis sesuai dengan komoditasnya, meningkatkan kesiapan untuk memfasilitasi pengembangan kewirausahaan secara berkesinambungan dan menumbuhkan wirausahawan baru dari kalangan petani muda,” jelas Ajat Jatnika, Kepala BBPP Lembang saat membuka pelatihan, Sabtu (25/09/2021).

Pelatihan yang diikuti oleh 25 orang petani muda dari wilayah Program IPDMIP, yaitu Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur, dilaksanakan selama 5 hari mulai 25 – 29 September 2021. Seusai pelatihan, peserta akan melanjutkan magang di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Lembang Agri di Cikidang Lembang selama 10 hari.

Selama berlatih, peserta memperoleh materi secara teori dan praktik dari Widyaiswara BBPP Lembang dan Praktisi dari Perbankan, Pengelola P4S, dan Balai Latihan Kerja. Materi yang disampaikan terdiri dari materi Kelompok Dasar yaitu Kebijakan Program IPDMIP dalam Pengembangan Usaha, materi Kelompok Inti yaitu Menumbuhkembangkan Jiwa Wirausaha, Penguatan Administrasi Keuangan, Menerapkan Strategi Pengembangan Usaha, Menerapkan Konsep Pembiayaan, Menerapkan Teknologi Smart Farming, serta materi Kelompok Penunjang yaitu Dinamika Proses Belajar Mengajar, Kapita Selekta dan Rencana Implementasi.

I Wayan Mariyasa, peserta dari Sulawesi Tengah menyampaikan kesannya, “Terimakasih atas bimbingan BBPP Lembang, harapan kami setelah kami kembali ke tempat masing-masing bisa menularkan ilmu kepada petani di kelompok tani kami. Kami sebagai petani milenial dituntut untuk segalanya lebih baik, mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern. Petani Milenial Makin Terampil Merencanakan Bisnis dan Kewirausahaan. 

 

]]>
Yoko/Chetty Wed, 29 Sep 2021 10:02:22 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1775-bekali-diri-petani-milenial-semakin-percaya-diri-jalankan-bisnis-sektor-pertanian
P4S Okiagaru dan KWT Miori Sulap Produk Kurang Bagus Menjadi Olahan Maknyus http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1770-p4s-okiagaru-dan-kwt-miori-sulap-produk-kurang-bagus-menjadi-olahan-maknyus Berlokasi di Desa Ciputri Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Okiagaru hadir sebagai lembaga agribisnis petani muda yang mandiri, inovatif, profesional, bertaraf internasional, berbasis ekonomi syariah, dan ramah lingkungan.  

P4S binaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang ini tengah mengembangkan olahan dari sayur organik.  

bbppl-boc124

Pangsit dan stick lobak menjadi salah satu produk olahan unggulan yang sudah dipasarkan ke dalam maupun luar Pulau Jawa. Kamis (23/9), BBPP Lembang melalui Bertani On Cloud (BOC) volume 124 memberikan kesempatan kepada P4S Okiagaru untuk berbagi pengalaman dalam pengolahan sayur organik. Dipandu Tim dan Widyaiswara BBPP Lembang, BOC diawali dengan melihat proses produksi pangsit bersama KWT Miori.  

"Lobak ini memang banyak di lahan kami, namun banyak yang kurang suka, alternatifnya kami olah menjadi pangsit dan stick," tutur Mia, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Miori binaan P4S Okiagaru.

Bahan yang digunakan juga cukup sederhana yakni lobak, tepung tapioka, dan minyak goreng sehingga dapat diterapkan pada skala konvensional dan rumah tangga.  

Lobak yang dipilih sebagai bahan dasar makanan ini merupakan lobak dengan kualitas yang dianggap kurang bagus menurut permintaan pasar namun masih layak konsumsi.  

"Meskipun menurutnya pasar lobaknya kurang bagus, sebenarnya masih dapat dikonsumsi dan bernilai gizi," jelas Agus Ali Nurdin, Ketua P4S Okiagaru, pada sesi talkshow.  

Pria yang akrab disapa "Kang Guslee" ini juga menceritakan selain lobak, terdapat komoditas unggulan lainnya yang dapat dikonsumsi langsung maupun diolah.

"Mulai dari lobak, zukini, nasubi, seledri, pakcoy, selada keriting, menjadi andalan kami di sini. Semua produk kami jual mulai dari pasar tradisional hingga swalayan," jelasnya.

"Kami juga membuka kesempatan bagi Sobat Tani yang ingin menjadi reseller dari produk kami maupun berlatih pengolahan produk organik," tambah Guslee.  

Sesuai dengan arti nama dari P4S Okiagaru, yakni bangun dan membangunkan, Guslee berharap apa yang dilakukannya sejak 2015 hingga saat ini dapat saling membangun dan memberdayakan petani di wilayah sekitarnya menuju pertanian maju, mandiri, dan modern.  

Selain pengolahan sayur organik, P4S Okiagaru memiliki kegiatan antara lain: Budidaya Pertanian (Agricultural Cultivation/Nougyou Saibai), Pemasaran Produk Pertanian (Marketing of Agricultural Products/Nousanbutsu no Maketingu), Pengolahan Hasil Pertanian (Processing of Agricultural Product), Pelatihan Pertanian (Agricultural Training/Nougyou Kenshuu), Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja (Certification of Work Competency), Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Agricultural Research & Development/Nougyou no Kenkyuu to Kaihatsu), Konsultasi Agribisnis (Agribusiness Consultation).  

Pelayanan yang diberikan meliputi pelaksanaan budidaya sayuran standar SKKNI/SNI, produk sehat dan aman dikonsumsi (memiliki sertifikat organik LSO In-Office), pangsit vegetables, sudah mendapat sertifikat P-IRT dan Label Halal, pengelola/instruktur sudah memiliki sertifikat kompetensi dari BNSP.   

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga senantiasa mengingatkan bahwa Indonesia memiliki berbagai komoditas pertanian yang bagus dan mampu bersaing. "Indonesia dan kejayaan aneka buah sayuran dan kacang-kacangan itu tidak kalah bagus dari produk dunia. Justru buah kita dari Sabang sampai Merauke menjadi kekuatan besar yang kita miliki," katanya.  

Hal senada juga disampaikan kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof Dedi Nursyamsi. "Produk kita dapat menghasilkan uang yang banyak, namun kita harus melakukan transformasi dari pertanian tradisional menuju modern terutama bagi petani milenial," ungkapnya pada suatu kesempatan. 

]]>
dary Tue, 28 Sep 2021 07:30:45 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1770-p4s-okiagaru-dan-kwt-miori-sulap-produk-kurang-bagus-menjadi-olahan-maknyus
Penyuluh dan Petani Milenial Kabupaten Pati Kompak Dukung Food Estate http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1766-penyuluh-dan-petani-milenial-kabupaten-pati-kompak-dukung-food-estate Meskipun sektor pertanian tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Pertanian tidak cepat puas. 

Di bawah komando Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Kementan terus berupaya menjawab tantangan global. Salah satunya melalui program food estate yang mengimplementasikan berbagai hal secara komprehensif mulai dari hulu hingga hilir.  

bbppl-abtpati

"Program Food Estate ini memiliki beberapa ciri khas yaitu mengelola multikomoditas, menggunakan mekanisasi, korporasi, marketplace, berorientasi ekspor dan lain sebagainya," tutur SYL pada suatu kesempatan.  

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, juga mengatakan, “pengembangan food estate berbasis korporasi petani. Untuk itu, penyuluhannya juga harus digarap dengan menyentuh kelembagaan petani (Poktan, Gapoktan) dan kelembagaan ekonomi petani (KEP).”  

Untuk memperkuat kawasan food estate, korporasi petani menjadi salah satu fokus Kementan dalam mempersiapkan SDM pertanian baik petani maupun penyuluh. Diharapkan nantinya dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.  

Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi salah satu kawasan target food estate. Selama 3 hari, dimulai Senin (13/9), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik mendukung Food Estate bagi petani dan penyuluh. Tiga puluh orang penyuluh dan enam puluh orang Duta Petani Millenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) mengikuti rangkaian pelatihan. Bertempat di BPP Widariajaksa bagi peserta aparatur, P4S Sabar Bersaudara dan Rumah Joglo Jimbaran bagi peserta DPM/DPA.  

Peserta mendapatkan materi tentang Kebijakan Program Pertanian dalam Pengembangan Usaha, Dinamika Kelembagaan Usaha, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Sumber Pembiayaan dan Pencatatan Usaha, Mengembangkan Usaha, Menjalin Kemitraan dan Negosiasi, Kebijakan Dispertan Mendukung Pengembangan Usaha di Food Estate, Menerapkan Strategi Pemasaran, Bauran Pemasaran, Digital Marketing, Dinamika Kelompok, dan Komitmen Berlatih. Pemateri berasal dari Widyaiswara BBPP Lembang, praktisi dan Dinas Pertanian Kabupaten Pati.  

Agus Supriyadi, peserta DPM menyampaikan kepuasannya terhadap pelatihan kali ini. "Pengalaman luar biasa! Semoga pelatihan ini dapat terus berkelanjutan dan suatu saat berkesempatan mengikuti pelatihan lagsung di BBPP Lembang," ungkapnya bersemangat. (DRY)

]]>
dary Tue, 28 Sep 2021 03:37:50 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1766-penyuluh-dan-petani-milenial-kabupaten-pati-kompak-dukung-food-estate
Kementan Genjot Produksi dan Nilai Tambah Komoditas Jahe http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1768-kementan-genjot-produksi-dan-nilai-tambah-komoditas-jahe Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan gaya hidup masyarakat agar selalu sehat. Berbagai alternatif hadir untuk tetap menjaga kesehatan di masa pandemi, salah satunya jahe.  

bbppl-temanggungjahe

Tingginya permintaan jahe yang masih berbanding terbalik dengan produksi membuat harga jahe melambung. Disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Jahe, "kita harus mulai menyadari pentingnya menanam jahe. Banyak masyarakat yang sudah menanam di runah-rumahnya, namun kebutuhan industri olahan berbahan dasar jahe merah lainnya belum terpenuhi".  

Bimtek dilaksanakan pada 17-18 September 2021 di Kabupaten Magelang, diikuti oleh 60 orang petani jahe. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Komisi IV DPR RI bersama Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian yang dieksekusi oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.    

Bimtek dibuka oleh anggota komisi IV DPR RI, Vita Ervina, melalui Zoom Virtual Conference. Pada sambutannya, Vita menyampaikan kegiatan bimtek bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani di bidang holtikultura yaitu cara pengolahan dan pemasaran jahe.          

Jahe merupakan salah satu komoditas dengan jumlah produksi yang cukup stabil dalam kurun waktu 2017-2020, berkisar 174-216 ribu ton per tahun atau rerata 195 ribu ton per tahun. Oleh sebab itu, Kementan di bawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo sangat memperhatikan perkembangan produksi jahe.  

Terkait hal tersebut, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menuturkan pertanian tidak boleh melemah.  

"Pertanian harus tetap kuat, apapun yang terjadi pertanian tidak boleh berhenti. Justru banyak peluang yang bisa dimanfaatkan khususnya bagi unsur penggerak seperti pelaku utama dan pelaku usaha pertanian," ujar Prof Dedi.

]]>
dary Sat, 18 Sep 2021 11:15:14 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1768-kementan-genjot-produksi-dan-nilai-tambah-komoditas-jahe
DPM dan DPA Siap Menjadi Garda Terdepan Pertanian Indonesia http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1767-dpm-dan-dpa-siap-menjadi-garda-terdepan-pertanian-indonesia Euforia semangat generasi muda sangat terasa di Kampus Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.  

Sebanyak 120 orang Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) yang berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah berkesempatan menjadi peserta Pelatihan Kewirausahaan bagi Petani Muda selama 3 hari, dari Kamis (16/9) hingga Sabtu (18/9).  

bbppl-kewirausahaan2

"Sebelumnya kami telah mengikuti sesi online melalui zoom,  materi yang diberikan sangat bermanfaat dan menarik. Kini, kami bersiap mengikuti sesi offline," ungkap Ihsan peserta asal Jawa Barat.  

Pembelajaran sesi offline bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap empat materi kelompok inti: Mengembangkan Usaha, Kemitraan dan Negosiasi, Strategi Pemasaran, dan Pembiayaan.  

Sesi offline diperbanyak dengan praktik agar peserta dapat mengasah keterampilan yang secara teori telah disampaikan pada sesi online.  

Pada materi Mengembangkan Usaha, peserta diajak menyusun strategi usaha dari hulu sampai hilir, salah satunya merancang nilai tambah produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.  

Tidak kalah menarik, pada materi Strategi Pemasaran, Widyaiswara mengajak peserta turun langsung ke Inkubator Agribisnis (IA) dan Packing House (PH) BBPP Lembang. Berdasarkan pengalaman IA dan PH BBPP Lembang, peserta diajak menyusun strategi pemasaran sesuai dengan jenis usaha masing-masing.  

"Kami berkesempatan untuk banyak berdiskusi tentang perkembangan sektor pertanian, baik dengan sesama peserta maupun fasilitator. Jangan minder menjadi petani. Buktikan peran kita sebagai generasi milenial," ungkap Nasarudin Latif, salah seorang peserta asal Tasikmalaya saat menceritakan kesan pesannya selama pelatihan.    

Sabtu (18/9), pelatihan ditutup oleh Ajat Jatnika, Kepala BBPP Lembang. Pada sambutannya Ajat menyampaikan harapan kepada para DPM/DPA untuk terus berani maju dan berkembang di bidangnya masing-masing.

"Tingkatkan jejaring kerjasama sebanyak-banyaknya, serap dan terapkan ilmu yang didapat selama berlatih," pesannya. Menurut Ajat, peran serta DPM/DPA pada pelatihan kali ini menjadi pembuktian generasi milenial siap menjadi garda terdepan dalam pembangunan pertanian.  

Sebagai bentuk keseriusan dalam menghadapi pesatnya tumbuh kembang teknologi informasi dan komunikasi, Kementerian Pertanian menggandeng generasi milenial agar dapat menciptakan peluang baru bisnis pertanian, seiring kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi yang semakin mutakhir.  

Melalui pengukuhan DPM/DPA pada 6 Agustus 2021 lalu, Kementan mendukung milenial untuk mengambil peran penting dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian.  

"Bangsa ini besar, dan hal itu menjadi sangat berarti untuk kita, apa yang kita lakukan tidak hanya duduk dan formalitas, tapi merespons tantangan global yang menyentuh semua lapisan masyarakat. Oleh karena itu, saya berterimakasih kepada BPPSDMP bersama seluruh jajaran, kepada DPM-DPA yang ikut kegiatan ini. Semua ini adalah bagian dari ikhtiar untuk besok kita lebih maju,” tegas Mentan Syahrul Yasin Limpo.  

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyatakan, "Kalau tidak diperbaiki cara kerja, kita bisa terpuruk. Untuk itu kita hadirkan orang-orang yang mau dan mampu berwirausaha. Dengan harapan dapat  menghadirkan pertanian yang semakin maju, semakin akseleratif, dan menjawab setiap tantangan,” tegasnya. DRY

]]>
dary Sat, 18 Sep 2021 10:43:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1767-dpm-dan-dpa-siap-menjadi-garda-terdepan-pertanian-indonesia
Kementan Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional melalui Peningkatan Kompetensi Petani dan Penyuluh http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1774-kementan-dukung-pemulihan-ekonomi-nasional-melalui-peningkatan-kompetensi-petani-dan-penyuluh bbbpplembang pelatihanABT Kebumen septKEBUMEN. Dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2021 untuk mendukung penyediaan pangan pada masa pandemi Covid-19 melalui Anggaran Biaya Tambahan Tahun 2021, berbagai langkah strategis dilakukan oleh Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan, “Alokasi ABT Tahun 2021 diimplementasikan dalam kegiatan utama berupa peningkatan produksi tanaman pangan utamanya padi, jagung, dan kedelai,” jelas SYL. Lebih lanjut disampaikan bahwa  selain tanaman pangan juga untuk meningkatkan produktivitas komoditas hortikultura utamanya alpukat, durian, kelengkeng, komoditas perkebunan utamanya tebu, kopi, dan kelapa dan komoditas peternakan utamanya susu, daging sapi, daging itik, dan  kerbau.

Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian yang memiliki tugas pokok menyelenggarakan pelatihan, salah satunya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, diberi mandat melaksanakan pelatihan bagi petani dan penyuluh khususnya di wilayah binaan balai yang juga merupakan pengembangan kawasan Food Estate. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyampaikan, “Sebagai bentuk dukungan keberlangsungan Food Estate, ada sejumlah langkah yang akan dilakukan BPPSDMP. Diantaranya dengan menggelar pelatihan bagi penyuluh, petugas lapangan, dan juga untuk petani serta generasi milenial yang memiliki minat untuk menekuni sektor pertanian.” Salah satu wilayah binaan BBPP Lembang adalah Provinsi Jawa Tengah.

Pelatihan bagi Petani dan Penyuluh kembali dilaksanakan di Kabupaten Kebumen. Kali ini diselenggarakan pada tanggal 13 - 15 September 2021, diikuti oleh 60 orang peserta terdiri dari 30 orang penyuluh pertanian (1 angkatan) dan 30 orang petani (1 angkatan). Pelatihan dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen untuk pelatihan aparatur dan di Desa Karang Kemiri Purbowang Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen untuk pelatihan non aparatur.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sub Koordinator Program dan Kerjasama BBPP Lembang, Achmad Handyoko. Dalam sambutannya disampaikan, “Tujuan dilaksanakannya pelatihan yaitu menciptakan kesamaan persepsi dan pemahaman yang komprehensif bagi petani dan penyuluh pertanian mengenai program Food Estate untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional secara berkesinambungan dan menyiapkan petani dan penyuluh pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian baik secara kualitas maupun kuantitas yang bermuara kepada peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya.”

Selama 3 hari berlatih, materi disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Lembang, Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen serta Praktisi dari Malika Farm dan Ratih TV. Materi yang diberikan untuk pelatihan bagi aparatur: Pengairan Mikro pada Tanaman Hortikultura; Penggunaan Media Audio Visual pada Penyuluhan Pertanian; Sistem Resi Gudang; dan Korporasi Petani. Sedangkan untuk pelatihan non aparatur adalah Pengairan Mikro pada Tanaman Hortikultura; Pascapanen Padi dan Pengemasan Beras; Sistem Resi Gudang; dan Korporasi Petani.

Yusup Wibowo, salah seorang peserta penyuluh pertanian menyampaikan kesannya, “Pelatihan ini bermanfaat untuk kami. Ada hal baru yang tadinya kami tidak memahami, sekarang bisa kami pahami. Kami akan coba praktikkan dan kami sebarluaskan kepada petani binaan kami, seperti materi hidroponik sistem irigasi tetes,” ujarnya. “Pelayanan dari panitia baik BBPP Lembang dan dari Dinas Pertanian sangat memuaskan, terimakasih kami sampaikan,” ungkap Yusup. 

 

]]>
Yoko/Chetty Wed, 15 Sep 2021 15:08:52 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1774-kementan-dukung-pemulihan-ekonomi-nasional-melalui-peningkatan-kompetensi-petani-dan-penyuluh
Dukung Program Kostratani, Penyuluh Pertanian Ikuti Pelatihan Manajerial http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1780-dukung-program-kostratani-penyuluh-pertanian-ikuti-pelatihan-manajerial bbpplembang pelatihankostratani bandungBANDUNG. Pembangunan pertanian bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan ketersediaan pangan nasionaI, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor produk pertanian. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan produktivitas, jaminan mutu/kualitas, dan kontinuitas produksi pertanian. Ini semua didukung oleh gerakan pembaharuan pembangunan pertanian melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian di Kecamatan (Kostratani) yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. “Saya berharap Kostratani membuat lompatan besar untuk pertanian Indonesia.”

Penyelenggaraan Kostratani dilakukan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang eksisting sebagai tempat pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha dalam peningkatan kemampuan, penumbuhan motivasi, pengembangan potensi, pemberian peluang usaha, peningkatan kesadaran, pendampingan serta fasilitasi inovasi baru dan pusat informasi. BPP sebagai pusat gerakan Kostratani perlu dioptimalkan tugas, fungsi dan perannya melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dalam upaya percepatan pencapaian kedaulatan pangan nasional. Peran BPP tersebut meliputi: 1) pusat data dan informasi pertanian, yang mencakup data statistik pertanian dan sumber daya manusia pertanian yang disajikan dalamAgricultural Operation Room (AOR) dan selanjutnya akan disampaikan ke Agricultural War Room (AWR) di Komando Strategis Pembangunan Pertanian Nasional (Kostratanas); 2) pusat gerakan pembangunan pertanian dalam melakukan koordinasi dan sinkronisasi untuk mensinergikan program strategis pembangunan pertanian dan pangan; 3) pusat pembelajaran untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, melalui proses belajar mengajar, berupa bimbingan teknis, percontohan (Sekolah Lapangan/Demplot/Demfarm/Demarea); 4) pusat konsultasi agribisnis sebagai tempat konsultasi pelaku utama dan pelaku usaha dengan melibatkan instansi/lembaga terkait; dan 5) pusat pengembangan jejaring kemitraan sebagai tempat pengembangan kemitraan usaha pelaku utama dan pelaku usaha dengan pihak lain.

Seperti disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, “Melalui Kostratani kami akan terus menggenjot SDM pertaniannya. Ini semua untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ungkap Dedi. Untuk mendukung hal itu, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Pelatihan Manajerial BPP Kostratani untuk mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran BPP Kostratani. Pelatihan diikuti oleh 30 orang penyuluh pertanian Kabupaten Bandung. Bertempat di Kantor Dinas, Pembukaan pelatihan, Selasa (07/09/2021), oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, A. Tisna Umaran. Hadir dalam pembukaan, Sub Koordinator Pelatihan Aparatur dan Widyaiswara BBPP Lembang. “Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas SDM di BPP Kostratani dan saya berharap peserta mampu menimba ilmu sebanyak-banyaknya untuk pengelolaan BPP Kostratani nantinya,” jelas Tisna.

Selama berlatih 3 hari mulai 7 – 9 September 2021, dengan fasilitator yang berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Widyaiswara BBPP Lembang dan juga praktisi, peserta diberi materi secara klasikal dan praktik. Kebijakan Program Kostratani diberikan dan masuk kedalam materi kelompok dasar. Untuk materi kelompok inti, peserta dilatih bagaimana mengelola data dan informasi pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), melakukan pendampingan Gerakan Pembangunan Pertanian, mengelola pembelajaran, mengelola konsultasi agribisnis, dan merencanakan jejaring dan kemitraan. Untuk materi penunjang, terdapat materi kapita selekta dan rencana implementasi. Peserta juga praktik bagaimana mengisi aplikasi e-RDKK.  

 

]]>
Yoko/Chetty Thu, 09 Sep 2021 11:09:00 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1780-dukung-program-kostratani-penyuluh-pertanian-ikuti-pelatihan-manajerial
Hadapi Persaingan Pasar Global, Kementan Siapkan Wirausahawan Petani Milenial http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1765-hadapi-persaingan-pasar-global-kementan-siapkan-wirausahawan-petani-milenial Persaingan pasar global produk pertanian adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari, sekaligus menjadi tantangan dan peluang.

bbppl-kewirausahaan1

Generasi milenial menjadi kunci keberlanjutan nasib pertanian di Indonesia ke depannya. Oleh karenanya, Kementerian Pertanian senantiasa mendorong generasi milenial untuk terjun dan fokus pada dunia pertanian. Melalui 10 Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Kementan menggelar Pelatihan Kewirausahaan yang diikuti ribuan petani milenial.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menjadi salah satu UPT Kementan yang ikut mensukseskan kegiatan tersebut. Dilaksanakan selama enam hari pada 6-12 September 2021 ratusan petani milenial yang tergabung dalam Duta Petani Milenial (DPM), Duta Petani Andalan (DPA), Jaringan Petani Nasional (JPN), dan masyarakat umum lainnya, turut hadir mengikuti pelatihan yang dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting, Live Streaming Youtube, dan akses materi pembelajaran melalui Learning Management System (LMS). Rangkaian pelatihan diawali dengan pembukaan oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, pada (6/9) lalu.

Dalam sambutannya SYL menegaskan bahwa pertanian itu ibarat merpati putih yang tidak akan pernah ingkar janji. Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyampaikan, petani harus jeli mengembangkan sektor usahanya agar mendapatkan hasil yang maksimal. Untuk itu, lanjut Dedi, materi pelatihan kewirausahaan disusun agar petani milenial mampu melihat peluang bisnis dan menggerakkan suatu usaha yang efisien dan berdaya saing.

Peserta berasal dari lima provinsi wilayah kerja BBPP Lembang, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Maluku, dan Maluku Utara. Sebelum mengikuti sesi online melalui zoom, peserta mengakses seluruh materi pelatihan dalam bentuk bahan ajar, bahan tayang, dan video pada LMS BBPP Lembang.

Peserta merupakan petani milenial yang telah berkecimpung di usaha tani dengan komoditas unggulan di masing-masing wilayahnya. Tidak sedikit pula yang sudah memulai ekspor. Pelatihan Kewirausahaan menjadi salah satu wadah bagi petani milenial untuk belajar, berbagi pengalaman, dan memperluas jejaring. Ratusan petani milenial terlihat antusias dalam mengikuti pelatihan.

“Dalam memulai usaha tani, kita harus inovatif dan kreatif mengikuti trend pasar,” jelas Bayu Sumantri, salah satu Widyaiswara pengampu materi yang juga penanggung jawab dari pelatihan ini. Ia berharap melalui pelatihan ini dapat menumbuhkan ide kreatif dan memperluas pengetahuan peserta terutama pada strategi pemasaran modern. Diantaranya dengan dikenalkan toko online dan situs online untuk mendesain kebutuhan pasar bagi petani.

Pelatihan kewirausahaan memperkenalkan petani milenial cara memulai dan mengembangkan usaha tani melalui empat materi: Mengembangkan Usaha, Kemitraan dan Negosiasi, Strategi Pemasaran, dan Pembiayaan. Pada sesi online, selain menyampaikan materi, Widyaiswara juga memperbanyak kesempatan bagi peserta saling berbagi pengalaman dalam usaha tani. Peserta juga memanfaatkan waktu pembelajaran untuk berbagi tips dan menyampaikan kendala yang dialaminya.

Untuk lebih mengasah keterampilan berwirausaha di bidang pertanian, Widyaiswara memberikan penugasan kepada peserta, sekaligus sebagai salah satu bentuk penilaian dan evaluasi terhadap hasil berlatih setiap peserta. Peserta yang dinilai aktif mengikuti pelatihan akan dipilih kembali untuk mengikuti sesi offline di BBPP Lembang.

]]>
dary Tue, 07 Sep 2021 10:26:35 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1765-hadapi-persaingan-pasar-global-kementan-siapkan-wirausahawan-petani-milenial
Kelola Keuangan Rumah Tangga Petani, Cara Cerdas Tingkatkan Kesejahteraan http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1764-kelola-keuangan-rumah-tangga-petani-cara-cerdas-tingkatkan-kesejahteraan Rumah tangga petani membutuhkan lebih dari sekedar keahlian teknis budidaya tanaman untuk meningkatkan kesejahteraannya.  

bbppl-pleksukabumi

Tiga puluh (30) pasangan suami istri yang tergabung dalam kelompok tani dilatih di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melalui Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) bagi Kelompok Tani IPDMIP.   Pelatihan dilaksanakan pada 2-4 September 2021 dengan peserta berasal dari 10 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.  

"Kunci keberhasilan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani adalah kualitas sumberdaya manusia pertanian, utamanya petani," tegas Ajat Jatnika, Kepala BBPP Lembang, saat memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan.  

Tujuan utama PLEK adalah meningkatkan kapasitas dan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan usaha tani dimulai dari skala terkecil rumah tangga.  

Fasilitator pelatihan berasal dari Widyaiswara BBPP Lembang dan praktisi yang kompeten di bidangnya. Materi pelatihan terdiri dari: Pengenalan Produk dan Layanan Keuangan Formal (KUR), Asuransi Usaha Tani Padi (AUPT), Pembiayaan Keuangan Usaha Tani, Konsolidasi Usaha Tani, dan Perencanaan & Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga.  

Di sela-sela kegiatannya yang padat, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan pesan, "Saya selalu mengatakan bahwa pertanian itu bukan proyek, tetapi program jangka panjang yang ujungnya adalah mensejahterakan rakyat melalui 3 M (maju, mandiri, modern). Literasi keuangan pertanian terus dikuatkan. Dengan begitu, petani bisa menyusun strategi usahatani yang ideal. Yang pasti, petani harus memiliki manajemen keuangan yang sangat sehat," terang SYL.  

Menindaklanjuti program Kementan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menegaskan, "Melalui pelatihan pengelolaan keuangan keluarga petani, diharapkan pendapatan masyarakat perdesaan target IPDMIP di Indonesia bisa turut meningkat," kata Dedi melalui keterangan tertulisnya.” (DRY)

]]>
dary Fri, 03 Sep 2021 10:21:28 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1764-kelola-keuangan-rumah-tangga-petani-cara-cerdas-tingkatkan-kesejahteraan
Kementan Genjot Kompetensi Petani dan Penyuluh Melalui Pelatihan Tematik Mendukung Food Estate http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1763-kementan-genjot-kompetensi-petani-dan-penyuluh-melalui-pelatihan-tematik-mendukung-food-estate Tercapainya kedaulatan pangan secara nasional bukan pekerjaan yang mudah. Banyak tantangan yang dihadapi, salah satunya pada kompetensi dan kemampuan sumberdaya manusia pertanian. Daya serap lapangan kerja di sektor pertanian yang semakin minim dan menurunnya minat generasi muda untuk terjun di sektor pertanian merupakan bentuk tantangan lainnya.

bbppl-abttegal

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Eselon I Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Calon Pengusaha Petani Muda SIMURP yang bekerjasama dengan Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan). Pelatihan dikemas dalam program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) guna menghasilkan petani muda berjiwa enterpreneur di bidang pertanian.

Pelatihan ini diikuti oleh 44 orang petani milenial yang akan dan telah memulai wirausaha di bidang  pertanian. Pelatihan dilaksanakan pada 24-28 Agustus 2021 di Kampus BBPP Lembang. Peserta petani milenial berasal dari Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karawang, Purwerejo, Purbalingga, Banjarnegara, Jember, Katingan, Takalar, Bone, Pangkep, dan Lombok Tengah.

Pengampu materi berasal dari Pusluhtan, Widyaiswara BBPP Lembang, dan para praktisi. Selama tiga hari berlatih peserta mendapatkan materi Kewirausahaan, Business Plan, Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) dan Pemasaran. Materi ini sebelumnya telah disampaikan pada sesi online dengan metode ceramah dan penugasan mandiri melalui platform LMS dan dilanjutkan sesi offline dengan mengajak peserta mempraktikkan setiap materi. Sebelum penutupan peserta diajak menuangkan rencana kegiatan setelah mengikuti pelatihan ke dalam form Rencana Tindak Lanjut (RTL). 

Pada materi KEP peserta diajak mengembangkan kelompok tani atau gabungan kelompok tani menjadi kelembagaan ekonomi petani hingga menjadi sebuah korporasi petani yang berbasis pada komoditas unggulan di wilayah kerja SIMURP. Pada materi lain, peserta diajak mempraktikkan pembuatan digital marketing saat materi pemasaran. Selama 24 jam berlatih diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi menjadi calon pengusaha petani muda SIMURP melalui KEP untuk pertanian berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan sasaran Kementerian Pertanian di bawah komando Syahrul Yasin Limpo dalam meningkatkan kesejahteraan SDM pertanian melalui wirausaha. “Upaya peningkatan kapasitas petani terus dilakukan Kementan, terutama pengembangan usaha melalui akses KUR dan optimalisasi kegiatan agribisnis, perlu terus ditingkatkan secara berkelanjutan,” kata Mentan Syahrul pada suatu zoom meeting di Agriculture War Room (AWR).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nusyamsi, juga mendukung hal tersebut. "Negara kita pernah mendapatkan penghargaan dari FAO karena mampu mengubah status dari negara impor menjadi negara yang mampu swasembada pangan. Dan itu terjadi karena dilakukan peningkatan SDM pertanian, yaitu petani dan penyuluh," kata Dedi Nursyamsi, pada lain kesempatan. Oleh karena itu, pihaknya bertekad meningkatkan pemberdayaan sumber daya manusia termasuk mencetak wirausaha-wirausaha muda di sektor pertanian. Salah satu yang dilakukan  adalah melalui Pelatihan Kewirausahaan bagi Calon Pengusaha Petani Muda SIMURP. DRY/YKO

]]>
dary Sat, 28 Aug 2021 14:23:16 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1763-kementan-genjot-kompetensi-petani-dan-penyuluh-melalui-pelatihan-tematik-mendukung-food-estate
Petani dan Penyuluh Kabupaten Banyumas Siap Perkuat Food Estate http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1762-petani-dan-penyuluh-kabupaten-banyumas-siap-perkuat-food-estate Kementerian Pertanian Melalaui Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang kembali menggelar Pelatihan Teknis Tematik Mendukung Food Estate di Wilayah Jawa Tengah. Pelatihan pada periode 26-28 Agustus 2021 dilakukan di tiga titik, salah satunya Kabupaten Banyumas.  

bbppl-abtbanyumas

Mengangkat tema alpukat sebagai salah satu komoditas potensial di Kabupaten Banyumas, pelatihan diikuti oleh satu angkatan aparatur sebanyak 30 orang penyuluh, dan dua angkatan non aparatur sebanyak 60 orang petani.  

Pelatihan didasarkan pada program Food Estate sebagai salah satu Program Utama Kementan di bawah komando Syahrul Yasin Limpo. "Food Estate adalah jawaban untuk menyediakan pangan bagi 273 juta jiwa penduduk Indonesia," tegas Mentan SYL.

Sebagai salah satu program luar biasa dari Kementerian Pertanian, Food Estate menjadi program strategis nasional dengan konsep pengembangan sentra produksi kawasan pangan berbasis korporasi. Tentunya dengan melibatkan badan usaha tingkat petani yang mengelola usaha tani mulai dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan dan terintegrasi.  

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengungkapkan, ada sejumlah langkah yang akan dilakukan Kementan melalui BPPSDMP untuk mendukung food estate, salah satunya melalui pendampingan petani.    

Pada pelatihan bagi aparatur dan non aparatur peserta mendapat materi kelompok dasar, inti, dan penunjang. Materi pelatihan tersebut antara lain: Pengembangan Kawasan Food Estate di Kabupaten Banyumas, Kemitraan, Kelembagaan, Pemasaran, Budidaya Alpukat, Perbenihan Alpukat, Pascapanen, dan Dinamika Kelompok.  

Pengampu materi berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Widyaiswara BBPP Lembang, dan Praktisi Kabupaten Banyumas. Penyampaian materi diperkaya dengan praktik khususnya pada Budidaya Alpukat, Perbenihan Alpukat, dan Pascapanen. Pelatihan selama tiga hari dilaksanakan di tiga titik yakni BPP Cilongok bagi kelompok aparatur, BPP Sokasari untuk kelompok non aparatur 1, dan BPP Banyumas bagi kelompok non aparatur 2.  

Melalui pelatihan teknis tematik ini diharapkan dapat saling sinergi antara Dinas Pertanian, petani, dan penyuluh dalam menggali potensi komoditas alpukat di Kabupaten Banyumas. Sesuai dengan tujuan program Food Estate yakni menciptakan lumbung pangan baru guna mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri. DRY/YKO

]]>
dary Sat, 28 Aug 2021 13:22:23 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1762-petani-dan-penyuluh-kabupaten-banyumas-siap-perkuat-food-estate
60 Petani Kabupaten Demak Ikuti Pelatihan Teknis Tematik Mendukung Food Estate http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1759-60-petani-kabupaten-demak-ikuti-pelatihan-teknis-tematik-mendukung-food-estate bbpplembang pelatihan non aparatur demakDEMAK. Program Food Estate merupakan pengembangan kawasan tanaman pangan skala luas secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan, dengan tujuan memenuhi ketersediaan pangan nasional secara kuantitas dan kualitas. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyatakan ada 5 hal utama tentang Food Estate, “Program ini tidak hanya sekedar tanaman padi, tetapi juga komoditas lainnya. Program Food Estate harus tersentuh mekanisasi, koordinasi lintas sektoral penting karena merupakan upaya penyediaan pangan masyarakat. Food Estate harus menjadi contoh untuk diimplementasikan di wilayah lain, dan  Food Estate harus memprioritaskan industri hilirisasi, juga penting untuk mewujudkan korporasi sehingga perekonomian dan kesejahteraan petani dapat meningkat.”

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak kembali menggelar Pelatihan Teknis Tematik bagi Petani di Kabupaten Demak, untuk mendukung Program Food Estate. Sesuai arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyampaikan, “Sumber daya manusia pertanian baik petani, penyuluh pertanian, dan lainnya merupakan kunci keberhasilan program pembangunan pertanian. SDM adalah faktor kunci penentu peningkatan produktivitas, karenanya penting untuk ditingkatkan kapasitasnya melalui pelatihan dan Food Estate menjadi prioritas pembangunan pertanian saat ini”, jelas Dedi.

Kali ini, Pelatihan di Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah sebanyak 2 angkatan diikuti 60 orang Non Aparatur (Petani) dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan dan pengendalian covid-19. Selama berlatih 3 hari efektif mulai 25-27 Agustus 2021, peserta mendapatkan materi secara klasikal maupun praktik oleh Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak dan Widyaiswara BBPP Lembang.

Pembukaan pelatihan yang dilaksanakan di Desa Megonten Kecamatan  Kebonagung Kabupaten Demak, Rabu (25/08/2021), oleh Koordinator Penyelenggaraan Pelatihan, Dedih Zaenuddin. “Tujuan pelatihan ini adalah menciptakan kesamaan persepsi dan pemahaman yang komprehensif mengenai program Food Estate untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional secara berkesinambungan, menyiapkan petani agar mampu meningkatkan produktivitas hasil usahanya, “ jelas Dedih.

Materi yang disampaikan oleh fasilitator adalah Peran Kelembagaan Kelompok Tani dalam Mendukung Kawasan Food Estate, Pemanfaatan Penerapan Alsintan dalam Mendukung Pajale, Teknik Budidaya Padi dalam Mendukung Food Estate, Pendampingan Pembentukan Korporasi dalam Mendukung Kawasan Food Estate, Kelembagaan P4S, dan Pemeliharaan Tanaman Terpadu. Untuk lebih memahami materi pelatihan, peserta praktik persemaian tanaman padi dan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) transplanter.

Salah seorang peserta pelatihan, Emilia Afrida, anggota Kelompok Tani Mudo Makaryo 4 Desa Megonten Kabupaten Demak, menyampaikan kesannya mengikuti pelatihan, “pelatihan ini sangat menarik baik teori dan praktik lapangan, salah satunya tentang cara menanam padi menggunakan transplanter yang diajarkan dari nol hingga kami bisa menggunakannya. Terima kasih BBPP Lembang dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak,” ungkap Emilia. (yoko/che)

 

]]>
Yoko/Chetty Fri, 27 Aug 2021 19:44:37 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1759-60-petani-kabupaten-demak-ikuti-pelatihan-teknis-tematik-mendukung-food-estate
Penyuluh Pertanian Demak Dukung Keberhasilan Program Food Estate http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1758-penyuluh-pertanian-demak-dukung-keberhasilan-program-food-estate bbpplembang pelatihan aparatur demakDEMAK. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak kembali menggelar Pelatihan Teknis Tematik bagi Penyuluh Pertanian Kabupaten Demak, untuk mendukung Program Food Estate. Food Estate merupakan pengembangan kawasan tanaman pangan skala luas secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan, dengan tujuan memenuhi ketersediaan pangan nasional secara kuantitas dan kualitas. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyatakan ada 5 hal utama tentang Food Estate, “Program ini tidak hanya sekadar tanaman padi, tetapi juga komoditas lainnya. Program Food Estate harus tersentuh mekanisasi, koordinasi lintas sektoral penting karena merupakan upaya penyediaan pangan masyarakat. Food Estate harus menjadi contoh untuk diimplementasikan di wilayah lain, dan  Food Estate harus memprioritaskan industri hilirisasi, juga penting untuk mewujudkan korporasi sehingga perekonomian dan kesejahteraan petani dapat meningkat.”

Sumber daya manusia pertanian baik petani, penyuluh pertanian, dan lainnya merupakan kunci keberhasilan program pembangunan pertanian. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyampaikan, “SDM adalah faktor kunci penentu peningkatan produktivitas, karenanya penting untuk ditingkatkan kapasitasnya melalui pelatihan dan Food Estate menjadi prioritas pembangunan pertanian saat ini,” jelas Dedi.

Pelatihan tematik di Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan sebanyak 2 angkatan yang diikuti oleh 60 orang Aparatur (Penyuluh Pertanian). Pelatihan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan dan pengendalian covid-19 yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selama berlatih 3 hari efektif mulai 25-27 Agustus 2021, peserta mendapatkan materi secara klasikal maupun praktik oleh Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak dan Widyaiswara BBPP Lembang. Materi inti yang disampaikan adalah Kelembagaan, Pemasaran, Simluhtan, E-RDKK, dan Budidaya Jagung.

bbpplembang pelatihan aparatur demak2Pembukaan pelatihan dilaksanakan di Rumah Makan Kalijaga, Rabu (25/08/2021), oleh Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluhan Pertanian, Sri Lestari. “Kabupaten Demak siap mendukung Food Estate untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern,” ungkapnya. Geliat pertanian di Kabupaten Demak dengan potensi pertanian utamanya di tanaman padi, bersama dengan Kabupaten Cilacap dan Grobogan sebagai lumbung pangan di Jawa Tengah, di berbagai aktivitas terus digenjot. “Saat ini bekerjasama dengan Ditjen Sarana Prasarana Kementerian Pertanian, kami berupaya meningkatkan IP di lahan sawah tadah hujan dengan membangun sumur dalam dengan kapasitas 15 liter/detik dapat mengaliri 10-20 hektar sawah dengan syarat ada cadangan air tanah di dalamnya. Ini untuk menciptakan petani yang mandiri, karenanya dibutuhkan motivasi kepada petani yang disampaikan oleh para penyuluh di lapangan,” jelas Sri. Disampaikannya pula tentang penyerapan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan berbagai program keringanan dari perbankan yang bekerjasama dengan pemerintah untuk memudahkan akses permodalan petani.

Hari pertama, Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Subandono, menyampaikan materi tentang Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) dan e-RDKK 2020. “Sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) penerimaan pupuk subsidi dan Kartu Tani yang diterapkan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran pupuk bersubsidi. e-RDKK juga bisa meminimalisasir data ganda penerima bantuan pupuk bersubsidi,” ujar Subandono.

Hari kedua, Lilis Ayu, fasilitator dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, menyampaikan materi pemeliharaan alat mesin pertanian dan teknik budidaya padi. Widyaiswara BBPP Lembang, Saptoningsih, menyampaikan materi peran BPPSDMP dalam kebijakan Program Food Estate dilanjutkan Kelembagaan dan Pemasaran. “Kelembagaan petani melalui pembentukan korporasi penting untuk kemajuan bisnis pelaku usaha kita dengan bimbingan para penyuluh,” jelas Saptoningsih.

bbpplembang pelatihan aparatur demak1Untuk lebih memahami materi pelatihan, peserta melakukan praktik alsintan transplanter tanaman padi, satu per satu peserta mengoperasikan transplanter. Peserta juga praktik persemaian padi mulai dari menyiapkan media tanam, menanam benih menggunakan tray persemaian, hingga melakukan pemeliharaan tanaman padi selama di persemaian.

Singgih Karyanto, salah satu peserta menyampaikan kesannya, “Pelatihan ini bermanfaat bagi kami, kami saling sharing dan menjadi penyegaran bagi kami untuk mendapatkan informasi terbaru program pemerintah pusat yang harus kami sampaikan saat pendampingan kepada petani seperti bagaimana meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan alsintan,” jelasnya. (Yoko/Che)

 

]]>
Yoko/Chetty Fri, 27 Aug 2021 19:36:10 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1758-penyuluh-pertanian-demak-dukung-keberhasilan-program-food-estate
Pelatihan Edukasi dan Literasi Keuangan (PLEK) Program IPDMIP Asah Kompetensi 110 Petani Kabupaten Ciamis http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1760-pelatihan-edukasi-dan-literasi-keuangan-plek-program-ipdmip-asah-kompetensi-110-petani-kabupaten-ciamis bbpplembang pelatihan PLEKLEMBANG. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mengemban tugas terkait irigasi, yaitu dengan membangun 1 juta hektar irigasi baru dengan merehabilitasi 3 juta hektar irigasi dan membangun 49 waduk baru. Selain RPJMN, Pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mencapai target Rencana Kegiatan Pemerintah (RKP) untuk membangun 0,3 juta hektar, merehabilitasi 0,7 juta hektar serta membangun 29 waduk. Kegiatan Integrated  Participatory  Development  and  Management of Irrigation Program (IPDMIP) merupakan suatu program Integrasi Partisipasi Pertanian yang turut melibatkan Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan yang bekerjasama dengan masyarakat petani dan semua pihak yang terkait baik di dalam dan sekitar daerah Irigasi. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menegaskan, “Program IPDMIP menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi sehingga pada akhirnya kesejahteraan petani bisa meningkat,” ungkap Dedi. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan, “jika produktivitas meningkat, pendapatan petani juga meningkat. Kemampuan sumber daya manusia juga harus kita tingkatkan agar mereka bisa mengelola pertanian dengan baik,” ungkapnya.

Upaya mendukung keberhasilan program tersebut perlu adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada kelompok tani, salah satunya melalui  Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) Tingkat Dasar Bagi Kelompok Tani IPDMIP yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang  (BBPP) Lembang bekerjasama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Kali ini ada 110 petani dari Kabupaten Ciamis yang berlatih di BBPP Lembang selama 3 hari mulai 24 – 26 Agustus 2021.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat membuka pelatihan secara resmi, Selasa (24/08/2021), menyampaikan bahwa, “Kegiatan IPDMIP diharapkan bisa memberikan manfaat pada peningkatan nilai dan keberlanjutan irigasi pertanian sehingga dapat mencapai sasaran, yaitu peningkatan ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat perdesaan di Indonesia,” jelasnya. “Selama berlatih 3 hari disini, nantinya kami harapkan petani paham literasi keuangan, dan akan disampaikan oleh Widyaiswara kami cara melakukan pencatatan keuangan yang baik dan benar,” jelas Ajat di hadapan peserta pelatihan. Diharapkan pula kompetensi edukasi dan literasi keuangan  petani meningkat dalam upaya menumbuhkembangkan kelembagaan petani serta mengembangkan lembaga keuangan mikro.

Selama berlatih 3 hari, peserta memperoleh materi tentang Kebijakan Peningkatan Ketahanan Pangan Melalui Program IPDMIP dan Kebijakan Penyuluhan Pertanian yang masuk ke materi Kelompok Dasar. Untuk materi inti, peserta mendapatkankan materi tentang Pengenalan Produk dan Layanan Keuangan Formal, Pembiayaan Pertanian - KUR & Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Pengelolaan Keuangan Usaha Tani, Pencatatan Konsolidasi Usahatani, Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga. Sedangkan untuk materi penunjang, peserta memperoleh penjelasan Metodologi PLEK bagi Ketua Kelompok Tani.

Tatang, peserta dari Ciamis, menyampaikan kesannya mewakili seluruh peserta, “Alhamdulillah mengikuti pelatihan di BBPP Lembang ini menyenangkan, kami disambut dengan baik, materinya dengan mudah kami serap, semoga ada kelanjutanya karena saat ini kami mengikuti pelatihan tingkat dasar. Kami mohon juga pendampingan berkelanjutan dari pihak BBPP Lembang,” ungkapnya.

 

]]>
Yoko/Chetty Thu, 26 Aug 2021 20:53:49 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1760-pelatihan-edukasi-dan-literasi-keuangan-plek-program-ipdmip-asah-kompetensi-110-petani-kabupaten-ciamis
Dari Sumatera Hingga NTB, 44 Petani Muda Ikuti Pelatihan Kewirausahaan SIMURP http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1761-dari-sumatera-hingga-ntb-44-petani-muda-ikuti-pelatihan-kewirausahaan-simurp Tercapainya kedaulatan pangan secara nasional bukan pekerjaan yang mudah. Banyak tantangan yang dihadapi, salah satunya pada kompetensi dan kemampuan sumberdaya manusia pertanian. Daya serap lapangan kerja di sektor pertanian yang semakin minim dan menurunnya minat generasi muda untuk terjun di sektor pertanian merupakan bentuk tantangan lainnya.

bbppl-simurp2

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Eselon I Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Calon Pengusaha Petani Muda SIMURP yang bekerjasama dengan Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan). Pelatihan dikemas dalam program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) guna menghasilkan petani muda berjiwa enterpreneur di bidang pertanian.

Pelatihan ini diikuti oleh 44 orang petani milenial yang akan dan telah memulai wirausaha di bidang  pertanian. Pelatihan dilaksanakan pada 24-28 Agustus 2021 di Kampus BBPP Lembang. Peserta petani milenial berasal dari Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karawang, Purwerejo, Purbalingga, Banjarnegara, Jember, Katingan, Takalar, Bone, Pangkep, dan Lombok Tengah.

Pengampu materi berasal dari Pusluhtan, Widyaiswara BBPP Lembang, dan para praktisi. Selama tiga hari berlatih peserta mendapatkan materi Kewirausahaan, Business Plan, Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) dan Pemasaran. Materi ini sebelumnya telah disampaikan pada sesi online dengan metode ceramah dan penugasan mandiri melalui platform LMS dan dilanjutkan sesi offline dengan mengajak peserta mempraktikkan setiap materi. Sebelum penutupan peserta diajak menuangkan rencana kegiatan setelah mengikuti pelatihan ke dalam form Rencana Tindak Lanjut (RTL). 

Pada materi KEP peserta diajak mengembangkan kelompok tani atau gabungan kelompok tani menjadi kelembagaan ekonomi petani hingga menjadi sebuah korporasi petani yang berbasis pada komoditas unggulan di wilayah kerja SIMURP. Pada materi lain, peserta diajak mempraktikkan pembuatan digital marketing saat materi pemasaran. Selama 24 jam berlatih diharapkan peserta dapat meningkatkan kompetensi menjadi calon pengusaha petani muda SIMURP melalui KEP untuk pertanian berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan sasaran Kementerian Pertanian di bawah komando Syahrul Yasin Limpo dalam meningkatkan kesejahteraan SDM pertanian melalui wirausaha. “Upaya peningkatan kapasitas petani terus dilakukan Kementan, terutama pengembangan usaha melalui akses KUR dan optimalisasi kegiatan agribisnis, perlu terus ditingkatkan secara berkelanjutan,” kata Mentan Syahrul pada suatu zoom meeting di Agriculture War Room (AWR).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nusyamsi, juga mendukung hal tersebut. "Negara kita pernah mendapatkan penghargaan dari FAO karena mampu mengubah status dari negara impor menjadi negara yang mampu swasembada pangan. Dan itu terjadi karena dilakukan peningkatan SDM pertanian, yaitu petani dan penyuluh," kata Dedi Nursyamsi, pada lain kesempatan. Oleh karena itu, pihaknya bertekad meningkatkan pemberdayaan sumber daya manusia termasuk mencetak wirausaha-wirausaha muda di sektor pertanian. Salah satu yang dilakukan  adalah melalui Pelatihan Kewirausahaan bagi Calon Pengusaha Petani Muda SIMURP. (DRY/YKO)

]]>
dary Thu, 26 Aug 2021 13:19:35 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1761-dari-sumatera-hingga-ntb-44-petani-muda-ikuti-pelatihan-kewirausahaan-simurp
Latih Pengelolaan Keuangan Pasutri Petani, BBPP Lembang Selenggarakan Pelatihan Literasi dan Edukasi http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1757-latih-pengelolaan-keuangan-pasutri-petani-bbpp-lembang-selenggarakan-pelatihan-literasi-dan-edukasi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang kembali mendapatkan amanat dari Eselon I Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dalam pelaksanaan Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan IPDMIP.

bbppl-ipdmippandeglang

Warna berbeda tampak pada pelatihan ini. Peserta merupakan pasangan suami istri petani asal Kabupaten Pandeglang, Jawa Tengah. Total sebanyak 56 orang atau 28 pasutri yang datang untuk berlatih di BBPP Lembang pada 18-20 Agustus 2021.

Tujuannya utama PLEK dengan peserta para pasutri ini adalah meningkatkan kapasitas dan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan usaha tani mulai dari skala terkecil rumah tangga. Widyaiswara BBPP Lembang dan praktisi menjadi fasilitator dalam pelatihan ini. Terdapat lima materi yang disampaikan, mulai dari Pengenalan Produk dan Layanan Keuangan Formal (KUR), Asuransi Usaha Tani Padi (AUPT), Pembiayaan Keuangan Usaha Tani, Konsolidasi Usaha Tani, serta Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga. 

Masing-masing materi disesuaikan dengan skala rumah tangga petani. Proses pembelajaran juga diperkaya dengan soal latihan dan praktik dengan harapan peserta dapat menerapkan pada lingkup rumah tangga masing-masing.

Ajat Jatnika, Kepala BBPP Lembang saat penutupan pelatihan berpesan "seiring berkembangnya zaman dan roda ekonomi, petani tidak hanya dituntut menguasai ilmu teknis pertanian namun juga harus melek ilmu keuangan". 

Hal ini sejalan dengan program utama Kementan di bawah komando Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, bahwa tahun 2022 adalah tahun peningkatan produksi dan daya saing yang tinggi untuk peningkatan kesejahteraan petani. "Saya selalu mengatakan bahwa pertanian itu bukan proyek, tetapi program jangka panjang yang ujungnya adalah menyejahterakan rakyat melalui 3 M (maju, mandiri, modern). Literasi keuangan pertanian terus dikuatkan. Dengan begitu, petani bisa menyusun strategi usahatani yang ideal. Yang pasti, petani harus memiliki manajemen keuangan yang sangat sehat," terang SYL.

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, juga menyampaikan pernyataan serupa. "Pendapatan masyarakat perdesaan target IPDMIP di Indonesia bisa turut meningkat," kata Dedi melalui keterangan tertulisnya.

Kegiatan PLEK melakukan pendekatan keluarga sebagai tim. "Kami sangat senang mendapatkan pelatihan seperti ini. Seluruh materi mudah dipahami dan semoga kami dapat menerapkannya," ungkap Yudi Herdianto, salah seorang peserta setelah mengikuti tiga hari pelatihan. 

]]>
dary Fri, 20 Aug 2021 13:47:14 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1757-latih-pengelolaan-keuangan-pasutri-petani-bbpp-lembang-selenggarakan-pelatihan-literasi-dan-edukasi
Pelatihan Petani dan Penyuluh Kementan Gelombang 17 Dihadiri Ribuan Peserta http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1755-pelatihan-petani-dan-penyuluh-kementan-gelombang-17-dihadiri-ribuan-peserta Sabtu (14/8), adalah hari terakhir Pelatihan Petani dan Penyuluh yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang kembali diamanatkan menjadi eksekutor pada Gelombang 17.

bbppl-sejutapetani17

Namun, euforia peserta masih sangat terasa. Pelatihan diikuti oleh puluhan ribu peserta melalui Zoom Virtual Conference dan live streaming Youtube. Turut hadir 25 peserta di ruang kelas Krisan IV yang merupakan petani dan penyuluh wilayah binaan BBPP Lembang untuk menyaksikan secara online dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Widyaiswara dan pegawai juga memfasilitasi peserta di Kabupaten Majalengka, Kuningan, Tasikmalaya, Pangandaran, Garut, Ciamis, Sukabumi, Cianjur, dan Kota Tasikmalaya untuk menyaksikan pelatihan bersama-sama.

Pelatihan Petani dan Penyuluh sendiri merupakan salah satu upaya yang digaungkan BPPSDMP untuk mewujudkan SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada pembukaan pelatihan (6/8) lalu. 

“Kita harus membangun kemandirian pangan untuk kesejahteraan petani dan saya mengapresiasi kepada Kementerian Pertanian dalam membangun SDM pertanian,“ ungkap Presiden Jokowi.

Menurutnya, petani dan kelompok tani diharapkan dapat menggarap sektor  hulu hingga hilir mulai dari budidaya, hingga pascapanen pengolahan dan pemasaran.

Mendukung hal tersebut, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan hal serupa.

“Alam Indonesia sangat melimpah dan harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kita semua,” ujar Mentan Syahrul  saat pengukuhan Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan yang berbarengan pelaksanaannya dengan pembukaan pelatihan petani dan penyuluh.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

“SDM adalah kunci peningkatan produktivitas karenanya pembangunan pertanian berkaitan dengan pembangunan SDM pertanian,” jelasnya. 

Pelatihan Petani dan Penyuluh telah dilaksanakan secara online pada 7-14 Agustus 2021. Target peserta sebanyak 1 juta petani dan penyuluh seluruh Indonesia yang dibagi menjadi 18 gelombang pelatihan dengan materi Kebijakan Pemupukan Nasional dan Kredit Isaha Rakyat (KUR). Masing-masing Unit Pelaksana Teknis di bawah Eselon I BPPSDMP berkesempatan menjadi penanggung jawab untuk menyelenggarakan pelatihan tersebut. 

Pada Gelombang 17, materi pertama disampaikan oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi yang dimoderatori Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika berkaitan 

dengan Kebijakan Pupuk Nasional.

Materi selanjutnya berkaitan dengan Program KUR Pertanian 2021 dan Proses Penyaluran & Anggaran untuk KUR oleh Isniati Hidayah selaku Analis Perekonomian, Kemenko Perekonomian Republik Indonesia. Untuk melengkapi pemahaman peserta, disampaikan materi Strategi Pengajuan KUR  oleh Junastra Firka, Goverment Project Social Associate Bank Mandiri. 

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika berharap kegiatan bisa diikuti dengan sebaik-baiknya.

“Alhamdulillah kita bisa berkumpul secara online dan offline, Pelatihan bagi Petani dan Penyuluh ini sebagai upaya meningkatkan pengetahuan terutama tentang kebijakan pemupukan dan KUR. 

Momen ini agar dapat dimanfaatkan terutama bagi para penyuluh untuk dapat mengajak para petani mengajukan KUR. Semoga melalui pelatihan dan program KUR dapat  meningkatkan produktivitas kerja petani,” ujar Ajat. 

A. Sudrajat, perwakilan dari P4S Astuti Lestari Kecamatan Parongpong, yang mengikuti pelatihan secara offline di BBPP Lembang menyampaikan bahwa pelatihan ini dirasa sangat bermanfaat. "Setelah mengikuti pelatihan saya lebih memahami prosedur dan manfaat dari KUR. Semoga petani juga dapat segera mengajukan KUR untuk meningkatkan perekonomian maupun produktivitasnya," ungkap Sudrajat.

Begitu dengan Jalal, peserta dari Kabupaten Majalengka, yang menyaksikan pelatihan secara bersama-sama di BPP Cigasong. "Pelatihan sangat bermanfaat, 

"Sukses terus untuk Kementan dan BBPP Lembang semoga dapat terus melaksanakan pelatihan ini tidak hanya online namun juga offline," katanya. 

]]>
dary Wed, 18 Aug 2021 06:57:44 +0700 http://bbpp-lembang.info/index.php/arsip/berita/pelatihan/1755-pelatihan-petani-dan-penyuluh-kementan-gelombang-17-dihadiri-ribuan-peserta